jump to navigation

Guest Blog Manuel Pecino : Ada Pabrikan sedang riset Double Wall Fairing Sebagai pengganti Fairing di MotoGP October 4, 2016

Posted by Taufik in : motogp , trackback

460x110-indent-now

cengkareng-shop

winglets-new

TMCBlog.com – Bro sekalian kembali lagi Manuel Pecino, Jurnalis tetap MotoGP mengirimkan tulisan bernasnya untuk di share ke Pembaca TMCBlog di Indonesia. Seperti Kita ketahui untuk 2017 Part aerodinamika seperti wing/ winglet/ spoiler dilarang dipergunakan. Dan apakah sobat tahu cara para Insinyur bekerja jika dihadapkan pada dead end seperti itu? well, jangan khawatir, mereka akan meriset efek yang sama namun dengan cara yang berbeda. 2 + 2 = 4, namun 4 juga bisa diperoleh dengan menambahkan 3 dengan 1 atau 1 dengan 3 atau kombinasi yang lain.  . . cekidot

440x100_tirei

MBtech - TMC sep16

GP16-1

Seperti kita ketahui bersama ada beberapa keuntungan pemakaian winglet seperti yang di gunakan di MotoGP saat ini. Minimal ada dua yakni mengurangi wheelie dan membuat front end/ bagian depan dari motor tetap nempel di Track. keduannya sepertinya mirip, namun tidak sama. Yang pertama , Pengurangan efek wheelie melalui downforce ( mechanical antiwheelie) yang dihasilkan oleh winglets akan membantu mesin dan elektronik untuk tidak menghentikan delivery power yang biasannya terjadi saat sensor mendeteksi ban depan lepas dari permukaan ( wheelie )

valentinoRossi-wingletFP4

Yang kedua Winglet akan menghasilkan beban/ load ke poros ban depan ( front axel ) sehingga pebalap akan tetap merasakan feel ban nge-grip ke permukaan track setiap saat. Hal ini tentu akan membuat pebalap merasa total control terhadap motor di setiap saat. Dan efektifitas efek defleksi winglet ini akan berhubungan lurus dengan kecepatan. artinya semakin cepat ( seperti di fast corner atau di straight) maka kedua efek ini akan semakin terasa.

suzuki-winglets

Sebenarnya ada efek ketiga walaupun ada kemungkinan dihasilkan karena efek ke dua yakni kestabilan saat melakukan pengereman ( hard Brake). Dengan bertambahnya beban ke poros ban depan maka akan ada tambahan dukungan saat hard Brake setelah hi-speed. Hal ini disebabkan secara  teori, tendensi kehilangan grip ban depan akan kecil karena grip / traksi ban depan yang semakin baik. . .  nahh namun akhirnnya FIM melarang dengan peraturan sebagai berikut :


Technical Regulations Effective Season 2017
Streamlining and Aerodynamic Devices
It s  already  announced  that  aerodynamic  wings  are  banned  in  all  classes  from  2017.  The  wording  of the regulation covering this matter was confirmed:

Devices  or  shapes  protruding  from  the  fairing  or  bodywork  and  not  integrated  in  the  body streamlining (e.g. wings, fins, bulges, etc.) that may provide an aerodynamic effect (e.g. providing downforce, disrupting aerodynamic wake, etc.) are not allowed. The  Technical  Director  will  be  the  sole  judge  of  whether  a  device or  fairing  design  falls  into  the above definition.

Furthermore, to avoid that the front of the fairing is wing-shaped, with unpredictable safety results, the front  of  the  fairing  cannot  protrude  more  than  150mm  beyond  a  vertical  line  drawn  through  the  front wheel spindle. (It should be noted that all fairings in current use already comply with this).


Dan bahkan bukan hanya winglet yang dilarang, fairing berbentuk winglet pun dilarang dimana bentuk fairing dilarang lebih lebar 15 cm dari garis poros Motor  . . . Jadi teorinya dengan pelarangan ban winglet maka keuntungan keuntungan di atas akan hilang. Namun para insinyur tentu tidak patah semangat, mereka sedang mencari jalan lain ke roma. Alternatif nya  secara teori adalah menghadirkan efek winglet tanpa menghadirkan winglet !  ..  nahh puyengkan ?

Saya adalah Jurnalis, agak sulit menjelaskan secara teknis, namun saya tahu satu pabrikan yang sedang melakukan riset dengan a double walled fairing! . . . sebuah pendekatan yang secara mendasar menghasilkan aliran udara diantara dua dinding dan dari sana akan diperoleh efek ( downforce ) yang sama saat pelarangan winglet. – (taufik) namun dikarenakan rule menyebutkan bahwa fairing tidak boleh lebih lebar 15 cm dari poros maka dibuat sistem double walled fairing ini lebih ke daerah dalam sistem layered ( lapisan lapisan) fairing dimana besarnya downforce akan berhubungan lurus dengan berapa besar sudut rake dari motor . . smart

Dengan cara ini pula alasan keamanan / safety dari winglet yang selama ini di perdebatkan bisa diredam karena pada dasarnya nggak ada bagian wing yang ‘keluar’ dari fairing. Seperti yang saya katakan di paragaf atas disinyalir memang ada satu pabrikan yang sedang meriset hal ini, namun dalam pengetesan diketahui mereka memperoleh masalah overheat dari mesin ( bisa jadi dikarenakan double walled fairing malah tidak membuat efektif pendinginan mesin ) . . namun jelas riset belum sepenuhnya berhenti

Akhirnya saya ingat perkataan Ducati team sporting drector, Davide tardozi yang mengatakan Via GPOne bahwa ” sama seperti di F1, kami akan sangat perhatian secara mendetail dengan peraturan. Setiap suku kata sangat penting, karena segala sesuatu yang tidak dilarang artinya diperbolehkan “

Manuel Pecino

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. ardiantoyugo - October 4, 2016

hadeerrr…

Aydra - October 4, 2016

Cari celah peraturan terusss…

2. Paijo - October 4, 2016

Ducati,,sugeh gara2 audi..
Duke ga onok seri ne..
Riset teruusss

3. meneng reader - October 4, 2016

-Sesuatu yg ga dilarang berarti boleh,,-
Wkwkwk pakde Davide Tardozi make salah satu metode istinbaath yg klw di usul fiqh dikenal dgn istilah ” Mafhum Mukhalafah.”

johar - October 4, 2016

Angkat ane jadi muridmu, yai..

4. Thurston River - October 4, 2016

Ducati, resource mereka luas terlebih adanya dana segar dari Audi and pabrikan yang paling konsen soal aerodinamika buat nutupin kelemahan mereka soal front end yang terus jadi penyakit Desmo dari dulu.

5. Are wege - October 4, 2016

Woww. DUCATI v HONDA

6. Dude harlino - October 4, 2016

Overheat suruh diatasi dengan mekanisme pendinginan aktiv aja wak, boleh gak, mislkan beli paten bentuk kipas dengan aliran udara lebih bagus, atau bisa pake sistem pendingin collant yang di riset lagi, atau menambah jalur coolant, sehingga pendinginan lebih maksimum

Ngoahahha

reader netral - October 4, 2016

Balik lagi efisien kaga? Nambah bobot kaga? Kuliahnya kaga sebentar tukang riset begini mah… Ekekekeke

7. zzzz - October 4, 2016

tertawalah sebelum tertawa itu dilarang…….

8. ira satryana - October 4, 2016

Sebuah inovasi akan membedakan antara pemimpin dan pengikut…

9. goozir - October 4, 2016

mantep jos.. pabrikan manakah?

10. dudung59 - October 4, 2016

nah kan kejadian

11. yudha - October 4, 2016

Liat mio M3…. Bagian depan samping dek… Ada sperti sistem aliran udara…mungkin kayak gitu….

12. bark - October 4, 2016

Terfikir sampe ke sana..
Ya iya lah insinyur 😂
.
berarti fairing bakal lebih condong ke depan karena double walled!
Akan semakin aneh kah bentuknya?
Atau terlihat lebih indah?

13. Jems - October 4, 2016

multi striplet di area side front brake

14. Honda Yes Yamaha Yes - October 4, 2016

Yamaha, mio sdh pakai.
Honda, supra x 125 jg sdh pakai.

Double wall fairing, kan?

15. Deyz - October 4, 2016

Ada 1 pertanyaan yg selama ini mengganjal dlm hatiku (lebayy hahaha..) mohon penjelasan mengapa saat motor motogp disorong utk menghidupkan motornya, rider mesti lompat2 (genjot) diatas motor?

Taufik - October 4, 2016

karena nggak ada tombol saklar electric starternya bro
jadi dorong motor efeknya sama kayak kita nyalain motor saat aki habis/ soak .. ya di dorong dan rider yang lompat perkiraan saya untuk menambah daya hentakan yang membuat crankshaft lebih berputar, imho

silahkan yang lain ditambahkan 😀

Do - October 4, 2016

Knp MotoGP ga dikasih electrik starter. Alesannya apa wak?

Taufik - October 4, 2016

bakalan nambah beban kalo pake dinamostarter, nambah beban = nambah lemot

oklik - October 4, 2016

bukan gitu wak, genjot pas kopling dilepas, efeknya nambah bobot total ke motor (manfaatin gaya gravitasi) biar ban belakang tetep ngegrip pas gerakin piston naek turun alias gak ngesot.. tau sendiri 1 piston aja bikin ban ngesot pas didorong, gimana yg 4 piston wak 😀
imho

Deyz - October 5, 2016

Benar jg ya.. Supaya grip dan ga ngesot.. Finally now i may rest in peace hahahah…. Thanks penjelasannya

16. juniperxt - October 4, 2016

seep aturan bisa di akali hehe

17. kolo - October 4, 2016

knapa fairingnya enggak dari dorna wak..seragam aja…. mesin yg berbeda..heee

plat titanium - October 4, 2016

kalo gitu kaya moto2 dong om, gak ada identitas dri tiap2 pabrikan

Ditdot - October 4, 2016

Sekalian aja dapet motornya di undi sebelum balapan…jd pebalap ducati bisa pake yamaha..yg honda bisa dapet motor suzuki..biar sekalian aneh…wkwkwk

18. bintang93 - October 4, 2016

Mnurut ane seh rider genjot2 mtor pas d sorong tuh buat nambah beban/ngegrip roda blkng ke aspal,so genjotnya bareng ama lepasin tuas kopling,so roda blkng g slip n msin lngsung bruuum nyala

oklik - October 4, 2016

betul.. 100 buat si om.. ane jg jelasin diatas sblm baca tulisan ini om.. 👏😹

19. aden - October 4, 2016

Dorna harus lebih teliti mengeluarkan peraturan nih. Salah-salah bisa kaya F1. Sumber daya-nya canggih-canggih sehingga setiap peraturan baru keluar ada aja yang bisa menemukan celah. Nah kalau celah udah ketahuan gitu biasanya tim si penemu celah akan mendominasi seenggaknya sampe 4 musim kedepan. Bisa ditebak, balapan jadi membosankan.

20. dave - October 4, 2016

luar biasa ya,, usaha banyak,, mudah2an makin kompetitif semua pabrikan

21. ZR - October 4, 2016

…pasti habis lihat motor2 kecil pada pake sayap/bodi dobel layer 🙂

22. plat titanium - October 4, 2016

jd fairinya nya itu dibuat berongga jd ada aliran udara yg masuk kedalam sela2 rongga fairing nya, otomatis udara yg seharusnya membantu pendinginan extra dri aliran udara terhalangi oleh lapisan pertama fairing, kalo boleh dipake. knp gak pake side mounted radiator aja yak??

23. Rizal Iman - October 4, 2016

Gak ada elektrik starter supaya gak nambah bobot kah wa haji?

oklik - October 4, 2016

dipakein teknologi macem SS honda ato SSS yamaha ya om.. tp tetep aja nambah part yg artinya nambah bobot 😀😀

oklik - October 4, 2016

*ISS

24. lisyanto - October 4, 2016

ujung2nya biaya membengkak untuk riset fairing kang.

25. Star kid - October 4, 2016

Entah itu kebetulan ato enggak, tapi orang Italia emang suka aneh-aneh wak…

Waktu jaman loris capirossi, fairing ducati pernah dibuat lubang-lubang kecil agar memperlancar aliran udara, trus si marco melandri waktu di gp250 malah pernah melepas sepatbor depan buat mendinginkan ban…

26. (penikmat cikopi+gorengulen dipagi hari) - October 4, 2016

ah ducati mana itu maunya mereka…
sekalian pake lampu sein ajah kalo keukeuh pengen winglet..
plat nomer juga biar bisa downforce…wkwkwk

ducati adeuuuh

27. gaspol - October 4, 2016

Spatbor depannya aja wak dibuat landai/ miring keatas untuk dapetin daya tekan angin kebawah. Tentu saja butuh desain sedemikian rupa supaya tdk mengganggu kinerja radiator. Sisi samping (fairing yg menutupi cakram) jg dibuat sedemikian rupa biar bisa “nangkep” angin. Yg penting kan tdk ada bagian yg baplang keluar. Memang sih modelnya jd aneh. Tp aneh yg lazim tdk lagi aneh kan? Atau justru membuat setang jadi berat dan goyang serta tdk stabil? Yah namanya jg asal usul wak usulnya orang awam heheheh



%d bloggers like this: