jump to navigation

Marc Marquez dan Honda RC213V di Musim 2016 . . From Nothing To Something October 17, 2016

Posted by Taufik in : motogp , trackback

460x110-indent-now

cengkareng-shop

mm93-champion-2016-3

TMCBlog.com – Bro sekalian, siapa Yang menyangka Marc Marquez akan  Bisa mengunci Gelar Juara MotoGP 2016 di saat race bersisa 3 seri  dan mengulangi kejadian 2014 dimana Ia memenangkan Gelar ini di depan Petinggi Honda dan Di Track milik Honda, Motegi Circuit . . . Di awal tahun 2016,  Honda RC213V Model 2016 boleh dibilang adalah Motor Revolusi dari Motor Honda RC213V 2015. Perubahan Arah Rotasi dari Crank Shaft Honda RC213V 2016 menjadi Backward Rotating Crankshaft memang sepertinya simple, namun boleh dibilang berefek sangat besar terhadap banyak Hal dari Motor Prototipe ini. Jika sobat sempat mengunyah ngunyah artikel tmcblog tentang efek giroskopik, maka akan sedikit bisa ngeh kalau Nah di sistem Backward Rotating Crankshaft, maka arah putaran Dari Crankshaft yang berkebalikan dengan arah putar roda akan menghasilkan effect giroskopik yang mengurangi efek giroskopik yang dihasilkan oleh Putaran roda.  . . . artinya Motor dengan Backward Rotating Crankshaft akan memiliki effek Giroskopik yang berbeda ( lebih kecil) bila dibandingkan dengan motor yang mengunakan sistem Forward Rotating Crankshaft  . . . dan ini jelas sangat berbeda feelnya dengan RC213V 2015 yang Forward Rotating Crankshaft  . .

440x100_tirei

MBtech - TMC sep16

Backward-Rotating-Crankshaf

Tidak Ayal Honda RC213V adalah Motor Factory yang paling Menderita  di awal test Pra-musim . . . kehilangan Akselerasi setelah tikungan adalah hal yang paling bikin geregetan. Terlebih Honda RC213V di Musim 2016 ini tidak lagi dimanjakan oleh state of the art Software Honda yang bisa membantu banyak Hal. Santi Hernandez sebagai Chief elektronik Marc Marquez dihadapkan dengan satu Software yang jangankan dikometari oleh Hernandez sendiri, Di komentari oleh seorang Rossi saja seperti Software yang punya kemunduran beberapa tahun ke belakang . . yap menurut tmcblog, Honda RC213V hampir boleh dibilang Start From Scratch . . Zero

Terseok di test Pramusim

Dengan segala Fakta yang harus dihadapi, Maka tak ayal Di test Pra Musim pertama di tahun 2016 yakni di Sepang 2016 Honda RC213V terseok-seok dan Kalah 1,3 detik dari Yamaha M1. Lanjut Ke Philip Island Marquez berjaya . . namun Bukan berarti Dalam dua Minggu itu Insinyur elektronik di bawah Pimpinan Santi Hernandez menemukan solusi pengoptimalan dari software Magneti Marelli, namun lebih karena Layout Track dari PI sendiri yang minus stop and Go alias Flowing sehingga menghindarkan Marquez dari Lost Exit Corner acceleration Dan di Sirkuit ini kelemahan RC213V terasa tertutupi. Dari test Pramusim ini lah juga diketahui Philip Island dan model sirkuit Flowing seperti ini yang bisa jadi keunggulan Honda saat dirundung masalah akselerasi keluar Tikungan ( exit corner acceleration )

Tibalah test terakhir Pramusim yang awalnya tmcblog duga adalah saat terakhir Honda menentukan . . akan terus dengan Mesin baru Backward Rotating Crankshaft atau balik lagi ke mesin Forward Rotating Crankshaft 2015 . . . dan ternyata hasil Test Pramusim Qatar ini  memperlihatkan kembali hasil sesungguhnya jika Honda RC213V bertemu dengan sirkuit berkarakter Stop and Go. Laptime Marc Marquez lebih lambat hampir 0,6 detik dari Jorge Lorenzo di atas Yamaha M1 . . Dan sepertinya melihat beda lebih dari setengah detik ini memunculkan asa yang sempat hilang dari para enginer HRC bahwa ada satu celah yang bisa mereka kerjakan untuk optimalisasi software ini

Hasil test Pramusim terakhir di Losail ini pula memperlihatkan bahwa hadir satu lagi Pabrikan selain Yamaha dan Ducati yang akan jadi calon batu sandungan Honda yakni Suzuki. Yakni Maveric Vinales dengan suzuki GSX-RRnya . .. dan memang terbukti di setengah Musim terakhir 2016 boleh dibilang Suzuki GSX-RR menjelma menjadi Motor yang Kompetitif, boleh dibilang hampir sama kekompetitifannya dengan Honda, Yamaha dan Ducati . . kalau Nggak Kompetitif , kenapa Vinales bisa merebut Podium pertama di Silverstone?

Strategi Jitu Honda : All Rider menggunakan mesin 2016 yang sama

Nah Marc Marquez menyadari dan seluruh Honda menyadari saat 3 hari menjelang Race Day Pertama MotoGP Losail Qatar 2016 dan Mesin RC213V Model 2016 akan di seal/ disegel dan tidak boleh ada pengembangan. Cuma ada dua jalan mereka melakukan development yakni menggunakan jalur sasis dan Elektronik. Dan agar Honda Fokus dalam pengembangan dua jalur ini maka Seluruh pasukan Honda Baik itu factory seperti Marquez dan Pedrosa maupun pebalap Satelit Crutchlow, Miller dan Rabat menggunakan Mesin 2016. Jarang ada yang ngeh bahwa ini adalah strategi Jitu Honda

cal-livery

Kenapa TMCblog bilang ini strategi Jitu ? Karena dengan 5 pebalap memberikan data dengan motor yang sama, udah kayak Motor ini ditest oleh test rider sepanjang musim, akan ada banyak Data. Memang dipastikan akan ada banyak masalah. Rider rider rookie dengan pengalaman tidak banyak seperti Miller dan Rabat pasti kena banyak masalah . . Namun itu adalah Price that HRC must Pay . . Dan Bahkan Pedrosa sendiri sempat hampir frustasi di tengah Musim dengan mesin baru ini, kekesalan Pedrosa ini sempat meluap sampai sampai hampir menyalahkan Marquez sebagai pemilih Mesin. Namun Kondisi Team repsol Honda ternyata kondusif terhadap letupan seperti ini. . . . di artikel etrdahulu kita bisa melihat tanggapan Marquez terhadap letupan Pedrosa ini secara berkata : Saya Nggak terlalu menganggap pemberitaan tersebut- ( mengenai quote Pedrosa)  Dani mengetahui bahwa Honda membawa kami berdua mengetest mesin ini di Jerez . . .

crutchow-mcn

Again 5 pebalap dengan mesin Yang sama . . dan Mungkin hanya Honda yang menerapkan strategy ini. Yamaha dan Ducati tidak melakukan strategy ini. Yap Kapital berbicara sob. dengan sumber daya Finansial yang boleh dibilang hampir merupakan Yang terbesar  di MotoGP, Honda/ HRC bisa memprovide paling tidak 35 unit mesin identik di awal Musim  buat  ke 5 pebalapnya . . .

Perubahan dan Kedewasaan Marquez

Faktor lain adalah Perubahan dan Kedewasaan Marquez. Hal ini terlihat di awal Musim. Marc Marquez berkaca pada musim 2015 dimana ia kehilangan Championship karena boleh dibilang mentalitasnya saat itu (2015)  masih sama dengan Marquez di awal Karir . . Win or Nothing begitu kasarnya, sehingga di Musim 2015 saat Honda RC213V sebenarnya masih di backup oleh state of the art Honda software, Marc Marquez kehilangan banyak Point di setengah Musim pertama karena banyak jatuh dan DNF.

santihernandez

Marc Marquez mengaku bahwa di awal Musim 2016 ia berkata kepada Santi hernandez dan seluruh kru engineer Honda / HRC termasuk maestro engineer Ramon Aurin dan D Monlau bahwa di Setengah Musim pertama Ia akan bersabar dan sangat mempercayai mereka. Selagi Marquez bersabar , marquez berjanji akan mengubah mentalitas nya yang lebih mengutamakan Championship secara keseluruhan. Sehingga bisa kita lihat betapa Marquez tidak seperti Marquez agresif yang kita kenal di sepanjang paruh pertama Musim 2015. Namun diakhir pesannya Marquez mengatakan  bahwa di setengah Musim kedua 2016 ia akan sangat memerlukan bantuan dari para engineer Honda/ HRC.  eng ing eng

santi4

Dan akhirnnya Bantuan itupun datang, sedikit demi sedikit Santi Hernandez menemukan cara untuk bisa mengoptimalkan Unified Software Magneti Marelli dan hasilnya bisa diketahui dari hasil test Privat di Aragon bahwa Honda RC213V sedikit demi sedikit memperoleh kembali akselerasinya di saat keluar tikungan. Dan karena dari awal semua Motor memperoleh mesin yang sama di Honda, sehingga para enginerpun bisa potong kompas waktu development . . semua Motor Honda RC213V baik itu factory maupun satelit memperoleh Update software yang sama . . dan Hasil empiriknya . . Honda jadi satu satunya Pabrikan sampai race di Motegi ini yang menempatkan Team factoy maupun team satelit ( Crutchlow dan Miller  ) di podium pertama Race seri . . ini jelas ngeri ngeri sedap

Balik Lagi ke Marquez, kemenangan Seri Argentina dan Untouchable di Seri Austin Amerika 2016 adalah awal dari upaya Marquez di awal musim merubah mentalitasnya. Namun saat masuk Seri le Mans Prancis, Marc melakukan kesalahan yang harus dia bayar dengan hanya finish di Posisi 13.  Dari kesalahan di le mans ini Marquez memperoleh lesson learn bahwa jika ia tidak memiliki feel terhadap motor ia tidak akan Push motor lebih seperti apa yang ia katakan kepada Jurnalis Peter McLaren .

Ini pun menurut tmcblog cukup cerdik karena saat itu dengan Finish di Posisi 13 Marc memang terlihat memikirkan hal sekecil apapun untuk Championship  . . Ibarat kata “ siapa yang tahu 1-2 point akan jadi pembeda antara Juara dunia dan Tidak Juara dunia di akhir Musim ”  . . Nah silahkan Bro bayangkan, kalo saat itu setelah ke gravel Marquez Nyerah dan Balik ke Pit Box alih alih finish pake motor yang sudah nggak sempurna . . . apa bisa ia segel Gelar Juara dunia di Motegi? Nggak kan  . . karena cuma 74 Point   . . .  yap Confirm, He is Changed !

Marc-win-low2

Lalu Ia menang di Seri jerman Sachsenring dengan kecerdikan Ia dan Team dalam pertempuran Mind Game soal Ban  . . yap Marquez mengaku saat itu adalah stretegi dari teamnya sebelum race untuk menentukan ban apa yang akan mereka gunakan saat terjadi Flag to flag . . dan kembali Marc Marquez membuktikan bahwa ia sangat mempercayai engineernya. ban apa saja yang akan ditemplikan di motor pasti sudah dipikirkan dan tinggal Marquez yang berfikir Saat race seperti apa perlakuan Ban Slick di atas Track yang baru saja berubah kering . . dan Hasilnya Marquez memenangkan race Dramastis di Sachsenring dengan kecerdasanya dan Kecerdasan team.

tire-parc-ferme

Setelah itu Marquez bersabar dan bersabar . . Ia tahu setelah Sachsering, ia hanya bisa mengandalkan Aragon dan selama menunggu seri aragon ia hanya bisa main Safe di setiap Serinya. Spielberg, Brno, Silverstone, dan Misano . . Marquez hanya bisa senyum selain nervous karena ia boleh dibilang nggak bisa berbuat banyak di seri seri ini. namun Adalah team nya yang selalu memberi semangat dan meredakan nervousnya seraya berkata  . . ” kalem, kau memiliki advantage/ keuntungan besar ” . .. Mungkin artinya jarak point championship yang lebar dengan para kompetitornya , imho.

Turning back Di MotoGP Aragon

mm93-1

Boleh dibilang Turning Back / titik balik Marquez seperti yang direncanakan semua adalah di Seri MotoGP aragon 2016. Marc Marquez mengakui ia sangat berkonsentrasi di seri tersebut.  Dan hasil empiriknya adalah Marquez menorehkan Pole Possition, fastest lap dan Menjuarai Seri MotoGP Aragon 2016. Marquez berkata bahwa Kunci nya adalah bahwa ia dan team memiliki mentalitas yang inline saat itu.

mm93-champion-2016-4

Pasca Turning Back di Aragon, tibalah race back to Back overseas selama 3 pekan Motegi-Philip Island- Sepang. Motegi ? Boleh dibilang sebelum race 2016, Marquez bukan apa apa disini. Ia belum pernah memenangkan seri MotoGP di Motegi sebelumnya. Ia sadar walaupun ini sirkuit kepemilikan Honda, statistik mengatakan bahwa ini bukan sirkuitnya. Marquez mengaku bahwa mulai dari saat FP1 ia pushing sampai ke Limit.

The knee saves @marcmarquez93 FP2 #japanesegp🇯🇵 #mm93

A video posted by tmcblog (@tmcblog) on

Ooow, the knee didnt help for 2nd time for @marcmarquez93 Fp2 #mm93 #japanesegp🇯🇵

A video posted by tmcblog (@tmcblog) on

Marquez terlihat mengeksploatasi limit dari akselerasi dan pengereman saat latihan bebas berlangsung dan ia paling tidak jadi tahu dimana limit pengereman RC213V karena beberapa kali memperoleh ‘big moment’ dan bahkan Crash terutama di tikungan 90 derajad Motegi yang akhirnya malah memakan Korban Valentino Rossi di race Day

mm93-champion-2016-1

Saat race Day sendiri awalnya Marquez seperti mengiyakan apa yang pernah tmcblog tuliskan sebelumnya Bahwa memang Bisa ada Kemungkinan Marquez mengunci Gelar di Motegi, namun hampir Impossible . . . Marquez tidak menyangka akan mengunci gelar Juara dunia MotoGP begitu cepat. Ia berkata bahwa mengunci gelar di Motegi adalah hal yang hampir tidak mungkin walaupun tentu ada kemungkinannya.

Never say never . . . Yang Marc Marquez lakukan di Motegi adalah Race sampai di limit nya. Ia tidak melebihi limitnya kala itu dan hanya konsentrasi mempertahankan pace serta tidak melakukan kesalahan. Dan hasilnya? Terlepas dari hasil Race yang merupakan hari yang patut dilupakan Rossi dan Lorenzo, namun Sejatinya Marc Marquez tidak berpangku tangan hari itu dan sepanjang race weekend , ia bekerja keras di Motegi dan akhirnnya Menang dengan Elegan.

Yap setelah TMCblog coba kupas perjalanan ini mudah mudahan tidak terlalu berlebihan jika memang tmcblog beropini bahwa Marc Marquez dan Honda RC213V di Musim 2016 . . From Nothing To Something !

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. Gw aje - October 17, 2016

Honda brow…

Arang Berawan - October 17, 2016

Yang jelas tahun 2016 ini, MotoGP jadi tontonan yang apik sekali, podium bergiliran, kejutan dari suzuki dan ducati, gimana development dari ban michellin, sampai tiap race yang ga pernah bosenin karena aksi overtake sering sekali terjadi

Good job buat dorna! Jadi ga sabar nonton kelas baru Superbike 300, hehehe

Marquezz - October 17, 2016

Kayak baru ngerti honda aja,sebelum2 nya honda cuma kalah rider doang.umpama stoner dihonda rossi dan lorenzo jg bakal kalah.dan sosok stoner ada pada marquez.masih g yakin rcv motor terbaik?tinggal 3 seri,kita buktikan sama2.masa ada anak ingusan yg baru naik rcv,bisa ngalahin rossi dan lorenzo(rider juara,puluhan tahun di moto gp,hafal karakter tunggangan)dg naik rcv.kalau g rcv hebat g bisa.ingat rcv itu kompetitif tiap seri,anti ngebul,gak kayak m1 yg bagus saat mesin fresh doang dan traksi roda depan minim.😂😂😂😆😆😆m1 motor terbaik???apa kata dunia.

2. sam - October 17, 2016

apik tulisanya…. 🙂

CakramOverheat - October 17, 2016

Setuju brow..
Bahasan wak haji enak dibaca dan elegan 🙂

Ditdot - October 17, 2016

Kayak baca komik wak..hepi ending
Hepi buat markes
End buat rosi

3. superior_red - October 17, 2016

from zero to hero

ChUrUtZz - October 17, 2016

Jd inget acara di tivi anu… From zero to hero to zero again….wkwkwkwkwk

Marquezz - October 17, 2016

Kayak rossi waktu dihonda hero,dan sekarang diyamaha zero😂😂😂😆😆😆

4. Inline4 - October 17, 2016

Up

5. excellerates - October 17, 2016

Selamat buat marc

6. pangcal - October 17, 2016

setujuuuh,,,, !!!

7. excellerates - October 17, 2016

artikel yang bisa menunjukkan kelas TMC

8. Mbok Meka - October 17, 2016

Congrats Marc, indeed you’re the baby alien from planet whose inhabitant are the champions

Rossi, Lorenzo, sorry guys, try smarter next year!!

9. Seta - October 17, 2016

VAmos Marc…#GiveMe5

10. argoz - October 17, 2016

Kerja keras yang membuahkan hasil,,great job

11. saliwo - October 17, 2016

WOWOW…..
Bener juga Wak.
Ane jg menikmati moment2 itu, Ane kira Bakal bukan tahunya honda 2016.
yah… semua bekerja keras, fokus dan saling percaya. yaps… memang pantas menang Marq&Teams

12. siapa sajalah - October 17, 2016

Bakal jadi historis sendiri nih si marc

13. manik - October 17, 2016

ini nih bintang bintang masa depan setelah rossi pensiun. sedikit demi sedikit harus menyiapkan bintang di motoGp biar tidak seperti F1 tanpa greget.

Yang belum nonton race Motegi Jepang 2016 silakan merapat http://www.3835group.com/2016/10/full-race-motogp-twin-ring-motegi.html

oklik - October 18, 2016

Benerrr abis michael schumacher off, F1 jadi agak garing (masih ada nama2 beken yg gak setenar schumi maen di F1, tp itu gak byk membantu), terlebih regulasi jd pake mesin turbo dan V8-12 udah berangsur jadi V6 turbo, aura lengkingan mesin udah gak bisa bikin eargasm lagi, dan semenjak itu ane mulai suka tontonan motogp (dulu jarang2 nyempetin nonton) berasa nonton balap wrc aja.. eh malah oot ke F1 deh 😹😹😹😹😹

14. killbill1 - October 17, 2016

Maturity levelnya MM93 sudah mental juara dibuktikan selalu dapat point tiap seri, tentu kerja keras orang d belakang mereka.

15. chibiyabi - October 17, 2016

jangan lupa sumpah serah dan doa jelek FBR dan FBY wek wek wek

16. marq the winner champions world of motogp 2016 - October 17, 2016

Buah dari kerja keras team serta kesabaran rider dn kedewasaan tnp hrs memikirkan ego utk hrs tetap podium satu di setiap race yg di jalani akhirnya marquez pun juara dunia motogp 2016 wak mdh”an dia bisa juara sampe 10 kali sprti yg di cita”kan rossi 😆 klau bisa lebih😊

17. ardiantoyugo - October 17, 2016

manatap iki flashback e…

Modifikasi nyentrik Honda Scoopy: http://wp.me/p7LBn5-27C

18. Anonymous - October 17, 2016

Itulah honda selalu mencari jalan yg sulit

19. boy - October 17, 2016

Salut buat enginer honda..
Semoga buat musin 2017 semua rider honda pakai mesin yang sama…biar bisa podium berjamaah..
Kalau gak podium setidaknya bisa fight dg team factory ducaty suzuki dan yamaha..
Catet..

20. dudung59 - October 17, 2016

hampir sepakat sih wak…
memang musim lalu jd pelajaran bwt marquez
kalo dia gak bs “push the limit all the time”
dan memang dia cenderung kalem karena memang honda banyak masalah

tapi kalo dari awal honda tidak bermasalah,
gak yakin dia bakal sekalem itu (IMHO)
contohnya waktu di silverstone (di sini saya gak sepakat ama kang taufik)
marquez jelas “push the limit” sampe bikin kesalahan ketika head 2 head dgn crutchlow…
kalo konteksnya dia “kalem” maka dia tidak seharusnya fight dengan crutchlow
finish didepan rossi sudah lebih dari cukup

btw
kang request artikel perbandingan antara balapan donk
misal wsbk bsb n ama, perbandingan regulasi spek motor n alasan di balapan itu motor yang jd penguasa bisa beda2… padahal logisnya kalo 1 motor memang dominan di wsbk, seharusnya dominan juga d bsb n ama

Taufik - October 17, 2016

mengenai silverstone. . .

Ingat pesan Marquez kepada Santi hernandez
NAMUN di paruh kedua ia akan sangat butuh bantuan para enginer nya
ini sangat eksplisit bahwa di paruh kedua, ia sepertinya emmang akan push lebih dari setengah / separuh musim pertama
jadi ya bener memang di silverstone ia sedikit ‘angot’ dan hampir lupa tujuan utamanya saat push lebih, untung nggak jatuh

21. meneng reader - October 17, 2016

kalau Nggak Kompetitif , kenapa Vinales bisa merebut Podium pertama di Silverstone?

>
>
with all due respect,.
itu karena vinales di tim yg masih ranah konsesi.
ga heran,.
CMIIW no engine freeze buat mreka yg ada di zona konsesi, blm lagi jatah mesin ada 9
just IMHO

22. robotic_munky - October 17, 2016

marc marquest is a proof that you need 99% of hard work and only 1% of genius.

23. andre - October 17, 2016

Marquez tipikal rider yang fast learning. Terutama soal adaptasi dengan ban michelin, bisa dilihat dari berubahnya teknik pengereman. Marquez memacu dengan sangat full throttle ketika di trek lurus dan mengerem dengan sangat ‘keras’ dengan rem belakang saat memasuki tikungan. Itu salah satu cara dia dalam mencegah ban belakang berputar terlalu liar saat menikung. Dari gaya tersebut maka jangan heran kalo beberapa kali corner entry motornya ‘geal-geol’, namun terbukti motor mudah dikendalikan karena ban belakang yang berputar liar sudah diredam lebih dulu.

Hal ini berbeda dibanding rossi dan lorenzo. Mereka meredam putaran ban belakang yang masih terlalu liar sambil menikung. Smooth banget memang, tapi itu membuat ban depan stress berlebih karena tidak cukup kuat menahan tekanan ban belakang yang masih berputar terlalu liar. Makanya gak heran kalo pak tua sering lowside crash.

Dua jempol buat Marc

freakenstein - October 17, 2016

Yakin marquez hard breaking pk rem belakang?

Coba tonton lg terutama qtt motegi hit 1…
Disitu marquez hard breaking n masuk tikungan dengan roda belakang terangkat
Sampe komentator nya terpukau

24. MacanBalap - October 17, 2016

Dua kali disalip rossi doi langsung fight back, dalam hati saya race motegi akan seru sampai finish. Ternyata antiklimaks buat rossi dan jl99. Selamat marquez, motogp gak akan seseru ini tanpa kamu. Tahun depan, vinales sudah menunggu dengan talenta yg dia miliki. Selamat juga buat honda.

25. zzzzz... - October 17, 2016

good job wak,,sneng bacax,udah kayak cerita di film²!!!!

Taufik - October 17, 2016

saya sudah ikut seneng kalo sobat sekalian pembaca senang membacanya

Ditdot - October 17, 2016

Dan yg paling penting bersih dari komen nyampah wak…
kadang artikel bagus plus komen2 bagus suka kburu males bacanya klo banyak koment nyampah..alhamdulillah disini filternya bagus sejauh ini..mantap wak!

26. andre - October 17, 2016

@meneng reader
Kurang sepakat. Kalo begitu aprilia harusnya bisa kayak suzuki dong?
Kalo ini sih kembali lagi soal effort kerja keras yang 100%

27. MNFL - October 17, 2016

From Zero To Hero…
mantap artikelnya, rc213v yang penuh masalah di pramusim dan awal musim berbuah kemenangan. tahun depan apakah HRC akan tetap memberikan mesin faktory RC213V 2017 yang sama kepada team satelite untuk pengembangan?. kalau bisa lebih bagus lagi, team sateliti bisa kompetitif untuk menghadapi team faktory. dan yang akan berbicara di saat race adalah skill pembalap, strategy dan taktik dari tiap team, terutama pada saat pemilihan compon ban, dan flag to flag race.

28. Yonk - October 17, 2016

Mantabs wak ulasannya,,,,
Saya juga berpikiran kearah sana….

29. Assasin - October 17, 2016

wak haji gak bahas masalah yang di alami Rosi dan Lorenzo saat race kemarin?.
sisa race berikutnya semoga Rosi dan Lorenzo dan sang Juara Marq bisa menampilkan race yang menegangkan, walau untuk juara sudah ketahuan.

Taufik - October 17, 2016

nanti ya sob, harus dipisahkan, saya punya essay sendiri soal Rossi dan Lorenzo

Juragan merchon - October 17, 2016

jangan lama lama ya wak, bener kata

zzzzz… on October 17, 2016 at 09:42
good job wak,,sneng bacax,udah kayak cerita di film²!!!

ulas masalah rosi, jolor dan yamaha, jelas lebih komplek dan lebih greget lagi nih

Marquezz - October 17, 2016

Wak bahas mesin inline vs mesin v wak,buat race mana yg terbaik.soalnya mesin inline dihuni 2 pembalap legend juara 9x dan juara 5x.bisa keok sama anak ingusan yg baru belajar moto gp dg mesin V honda😂😂😂😆😆😆

30. adie - October 17, 2016

Honda The Power of Dream..

31. Busa_tio - October 17, 2016

Komplit ulasannya. Joss…. 👍

32. Boie #48 - October 17, 2016

startegi team honda dan pembalapnya kali ini memang berjalan bagus selamat untuk mereka, kita tunggu di tahun depan semoga lebih seru untuk perebutan gelar juara dunia.

33. Medon - October 17, 2016

Kerennnnnnnnnnn… Artikelnya salutttt… Menunjukkan kelas dari TMCblog… Congrat MM 93 #giveme5

34. fullan - October 17, 2016

Seriusan 2016 ini musim terakhir nakamoto ?

35. Atlantian - October 17, 2016

Joss ulasanya mas taufik

36. okejek - October 17, 2016

Nice article wak…
jjooss…ssiipp

37. menyan - October 17, 2016

Baca kayak ikut di dalem ceritanya wak, tulisane manteb wak. Meskipun panjang gak ngebosenin.

38. shuk - October 17, 2016

karna hasilnya begini …kira2 kalo hasilnya begitu ..gmana wak? nyante wak..

39. ms - October 17, 2016

gagal rabi maning

40. Muke Gile - October 17, 2016

Ngeri ngeri sedap..

Artikel yg sy suka.. berbicara secara fakta And pemikiran dari si penulis. Kolom komentar akan terisi oleh komen yg sehat.

41. shuk - October 17, 2016

MOTOR DEWA ASLI..bukan motor dewa mabuk… piye fby?

42. shuk - October 17, 2016

dan 2017 semua sayap di copot ..kecuali honda..karna punya logo sayap.. apakah nggak tambah ngeri ripal2 honda?

43. tom - October 17, 2016

Menurut sy marc bener2 bljr dr pengalaman bgt, krn di 2015 jelas dy pny motor yang kompetitif dr awal musim tapi dy trus push dan hasilnya emg bs juara seri bnyk, tapi dy DNF jg bnyk, sy rasa itu krn dy ngerasa msh spt rookie yang bs nothing to lose, sedangkan disisi lain dy pgn juara dunia 3 x berturut dgn berkaca pd 2014 dy dominasi bgt dgn bs mng 10 seri berturut.
Makanya tahun ini ditambah dgn perubahan regulasi dy mulai berpikir klo dy bs push to the limit cukup di seri yang dy dpt feel bagus aja, nah itu yang mengantar dy bs jd juara dunia mnrt sy.

44. Jhodi - October 17, 2016

Keren Wak haji….

45. shuk - October 17, 2016

dan yg trakhir kualitas sdm honda dan motornya jozzz…wis ngono wae..

46. Muke Gile - October 17, 2016

Sy setuju wak Honda/HRC tidak hanya punya finansial yg besar & Crew yg Bekerja keras. Kalo punya finansial besar tapi Crew lambat untuk respon And mengambil keputusan/Gak tentu arah pengembangan mungkin yg ada gagal Champion,mirip (Ducati 2011).

47. yatss - October 17, 2016

the best article menurut ane nih..
mantap TMC

48. Muke Gile - October 17, 2016

And yg paling krusial, mau tidak mauu, Suuka atau tidak suka, bagi pecinta motoGp. Marquez93 lah yg jadi aktornya, why? yes karena HRC mensuplai mesin yg identik bagi ke 5 ridernya. And Marquez93 yg bisa memberdayakannya untuk menuju puncak champion 2016.

49. saiful - October 17, 2016

Seperti mbayangin nonton filim MOTO GP 2016 versi MM 93 Uapikkk sampai air mata tumpah setelah mbaca tulisan Wak haji sumpahh……

Kebojoss - October 17, 2016

Njir….. Ikut terharu ane baca komenmu bray

50. Stop n' Go - October 17, 2016

Seperti Pepatah lama yang bisa kita terapkan dalam diri pribadi kita masing masing

“Lewat Penderitaan, kita akan menggenggam kesuksesan lebih erat di akhir”

Salam Roda Dua Untuk Semuanya

51. laros - October 17, 2016

aseli keren kang artikel e

52. rider - October 17, 2016

larut dalam tulisan ampe tak terlewat 1 katapun…
thank’s wak… lugas dan bermakna
selamat buat marq dan hrc

53. dave - October 17, 2016

kebalik ya,,
yg muda jd lebih dewasa,,
yg tua malah ga sabaran,, ckck..
mungkin gara2 ketinggalan point banyak jd sedikit napsu,,
sayang sekali..

54. mizi - October 17, 2016

Makasi wak, wareg tenan mocone

55. Doohan Jr - October 17, 2016

artikel kelas dr wak haji. analisis nya keren.
gak kyk blog netral sebelah yg blg mm menang krna rossi ndlossor 4x. alibi nya bs aja.
emang mm thn lalu ndlosor brp kali ??

hahhhahha.

56. Burgazzz - October 17, 2016

sepertinya saya sedang menghayal tapi kenyataan nya saya sedang menikmati alur dan dialektik tulisannya wak haji. enak, terstruktur and menjiwai. good job wak haji. jarang2 sy mau baca artikel ampe sls.

57. Asgar - October 17, 2016

Artikel wak haji ini memenuhi karakter Bahasa Jurnalistik : Sedrhana, Singkat, padat,lugas, jelas dn tetap menarik. Sae Pisan wak..

58. margondez - October 17, 2016

Keren, motor cal kucluck ada stiker viar…
Wah…terkenal jg viar sponsorin calon juara tim independent motogp 2016

59. permen - October 17, 2016

bener” keren wak artikelnya.
selain crashnya lorenzo dan rossi, yang bikin juara juga adalah marquez finish dengan motor ancur di lemans siapa sangka itu menentukan buat dia. bisa dapet 3 poin dan itu jadi penentu jaraknya 77 kalo marquez gak lanjutin balap di lemans walaupun 2 yamaha crash ttp aja gak bisa juara dunia dimotegi.

sebagai fans marquez sempet gak yakin bakal jurdun 2016 semenjak kejadian mugello rcv keok di trek lurus sama m1. tapi pas liat gp inggris marquez nempel dibelakang iannone di trek lurus lalu mengalahkan rossi di trek lurus. fix ini ada perubahan besar di rcv dan ternyata bener rcv mengalami perubahan besar

Taufik - October 17, 2016

bener kalo nggak finish 3 point di le Mans . . akhir race Motegi adalah 74 point dan ini artinya Marq belum bisa juara dunia di Motegi

permen - October 17, 2016

wak haji saya liat di instagram honda kemungkinan nurunin hayden di phillip island buat gantiin pedrosa. kira” gimana wak haji kebenerannya. diulas wak haji heheheh.
kebetulan superbike seri akhir di qatar asia tgl 30 oktober. lalu minggu depan hayden nganggur jadi besar kemungkinan gantiin pedrosa.

kalo beneran bakalan seru apalagi kalo stoner turun di home race. bakalan ada 5 juara dunia balapan di motogp australia yaitu hayden, rossi, lorenzo, stoner dan marquez.

60. nduk - October 17, 2016

Gantie mbah nakamoto sapa wak?

rantang - October 17, 2016

Katanya Takeo Yokoyama si pengganti Nakamoto san di HRC

permen - October 17, 2016

itu loh org jepang yang di paddocknya repsol yang rambutnya jabrik itu. pernah dibahas sama wak haji. takao yokoyama, livio suppo sama carlo fiorani tapi kemungkinan besar sih takao yokoyama.

61. hiam - October 17, 2016

telaten, sabar, dan percaya dengan tim, MM dan Honda biasa juara tahun 2016 ini.

keren banget artikel wak haji ini.

62. permen - October 17, 2016

dan 2017 adalah menjadi sebuah misteri bagi honda.
saya setuju sama pendapat matteo, musim 2016 dengan motor yang penuh masalah aja marquez dan honda ngasih perlawanan yang luar biasa. apalagi kalo musim depan 2017 masalah honda udah ditanganin dengan baik ? nilai sendiri dah.

itu lah pr besar para rival terutama yamaha rival berat honda. sampe yamaha harus melewatkan tes pramusim buat nyiapin motor yang bener” all new buat melawan honda. makanya yamaha baru turun pas tes awal musim nanti dengan motor all newnya.

Marquezz - October 17, 2016

Yg menang dimugello rcv(pedro)marq salah pilih ban.motegi,ban marquez dan rossi sama,lihat sebelum rossi jatuh mana motor tercepat😂😂😂😆😆😆

63. Pras - October 17, 2016

Jadi ingat di mugello emang rcv kalah akselerasi, walah perbedaannya cuma sedikit, marquez bawanya sampai goyang

64. ucrit - October 17, 2016

Patut dicontoh ni keren,satu Hati klo kyak gini mh,MM93 FROM NOTHING TO SOMETHING

65. alle - October 17, 2016

Mungkin juga Pas “from nothing to be spesial thing” kalau MM 93 bisa jurdun 2016 ini… TMBblog emang paling Top ulasannya …sedep banget dibaca… Sukses buat Wak Haji…

66. Inline - October 17, 2016

Ini dia artikel khas TMCblog, penjelasan lugas, luas, dan mudah di mengerti.
Gk memancing agar para FB berantem biar banyak yg akses

67. DJI SAM SOEL - October 17, 2016

masio di kapak2 no, artikel e njenengan eco di waos wak ji…

suksek selalu wak..lan pinaringan seger kewarasan…aamiin…

68. Ran - October 17, 2016

Artikel mantap….
Bener² seperti kebawa suasana dalam cerita.
Lihat kolom komentar juga adem isi.nya
Maju terus wak Haji. Tmcblog the best automotif blogger.

Btw selamat buat Marc93 dan HRC.

Are wege - October 17, 2016

KOCAK NIH BOCAH,
Waktu saya lihat terjatuh, saya lupa dengan semua, mungkin saat itu saya masuk di gigi 3 atau empat bahkan mungkin lima. Bahkan sayapun lupa saat itu saya sedang balapan di mana,” ujar Baby Alien, julukan Marquez.

Marquez yang saat itu memimpin jalannya balapan, konsentrasinya terganggu mengetahui Lorenzo terjatuh. Tapi pebalap berusia 23 tahun ini kembali sadar ketika menoleh ke belakang ada Dovizioso.

“Sangat sulit menjaga konsentrasi, ketika saya menoleh ke belakang saya melihat pebalap Ducati akhirnya saya bisa kembali konsentrasi,” cerita pebalap yang akan ke Indonesia pekan depan

69. win - October 17, 2016

Suka sm selebrasi pas menjelang finish wak pake kaki sebelah sambil nendang2
Sindiran atau cuma kebetulan luapan emosi

70. Tonny Sawong - October 17, 2016

Mantap ulasannya bro. Dan sisa race 3 seri nanti katanya marquez yg lama akan kembali.. salam motogp.

Taufik - October 17, 2016

terlebih lagi Philip Island dimana sirkuitnya Flowing dan RC213V 2016 sejak awal tidak ada masalaah di sirkuit ini, Mungkin juga Crutchlow dan Miller sebagai akamsi malah ikutan berbicara

71. Roro - October 17, 2016

Artikel panjang tapi isi nya mantab wa . .

72. wedhus gembel - October 17, 2016

Komennya pada gak rusuh bakar bakaran….. pada kemana FBR & FBY ?????

73. galau - October 17, 2016

salut sama ulasannya wak.!!
mantabh

74. dwi - October 17, 2016

artikel yang bener” membawa emosi wak, i really appriciate that.
baca artikel nya sambil istirahat sampek waktunya habis gak terasa.
honda memang berbuat sesuatu yang lebih pada musim ini, meski terseok” tapi masih bisa bertahan, well pada akhirnya memang pantas kita ucapin selamat buat marq dan honda.

75. Hendra hamidi - October 17, 2016

Sae pisan kang artikelna, pokokna mah sukses aamiin

76. gearbalap - October 17, 2016

Kuncinya adalah kesabaran Marc marques di awal separuh musim dan beberapa kali dnf nya rossi Lorenzo..
Cuma sayang gelar juara terlalu cepat di kunci shg mengurangi kenikmatan di 3 race tersisa..
congratulation marques…
http://gearbalap.blogspot.com/2016/10/marc-marques-juara-dunia-motogp-2016.html

77. Denmaz - October 17, 2016

Bagus banget penyajian artikelnya wak..
Salut saya..👍👍

78. paijan waw - October 17, 2016

Artikel Joss! Nunjukin kelas tersendiri ,Tulisan/artikel berkelas dari blogger berkelas tentang Rider,team berkelas layak di “Cetak” Dorna Wak.

79. kim - October 17, 2016

ulasan2 seperti ini yg slalu saya nantikan di tmc.
saya sependapat ama pembaca yg lain, tulisanya buaguss, enak dibaca dan gk bosenin…sampe bacanya pelan2 biar gk da yg kelewat.
makasih wak, tetap semangat nulisnya.

oiya, skrg kok gk pernah bikin analisa persektor sirkuit lg?

Taufik - October 17, 2016

hahahaha, yang Motegi ini mau dibuat ulasan sektor ?

80. Marquezisasi - October 17, 2016

Bagus sekali om Taufik ulasannya …
Dari awal hingga akhir ndak bosen …
Mirip baca artikel serius di Kompas …
Meski ini pendapat om Taufik scr pribadi (subjektif),
tapi saya melihatnya scr objektif krn ada data dan fakta.

Ini baru blogger bintang 5 … ndak hanya
sekadar menulis, tapi memang ada wawasan
yg luas yg mendasari tulisan itu …

Sebagai penggemar Marc Marquez sejak 2013,
saya puas membaca tulisan ini … mirip ulasan
jurnalis kawakan MotoGP yg terkenal itu hehehe …

Bravo om Taufik of BuitenZorg

81. bdt - October 17, 2016

ini sbg pelajaran berharga buat semuanya, jgn pernah mneyerah, fokus ke perkerjaan, terstruktur dlm bekerja, strategic, jgn terpengaruh pihak lawan, pikirkan team sendiri.

ini yg mesti diambil pelajaran oleh rider kita yg lagi proses belajar di luar sono

Are wege - October 17, 2016

BACK TO BASIC WAK. SIAP UGAL UGALAN LAGI NIH

Sekarang saya pikir Marc Marquez yang lama akan kembali,” jawab Marquez saat ditanya mengenai targetnya di tiga balapan tersisa. “Ketika kami memulai musim, kami banyak berjuang. Tahun ini, kami mengubah strategi, saya lebih tenang.”

Tahun ini kami kembali kuat. Itu setelah saya mencoba memahami mengapa saya kehilangan gelar di musim lalu. Terpenting dalam hidup adalah belajar dan saya menggunakan pengalaman itu sebaik mungkin,”

82. test - October 17, 2016

Nah ini baru top Artikel. Penuh dengan pemikiran dan kesimpulan berbobot. Good Job Wak Haji

Mark Marquez – Repsol Honda : Pembalap dan Tim yang “saling melengkapi”
Young, Nice, Wise, Talented, Cool, Down to Earth
Tidak merasa “memiliki/mengatur” tim tapi merasa menjadi bagian dari tim. Menang-Kalah itu karena hasil kemampuan diri sendiri & tim, bukan karena bantuan / hambatan dr pesaing.

biarkan waktu yang menunjukkan siapa sebenarnya dirimu dan lawanmu.
biarkan fans sebelah terbuai dengan sejarah masa lalu, dan biarkan pula mereka beropini negatif, menghinamu / menyumpahimu, lambat laun mereka akan bungkam dengan sendirinya dan menelan sumpah serapah yg mereka ucapkan sendiri.
cukup fokus pada balap & kewajibanmu, kerja keras, lupakan intrik yg diciptakan oleh orang luar dan pesaing. Biarkan mereka sendiri yg sibuk dengan intrik & “ulah” yg mereka ciptakan sendiri.
pada akhirnya orang baik yang akan dilimpahi rejeki dan keberuntungan, dan bukannya orang yg sok, banyak tingkah & selalu merasa dicurangi/dizalimi dengan berbagai alasan.

#apa yg kau tanam itu yg kau tuai

83. sentolo - October 17, 2016

jika aku fbr, saat ini aku sedang terluka.
hatiku sakit…

84. kunyitsupersugih - October 17, 2016

wah ini shuhei taun terakhir jabat ya?!?. pas betul. congrats buat Mr Shuhei & team honda taun ini!!

85. dankun - October 17, 2016

Tp karena kejadian ini, aku secara subjektif, kok ngerasa 2016 dari yg awalnya menggebu2 malah diakhir kurang greget. Yg tadinya bisa jadi musim terbaik MotoGP berakhir dg kegaringan.
Selamat MM93. Ditunggu 2017 aksimu…

86. Darzono - October 17, 2016

Setuju wak Taufik…honda dan marqez emang punya sesuatu yg bisa merubah keadaan…dan salut buat team mekanik HRC yg dengan terbatasnya waktu bisa setting RCV jadi “berprikemanusiaan” lagi… 🙂

87. acacia - October 17, 2016

sampai 3x baca khusus tulisan ini wak…
ga bosan …
maknanya dalem bangetzzzz…..

88. jonolelo - October 17, 2016

backward-rotating crankshaft??? Hati hati ntar dicopy yamahmud lagi… hahahaa..

congrats MM93..
#giveme5

noez93 - October 18, 2016

Klo baca di tmcblog ttng BRC Justru Honda yg terakhir nerapin ne teknologi, Suzuki sama Yamaha yg awal nerapin, makanya RC213V 2016 smpet terseok2 cz da perubahan ban, ecu ditambah teknologi mesin yg baru, tp berakhir manis hehehe

Taufik - October 18, 2016

Ya bener, Honda boleh dibiang paling terakhir

89. ridercms™ - October 17, 2016

mantappppp

90. Aden - October 17, 2016

Kereeen.. Kaya baca ulasan di motomatter. hehe. Biasanya artikel kaya gini keluar di akhir tahun. Kaleidoskop MotoGP.

Marc adalah yang paling pantas menurut saya menikmati juara dunia MotoGP 2016. Tak diragukan lagi bahkan rivalnya pun berkata seperti itu. Benar-benar hasil yang merepresentasikan bagaimana usaha ditambah keberuntungan akan berakhir manis.

Bisa dibayangkan apabila engineer Honda tidak mampu menyelesaikan atau mengurangi dampak masalah pada tunggangan Marc tepat waktu. Bisa jadi Marc hilang kesabaran dan pupus lah lagi kesempatan dia merengkuh juara dunia untuk ketiga kalinya.

Tahun depan Marc dan Honda adalah ancaman serius bagi para rival. Rossi mungkin punya peluang paling besar menjegal Marc. Vinales? entah kenapa saya belum yakin. Lorenzo? ini juga kurang yakin bisa menaklukan keganasan ducati dengan cepat.

91. rider.supra - October 17, 2016

Team honda smart mampu meredam gontok2an mm ama dani…. team blue yamaha retak lorenzo dan rossi ngumpetin data race masing masing mereka pengen nunjukin masing masing jadi blue team gak solid…. contoh nih team honda yg terus solid tdk terpengaruh atmosfir race…!!!!!!

92. wongndesobanget - October 17, 2016

Artikele kusimpan wak…..sewaktu” kubaca kembali…
FBMarc pules…
FBHaters mules…

93. Rizal - October 17, 2016

Sejauh ini,ini artikel terbagus yg pernah saya baca di tmcblog wak. Semoga kita semua diberi umur panjang biar bisa terus baca artikel wak haji dan wak haji trus bikin artikel untuk kita baca

94. Rohman - October 17, 2016

Terimkasih atas segala ulasannya mengenai moto gp om taufik. Kami menunggu artikel2 bermanfaat lainnya.

95. motor cool - October 17, 2016

wak aji bikin artikel MUKIDI lagi donk ….

Taufik - October 17, 2016

Pak Mukidi lagi pulang kampung sob

96. Ferdinand - October 17, 2016

Dramatis sekali kemenangan marquez tahun ini.
Selamat buat marquez.
Next year semoga lebih seru lagi.
Ga sabar lihat vinales bertempur dengan marquez dengan motor yamaha

97. ptpl4 - October 17, 2016

hayo tebak kenapa mbah darmo sama marqovet ga nongol diartikel yg berkualitas kayak gini???!!!!
wkwkwkkwkwkwk

98. widi - October 17, 2016

Kereeeeen wak artikelnya.. suka banget sama artikel khasnya wak haji yang model kaya gini, banyakin kalo bisa

99. kawung - October 17, 2016

klo dianalogikan nge-game, waktu musim pertama marquez yang penting kelar semua stage, missions completed.
main lagi berikutnya dia nyari high score, sukses.
naa biasanya anak game begitu mulai yang ketiga kali dia mainnya ngasal, sesuka2nya aja, jd sering ndlosor
yang keempat skrg sadar trus serius mainnya jd menang lagi.

tinggal nunggu bosennya aja, trus pindah team, menang lagi, pindah lagi, mungkin sampe motogp pake motor listrik..

100. Budiono - October 17, 2016

Honda 2017 apa ada bocoran hasil tes buat mesin 2017 memakai Bigbang wak ?
Kalo benar Bigbang dan nyaman di Marc dan Dani. Termasuk tim satelit juga sama mesin Bigbang.
Wah alamat 2014 terulang ini

Taufik - October 17, 2016

belum bro, masih sebatas rumor

101. paijo - October 17, 2016

Artikel yg sangat berbobot untuk sebuah blog. Hal ini menunjukkan kualitas dr wak haji Taufik yg setara dg majalah otomotif dunia, makanya gak heran bila tmcblog satu-satunya sebuah blog alias bloger yg memperoleh lisensi meliput motogp.
Mantap

102. bdt - October 17, 2016

Rdy, Miko, mbah apa ganti nickname? Biasanya plg seneng ngeledekin para mbek?

103. Jhon Gendhon - October 17, 2016

Akhir kata fbyfbr pun kelojotan didlm zamban

104. Novan - October 17, 2016

Mas Taufik, Berkelas banget artikelnya. Saya nikmati banget bacanya. Sekali2 bagi ilmunya dong Mas. Cara bikin artikel blog yg bagus…

Taufik - October 17, 2016

nggak ada ilmunya secara khusus, cuma mungkin karena banyak nulis dan banyak baca tulisan orang lain

105. ridercms™ - October 17, 2016
106. wongrnglTBN - October 17, 2016

Artikel yang mencerahkan sekaligus menambah wawasan,..jos dah buat WAK HAJI..

107. M@sdikin - October 17, 2016

Artikel blog paling bermutu yang pernah saya baca. Tanpa bermaksud mengecilkan artikel lainnya (dari blog ini maupun blog-blog lainnya) Tulisan Mas Taufik terlihat sangat matang, mengalir indah seperti track Phillip Island.
Sudah kubaca berkali-kali masih ga bosen. Apalagi komentarnya adem semua. Baru kali ini saya baca artikel sekaligus komen sampai tuntas-tas ga ada yang kelewat sama sekali.
Good job mas Taufik.Tetep sehat, tetep semangat dalam menulis…
Syukron

108. ule - October 17, 2016

Terimakasih wak,, artikel nya luar biasaaaah…

109. Manga93 - October 17, 2016

MANTAP93

110. Susanti - October 17, 2016

Bagus sekali… Sperti baca novel prjalanan sang juara dunia. Selamat Marc dan terima kasih pak haji Taufik atas artikelnya, walau sy ga ngerti mesin, tp baca pnjelasan diartikel ini sy ckup mampu memahaminya

111. DaJo - October 17, 2016

hmm.

112. DaJo - October 17, 2016

hmm keren.

113. Engine - October 17, 2016

Hampir gak ada fby hadir, artikel yg bagus jd tambah bersih & adem gak rusuh 😂

114. batik madrim - October 17, 2016

memang kenapa kalo fby hadir? fby fbh itu sama saja. fbh menghina,fby bales. fby menghina,fbh bales. apa bedanya?

115. Fortuna - October 18, 2016

Jujur saja era rossi sdh berlalu.. Umur semakin berbicara, puasa gelar sdh terlalu lama, hanya tinggal nama besar.. Lebih baik rossi menyiapkn Skill Vinales spy mampu ngelawan Marquez n Lorenzo dtaon2 berikuty..

116. noez93 - October 18, 2016

Udah ku dugaa sjak miller juara, pasti honda ngasih motor ke tim satelit sama kaya yg dipake Marc n Dani. Ntu Ducati malah nyuruh pmbalapnya tarung spaya dpat motor yg sama dg pabrikanya xixixi, klo yamaha ntah dkasih motor taun brapa

Taufik - October 18, 2016

Setahu saya, Pol dan Smith memperoleh Mesin 2015 tapi update paling akhir yakni Valencia 2015, jadi staternya sudah pakai yang di poros Crank, cmiiw

noez93 - October 19, 2016

thx infonya wak

117. noez93 - October 18, 2016

Wah aki Ros46 bilang katanya aneh Jolor99 ikut2an nyari akik, mlai suudzon ne aki Ros46 sama Jolor99 n Marc93. Blum bilang scra gamblang tp dah mengarah klo Marc93 jurdun cz di bantu Jolor99 yg sengaja ndlosor ikut nyari akik di grafel

118. rio - October 18, 2016

keren bener wak artikelnya. enak banget bacanya. bener-bener mengolah data dan fakta-fakta yang ada. dari sini memang terbukti cara blogger kelas atas mengolah data dan fakta. nggak kaya blogger-blogger (maaf) kelas hits yang bikin artikel serampangan seenaknya dengan artikel-artikel murahan demi mengejar hits semata. lanjutkan wak diartikel-artikel selanjutnya.

kalo boleh request nih wak, bikin juga dong artikel tentang vale sama jolor musim ini, tentunya juga dengan data dan fakta-fakta yang ada biar kita para pembaca juga tercerahkan kenapa mereka bisa dalam kondisi seperti sekarang? soalnya mereka berdua saat ini berada di 3 besar klasemen.
thank’s wak haji taufik

Great article!! Bravo wak taufik!! Maju terus tmcblog.com!!!

119. Assasin - October 18, 2016

di tunggu ya wak artikel kenapa rossi dan lorenzo jatuh di motegi, padahal racenya seru, di saat marq dan rossi salip salipan, ekh malah ndlosor si rossi. selamat buat marquez dan team repsol honda, dan wak haji bisa buat artikel yang menambah ilmu dan bermanfaat.

Taufik - October 18, 2016

Kalo menurut saya .. . salah satu penyebabnya bisa jadi ada di dalam diri Rossi dan Lorenzo
tanpa mencoba mengecilkan dan meremahkan pengalaman Vale dan Lorenzo, namun biasannya orang yang merasa tertekan akan lebih mudah melakukan kesalahan. baik Marc, Vale maupun Jorge sama sama pasti merasa tertekan . . namun Marc Sepertinya lebih kecil dan lebih nothing too lose di Motegi dibaandingkan Vale dan Jorge secara ia masih punya modal 50 an point di depan rossi kala itu.
Mengenai Jorge terutama seperti yang ia ketahui, Jorge Merasa tertekan setelah mendengar deru suara Desmosedici 16 GP si DesmoDovi yang sepertinya semakin dekat . . dan kembali underpressure biasannya membuat orang bisa melakukan kesalahan

120. bajahitam - October 18, 2016

Momentum juara Marques bakal jadi nilai plus buat peluncuran CBR250

121. theworo - October 18, 2016

Speechless…!, belum ada media Indonesia yg menyajikan sedalam, selengkap dan sebagus ini.

Bener2 mencintai dan meghayati MTGP, Objective dan jauh dr tendensi.

122. Yoyo - October 18, 2016

Matteo pernah berkomentar; mau lihat honda? lihat pembalap yg lain? Ada yg di depan?” Wkwk..tapi matteo pura2 gak tahu kalo honda di musim ini udah memodiumkan 4 pembalap yg berbeda; marc, dani, miller, dan cal. Yamaha?

Bowo - October 18, 2016

Gak bisa diliat dari hasil race aja masbro, feeling balap masing-masing rider juga perlu diperhatiin. IMHO, kemenangan Miller ama Crutchlow lebih dipengaruhi faktor cuaca dan ban dimana inferior Honda di akselerasi bisa tertutupi. Overall, performa Honda gak bisa diliat dari Marquez karna doi ini skill ngendaliin motornya udah di lain level.

Biar lebih jelas, ini artikel lebih lengkap nya : http://pecinogp.com/honda-mirage-called-marc-marquez/

123. jimoo - October 18, 2016

aah itu cm kamuflase onda saja yg sengja bkin isu mtr bermasalah..leat stastistik brp mtr honda yg juara dan podium.tktik melemhkn waspadaan lwan saja.imho

noez93 - October 19, 2016

g juga si bro… liat ja mlai kapan para pmblap satelit honda bisa berbuat bnyak? g langsung di awal musim, dan knpa bnyak pmbalap honda yg menang slain cz regulasi baru yg bikin gambling, motor yg di pake tim satelit itu sama dg motor pabrikan, jd jelas lebih kompetitif dibanding tim satelit lain

124. silverskuter - October 18, 2016

nice article wak.. orang akan malu kalo nyampah di artikel bagus kayak gini.. selalu menantikan tulisan berbobot dari wak Taufik selanjutnya..

125. wisnu3ds - October 18, 2016

dah baca duax….hehehe…lama2 TMC bkin buku inih….

126. ira satryana - October 18, 2016

Cakep artikelnya mas taufik..
battle royal ala hrc edisi 2016..yg lbh apik d bandingkan 2011
Utk casey..intrik penyelenggara yg berhsl d kalahkan olh trik marc marquez.
Hy skdar hiburan tp cukup berhsl menarik perhatian pecinta motogp..
Yg penting rating tetep terjaga..sponsor byk msk..
Dah gitu aj 😁

127. betemen ngeselin - October 22, 2016

BLOG NYA kerennn banget bos ulasannya , terutama buat saya penggemar motogp, tengkyu..

128. Sopian Nor - October 23, 2016

Ulasan yang mantap sekali Bang Taufik….



%d bloggers like this: