460x110-indent-now

gesits-5

TMCBlog.com  – Bro seklaian satu calon Produk Otomotif bertenagakan Listrik telah melakukan test outdoor resmi untuk pertama kalinya. Nggak tanggung tanggung sob GESITS ditest 1.200 km dari Jakarta Berangkat tanggal 7 November 2016 menuju Nusa dua bali yang berakhir kemarin 11 November 2016. Dalam perjalanannya GESITS menempuh jalur Jakarta melewati Cirebon, lalu Kudus, Surabaya, Banyuwangi, dan Gilimanuk . Khusus di Surabaya, Gesits dsampai pada 10 November 2016 sekaligus ikut upacara dalam memperingati dies Natalis 56 ITS . . . Sedangkan Tujuan Pengetesan ini antara lain adalah untuk melakukan pengujian sejauh mana ketahanan Gesits ketika berada di medan sesungguhnya. Adapun beberapa indikator yang diuji pada dua jenis Motor Listrik GESITS ( Gesit 3 kWh dan Gesits 6kWh) ini adalah keselamatan pengguna, keselamatan baterai, konsumsi baterai, dan performa.

 MBtech - TMC sep16

tnt25_tmcblog

gesits-9

gesits-4

Di jakarta Tanggal 7 November, GESITS dilepas oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), bapak Mohammad Nasir serta CEO Garansindo, bapak Muhammad Al Abdullah dan Rektor ITS bapak Joni Hermana dan dilepas dari Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dan setelah tmcblog baca baca info  info dari banyak media, ada beberapa point evaluasi yang merupakan hasil feedback pengetesan kali ini seperti :

tdl

  • Baik Untuk Gesits 3 kWh maupun Gesits 6 kWh Konsumsi pemakaian energinya adalah sebesar 20 km per kWh. Atau Bila di setarakan dengan BBM Fosil adalah 5 kWh untuk perjalanan 100 km  . .  sehingga bisa di konversikan diperoleh angka Rp 7.500 untuk jarak tempuh 100 km, atau setara 1 liter Pertamax untuk 100 km ( TDL Rp. 1459/ kWh – lihat list harga di atas )
  • Saat dipakai Hujan, Battery pack, BMS (Battery Management System), serta IVC (Inter-Vehicle Communication) berjalan dengan baik dalam artian secara empirik terbukti elektrikan GESITS aman
  • Motor Listrik pada Gesits 6kWh memiliki kelemahan di sistem pendinginannya
  • Baik Untuk Gesits 3 kWh maupun Gesits 6 kWh memiliki kelemahan pada spedometer/ dashboard yang sejatinya menggunakan produk Ponsel Polytron

Taufik of BuitenZorg

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

 

55 COMMENTS

    • pendinginan pada motor induksi klu sistem pendinginan nya buruk akan merusak magnet motor nya karena makin lama makin lemah. yg paling buruk klu spool motor terbakar trus konslet juga malah bisa merusak controller elektronik nya, moga aja mereka juga berpikir keras untuk menemukan solusi nya( konsen pada sistem pendinginan motor dan elektronik). maju terus gesitsss… sukses

      Guest
    • Ini baru saya percaya karya anak negeri rndnya asli indonesia bukan kaya viar ngaku indonesia weleh-weleh

      Guest
  1. Cocok buat perkotaan,

    Eits, tp jangan lupa always bawa baterai cadangan di bagasi (kalau ada)

    1 liter pertamax = 100 km,,,woww banget

    Guest
  2. Hei Gesits!
    Jangan buat kami kecewa di perilisan maspro mu nanti!
    Buat dgn sebaik se bagus mungkin terutama di desain nya. Comot desainer yg ngerti maunya pasar indo. Banyak sekali orang indo yg sukses dengan renderan renderan motor ciamik.
    dan satu lagi. Itu velg desain nya gak banget. Bagus yg kemaren versi pertama di perkenalkan.
    SEMANGAT!!!! produk Indonesia Hebat! ?

    Guest
  3. maju terus n kembangkan si gesit klo dah sempurna segera diproduksi masal biar masyrakat bisa pake produk dlm negeri

    Guest
  4. Kalau memungkinkan sih ada tes 5000/10000 km secara nonstop (kalau bisa)… biar bisa dilihat performanya dalam jangka panjang… kelemahan kendaraan listrik biasanya di baterai, drop gak baterainya, kembung gak baterainya, jangan sampai meledak kayak yang sudah2…

    Buat teknologi super fast charging, biar gak nunggu lama chargingnya…

    IMHO, motor kecil adalah kendaraan paling realistis untuk menjadi masspro, dari pada bikin mobil mirip supercar, dipake 40kpj udah overheat (sampai ada media yang salah tafsir gagal uji emisi)…

    Kalau cuman bikin, anak SMK juga banyak yang bisa… jadi masspronya yang susah…

    Ane dukung produk Indonesia, tapi kalau udah laris jangan jumawa…

    Guest
  5. Tertarik juga sama motor listrik ini.
    Tapi nunggu dulu sampe testnya selesai, kekurangan2 udah diperbaiki, dan masspro udah berjalan.

    Cocok nih buat pemakaian rumah tangga.
    Asal harganya nggak jauh2 dari skutik bensin aja.

    Guest
  6. Apa ya yang jadi pertimbangan dr pihak Gesits soal gak ada nya dashboard? bukankah itu jadi sangat merepotkan? masa harus tempelin hape terus2an…

    Guest
  7. Mantab karya anak negri !!!
    setuju dg komentar diatas, durabilitas batre musti concern utama !

    smoga ngga di jadikan bahan popularitas tujuan politik, macam ex-walkot solo dulu yg bawa mobil cina dg label buatan smk

    Guest
    • Siapa tuh…rada rada kenal saya juga….nguap begitu aza ya….ampe mobil listrik selo diberangus trus penciptanya dijadiin terdakwa…krn peninggaln rezim lama yg musuh bebuyutan mboke

      Guest
  8. Teknology battery blum final dtahun 2016.
    Mentok lipo/li-ion ..,yg msh punya kekurangan sbg sumber daya di E-bike/E-car.
    Fast charging minimal 30mnt hanya memperpendek lifetime batt.slow charging + -3000cycle charge discharge.
    Smoga kedepan research new batt bisa (yg mungkin sdh ada & top secret) menjadi alternative energy selain energy fosil.
    Tetapi kartel JURAGAN MINYAK DUNIA juga sulit di lawan.
    Last word GO GREEN SAVE THE EARTH.

    Guest
  9. Menghitungnya kalau di banding dengan bensin memang lebih murah, tetapi blm menghitung penggantian accunya. Saya pernah punya spd listrik cina, saya pakai 3 th, accu sdh mati, rencana saya akan ganti accu ternyata harganya Rp. 1.600.000 !!!!(kebetulan yg sy beli ada 4buah accu, @Rp.400.000), akhirnya spd mangkrak, gak jadi beli accu.

    Guest
  10. Tetap patuhi regulasi yg berlaku utk lolos kelaikan jalan, jgn sampai ujungnya mentok gak bisa jualan hanya karena masalah “administrasi” di kementerian terkait.

    Speedi bikinan polytron? LCD kah?

    Guest
  11. REVOLUSI !!!
    Mesin udah bagus….. tinggal benahin desain dan tingkatkan build quality motor. Setelah tinggal 3S nya digarap !

    Guest
  12. Ujung2 nya hanya ramai sesaat
    Dan akan digembosi perusahaan2 otomotif besar macam hongdah dkk yg mengancam market.
    Dengan pembenaran alasan tidak lulus emisi (gas buang)
    Jd orang pintar dinegeri ini hanya ditertawakan saja. Malah dibunuh iya

    Guest
  13. orang indonesia itu yang nomer satu model nya dulu
    kedua daya tahan mesin nya
    ketiga irit nya (kalau ini udah pasti menang)
    ke empat spare part sama beres nya muda di cari apa enggak
    kelima nilau jual nya

    Guest
  14. Kita terlanjur tertinggal pada teknologi mesin cetus api maupun cetus kompresi terutama di kendaraan roda 2 dan 4. Jangan sampai mesin tenaga listrik terlewat lagi.

    Bravo garasindo, bravo ITS, bravo indonesia. Lanjutkan RnD

    Guest
  15. baterenya itu berapa duit ? batere 6 kwh itu BUKAN barang murah lho. jangan sampe kek sepeda listrik China yang harga baterenya HAMPIR seharga unit sepeda listriknya.

    Guest
  16. Awal yang bagus buat gesits… Btw 1200 km masih kurang untuk ukuran test outdor..! Krn jarak segitu dalam prakteknya adalah buat 1bulan pp kerja..
    So tambah jarak tempuh testnya min 30rb km.. Lalu evaluasi lagi..
    Good job gesits..

    Guest
  17. kalau seandainya ada rencana ganti model. Saran saya bikin model retro tapi berkesan modern. kaya motor listrik setara 50cc-nya Honda waktu itu. modelnya ala-ala c70 tapi dibuat lebih menyudut biar terkesan modern.

    Back-end udah keren Front-End-nya diperbaiki lagi. karena orang gak mau beli motor cuma karena teknologinya aja tapi juga modelnya minimal harus diterima oleh masyarakat banyak.

    Semangat terus tim gesit ITS

    Guest
  18. mantap saya dukung, saya berharap tdk ada konspirasi utk menghancurkan calon produk anak bangsa. Pemerintah harus serius menangani ini, malu dgn bangsa lain, bangsa kita yg cuma jd konsumen seumuran

    Guest
  19. Ada engine brake nya gak? Atau hanya mengandalkan rem? Nanti kalo dipakai mudik boncengan plus bawa barang melewati turunan puncak apakah rem nya tahan panas??? Jgn2 kayak mobil listrik yg dipakai Da**an Is**n hehe

    Guest
  20. Ini baru kreatif…jgn muluk muluk dulu ambisinya..yg penting bisa diterima pasar, psang Harga yg terjangkau, jgn mikir untung dulu dan yg pasti jgn lupa urus patentnya ( biar nggak di bajak orang lain ) selamat berjuang adik adik mahasiswa !!! Semangat terus jgn berhenti berinovasi..dan yg pasti Anda semua hebat.

    Guest
  21. Semoga gesist.maju.
    Dan mampu melewati ganjalan otomotif yang asing yang sudah menguasai pasar dalam negeri.lewat corong aturan2 dan dinas terkait.

    Guest
  22. Patut diapresiasi, ambil dah ntar satu. Semoga ada bagasi khusus baterai cadangannya, jadi baterai habis tinggal ganti. Trus sediain dirumah satu baterai. Beres dech nggk mikirin ongkos bensin cocok banget buat kegiatan rutin pulang pergi kantor. Apalagi klo bisa ngecharge dikantor. Semoga indonesia punya motnas

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here