jump to navigation

Blogger Indonesia Ngeliput EICMA Milan Apa Bisa ? Apa Boleh ? November 18, 2016

Posted by Taufik in : Blogging activity , trackback

460x110-indent-now

cengkareng-shop

  440x100_tirei

eicma-tmcblog

TMCblog.com – bro sekalian, Pernah beberapa tahun yang lalu tmcblog secara sengaja mendaftarkan diri sebagai peliput dalam sebuah gelaran Pameran Otomotif terkemuka di negri Indonesia . . . dan saat mendaftarkan salah seorang Officernya mengatakan bahwa Untuk sementara Blogger belum Bisa masuk dalam List Media peliputan di ajang pameran otomotif mereka. Trus Buat tmcblog sih nggak masalah, sambil mencoba memaklumi apa yang kira kira ada di benak penyelenggara Pameran otomotif tersebut, namun dalam hati menanyakan, kenapa mereka nggak melihat dulu ya secara singkat seperti apa portofolio dan performance Blog yang mendaftarkan tersebut . . . Bukan apa apa TMCblog cuma mau membandingkan dengan apa yang terjadi di Luar Indonesia.

MBtech - TMC sep16

tnt25_tmcblog

Jujur TMCblog mendaftarkan sendiri dan hadir sendiri dengan biaya sendiri hampir di beberapa liputan luar negeri dalam 2 tahun terakhir. Bro sekalian kayaknya jarang ada yang tahu kalau Liputan Tokyo Motor show 2015 dan Thailand Motor Expo 2015 itu tmcblog lakukan pendaftarannya sendiri dan Full 100% menggunakan dana tmcblog sendiri, setelah itu ada Liputan Winter test sepang 2016, lalu Liputan WorldSuperbike 2016 sepang, sampai Yang terakhir Liputan MotoGP 2016 sepang semua nya 100% tmcblog coba untuk belajar berdikari . . . dan ternyata feelingnya ?  lebih PUAS mas bro, ngeliput lebih enteng dan lebih banyak yang bisa di cover. FYI seperti yang sobat sekalian lihat di atas, sebenarnya untuk Liputan EICMA Milan 2016 sendiri, TMCblog.com secara resmi sudah lolos menjadi media peliput disana semenjak sebulan sebelum gelaran di mulai.

Balik lagi ke Peliputan Gelaran luar negeri  . . tmcblog sendiri masih bingung kalo melihat kondisi yang terjadi . .Boleh saja sobat sekalian  anggap curcol  . ..  namun  entah kenapa cukup sulit tembus Credential di Peliputan Pameran di dalam negeri, namun digelaran Pameran atau event yang sangat bergengsi Seperti MotoGP, WorldSBK, Tokyo Motor Show, Thailand AutoExpo, atau EICMA MILAN sekalipun, mereka seperti nggak lihat nama Blogger atau Blog..  mereka cuma mau lihat performa dari Media peliputannya, mau itu media  konvensional, media Cetak, ataupun Blog . .

Bahkan ibarat kata Cuma seorang MotoVlogger saja, sebenarnya bisa meliput gelaran sedahsyat EICMA Milan 2016 ( silahkan sobat tanya Pengalaman Om febby yang notabenenya bisa meliput EICMA Sebagai media karena menurut cerita ia mengaku sebagai seorang Vlogger )  . . yang bisa bro lakukan hanya menunjukan performa dari apa yang bisa bro Publikasikan ke Penyelenggara, thats all, gak ada politik politikan disana ..  apa mungkin karena karakter Orang Eropa dan Orang Luar negeri lebih Fair ? kalau menurutmu gimana sob ?

Nah terakhir, Buat semua rekan rekan Blogger, ataupu MotoVlogger  . . semangat terus berusaha dan berkarya di segmen yang sobat sekalian kuasai yakinlah semua yang baik akan berasal dari hal yang baik pula . . .

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. olla ollo - November 18, 2016

Waow

2. olla ollo - November 18, 2016

Good joob

3. olla ollo - November 18, 2016

Ok wak

4. Ninno - November 18, 2016

Cemungud wak haji. Apa2 kalo dari tangan kita itu jauh lbh memuaskan.walau hasilnya gk sebagus dari tangan orang lain

5. Ardiantoyugo - November 18, 2016

Kalau tanah yang ku pijak ini tidak nyata, lewat jalan mana aku harus menemuimu…?? Karakter sesorang itu aneh, tapi mengapa dianggap lazim…??

*note: hanya orang orang tertentu yang akrab dengan kata kata itu… :mrgreen:

lara - November 18, 2016

Madang pok

6. wongrnglTBN - November 18, 2016

Renungan tengah malam hmm tanya kenapa?

7. MV 25 is Muhammad Vinales 25 - November 18, 2016

Artikel wak haji versi papah dedeh, curcol ciin

😂😆😀

8. DR - November 18, 2016

Mungkin krn bloger dianggap lebih objektif, sehingga mereka ketakutan boroknya kale.

9. lara - November 18, 2016

Mainnya jauh jga wakk

10. Apip - November 18, 2016

Hehehe disana fair gak ada politik disini gimana yah

11. anigaV - November 18, 2016

ane juga sering keluar negri wak tapi ngurus bisnis. disana tuh beda aura nya ma diindo. kalo disini susah mau berkembang krna dianggap sesuatu yg berkembang itu malah bisa jadi buah simalakama buat mereka yg merasa terancam. semangat.

SEN - November 18, 2016

Cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada nama dan kejadian itu hanya kebetulan belaka 😁😂😀

cruut - November 18, 2016

ngaaah ngaaaaaah ngaaaaaaaagh

Byonid - November 18, 2016

“kalo disini susah mau berkembang krna dianggap sesuatu yg berkembang itu malah bisa jadi buah simalakama buat mereka yg merasa terancam”.
Kalimat yang ini mendekati kebenaran…
Mudah2n belum menjadi culture disini…

Semoga sukses - November 18, 2016

Guwe juga sering mondar mandir Surabaya – tokyo ngurus ternak cebong ma lele..mas breow.

12. Kanjeng DOSO - November 18, 2016

Nah ini yg masih jadi dilema
Pernah ngambil tiket
Kalau Garuda nyampe 12 jt tanya ke teman Ahirnya Pake Qatar sekitar 7,5 jt
Tapi Ada yg Lebih murah lagi Minta di beliin tiket dari sana tinggal konfirmasi boking nya Kalau di kurs dolar ke rupiah Cuma 3 jt an

Entah kenapa tiket pesawat dari indonesia Sangat sangat sangat mahal

oklik - November 18, 2016

Kemn mas? Ckg-milan? Wedew

13. jono - November 18, 2016

Eicma kan sebuah pameran untuk umum.
Apa bedanya meliput sama nonton doang sambil foto/video terus diungkapkan kedalam blog wak?

PemadamKebakaran - November 18, 2016

biasanya ada passnya buat media.
kalo ambil gambar bisa detail

14. Bang Herman - November 18, 2016

Lebih percaya Wak haji daripada yang lain walaupun sumber berita sama tpi cara penyampaiannya enak
Apalagi klo moto GP lebih lengkap
Ya walaupun ada yang sedikit lebhai gkppa lah
Hahahaha

15. Liem - November 18, 2016

Cara pandang dan cara berfikirnya beda wak, disini license lebih penting ketimbang skill jadi masih ribet dan senioritas juga masih tinggi ibarat kata belum begitu terbuka lah wak

16. Roni - November 18, 2016

Ada bedanya om…
Untuk press dapet akses masuk gratis, sedangkan publik dewasa bayar 21euro. Sebetulnya lebih ke fasilitas khusus, datang di 2 hari lebih awal sebelum dibuka untuk publik, sehingga press bisa dapat info lebih cepat dan bisa meliput dengan leluasa sebelum ramai pengunjung.
Saya kebetulan datang di hari terakhir eicma milan 2016 kemarin, dan sempet foto2 dan rekam video, tapi saya belum jadi blogger motor, so… paling2 cuma diupload di facebook 🙂

17. kusnanto - November 18, 2016

Maksudnya di biayai penyelenggara gitu wak?

Motor cool - November 18, 2016

Artikeleny mbikin gk jadi sebar brosur Wak .. njioooz lanjutkan Wak kaji ..

18. eko354 - November 18, 2016

“….semangat terus berusaha dan berkarya di segmen yang sobat sekalian kuasai yakinlah semua yang baik akan berasal dari hal yang baik pula …”

Setuju ama yg ini.

19. Muke Gile - November 18, 2016

Karena ini Indonesia wak ji…

Orang salah di Anggap Bener..
Orang bener di Anggap Salah..

Hal Mudah di buat ribet..
Hal ribet dibuat mudah kalo Punya Bekingan..

Ini Fakta

hanif - November 18, 2016

disini sekarang lebih mengutamakan kekuatan uang

THE POWER OF MONEY

20. Ali hasymi - November 18, 2016

Wah emane gak berangkat…

21. PemadamKebakaran - November 18, 2016

mungkin penyelenggara eicma menganggap blog itu cuman media menulis sesorang dengan pembacanya cuman sesama blogger aja, secara diluar blog cuman wadah sharing.
mungkin gk tau juga kalo blog wak haji ini dah kayak tabloid motor.
cobak wak dikembangin lagi media dakwahnya. misal dikembangin channel YouTube nya biar orang luar melirik wak.
sebagai contoh saya subs sama reviewer mobil mobil di U.S. dan dia bisa dapet pass media di ajang pameran gituh.

22. Kang ari - November 18, 2016

Yaelah… lawong liputan undangan pabrikan saja dipojok2in dianggap seperti OB, apalagi pameran motor.
Ada yang ketakutan sama kekuatan blogger.
Semua pasti ada waktunya mas…😉

harjono - November 18, 2016

Pengalaman kemarin neh kayakanya. Betulkah kang Ari??

23. galau - November 18, 2016

itulah kelebihan dinegeri kita wa..

semua hal simpel bisa dibikin ruwet ataupun sebaliknya..

padahal acara kelas emperan…

24. Bejo - November 18, 2016

“Semua yang baik berawal dari yang pula” setuju pake buanget Wak!

Bejo - November 18, 2016

Sekarang masih kayak gitu Wak? Ato malah Wak Haji yg dapet undangan?

25. dave - November 18, 2016

di indonesia kan mas?
ya biasa lah,, ga cm blogger aja,,
atlet aja ga dihargai,,

pah poh - November 18, 2016

iya bener ente bro, disini yang di hargai cuma curut-curut yang hobinya tidur.

26. samsidi - November 18, 2016

#semua nya 100% tmcblog coba untuk belajar berdikari . . . dan ternyata feelingnya ? lebih PUAS mas bro, ngeliput lebih enteng dan lebih banyak yang bisa di cover.”

berarti bisa disimpulkan kalo berangkat melalui sponsor merk tertentu artikel yg disajikan harus menguntungkan sponsor kah …??

pah poh - November 18, 2016

maybe bro

Nararider - November 18, 2016

Mungkin maksud mas taufik adalah kalau dibiayai sponsor waktu ngeliputnya banyak tersita ke produk yg mensponsori itu masbro jadi waktu banyak yg terbuang ke situ….seperti saya kalau ngeliput acara rombongan wisata biasanya saya juga harus ngikut rombongan terus tidak bisa jalan bebas sendiri,padahal banyak hal hal yg menarik terjadi di luar rombongan

27. nduk - November 18, 2016

sy, kalo bisa dipersulit kenapa dipermudah

28. teteng - November 18, 2016

Jangan samakan luar negeri sm dalam negeri. di luar negeri mereka itu obyektif tidak seperti disini kebanyakan ternakan. Jd jgn salahkan pabrikan lokal.

29. teteng - November 18, 2016

Nyadar diri dong Jangan samakan luar negeri sm dalam negeri. di luar negeri mereka itu obyektif tidak seperti disini kebanyakan ternakan. Jd jgn salahkan pabrikan lokal.

30. gearbalap - November 18, 2016

Semoga wak haji sehat teruss yaa..
btw kultur & cara pandang orang Indonesia dan bule memang beda wak.. Bule selalu dan sangat serius ketika menilai sesuatu/ seseorang..! dan hasil penilaiannya biasanya berasal dari performa yang di ukur dengan metode ilmiah.. jadi fair wak..
Sedangkan orang Indonesia mungkin sama2 memakai metode ilmiah namun saat penilaian sering perasaan bermain disitu.. Apalagi yang asal eksekusi tanpa dasar yang jelas he hehe..
So jika ada yang meragukan independensi wak haji mungkin harus merenung lagi deh..
http://gearbalap.blogspot.com/2016/11/yamaha-aerox155-untuk-menghantam-vario.html

31. Nararider - November 18, 2016

Jadi semakin tahu perjuangan untuk menjadi blogger hebat seperti mas taufik….luar biasa perjuangannya

32. The Biker Stig - November 18, 2016

Indonesia kebanyakan politisasi,.. ama UANGISASI!
*istilah yang kedua maksa

33. choirilmoto - November 18, 2016
34. Calm Ja - November 18, 2016

Mungkin kalau di dalam negeri acuannya adalah performa isi amplopnya wak aji.. hakakakakak

35. tukang_gorengan - November 18, 2016

tergantung kok wak, kalo misal wak haji mau dapet privillege khusus ke pameran imos atau giias. silakan temen2 blogger hubungin event organizernya, sekalian sowan perkenalkan diri ke mereka. karena banyak dari mereka yang belum tau siapa blogger2 otomotif di Indonesia.

dan umumnya mereka cuma tau media konvensional yang udah ternama macem otomotif, otoplus, mplus, dll. karena dari pihak kantor juga belum pernah ada request untuk sediakan slot khusus blogger. nanti kalo ada kesempatan, saya coba kasih masukan ke temen2 penyelenggara dua pameran diatas. kenapa? karena saya berada di lingkungan mereka. tapi dengan catatan kalau wak haji mau loh hehehe….

36. terjadi galat - November 18, 2016

emang bener wak, tanpa sponsor jd bebas mau meliput/menulis. Artikel jg jd asik dibaca.
maju terus TMCBLOG.

37. plat titanium - November 18, 2016

loh, negeri tercinta kita ini kan prinsip nya kalo bisa dipersulit, knp hrs dipermudah?

38. sabriex - November 18, 2016

“sekalian sowan perkenalkan diri ke mereka”
kalimat ini maknanya bisa kemana mana loh.
EO yg manjalankan kegiatan otomotif masih gak kenal blogger otomotif???
buang aja deh itu smartphone, silahkan kembali to pesawat telepon rumahan yang ada gembok kecilnya.

39. M16 - November 18, 2016

apa mungkin karena karakter Orang Eropa dan Orang Luar negeri lebih Fair ? kalau menurutmu gimana sob
—————————————————
catet, mungkin bagi penyelenggara motor expo besar dan bergengi nama besar tentu taruhannya. mereka berpendapat bahwa pemberitaan harus berimbang, dimana media teregristasi sudah punya kode etik jurnalistik dan lebih baik administrasinya sehimhhal lebih gampang pengurusan printilan dll-nya

40. the yonjk - November 18, 2016

betul itu mas taufik… ini masalah mentalitas.. terlepas saya ga tahu alasan dri penyelenggara di dalam negeri memilah milah gitu.

41. thomas - November 18, 2016

gimana caranya biar blogger & youtuber daftarin diri & meliput pameran dengan kartu press di luar negeri? Aku juga mau dong

42. DmNc - November 18, 2016

pengalaman ane kalo gelanan exhibition di eropa memang aga strict untuk urusan media. mungkin kaitannya dengan budaya mereka , entahlah. cerita ane dulu lihat pameran furniture salone mobili di itali ane dtg sebagai buyer, mau foto produk aja ga bisa sembarangan wak, kudu ijin dulu. ane liat sendiri ada orang yg kegep ngambil2 foto tanpa izin langsung dapet teguran keras dari si booth exhibitor

43. Thurston River - November 18, 2016

sama aja kayak ngelamar kerjaan, di sini bukan soal tentang skill dan kemauan yang penting gelar, gelar dan juga duit.
udah di buktiin, sedih sih negri sendiri ga fleksible kayak di luar negri acuan performa berdasarkan sebuah nama atau apa yang dia bawa.
but i love this country, ga ada negri yang sempurna.
gpp hanya seorang blogger, yang penting ga ada campur tangan dari pihak manapun.
love the life you live, live the life you love.

44. Karak Kaliang - November 18, 2016

Welcome to Indonesia Da Taufik… 😄😄😄

45. Robert - November 18, 2016

mas, yang di ceritakan mas taufik itu, pas saat daftar untuk meliput pameran otomotif di Indonesia, EICMA malah kasih ijin buat blogger. bacanya pelan2 ya…

46. Bang Oding - November 18, 2016

hiks..hikss!..
wak haji bikin saya terharu..
tapi bikin saya jadi semangat lagi buat nulis..
saya lagi belajar nulis di blog saya wak haji, dan selalu berusaha independent, mohon bantuan dan petunjuknya ya wak haji, agar hamba menjadi orang yg berguna dan bukan tukang contek.
semangat wak Haji..!
Ayo dong.. Indonesia berubah!! Blogger juga bermanfaat loohh..

47. Bang Oding - November 18, 2016

masukan keren tuh wak Haji..!!

48. nugie tmcblog - November 18, 2016

Nunggu artikel liputan langsung winter test Sepang Jan-Feb 2017 😂😁

49. exciter - November 18, 2016

waduh jadi inget pas mau resgister Autogate di soeta, malah gak boleh karena ane TKI harus manual (lewat imigrasi). Trus saya celetukin petugasnya kok aneh di negara sendiri malah susah bikin Autogate sembari saya tunjukin autogate entry untuk Uni emirat Arab dan Oman

50. hileud cau - November 18, 2016

intinya roang sini itu males ngecek trafik, padahal yg namanya website pasti bisa di cek trafiknya. n kerjasama dengan media nasional biar liputannya jadi ekslusif buat mereka doang

51. Soelarblog - November 18, 2016

Salut…… buat Mas Taufik segala dana untuk menjadi media peliputan event otomotif dunia berasal dari dana sendiri, kiranya ada sponsor yang mendanai.

52. marq the winner 2016-2017 - November 18, 2016

Di negri ini terlalu byk org yg siap di puji namun blm mau di kritisi itulah demokrasi bangsa ini wak aji😆.
Org yg jelas” salahpun masih di bela”in ampe mati 😂😂😂😂😂….
Heran kan wak aji ya mgkin ini bentuk menuju indonesia yg berdikari dn dewasa serta bermartabat amin😆
Mudah”an kedepan nya byk bloger” yg kaya wk aji slalu asik menyajikan artikel” atau pemberitaan yg menarik utk di sajikan

53. DaJo - November 18, 2016

hmm keren.

54. wawan - November 19, 2016

budaya latah om.
nanti kalo sudah ada gelaran lain yg kasih ijin duluan & setelah lihat postingan ini barulah “officer” yg nolak itu mau kasih ijin.



%d bloggers like this: