Order GSX-R-S150
jump to navigation

KPPU merekomendasikan agar Harga Sepeda Motor ditingkat diler hanya harga Off The road . . . Konsumen dibebaskan untuk memilih ! January 10, 2017

Posted by Taufik in : Honda, yamaha , trackback

460x110-indent-now

cengkareng-shop

440x100_tirei

TMCblog.com – Bro seklaian ada beberapa Point hal yang tmcblog anggap menarik dari yang dituliskan oleh Kompas mengenai dugaan Kartel antara Pabrikan Honda dan Yamaha yakni mengenai hal hal yang bersangkutan dengan Harga Off  The road dan harga On The road . . . dimana Konsumen direkomendasikan Oleh KPPU  untuk bebas memilih membayar Pajak BBn dan lain lain Sendiri atau dititipkan ke diler . . . jadi bisa Pilih beli off the road atau On The road ? . . Cekidot deh  . .

MBtech - TMC sep16

tnt25_tmcblog

Dalam pemberitaan Kompas, tmcblog copas sebagai berikut sob. KPPU juga membacakan 5 butir rekomendasi putusan buat majelis hakim. isinya adalah :

  1. Menyatakan bahwa Terlapor I dan Terlapor II terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran Pasal 5 Ayat (1) UU No 5 Tahun 1999.
  2. Menghukum Terlapor I dan Terlapor II berdasarkan Pasal 47 UU No 5 Tahun 1999.
  3. Merekomendasikan kepada majelis hakim komisi untuk melarang Terlapor I dan Terlapor II menetapkan harga jual (on the road) sebagai harga referensi untuk konsumen (end user), melainkan hanya sebatas harga off the road.
  4. Merekomendasikan kepada majelis komisi untuk memberikan saran kepada pemerintah, khususnya instansi terkait untuk melarang pelaku usaha otomotif untuk memberikan harga referensi kepada main dealer atau dealer dengan memasukkan komponen harga BBN (Bea Balik Nama) atau sejenisnya yang pada pokoknya komponen harga tersebut bukan merupakan struktur harga dari prinsipal (pabrikan).
  5. Menyatakan bahwa biaya BBN dan biaya tambahan lainnya yang dipungut oleh negara dibayarkan atas dasar pilihan konsumen, apakah akan dibayarkan sendiri atau melalui diler

Nahhh Kalo soal Kartelisasinya mungkin sobat bisa bahas Sendiri . . Yang tmcblog mau bahas sekarang adalah Rekomendasi ke 3 sampai ke 5  dimana  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada dasarnya menginginkan penjualan di Tingkat dealer tidak menggunakan harga On The road sebagai harga referensi ke Konsumen.

FYI ada kosa kata yang sering kita bahas di tmcblog yakni NJKB ( Nilai Jual Kendaraan bermotor ) . . NJKB ini merupakan harga pasaran umum ( HPU) atas suatu kendaraan bemotor. NJKB Off the road sendiri adalah adalah Harga Off the road ( kosong) dikurangi pajak pertambahan Nilai. Nah Biasannya Variabel ini pembentuk Harga On The road dari Sebuah Unit Motor yang dapat dihitung berdasarkan Harga NJKB adalah  :

  1. Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB) = 1,5% Harga NJKB
  2. Bea Balik Nama Kend. Bermotor ( BBnKB ) = 10% Harga NJKB
  3. Pajak pertambahan Nilai ( PPn) = 10% harga NJKB
  4. PPh Pasal 22 = 1,5% pembelian ( kayaknya NJKB)
  5. Biaya Diler

Nah Harga On The road itu biasannya merupakan Harga NJKB + Point 1 sampai Point 5 . .  Jadi pada dasarnya di 3 pasal rekomendasi KPPU tersebut, Harga di tiap tiap dealer penjualan adalah Harga off The road saja. Sedangkan Konsumen diberi kebebasan untuk membayar biaya BBN dan biaya tambahan lain Via diler atau dilakukan sendiri ke kantor samsat setempat nahhh . . . Gimana sob  . . setuju atau Nggak ?

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. Argoz - January 10, 2017

Kaya ny ribet ngurus sndiri

Balantak - January 10, 2017

Ah, nggak juga gan. Biasanya sales2 oknum yg bilang begitu, supaya beli “on the road”. Biasanya alasan tidak boleh oleh perusahaan dsb. Padahal cuma alasan yg dibuat-buat. Pembodohan konsumen.

Sy pengalaman urus sendiri Mio M3, tidak ribet. Yg lama cuma tunggu terbit faktur Yamaha (ini jg sbg evaluasi internal yamaha). Setelah faktur terbit bu mulus, lancar urus sendiri tidak pakai calo. Lumayan selisih 1,1jt dari harga on the road.

Sableng - January 11, 2017

Dah pengalaman ngurus sdr, repot, ngabisin waktu, tenaga dan pikiran. Mending terima beres, apalagi bogor antrinya dah kaya BLT aja

Balantak - January 11, 2017

Diurus diler:
– tidak repot, tinggal duduk manis
– kena biaya oknum diler, biasanya:
— supaya faktur cepat keluar (100rb)
— supaya STNK cepat keluar (100rb)
— biaya resmi lainnya pengurusan oleh diler (1jt)

Urus sendiri:
– repot tenaga & waktu
– biaya oknum, biasanya:
— calo bbn (100rb – 300rb), itupun klo pakai calo

Klo dy pilih urus sendiri aja.

Sebetulnya INTI dari rekomendasi KPPU bukan tidak boleh beli on the road, tapi DEALER/SALES TIDAK BOLEH MEMAKSAKAN konsumen untuk beli kendaraan dengan harga on the road (sudah termasuk pajak, dsb).

Dealer / Sales WAJIB MEMBERI PILIHAN ke konsumen apa mau diuruskan atau mengurus pajak sendiri.

Udah gitu aja, gak perlu di bantah, sales2 tolong baca lagi artikel rekomendasi KPPU diatas…

2. Nevermore - January 10, 2017

Yang banyak waktu longgar mungkin sebaiknya urus sendiri.

Ali - January 10, 2017

Klo blm pernah memang ribet.
Tpi selisihnya lumayan 1jtan. Soalnya pernah ngurus sendiri. Tpi waktu itu biaya bpkb masih 80.000 aja

Ndiasmoe - January 10, 2017

Betul
Ribet ngurusnya
Yg ada malah akan banyak calo2 baru merajalela dgn tarif yg dimarkup lagi

Sales identified - January 10, 2017

Ndiasmoe sales honda

3. Scheibe87 - January 10, 2017

Stop pungli !!!!! Gn aja bnyk korupsi..gmn klo org awam ngurus..tau kan malah d manfaatin yg katanya nanti2nya dibilang itu ulah “oknum” hadeeeehhh 😫😫😫

Ajicool - January 11, 2017

Anda blm pernah urus sendiri sih.

4. Olinol - January 10, 2017

Berdasarkan pengalaman, motor off the road itu tak semahal on the road jika ditotal dalam pembiyayaan sampai semua kepengurusan surat pajak.
4th yg lalu Pernah dpt hadiah undian dr bank, kawasaki blitz. Harga motor cm 7jt. Biaya surat menyurat pajak hampir 2 jt an.

5. Mamimu - January 10, 2017

Jadi semisal harga OTR motor 25jt kalo harga OffTR kira2 berapa wak?
Soalnya saya pernah hitung harga motor
Waktu beli Mio pake harga OffTR cuma 10jt
Namun suratnya terbilang lama dan banyak calo

6. cah ngapak - January 10, 2017

setuju wak haji

7. Anti pentitraan sarung - January 10, 2017

Masalah di harga motor yg tinggi bukan jual beli on the road sama off the road, tapi pajak yg gede dan gak karu karuan, harusnya beli motor, pajek sudah jelas entah 10% 20% 25% jadi gak ada persenan siluman seperti 10%+ 10%, harusnya jadi 20% malah jadi 21% karena pajak siluman tadi

Birokrasi harus dibenahi

Lagian megara maju dimana mana ya negara yg tax heaven. Bukan yg tax hell kaya indonesia, biarkan koruptor luar negeri nyimpen duit di indonesia, bebaskna pajak, seengaknya kurangi pajak lah

Balantak - January 10, 2017

Sudah pajak mahal, ditambah biaya pengurusan “on the road” yg dipaksakan harus dibayar konsumen ke diler. Tidak seperti jaman dulu waktu beli Daihatsu Hijet, pihak diler menawarkan apa mau diuruskan atau mengurus sendiri. Klo sekarang HARUS DIURUS DILER, tidak mau melayani pembelian Cash yg off the road.. Klo ada diler begitu laporkan sm YLKI saja, sm KPPU sekalian biar digulung…

8. ALEX - January 10, 2017

Konsumen disarankan agar mengurus sendiri surat-surat kendaraannya,,
Secara tidak langsung menghalalkan bisnis Percaloan’__

Tapi ada positif’nya juga Wak_Haji,,
Menambah peluang usaha baru,,
guna mengurangi angka pengangguran,,
dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi,,,

Time will tell Wak_Haji,,

Amar - January 10, 2017

Setuju lex wkwk banyak mahasiswa part time calo nanti bhahaha

ALEX - January 10, 2017

hahahahaha,,,

Sepertinya ente’ tertarik terjun ke dunia percaloan berkedok biro-jasa kayaknya nieh,,
Gpp,, Mas-Bero,, yg penting halal,,
Diluar negeri hal semacam ini sudah jamak/ umum’__
Cuman masalah Mindset di penggunaan kata’ saja kok di negeri kita ini,,
contoh saja biro perjalanan booking online,, itu juga kategorinya calo’

Bener tow’__???

eeeekkkkeeeekkkk

Amar - January 10, 2017

Bener. Lagian kan selama ada persetujuan dari client gak masalah lex. Wkwkk daripada korupsi 😆🤓🤓

harjono - January 10, 2017

Enaknya calo resmi atau biro jasa itu tarifnya jelas lex. Tarif jasanya dah pasti. Gak pake di tembak kalo lewat calo pinggir jalan.

pingpong - January 10, 2017

berarti harga CBR250RR sebesar njkb = 37 jutaan. … apalagi cbr150r bisa 15 jutaan nih….. oia. njkb jadi patokan harga motor second.

9. Amar - January 10, 2017

Malah ribet kayaknya deh wak. Ya kan kalo gitu harusnya jg ada sosialisasi bagaimana untuk mengurus balik namanya kan ini motor baru dr pabrik takutnya banyak masyarakat awam yg kurang ngerti ama prosedurnya.

Nanti malah makin banyak calo.

harjono - January 10, 2017

Kalo situ takut ribet kan bisa lewat diler!! ato biro jasa yang lain. Tapi harga yang dikasih kekita kan jelas harga motor. Emang situ tau berapa markup biaya pengurusan yang dilakukan diler?

10. wildanmyboy - January 10, 2017

ikut komen ya pak haji..
saya setuju aja seh..kan udah ada tim saber pungli.. harga bisa lebih murah…(menurut saya seh)

11. omen - January 10, 2017

Panuju wa…!

Biar kita tau proses nya! Tp apa gk kan jadi bahan pungli samsat ya..! 😀

Ebiethok - January 10, 2017

Petugas samsat saya rasa udah g pada pungli sih, tp malah banyak yg nawarin “titip” dan ngasih “tips”
Itu yg harus dibasmi juga, jangan nyalahin orang pungli, klo kita sndiri malah ngasih “hadiah”.
Malah lebih bagus jasa pengurusan, istilah-nya malah lebih syariah, karena ada ‘ijab&qabul’

Mang EPi - January 11, 2017

betul, klo di bandung memang sudah bebas pungli, ga tau klo kota laen..
pernah ngurus sndiri bbn, dan memang bedanya sampe 800rbu klo lewat biro jasa, biaya ini itu dimasukin (cont. gosok no rangka diduitin 50rbu, pdhal gratis, dn masih byk lagi).

yg perlu disiapin ya waktu luang. dan klo ga tau apa2 ada pusat informasi ko, polisinya siap melayani..

Mang EPi - January 11, 2017

oh iya ngurus sndiri sama ngurua ke orang lain (dealer/biro jasa) bisa 1 jt lebih bedanya)
dan ngurus sndiri lebih puas. jangan lupa dicatat/direkam tiap2 langkah prosedurnya. biar klo mau ngurus lagi sudah tau cara2nya.. 👍👍

tp klo yg pengen simpel tinggal kasih duit, dan ada dananya, mending k bro jasa /pihak k3 (biro jsa atau temen yg udh pengalaman -> yg ini paling traktir makan doang hehe)

12. kimi - January 10, 2017

setuju.. dulu beli ocb off the road, ternyata totalnya selisih 1 juta dr harga on the road. lumayan 1 juta buat ganti ban yang lebih nge-grip 😀

13. Dika - January 10, 2017

Bagus ini, harga bisa ditekan.
Yg mau beli kredit bisa lebih murah…

Masalah ribet/enggak mah tergantung org.nya aja…

14. Onta - January 10, 2017

Boleh jg Wak, jd yg di luar pulau bisa keliatan selisih harga off the road. Wajar ga..

15. dave - January 10, 2017

kl ngurusnya ga susah trs jauh lebih murah, knp ga?
kl ga beda jauh ya uda dealer aja yg urusin, biar ga ribet

16. diji - January 10, 2017

Setuju wae.

17. Bang herman - January 10, 2017

Enaknya sih ngurus sendiri wak tpi waktunya gk ada

pingpong - January 10, 2017

klo selisih di atas 1 hari lumayan bro… itung2 setengah gaji Anda bukan? ??

18. Kartolo - January 10, 2017

Ntar orang pelosok-pelosok yg jauh dari kantor polisi pasti nggak bakal ngurus surat2nya.tinggal beli plat nomer palsu.bukanya ini malah bakal mengurangi pendapatan negara.ah sudahlah.hidup adalah pilihan.

prikitiuwwwwwuwuwuuuuuuu - January 10, 2017

keuntungan diler yg pasang DP murah bakal kacau. masyarakat tahu gamblang harga asli motor yg akan dibelinya. ini hal positif. tp menurut sales yg sering bentrok ini bikin mereka tidak bisa karaokean lagi sama PL mohay…… hahaha

19. kusnanto - January 10, 2017

Nah ini, setuju sih, ada option, ya walaupun kalo mengurus sendiri pasti ribet.

Mang EPi - January 11, 2017

ga begitu ribet, terasa ribet karna kita blm tau prosedur2nya. ada layanan informasi kok, jgn malu untuk bertanya.

yg perlu,disiapkan,ya waktu luang.

20. sekali sekali - January 10, 2017

bagaimana untuk yang beli kredit?? apakah leasing bisa mengakomodir hal ini wak haji?

21. Dion - January 10, 2017

Tapi kang, tolong dipertajam lagi, putusan ini berlaku untuk unit yang mana dan keluaran tahun berapa?

Taufik - January 10, 2017

ini belum putusan hakim, ini baru Rekomendasi putusan yang dibuat KPPU untuk direkomendasikan ke hakim

22. ms - January 10, 2017

efeksampinynya bakal banyak motor bodong, dg alasan
– males ngurus
– buat dipake di perkampungan
– didaerahnya jarang ada razia/polisi
– dll

aspal - January 10, 2017

setuju sama ente

prikitiuwwwwwuwuwuuuuuuu - January 10, 2017

efek sampingnya banyak fbh yg gak punya uang untuk karaokean sama PL….. ini hal positif buat masyarakat agar tidak membayari sales untuk karaoke an….. hahaha

23. Aji - January 10, 2017

Iya lebih transparan sih klo gini.
Dibanding harga OTR sebenarnya sharing-sharing sama karyawan dealer ada yg suka mainin uang konsumen.
Mangkannya baru tau jangan asal nembak beli motor di dealer anu.. kadang ada yg ogah-ogahan ngurusinnya.

Kalo masalahnya terbentur sama praktek Percaloan, kalau proses hukum ini selesai ya “Pemerintah Wajib” membuat sistem pengurusan ONLINE nya supaya mempermudah masyarakat tidak bejubel ngantri

24. marlon - January 10, 2017

Bakal Makin banyak yang BODONG dan Maling motor makin subur karena jejak motor Gak Ada (untuk yg malis ngurusi surat suratnya nanti)

prikitiuwwwwwuwuwuuuuuuu - January 10, 2017

bodong di jalan ya ketangkap polisi masbro….. ente dr pedalaman ya?

25. bys - January 10, 2017

aneh nih Negara… kppu pengen harga motor murah tapi pemerintah malah naikin biaya pengurusan bpkb dan stnk 😂😂😂

26. jimjoker - January 10, 2017

couldn’t agree more, ini namanya win win solution. masalah motor tanpa surat, rutin aja adain razia, cuma saran aja razia kalo bisa jangan di jam sibuk dan se random mungkin lokasinya, e tilang juga mulai diberlakukan, kalo semua lengkap sesuai prosedur rakyat nyaman kok.

dehardy - January 10, 2017

nanti bakal ada tilang online om.
yang gak kejaring di jalan bisa kena di rumah 😂😂😂😂

27. Biker pct - January 10, 2017

Konsumen kadang ga mau ribet, belum ngantri di samsat, klw sistem pembelianya kredit sistem pembayaranya piye yak, bisa2 jatuh harganya sami mawon

prikitiuwwwwwuwuwuuuuuuu - January 10, 2017

klo selisih nya jutaan rupiah masyarakat lebih suka ngurus sendiri masbro…. hukum ekonomi berjalan.

28. bikerlover250 - January 10, 2017

Setuju pa haji nanti bisa beli trail buat main di gunung dan sawah saja jadi klx250 berapa harga off road nya pa haji

Taufik - January 10, 2017

Off The road bisa di cek di angka NJKBnya sob . . deket2 itulah

29. agung - January 10, 2017

makin banyak pungli nanti kalau ngurus sendiri, ngurus sim aja yang tarifnya 100rb bisa bengkak jadi 500rb

prikitiuwwwwwuwuwuuuuuuu - January 10, 2017

ente tinggal dmn masbro…. tdk pernah ngurus pajak sendiri ato sim sendiri ya…sim c saja kurang dari 150 rb dah komplit krn ada tambahan kir 50 rb yg semula 75 rb.

30. Rafi - January 10, 2017

Hmmm, Berarti bisa beli moge off the road juga dong wak?
Gak kena pajak yg mahal2nya? CMIIW

oklik - January 10, 2017

Nah ini akan jadi jalan pintas yg pengen moge nih.. 😀

31. winkko - January 10, 2017

setuju…. 100persen, tidak ada alasan dealer menolak pembelian off the road, tinggal bagaimana caranya aturan biar tidak ada alasan mempersulit proses indent yg berkepanjangan, butuh aturan transportasi data falid stok dealer, jenis & warna kendaraan yg dapat di cek konsumen

32. winkko - January 10, 2017

sistem kredit kendaraan yg diangsur adalah harga off the road saja…., masa biaya administrasi kendaraan ikut diakulasi kredit

33. Yookee - January 10, 2017

Sales Honda sama Yamaha cembetut wae dah kalo aturan gini di realisasiin.

34. Herman ar - January 10, 2017

Gak ada cara lain kah?
yg jadi masalah, masyarakat dominan pake sistem pembayaran kredit buat pembelian kendaraan lho, bukannya malah memberatkan di pengeluaran pertama ya?
Off the road cocok buat pembelian cash mungkin

prikitiuwwwwwuwuwuuuuuuu - January 10, 2017

klo kredit harga on the road dr diler 20 jutaan sampe kredit lunas totalnya 40 jutaan. dijual motornya cuma laku belasan juta. salesnya bilang konsumen untung….. ini pembodohan

35. tri - January 10, 2017

sebelumnya memang mengurus sendiri surat kendaraan off the road tidak lebih mahal, tapi kl begini nanti bakal tumbuh calo2 pengurusan surat2 krn yg ngurus makin banyak & makin ramai bejubel antriannya, itulan ladang calo

prikitiuwwwwwuwuwuuuuuuu - January 10, 2017

ente jarang ngurus sendiri ya bro… pake calo ya….. liat klo ngurus pajak aja gak sampe setengah jam. sekarang pelayanan nya cepat bro….

36. ardiantoyugo - January 10, 2017

setuju… tapi sekarang mau beli cash aja disuruh kredit… apa bisa kayak gitu… 😆

Motor terjelek sepanjang 2016: http://wp.me/p7LBn5-2lX

37. Mbuhlah - January 10, 2017

Setuju Wak…customer punya pilihan mau tetap nitip via dealer atau irus sendiri. Biaya dealer itu gak jelas

38. sucahyo - January 10, 2017

Lebih murah diurusi calonya dealer.

39. Xclub - January 10, 2017

Kaya birokrasi di Indonesia udah bersih dan gak ribet belibet aja. Mending benahi dulu layanan publiknya, masa kita mau bayar pajak malah dipersulit kaya orang mau ngemis?

anigaV - January 10, 2017

jgn kan ngurus surat surat itu sendiri, buat sim aja repot kog. padahal cuma sim. lah ne dipisah off the road, konsumen ngurus sendiri podo wae toh. koplak pemerintah.

40. 2wheel lover - January 10, 2017

Kalo menurut ane justru ini cara paling efektif untuk menekan MS penjualan motor,drpd menaikan pajak..
Krn kebanyakan perusahaan pembiaayaan pasti gk mw terima motor bodong,meskipun motor baru,otomatis masyarakat yg punya cukup uanglah yg akan membeli,baik secara tunai ataupun kredit,secara mereka hrus mengurus surat”nya terlebih dahulu sebelum d acc pencairan kreditnya…
Tapi pastinya selalu ada celah buat leasing n para calo untuk mempercepat proses tersebut…
Tapi menurut saya,gk akan ada lagi tuh DP500rb atwpun kredit cuma modal KTP…
IMHO lo,, jngan d bully please,ane newbie haha….

Ndiasmoe - January 10, 2017

Kasihan Vixion donk, entar makin ga laku
Udah diobral 18 juta, tanpa DP aja susah lakunya kok

41. Dawnlight - January 10, 2017

Ane sih setuju aja.. kan sifatnya pilihan.. klo ga mau ribet ya serahin ke diler untuk di urusin pajaknya.. kalo mo ngirit ya urus sendiri.. lagian biar transparan kan.. jadi ketauan diler ambil untung berapa…

42. Smart Rider99 - January 10, 2017

Bagi yg pernah beli produk BAJAJ pasti ngerti, saya beli Pulsar 135 thn 2010 jg off the road, surat2 urus sendiri, gak ribet kok, cuman ya itu pungli di sana sini, tapi klo skrg pungli bener2 diberangus, pasti paling tidak ada selisih 1 jt-an…
lha saya bayar utk BPKB 1,1jt lho, padahal di kuitansi cm Rp 60 RB di polres…. dan walopun skrg biaya BPKB STNK naik 200%, tetep lebih MURAH…. tap ya itu ASAL GAK ADA PUNGLI…

43. jimoo - January 10, 2017

klo mmg gt yaa..pasti da kong kalikong antra diler dg plisi …pasti pungli gencar klo urus sndiri…ujung2nya ya blik ke diler..pokkis untung..diler ubtung..kita konsumen bntung.

anigaV - January 10, 2017

cuma ente yg masih pikirannya masih waras, gak gampang dikibulin ma pemerintah yg kongkalikong ngerjain rakyat. antek antek cina dah pada banyak nyebar, pinter mereka naikin dikit dikit biar gak demo kaya bbm, dll, plus diam diam dah naik aja tuh semua biaya biaya.

44. bedjo cute - January 10, 2017

sedikit penegasan aja kang…. on the road atau off the road, PPN dan PPh Pasal 22 tetap harus dipungut penjual. pembeli tidak bisa memilih untuk membayar sendiri.

45. reteng - January 10, 2017

Setuju of the read. kan katanya pelayanan mau diperbaiki di samsat jadi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kalo yang alesannya gak ada waktu dan ribet kan udah di jelasin di awal customer bisa ngurus sndri (bayar of the road) dan diurusin diler (bayarnya idah include dengan pajak)

46. wewe gombel - January 10, 2017

ane beli pigsen thn 2013 otr, beli kosongan aja dpt 18.3 jt. urus surat sendiri cepet cuma setengah hari stnk keluar. bpkp nunggu sebulan. antri stnk aja yg lama. beli cash lengkap d diler bs nyampek 23jt lebih. urus sendiri jd 20.9jt – jember

47. tolet teblum - January 10, 2017

Keuntungannya…
1. Buat dapetin STNK, TNKB bisa lebih mudah dan cepat.
2. Bisa lebih cepat mengendarai motor barunya
3. Biayanya lebih murah
4. Konsumen bisa punya kebebasan untuk memilih mengurus sendiri atau via diler.

Kekurangannya…
1. Bisa menambah daftar motor bodong
2. Penerimaan pajak bisa berkurang terkait no 1.
3. Calo bisa semakin banyak.

ada lagi yang mau nambahin? Biar kita tahu lebih banyak keuntungannya atau kekurangannya. Kalo lebih banyak keuntungannya, ya tak apa dijalankan.

anigaV - January 10, 2017

yakin ente lebih murah? dah pernah ente urus sendiri? yakin lebih cepat? neh yg buat negara ne gak maju, orang orang nya kaya sapi gampang digiring opini kayak ente ngangguk mulu mah.

PemadamKebakaran - January 10, 2017

anigav sales kah? kalap gituh.
jelas aja urus off the road lebih murah dari pada ngurus sama dealer karena dealer juga ambil komisi. istilahnya uang jalan lah… kek lu nyuruh temen lu beli rokok.

48. Ysa - January 10, 2017

yg perlu diperhatikan adalah proses kredit kendaraan melalui leasing Wak,
Mengingat selama ini sebagian besar proses kredit melalui Leasing / Finance Company. dimana sebagai jaminan kredit tersebut maka surat kendaraan (BPKB) wajib diserahkan oleh dealer ke pihak Leasing (sebagai Jaminan Kredit). nah apabila konsumen diberikan opsi untuk mengurus sendiri maka akan susah secara proses kredit Leasing. Apa jaminan bahwa BPKB tersebut apabila diurus sendiri oleh konsumen setelah selesai di Samsat pengurusannya akan diserahkan ke Leasing?
Kecuali apabila pembelian secara Cash / Tunai ya g ada masalah
yang kedua adalah Harga Kesepakatan penjualan Kredit antara Konsumen, Dealer, dan Leasing. dimana selama ini acuannya adalah harga On The Road. dimana biaya pengurusan BBN include didalamnya dan nilainya FIX (Sesuai Pricelist). nah apabila diuruskan sendiri dengan banyak variabel biaya pengurusan di Samsat tentu akan berbeda2 nilai OTR yang disepakati antara satu konsumen dgn konsumen lainnya walaupun Tipe Kendaraannya sama.
kembali ke sisi konsumen sebenarnya, kalau ini diterapkan maka yang akan terdampak adalah disisi Financing Kreditnya. untuk Cash tidak ada masalah asal konsumen bisa dan sempat mengurus sendiri surat-surat kendaraan di Samsat…. IMHO

49. bedjo cute - January 10, 2017

klo saya sih menilai keputusan no 3-5 itu kurang punya nilai tambah
secara Off The Road udah jelas harganya di NJKB+PPN+PPh22.
harusnya bukan di larang, tapi lebih transparan, biar konsumen juga tahu untuk apa saja biaya yang telah di keluarkan. klo gini kan harga-nya makin ga pasti nih..

NB: yuk buka biro jasa di depan dealer

50. Mray - January 10, 2017

Beli moge dealer resmi harga off the road bisa juga dong wak ??? Gausah ngurus pajak modal nekat jadi moge bodong harga rasionable😂😂😂

51. Achmad Hasyrul - January 10, 2017

Harga Off The Road sama ngga dengan harga yang tertera di Faktur Penjualan dari Pabrik yang biasanya diselipin di BPKB?

Rekomendasi no.3 s/d 5 itu ada baik ada buruknya, seperti yang udah disampein temen di komen di atas, tapi sebaiknya biar konsumen memilih aja…

Balik ke jaman dulu kebanyakan diler yang dicantumkan harga Off The Road

52. nkong - January 10, 2017

setuju asal di permudah pengurusannya…

53. Bolanhok - January 10, 2017

setuju juga dgn cara begini. jadi teringat tim2 yang ikut balapan 250cc yang mesin cadangan saja harus kanibal dari motor yang dibeli ON THE ROAD karena pabriknya sendiri pelit TAK MAU SPONSOR APA-APA.

anigaV - January 10, 2017

kowe tuh pekok. emang semua masyarakat buat tim timan? ente juga kagak punya tim sog sog an lagi. fix otak ente gampang kena doktrin.

54. anigaV - January 10, 2017

memang para pemimpin ne kedok aja seolah olah pro konsumen, tapi kalo dah kena duit timbulah hal seperti diatas. emang dibuat beda gitu ngaruh ya? toh kalo beli off the road tetep harus ngurus sendiri dan lebih ribet. kog koplak tenan mereka buat aturan. dibuat beda harga dealer off the road penggiringan opini supaya seolah olah harga sepeda motor murah, toh tetep aj harus diurus jugak. pekok nya gak ketulungan.

PemadamKebakaran - January 10, 2017

contoh sales kalap di atas.

55. C1bl3k - January 10, 2017

Setuju deh, samsat sudah mulai gak ribet sekarang

56. bagos - January 10, 2017

kalau ada pembeli yang males mengurus/sengaja tidak mengurus gimana?
kedepannya ga moge aja yang ga ada suratnya mocil juga banyak nih nanti

57. mukidi wae - January 10, 2017

semoga aja dlm waktu dekat bisa bayar pajek cukup OL via hp,,ke samsat ofline/online cuma ambil print out stnk.
Hariii ginii msh ngantri didepan loket???
hahaahaa

58. h666 - January 10, 2017

Mslhny brani g nyontek viar yg jual mtny off the road??

59. Say full jump milk - January 10, 2017

Klo ane setuju wak,,bnyk yg koment ribet lah,kena calo lah,dll.klo menurut ane jangan bilang ribet atau kena calo klo blm prnh mencoba ngurus sendiri,sama halnya ngurus pajak motor,katanya ribet,lama,banyak calo dan bla bla bla.tapi krn penasaran dan pengem tau anecoba ngurus sendiri tnyata gk seribet kata orang,,klo mslh calo atau ribet itu mah tergantung pribadi msg”,

60. pingpong - January 10, 2017

berarti harga CBR250RR sebesar njkb = 37 jutaaan… ntar yg cbr150r apa 15 jtaan saja???

61. gedhes - January 10, 2017

Emang sih selisihnya 1-2jtan pengalamat beli motor merek K 2013 lalu, tp kalo ini (3-5) jd di sah kan hakim ngurusnya dipermudah gak? Krn setahu sya pengurusannya mirip ngurus surat kendaraan 5 tahunan selagi faktur ada mah lancar, emang ribet ke loket2nya krn gak urut semacam dipimpong kesana kemari dan butuh waktu sehari itupun cuma dpt stnk sedangkan bpkb jd 3 bulan plat nomor 6 bulan (sya di lamongan jatim). Nah yg sya takutkan nantinya ada kerjasama antara dealer sama samsat yg dmn kurlebnya yg ngurus sendiri dipersulit yg diurus dealer dipermudah ya semacam beli cash sama kredit scra 2016 kemarin beli motor H sama Y barengan aja surat2nya duluan jadi si H cuma 2 minggu sih Y 1 bulan kuran 3 hari, itu kasus yg sya alami beli cash. Nah gimana skema pembelian kredit? scra kredit kan bpkb nya “ditahan” pasti gakbisa urus sendiri klo bukan dealer yg urus ya pihak leasing yg urus, ujung2nya habisnya sama aja segitu2 juga, scra di indonesia ini yg beli kredit 80% keatas sisahnya cash, org kaya beli mercy aja kredit

62. tolet teblum - January 10, 2017

anigaV – January 10, 2017

yakin ente lebih murah? dah pernah ente urus sendiri? yakin lebih cepat? neh yg buat negara ne gak maju, orang orang nya kaya sapi gampang digiring opini kayak ente ngangguk mulu mah.

==================
Harga Off the road dan harga on the road kan ada selisihnya tuh bro. Faktor yang menyebabkan adanya selisihnya itu kan salah satunya karena ada biaya diler atau mungkin lebih tepatnya ongkos urus bikin surat2nya. Kalo itu kita urus sendiri, maka dana yang sedianya mengalir ke diler, malah untuk kita kan? Jadinya lebih murah kan?

Tapi ya ada kelemahanya sih, untuk membawa kendaraan ke samsat, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kalo mau nekat, bisa pakai TNKB kendaraaan lain dulu.

Lalu….biasanya, untuk mendapatkan STNK dan TNKB harus menunggu selama 2 minggu hari kerja. Kenapa bisa selama itu? Karena biasanya pihak diler menunggu dulu sampai banyak yang dibawa ke samsat. Lebih milih tiap hari ke samsat atau nunggu seminggu dulu baru ke samsat? Atau gini deh, mending sekali jalan bisa ngurus banyak atau sekali jalan cuma ngurus sedikit? Kalo ane sih mending sekali jalan bisa ngurus banyak sekalian. Proses di samsatnya juga kisaran 2-3 hari kok.

“orang orang nya kaya sapi gampang digiring opini kayak ente ngangguk mulu mah.”
hehehehehe…..wah mas bro, masa yang berbeda pendapat dengan ente, langsung dicap buruk sih bro? Kalo memang kurang sependapat, sanggah aja bro pendapat ane. Negara ini kan menjamin kebebasan untuk berpendapat. Tapi inget ya bro….sopan santu dijaga. kalo bisanya cuma mengumpat aja,bocah sd juga bisa bro. jadi, sanggah aja bro pendapat ente dan goyahkan pendapat ane, oke amigo?

Say full jump milk - January 10, 2017

Biasa mas bro SOP Sales

PemadamKebakaran - January 10, 2017

biasa bro keknya sales die. ampe die hard gitu belain harga on the road.

63. orga - January 10, 2017

yg komen ada beberapa jenis:
1. baca judul doank lgsg komen
2. baca sebagian lgsg komen
3. baca seluruhnya tapi belum paham, tp komen seolah2 paham

Menurut gw:
1. on the road atau off the road rekomendasinya merupakan pilihan
2. soal leasing, ya gampang lah. Kalau mau pake leasing harus proses on the road (kebijakan utk yg leasing, kalo ga setuju ya beli cash aja)
3. soal calo. ini yg komen pasti yg ga pernah ke samsat urus STNK/SIM sendiri atau yg SIM nya nembak, krn malas ujian tertulis dan lapangan tapi nyalahin calo dan polisi.
4. soal harga, PASTI jatohnya lebih murah kalau beli off the road dan urus sendiri
5. soal akan banyak motor bodong, itu urusan polisi broooooo bukan urusan lu….

PemadamKebakaran - January 10, 2017

yang nomor 1 kadang dipersulit bro sama salesnya buat ambil off the road.
nah yg nomor 3 setuju banget sama ente. emang budaya kita maunya serba praktis cepet ya kek sim gitu, ane aja disuruh nembak bikib sim ama bokap. kgk ane turutin test sendiri dan selisih sama bikin di calo bisa 400 rb lebih.

64. FBO - January 10, 2017

Sebenernya setuju aja ada harga off the road dan urus sendiri tapi mengingat begitu keterlaluannya praktek pungli dan korupsi di negeri ini jadi males ngurus persyaratan dokumen kendaraan sendiri karena pasti kalo gak bayar pungli, urusan baru kelar setahun kemudian dan pihak samsat gak ngasih hukuman ke pegawainya karena kejadian ini atau bahkan sekedar ngasih tata cara resmi yg detail berikut rincian biaya dan waktu pengurusan yg benar ke konsumen yg mau ngurus sendiri..
Bobrok banget manajemen birokrasi Indonesia..

65. novarioadi - January 10, 2017

ijin share om

66. Cover Ban Serep - January 10, 2017

Lebih enak ngurus sendiri sih, jadi tau sistemnya

67. telkom - January 10, 2017

Bahas 1 dan 2 dong wakji

68. M3 - January 10, 2017

klo mnta tolong diler..pasti ada uang “transport”
pasti itu…hahahah

69. PemadamKebakaran - January 10, 2017

makin membuktikan kalo di komen blog blog motor banyak bertebaran sales.
liat aja pada kalap. pabrikannya kena kartel + ladang duitnya ilang.

70. willy - January 10, 2017

gak setuju, ada cara yang gampang kenapa cari yang susah?
lagipula kalau terbukti salah, kenapa pakai cara win-win solution? bukannya lebih bagus jatuhin hukuman aja!?
kppu mau minta duit, eh pemerintah pusatnya tegas menghukum pelaku pungli..

71. DaJo - January 10, 2017

hmm keren.

72. nananghermantul - January 10, 2017

aku mah yes aja

73. andri - January 10, 2017

ide yg bagus.
supaya cepat direalisasikan

74. Fajri - January 10, 2017

Sy tahun 2014 bulan 8 beli vario 125 ISS OTR Gresik 18,1 jt
Pengen ngurus sendiri harga 14,9 jt Off TR, faktur terbit 4 hari setelah motor doamtar ke rumah
Setelah faktur keluar ngurus sendiri gampang, sehari udah langsung dapet plat nomor dan stnk pajak (yg 5 taun katanya blangko habis dan dikasih bersamaam dgn bpkb)
Total administrasi di kepolisian 1,345jt
Total 14,9 + 1,345 = 16,3 jt masih kembali. Harga OTR 18,1jt.
Harga di faktur 10,9jt. Jadi untung diler adalah 4jt (plus biaya shipping) dan ceperannya adalah hampir 1,8 jt
So anda simpulkan sendiri ya, sy ga ada niat menggurui apapun

75. Fajri - January 10, 2017

Dan satu lagi, faktur kalo udah terbit, maka kepengurusan suratnya adalah maks 2 bulan terhitung dr masa faktur terbit.
Kalo lebih dr itu ga akan bisa diurus dan dianggap motor bodong. Caranya ya minta pihak diler utk menerbitkan faktur lagi, tp gatau gmn caranya
Info aja dr samsat, krn ane pernah tanya langsung

76. Dajo - January 10, 2017

hmm keren

77. Ride3 - January 10, 2017

Lebih baik ada instansi khusus yang ngurus pembayaran otr, biar mudah diawasi daripada dari dealer

78. tolet teblum - January 11, 2017

74. Fajri – January 10, 2017
Sy tahun 2014 bulan 8 beli vario 125 ISS OTR Gresik 18,1 jt
Pengen ngurus sendiri harga 14,9 jt Off TR, faktur terbit 4 hari setelah motor doamtar ke rumah
Setelah faktur keluar ngurus sendiri gampang, sehari udah langsung dapet plat nomor dan stnk pajak (yg 5 taun katanya blangko habis dan dikasih bersamaam dgn bpkb)
Total administrasi di kepolisian 1,345jt
Total 14,9 + 1,345 = 16,3 jt masih kembali. Harga OTR 18,1jt.
Harga di faktur 10,9jt. Jadi untung diler adalah 4jt (plus biaya shipping) dan ceperannya adalah hampir 1,8 jt
So anda simpulkan sendiri ya, sy ga ada niat menggurui apapun

Reply
75. Fajri – January 10, 2017
Dan satu lagi, faktur kalo udah terbit, maka kepengurusan suratnya adalah maks 2 bulan terhitung dr masa faktur terbit.
Kalo lebih dr itu ga akan bisa diurus dan dianggap motor bodong. Caranya ya minta pihak diler utk menerbitkan faktur lagi, tp gatau gmn caranya
Info aja dr samsat, krn ane pernah tanya langsung

==================================

Wah ini mirip jawaban ane kalo bro anigaV masih mau diskusi ma ane.

Buat bro anigaV, makin kuat kan bukti kalo…
Keuntungannya…
1. Buat dapetin STNK, TNKB bisa lebih mudah dan cepat.
2. Bisa lebih cepat mengendarai motor barunya
3. Biayanya lebih murah
4. Konsumen bisa punya kebebasan untuk memilih mengurus sendiri atau via diler.

Jadi sudah terbukti tuh keuntungannya bisa bermanfaat bagi konsumen.

Mengenai banyaknya calo, ya itu mah tinggal kitanya mau repot dikit apa kagak? Kalo ane sih repot dikit ya gpp lah, toh setimpal dengan pengalaman dan wawasan ane yang makin bertambah yang jadi semakin tahu proses mengurus motor off the road. Kalo ngga mau repot ya lewat calo, tapi kalo niat awalnya ke calo, ya mending diler aja yang ngurus.

79. neutral aza - January 11, 2017

setuju banget kalau sebelum motor di kirim. pembeli mengurus stnk sendiri dahulu sebelum motor dikirim. seperti di luar sana. kl trx kredit, setelah acc, leasing terbitkan rekomendasi terbit faktur. Tambahan: utk pertama bayar, sekali bayar utk bbrp tahun. jadi motor tsb ga akan bodong. ga bole kirim sblm ada stnk. dibuat hukum nya.

80. orongorong - January 11, 2017
81. Superman - January 11, 2017

Setuju banget wak…
Aq pernh ngurus sendiri pajak motor baru cuma setengah hari selesai kq..
Udah dapet STNK n plat nomer langsung…
BPKB tunggu 2 minggu..
Biaya juga cuma setengahnya biaya dealer..

82. SS - January 12, 2017

bagus lagi klo ada tambahan dari KPPU
– konsumen beli cash, harga off the road include STNK + BPKB + plat nomer… 😀 😀
(sudah saatnya dirubah, kenapa beli cash selalu lebih sulit)

83. Edhoy - January 12, 2017

Kalau penggunaan On the road price dan NJKB yg sesuai, maka ga ada lagi “keuntungan siluman” dari dealer krn ada “selisih” antara NJKB dan On the road yg cukup besar.

Coba aja dicek berapa gap antara harga on the road dgn NJKB…
Pasti keliatan besaran margin nya..

84. Kupret - January 14, 2017

Ini gara gara dugaan KARTEL sih ya….

Klo memang dugaan kartelnya terbukti kasihan banget pabrikan lain ya….walau penjualan melejit tapi caranya …..?????



%d bloggers like this: