460x110-indent-now

TMCBlog.com – Bro sekalian, dulu kira-kira tahun 2006 ke 2007 disaat MotoGP turun kapasitas mesin dari 990 cc ke 800 cc, ada istilah “Dani-sentris” yang media pakai untuk menjuluki Honda RC212V Wiro sableng karena perubahan dimensi yang cukup radikal demi seorang Dani Pedrosa. Yup, Pedrosa yang tahun 2006 selalu kewalahan mengontrol RC211V 990 cc merasa sedikit diuntungkan dengan mengecilnya dimensi motor MotoGP di tahun 2007 tersebut, walau sayang belum bisa merangkul gelar juara dunia. Nah 1 dekade berikutnya, di tahun 2017 ini ada “Lorenzo-sentris” dari Ducati yang sesuai dengan pernyataan Paolo Ciabatti, bahwa Desmo GP17 nanti dikembangkan mengacu pada riding style Jorge Lorenzo. Memang Lorenzo sangat di-anak-emas-kan oleh Ducati, selain nilai kontrak yang sangat besar ternyata perlakuan spesial lainnya adalah riset dan pengembangan mesin balap Ducati mengacu kepadanya.

MBtech - TMC sep16

tnt25_tmcblog

Lalu kepada MotoGP.com , Ciabatti mengungkapkan perasaannya tentang Lorenzo dan masa depan Ducati. “Kami yakin bahwa kami sanggup menjadi sebuah team yang sangat kuat di tahun ini.” Kata Ciabatti dengan pede-nya nih.. “Sepanjang karirnya di MotoGP, Jorge selalu memakai motor pabrikan langsung, jadi dia harus mampu beradaptasi dengan Ducati baru, yang pasti memiliki karakteristik sangat berbeda. Namun kami sangat memahami riding style Jorge Lorenzo. Kami pun sangat percaya diri bahwa kami mampu meraih keberhasilan bersama Jorge. Pembalap sepertinya, yang mana telah memenangkan 3 gelar juara dunia, akan selalu sanggup bertarung di dalam perebutan gelar juara dunia dan mungkin juga akan memenangkannya. Ducati sangat senang bisa memiliki dan bekerja bersama Jorge.”

Saya merasa bahwa tahun ini kami bisa bertarung untuk merebut gelar juara dunia, dengan kedua pembalap kami-Jorge dan Andrea. Dan Ducati sangat berharap bisa membangun sebuah mesin (motor) yang tepat demi tujuan tersebut” jelasnya.

Andrea Dovizioso, rekan setim Jorge Lorenzo yang baru seakan membuka potensi GP17 kepada publik. Dirinya mengatakan; “Mesin GP17 lebih lembut, yang artinya itu adalah sebuah pertanda baik. Semuanya kini terasa lebih nyaman dikendarai dan kecepatan kami tetap bagus. Saya sangat bahagia dengan ini.”

Dari sini jelas sedikit terungkap bahwa Ducati mengembangkan Desmosedici GP17 (kalaupun itu adalah nama yang akan Ducati pakai) mengacu kepada seorang Lorenzo. Pengalaman Lorenzo yang selama karir MotoGP nya bersama Yamaha yang notabene adalah motor paling enteng ditekuk, menjadi salah satu senjata Ducati untuk kembali kompetitif demi gelar juara dunia. Saya beropini, Lorenzo harus tetap beradaptasi lebih kepada Desmosedici, karena menurut sejarahnya Desmo tidak pernah akur dengan pembalap manapun. Bahkan seorang Casey Stoner masih kewalahan di atas mesin Desmo GP. Semuanya akan menjadi mudah bagi Ducati dan juga akan jadi hal yang menarik ketika Lorenzo mampu tampil cepat dan memenangkan setidaknya 2 dari 3 seri pembuka MotoGP. Karena ketiga trek pembuka musim selalu cocok dengan karakter Desmosedici, namun akan menjadi jauh lebih menarik nih saat balapan mulai memasuki sirkuit daratan Eropa dan Jorge atau Andrea sanggup tampil kompetitif bersama Desmo GP17 menghadapi the Alien bersama motor Jepang mereka, terutama untuk bisa fight dengan Marc Marquez dan Valentino Rossi.

Silahkan share opinimu sob.

Nugie TMCBlog

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

tmcblog youtube channel
TMC ADS

48 COMMENTS

    • Rossi total 9X,,
      Jorge total 5X,,
      Marquez 5X,,
      Pedrosa 3X,,

      itu yg benar,,

      Tanya ke Pak_Taufik kalo lum yakin,,

      Guest
  1. wah,, enak dong dapet motor yg uda menyesuaikan riding style nya,,
    ga ky dulu ya keras kepala ducatinya bikin motor,,
    btw ga ada berita tentang rossi?
    katanya car accident..

    Guest
  2. Rossi & berikut rombongan crew sentris di M1 .. waktu yamaha masih masa kelam

    Lorenzo sentris? ? wajar.. harapan yg musti dibayar mahal..

    yang hebat waktu M1 masih Rossi Sentris tapi Lorenzo udah mulai bisa head to head sm Rossi..hmm.. inget tahun berapa??. abis itu ada dinding pemisah yaa? atau tembok Cina..hee

    Guest
  3. Hhmm kemungkinan jorge bs juara, mn qta tau?
    Roda kan buled!
    Casey kewalahan? Segitu jg bagus bs juara dunia
    #monoshock #turbular

    Guest
  4. ekekekek

    Lorenzooo Pembalap ” Pembunuh Berdarah dingin ”

    btw..ngenessss Dani Pedrosa Di Honda

    Udah Jumpalitan Cuma buat ngisi slot Di Honda Repsol

    hayayayayayyaya

    Guest
  5. minim kemungkinan jd juara, yamaha yg segitu mudah dia kendalikan aja banyak zonk nya… apa lg ducati yg baru dia kenal….

    Guest
  6. Susah sih kalau langsung jardun, tapi siapa yg tau?! semua kemungkinan bisa terjadi, yakin 3 rider yg biasa nangkring di 3 teratas bakal ada yg tersingkir. Entah itu jorge, marq atau rossi.
    btw keren juga Ducati sama jorge keren juga pke warna hitam kelir merah.. Mungkin next livery ducati bakal kaya gitu??

    Guest
  7. sepertinya berat……untuk jurdun!! di yemehe aja yg rangkanya sasis bagus mesin lembut aja cm 3 x jurdun…apalg ini mesin jengat power besar..sasis kaku ga bisa belok….cm kenceng pas trek lurus….!!! aduh….berat33333x!!!! mbah oci yg dah pegang 500cc 2 tak power besar….rcv power besar aja kewalahan sm ni motor……….

    Guest
  8. kalo boleh saya bilang si dovi kayaknya coock pake motor apa aja yak
    pake honda bisa
    pake yamaha lumayan adaptasinya
    sekarang pake ducati pun lumayan lah walau kesulitan di awal awalnya

    Guest
  9. semoga aja pas push motor nggak ada kejadian sakit perut ampe nangis2 kayak stoner dulu(nggak bisa bayangin dah gimana liarnya desmo dulu ampe kayak gitu)

    Guest
  10. ada istilah “Dani-sentris” yang media pakai untuk menjuluki Honda RC212V Wiro sableng

    =====

    Wak..
    Maksudnya Wiro Sableng ini apa yah?
    Kok bs dijuluki Wiro Sableng?
    😀 😀

    Guest
  11. pembalap sendiri yg hrs bisa beradaptasi diatas motor
    motor itu benda mati, bagaimanapun canggihnya ttp rider utamanya

    lets see, season 2017 on the way

    Guest
  12. tidak mudah lorenzo dengan ducati untuk bisa menang di semua lintasan, apalagi lorenzo yang menuntut tidak merubah riding style dan minta ducati yg menyesuaiakan. Jika ingin kompetitif ducati dan lorenzo harus bisa membuat set up motor yang bisa unggul ketika duel satu lawan satu di mana motor yang digunakan harus lebih lincah agar mudah di kendalikan ” just my opini “

    Guest
  13. jangan lupa Vinales dan Ianone kang.. lumayan juga mereka skill nya.. jangan” malah mereka yg sering podium.. hehehe..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here