460x110-indent-now

TMCblog.com – Bro sekalian, di pembahasan tech talk Yang lalu lau, kita pernah membahas dan memaparkan mengenai Hubungan kenapa Pemilihan Oktan bahan bakar harus disesuaikan dengan Kompresi mesin dari kendaraan. Kenapa Mesin Dengan Kompresi tinggi harus menggunakan bensin yang tidak mudah terbakar / Oktan tinggi dan sebaliknya. Nah Di artikel tech talk Khas tmcblog kali ini kita akan sama sama mebahas sebuah mesin yang unik dimana Rasio Kompresi dari mesin tersebut bisa berubah ubah dari Kompresi rendah ke Kompresi Tinggi . . . nah kepo kan ? silahkan cekidot artikel dan video yang terinspirasi dari postingan engeenering explain ini sob

MBtech - TMC sep16

tnt25_tmcblog

Jadi Gini di awal Video, tmcblog menjelaskan kembali soal masalah Kompresi mesin dengan harapan sobat sekalian cukup paham dengan apa yang dimaksud dengan kompresi mesin . . . Lalu Setelah itu Kita Masuk ke Mesin nya sendiri Variable Compression Engine dari Infinity  . . Mesin ini sejatinya adalah mesin Diesel sehingga tidak heran Jika mesin ini bisa memiliki kompresi yang sangat tinggi. Tercatat VC-T engine Infinity ini bisa berubah Rasio Kompresinya dari 9:1 ke 14:1 . ..

Di bagian penggerak Pistonnya boleh dibilang bekerja dengan komsep yang sama dengan mesin diesel pada umumnya. Mesin diesel pada dasarnya mirip dengan mesin bensin 4 tak, namun pada mesin diesel tanpa kehadiran percikan api . . . namun di bagian CrankShaft, ada semacam lempengan koneksi berbentuk jajar genjang yang bisa membuat gerakan dimana tuas Conection Rod/ Conrod/ setang seher bisa bervariasi jadi lebih ‘turun ‘ ke bawah atau lebih ‘naik ke atas’

Nah turun dan naiknya posisi dari Conrod/ Setang seher dari turun ke bawah menajdi Naik ke atas ini lah yang membuat efek perubahan Kompresi mesin dari rendah ke tinggi. . . Gerakan Jajar Genjang yang bisa miring turun atau naik disebabkan ada sistem mekanisme yang mendorong atau menariknya Conection Rod. Sistem pada plat jajar genjang ini ini terdiri dari dua titik tumpu dan dua lengan dan bisa sobat lihat di Gambar gambar di atas.

TMCblog belum tahu apakah sistem ini bisa diaplikasikan ke Motor atau nggak, secara sampai sekarang mesin ini mayoritas diaplikasikan ke Mesin Diesel. Cuma kebayang mesin ini akan sangat berguna . . Misalnya saja di mesin Motor ada Knock Sensor yang bisa mendeteksi adanya Knocking. nah jika sensor ini mendeteksi adanya Knocking, maka Informasi tersebut bisa diteruskan ke ECU. Setelah itu ECU akan memerintahkan Actuator di sistem Variasi Rasio kompresi akan membuat Kompresi mesin turun guna menghindari gejala Knocking . . Cerdas bukan, silahkan dikunyah kunyah dan semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

49 COMMENTS

  1. Kalo di Honda old CBR 250 R, sistemnya dia ngerubah durasi pengapian. menyesuaikan bahan bakar. Biar gejala knocking bisa di tekan. Motor lain belum tau

    Guest
  2. kalo buat mesin kecil, ukuran mesin lbh besar dan berat (komponen mesin bertambah) dan harga per satu mesin nya jd lbh mahal. msh efisien sensor elektronik kynya klo bwt mesin kecil

    Guest
  3. kalo ane sih user masa bodo, beli motor buat dipake. kecuali orang bengkel atau yg sog begaya tau mesin alias teori doank silaken ngoceh.

    Guest
    • lu mau bilang wak taufiq jg sok bergaya gitu.teori doang gitu..kalo lu cuma user dan gak tertarik dgn pengetahuan .mending mingkem gak usah nyinyir..bagi enthusias otomotif. .pengetahuan seperti ini menarik utk diketahui..jangan samakan semua orang dgn otak lu yg sempit itu. terus dgn seenak jidat lu menilai orang lain cuma ngoceh doang.

      Guest
  4. untuk mobil jenis apa aja nih mas yg bs ubah2 kompresinya?
    apa mobil2 sedan mewah?
    atw suv? mpv menengah?
    atw truk2 gt jg?

    Guest
  5. misal ni wak, kalo bisa variable kompresi amplikasikan di motor, naruh bahan bkarnya gmna? masak nunggu bahan bakar habis baru d sesuaikan kompresinya, kalo g nunggu habis g mgkn jg bahan bakar misal bensin di campur pertamax turbo.

    Guest
  6. mungkin, di aplikasikan ke motor tp dijamin gak menguntungkan
    harga pasti jadi mahal, lagian inovasi mesin itu udah lewat masanya, thn 80-90am itu lg gila2 nya. sekarang mah bukan fasenya tinggal nyempurnain aja teknologi2 yg udah ada hehehe..
    Supercharge,Turbo, VVA, DOHC dll, itu mah teknologi lama sob, jgn mikir itu sesuatu yang canggih dan hebat

    Guest
  7. Ada cara lain Wak selain dengan cara ini.
    Mungkin VVA dari Yamaha pun bisa dimodifikasi menjadikan durasi yang panjang.
    Mesin diseting dengan kompresi tinggi
    Di RPM rendah bukaan katup in (dengan VVA) dimodifikasi dengan durasi panjang. Sehingga Katup In tetap terbuka beberapa derajad (10-20) ketika langkah kompresi dimulai, katup in tetap terbuka.
    ini dapat menurunkan kompresi mesin.
    Dan saat RPM tinggi Durasi katup in menjadi Normal,
    sehingga kompresi mesin melonjak.

    Guest
  8. kalo di special engine, misal kx85 yg punya kompresi variabel antara 9.2:1 – 10.0:1 . apa itu juga disebut variable compression engine pd sepeda motor wak ?

    Guest
  9. Seberapa efektif bila dibandingkan dengan variable timing pengapian ?
    ________________________________________________________________
    mgkn yg pakai diesel ya pakai atur kompresi ini, karena diesel gak ada busi yg bisa diatur timing pengapiannya (percikan api busi), timing pengapian busi sejatinya sama kya ini, ngatur kompresi jg

    Guest
    • @Semar…nuwun sewu.
      timing dlm diesel engine tetap ada..yi dg pengaturan waktu kpn saat yg tepat bbm solar dimasukkan ke ruang bakar..biasanya disebut timing injection dlm satuan derajat sblm top dead center.
      Sehingga bisa diatur maju mundurnya pengapian…

      Guest
  10. Sensor knocking dah ada di mobil” sejuta umat…apapun jenis bbm yg dimasukkan walo gonta ganti prem..ptlite..max/turbo…tetap bisa dilayani dg timing yg tepat…cm beda di power saja.
    Nah klo variable compression ini cenderung ngejar efisiensi dlm pemakaian bbm yg sama..misal saat dipakai low load bisa kompresi rendah mengurangi beban mengkompresi tinggi dan mengurangi getaran….sehingga saat laju ditol bisa haluusss..dsn irit

    Guest
  11. mesin 2 tak kompresi rendah karbu premium oke tenaga joss perawatan ringan
    mesin 4 tak kompresi tinggi fuel injection pertamax plus plus plus tenaga setengah mesin 2 tak perawatan mahal onderdil cepat aus.

    Guest
  12. Nggak efisien karena dimensi mesin akan lebih besar buat mengakomodir part tambahan dibawah kruk as. Meski utk mesin diesel sekalipun yang notabene bobot mesinnya sudah berat ditambah part yg bikin tambah berat. Lebih baik dikembangkan teknologi direct injection atau common rail yg bisa lebih efisien ngebaca kompresi.

    Guest
  13. setuju, nggak efisien buat mesin bensin. mending engine pakai turbocharger, begitu knock sensor aktif, katup pembatas tekanan mulai bekerja mengurangi boost, atau pakai variable nosel, begitu tekanan over (knocking), nosel variabel akan mengatur agar putaran turbin berkurang tekanannya.
    jadi terpisah sama blow off valve,

    Guest
  14. Wak haji …kalau hanya untuk mengatasi knoking di mesin tehnologi ini terlalu mahal…
    Lebih efisien pakenl tehnologi yg di pake pada mesin2 mobilnsekarang…dengan memundurkan pengapiannya …lebih murah..

    Guest
    • Bantu jawab
      Ya benar om, tidak mudah terbakar diruang bakar
      Cari aja artikelnya, pak taufik dah pernah membahasnya

      Guest
  15. Mungkin nih teknologi udah diterapin di allnew pajero sport tipe dakar ya wak, supaya penggunanya gak malu kalo mobilnya pajero tapi ngebul

    Guest
  16. Wak mau tanya, bukannya kalo diesel semakin tinggi tingkat cetane number nya akan semakin cepat terbakar, dan semakin rendah cetane nya akan semakin lama terbakar, bukannya knocking itu istilah yg menggambarkan jika bahan bakar duluan terbakar ya wak? Jdi apa gunanya teknologi ini di mesin diesel wak, jdi kayak pemborosan gitu.. Mending diterapin di mesin yg berbahan bensin biar lebih berguna, thanks wak

    Guest
  17. Diesel, kalo solar susah kebakar, maka agar tenaga keluar injection timing dimajukan agar pembakaran maksimum diperoleh tepat setelah TMA (ignition delaynya panjang). nah, ketika dimajukan itulah, solar yang disemprotkan duluan ada yang sudah terbakar banyak, melawan gerakan piston yang masih berjalan ke TMA. hal ini menjadi knocking, apalagi jika engine mulai ada kerak karbon (pemicu panas).

    jika cetane number tinggi, mudah terbakar (ignition delay pendek), maka injection timing tidak perlu maju banyak, jadi ketika disemprotkan cepat terbakar, cepat tercapai tekanan maksimum, piston sudah dekat sekali dengan TMA.

    karena sudah dekat TMA, tekanan pembakaran sedikit sekali yang melawan gaya piston, sehingga knocking berkurang/hilang.

    ketika knocking, pada mesin diesel bisa diatasi dengan menaikkan rasio kompresi (disertai memundurkan injection timing) atau menaikkan angka cetane (dengan juga memundurkan injection timing).

    jadi jelas, rasio kompresi sangat ada hubungannya,

    Guest
  18. semakin maju timing injeksi, semakin besar kemungkinan knocking, semakin mundur timing injeksi, semakin kecil kemungkinan knocking.

    timing bisa dimundurkan hanya jika solarnya cepat terbakar. kalau solar tidak cepat terbakar timing dimundurkan, tenaga hilang (tekanan maksimum tercapai setelah piston turun jauh dari TMA)

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here