460x110-indent-now

TMCBlog.com – Bro semua, ada berita terbaru nih yang datang dari negara tetangga kita, Malaysia, bahwa salah satu pebalap terbaiknya di ajang Asia Road Racing Championship akan hijrah ke Indonesia di musim kompetisi 2017 ini pada kelas Supersport 600 cc (SS600). Yaitu Azlan Shah Kamaruzaman yang pernah mengukir prestasi sebagai juara Asia pada tahun 2013 di kelas SS600 dan juga sempat mencicipi kejuaraan dunia Moto2 di tahun 2014/2015. Memang Azlan bakalan pindah ke naungan tim Manual Tech KYT Kawasaki Indonesia dibawah pimpinan pakde Ibnu Sambodo, setelah tim lamanya Biker ART Racing Kawasaki asal Malaysia memutuskan untuk berhenti berlaga di ARRC kelas supersport.

MBtech - TMC sep16

tnt25_tmcblog

Pakde Ibnu Sambodo telah mengumumkan dua nama pebalap kelas SS600 tim Manual Tech pada ARRC musim kompetisi 2017, yang pertama H. A Yudhistira dan Azlan Kamaruzaman. Dengan demikian posisi Azlan disini menggeser kursi A.M. Fadli yang musim lalu menjadi tandem Yudhistira di kelas supersport. Lalu Fadli di 2017 masih akan bergabung dengan tim Manual Tech Kawasaki, hanya saja mesti rela turun kelas ke Asian Production 250 cc alias AP250. Sebagai rider pengganti Gupita Kresna yang memutuskan untuk pindah tim musim ini.

Ibnu Sambodo menerangkan; “Kehadiran Azlan di tim Manual Tech KYT Kawasaki merupakan titipan dari Kawasaki Heavy Industries (KHI) Jepang, karena tim Kawasaki Malaysia sudah tidak balap lagi.” Menurutnya juga akan ada banyak hal positif mengenai kehadiran pebalap Malaysia bernomor start 25 ini pada tim Manual Tech. Menurutnya hal ini juga bisa dirasakan seluruh personel tim dan Yudhistira.

Hal positif karena tim bisa mendapat feedback lebih banyak mengenai pengembangan mesin, tapi bukannya Yudhistira tidak mampu, dia mampu tapi jika masukan bervariasi kan bisa lebih maksimal lagi” ucap mekanik kawakan asal kota Jogjakarta tersebut. 

Rekan setim Azlan, Yudhistira, berpendapat bahwa dengan hadirnya pebalap asal negeri Jiran itu bisa menambah wawasan dirinya, dalam artian terbukanya kesempatan untuk sharing dengan Azlan karena pengalamannya yang lebih banyak.

Secara umum hadirnya Azlan bisa saya manfaatkan, dalam artian saya akan banyak sharing dengan dia apalagi kan pengalaman dia juga banyak. Azlan lebih senior dan saya akan belajar banyak dengan dia. Sebelumnya saya memang sering sharing dan sudah klop dengannya. Karakter Azlan hampir seperti M. Fadli, saat kita sharing dia akan beri tau semua, tidak ada yang disembunyikan” jelas Yudhis.

Menarik nih ketika tim asal Indonesia sudah menjadi rujukan untuk tempat bernaung pebalap yang bukan kelas kacangan. Yudhis musim lalu sanggup bersaing dengan pebalap dari Jepang, Australia, Malaysia dan Thailand di kelas supersport. Diharapkan, dengan bergabungnya Azlan akan ada transfer ilmu lebih banyak dan bisa meningkatkan daya saing pebalap Indonesia di kancah internasional.

Nugie TMCBlog

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

29 COMMENTS

  1. Ready stock miniatur motogp Valentino Rossi 2016,skala 1:18 150rb skala 1:10 315rb
    》WA 08128975956
    》pin bb 7DC513B2
    》line @elg8729k 》twitter & instagram @miniatur_motogp
    》Tokopedia http://www.tokopedia.com/diecastminiatur
    》Shopee http://www.shopee.co.id/miniatur_motogp
    》FP Facebook http://www.facebook.com/miniaturmotogpdanmotorsport
    》Bukalapak.com/miniatur_motogp

    Guest
    • masih terkendala biaya dan sirkuit kalo dinaikan jadi 1000cc.
      pernah dibahas sama wak haji kalo gak salah, yang berkomentar baru ahrt. ahrt masih mempermasalahkan peserta, minimal kaya skrng 4 pabrikan yang ikut. kalo cuma 2 pabrikan yang ikut tidak sesuai dengan biaya yg dikeluarkan. terus masalah sirkuit, masih banyak sirkuit yg kurang mendukung dengan biaya murah. ads sirkuit mendukung di asia paling suzuka, india, sepang dan thailand. selebihnya gak mendukung dan biaya sewa mahal

      Guest
  2. yang saya bingung pembalapnya langsung ditentukan sama kawasaki jepang. tapi kenapa motornya kurang diperhatikan ? motor yang dipake yudhis kan motor lama itu.
    waktu itu ada di artikel salah 1 tabloid roda 2. pakde ibnu diwawancarai kenapa bisa kalah sama cbrnya ahrt. karena motor yang dipake yudhis motor lawas tidak ganti motor baru hanya peremajaan sparepart saja, mesinnya ttp motor lama.

    Guest
  3. Judulnya titipan dari KHI jepang… … pakde ibnu sambodo welcome saja.. wong titipan nya juga Punya skill mumpuni.. bukan amvass yg dititip..

    Guest
  4. Gupita sebetulnya jago di kelas underbone, hanya saja kawasaki indonesia sudah ga punya produk underbone,setelah Edge dan Athlete Pro stop produksi,akhirnya Gupita dioper ke 250cc yang memang bukan spesialisnya

    :: memang dari dulu market underbone kawasaki ngos-ngosan,yang sukses cuma Kaze/Kaze R/VR dan Blitz/Blitz R (Blitz Joy kurang sukses), selain model2 itu kurang laku,entah teknologinya yang kurang berkembang (dari Kaze series hingga KSR/Z125 mesinnya ita itu saja) atau memang modelnya yang gak disuka konsumen

    Guest
    • Untuk kelas underbone ARRC musim depan, sudah pakai bebek 150 cc mesin berdiri 4 klep atau bakalan disebut UB150. Dan praktis Kawasaki yang gak punya produk seperti regulasi tidak bisa jadi peserta UB150.

      Guest
  5. Oh Aset Kawasaki Malaysia, bagus lah sharing-sharing sama pembalap Indo. Semoga betah di sini, masyarakatnya lebih sangar-sangar kalau disini hehe

    Guest
  6. kawasaki dagang di indonesia ambil pembalap kok dari luar, mana kontribusinya utk penjenjangan pembalap indonesia, masa indonesia cuma jadi ajang jualan n ambil untung doang. alesannya titipan kawasaki jepang tp kan yg danain tetep kawak indo.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here