TMCBlog.com – Bro sekalian Ajang Kompetisi Shell Eco Marathon Asia 2017 dibuat 2 Kategori kelas yakni Urban dan Prototipe. Baik Urban dan Prototipe dibagi lagi 3 bagian berdasarkan jenis energi yang mereka gunakan apakah ICE ( Internal Combustion Energy ) Battery Electric Energy dan Hydrogen Fuel  .. . Dan hari ini / Hari sabtu adalah waktu terakhir bagi kendaraan jenis Urban untuk melakukan kompetisi individu dengan mengukur kendaraan mana yang bisa mencapai konsumsi energi paling irit. Dari ketiga sub kategori ( ICE, Electric dan Hydrogen) akan hadir 6 team teririt yang akan naik ke Podium. Dan 4 terbaik ( teririt) dari 6 tersebut berhak maju ke babak DWC ( Drivers’ World Championship ) esok hari ahad .. Dan di kelas Urban, team Dari universitas Indonesia, Sadewa  jadi Juara dengan 375 km/liter. Rekor Asia sebelumnya adalah 275 km/liter, sehingga dapat dipastikan secara official Sadewa Pecahkan rekor asia.

Seharusnya team Sadewa yang menggunakan based engine Sepedamotor Honda Revo underbone FI ini sebenarnya memperoleh 399 km/liter namun Angka ini tidak diakui Karena saat melakukan run tersebut driver Sadewa tidak menyalakan klakson saat overtake peserta lain.

Secara teori akan ada 12 team yang akan ikut DWC Namun Menurut Mbak Anita Setyorini- Country Focal Point Shell untuk team Indonesia – karena team Urban di kelas Hidrogen sangat sedikit, sistem pengambilan wakil dari masing masing sub kategori untuk ke DWC esok berubah jadi masing masing sub kategori urban ICE Dan Urban Electric hadir 6 Team. DWC sendiri merupakan ajang race seperti layaknya race Motorsport, namun jelas akan ada kuota energi terbatas yang akan diberikan ke masing masing team yang ikut. Artinya bukan hanya soal Cepat, namun Juga soal Irit akan hadir nantinya sob.

Nah berikut ini adalah hasil kompetisi Shell Eco-Marathon Asia Kelas Urban Vehicle 2017

Urban Concept ICE

  1. Sadewa – Universitas Indonesia [ 375 km/liter ]
  2. Sapu angin -ITS team 2 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember [336 km/liter ]
  3. GARUDA UNY ECO TEAM – Universitas Negeri Yogyakarta [ 221 km/liter ]
  4. Samudra IV – Bengawan Team 2 – Sebelas Maret University [ 213 km/liter ]
  5. Cikal Etanol – Institut teknologi Bandung [198 km/liter ]
  6. DLSU Eco Car Team – I.C.E – De La Salle University Philipina [196 km/liter]

Urban Concept Battery Electric

  1. LH – ESTLac Hong University, Vietnam [108 km/kWh]
  2. Dagisik UPUniversity of the Philippines – Diliman , Phillipina [107 km/kWh]
  3. Nogogeni ITS Team 1Institut Teknologi Sepuluh Nopember [ 100 km/kWh ]
  4. KOOKMIN RACINGKookmin University [ 98 km/kWh]
  5. EnduroKiwisUniversity of Canterbury Australia [ 95km/kWh]
  6. NTU Singapore 3D-Printed CarNanyang Technological University Singapura [ 95 km/kWh]

Taufik of BuitenZorg

25 COMMENTS

  1. mntaffff
    yamaha aerox155 hijau stabilo.. fresh bro…. https://speedmotoblog.wordpress.com/2017/03/18/yamaha-aerox155-hijau-stabilo-komb-hitam-putih-cakep-dan-fresh/

    Guest
    • Maaf mbah, yang dipake Tim Sadewa mesin Supra X 125.. Saya kuliah teknik di sana soalnya dan saya cukup dekat dengan para anggotanya

      Guest
    • Ini lg darmo katro!!! Matane picekk opo dasar guoblokk!!! Sing nganggo motor Jupiter z1 team seko ITS. Fansboy guoblokk, picekk!!!

      Guest
    • Yg pake mesin Jupiter dr team ITS. Goblok dipelihara. Makanya yg melekkkk teknologi. Fanboy saraff lu!!!

      Guest
  2. Mantapp euy anak2 UI.. bisa sampe irit gitu ya wak.. seandainya ada pabrikan punya motor yg mirip2 iritnya kaya gitu. Wkwkwkwkwk

    Guest
  3. Sebenarnya saya bingung

    Meskipun mereka mahasiswa teknik mesin atau elektro sekalipun, apakah mereka diajarkan untuk mapping ecu?

    Sedangkan sudah pasti mesin seperti ini ecu nya di map ulang

    Guest
  4. Sadewa UI pake mesin NF125 alias Supra X 125 Series, bahan bakar gasoline. Sapuangin ITS pake mesin Yanmar L48AE 210cc, bahan bakar diesel. Kalo tim yang lain ane ga tau wak, hehehe.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here