TMCBlog.com – Bro seklaian – team Bumi Siliwangi dari Univ Pendidikan Indonesia ( UPI ) berbekal pengalaman menjuarai ajang Shell Eco-marathon tingkat Asia dan Dunia Tahun lalu maka tahun ini mereka kembali ikut dengan dua team yakni team kendaraan Urban dan team kendaraan Prototipe . . Untuk kesempatan ini tmcblog berhasil meliput profil team Bumi siliwangi 1 Yang turun di kelas Prototipe Shell Eco Marathon Asia 2017. team ini termasuk team team awal yang lolos di babak pertama technical dan Safety Inspection dan turun menggunakan sumber energi listrik yang memang merupakan kekuatan mereka ditahun sebelumnya.

Mereka menamakan Motornya Paksi Cheta EV karena nama tersebut merupakan kendaraan tunggangan legenda Pasundan yakni Prabu siliwangi. Mengenai mesinya sendiri, Team Bumi siliwangi ini menggunakan mesin Listrik BLDC ( BrushLess DC Motor ) 3 Phase dengan kekuatan 500 Watt. kenapa Pakai Motor Listrik, adalah pembimbing mereka dari UP yakni Pak Ridwan Adam M Noor yang menjelaskan bahwa karena UPI yakin Listrik merupakan sumber energi yang akan lebih banyak dipakai oleh kendaraan masa depan.

Team Bumi siliwangi pun menjelaskan bahwa kalau soal mesin mereka ambil mesin yang sudah siap pakai, namu controller, dan semua jalinan mekanis penggerak mereka bangun sendiri dengan tujuan utama menghilangkan segi gesekan sehingga saat melaju friksi/ gesekan tidak menjadi faktor signifikan dalam konsumsi energi listrik

Saat di coba di Bandung, team Bumi siliwangi mengakui bahwa kendaraan Paksi Cheta EV5 ini bisa mencapai 400 km per kWh . . whuaaaa . . Jika saja dikonversikan . . maka dengan bandrol pelanggan listrik rumah tangga berdaya 900 VA Rp791/kWh per 1 Januari 2017 . . maka dengan uang kurang dari 1000 rupiah, kendaraan ini mampu berjalan 400 km  . . amazing . . Namun saat artikel ini ditulis jam 11:45 waktu Singapura, dengan alat ukur panitia joule meter . . . kendaraan bumi siliwangi masih mencapai angka 69 km/kwH . . semoga angka ini masih bisa di update sampai esok waktu perlombaan . . update jam 14 waktu singapura, Bumi Siliwangi sudah bisa mencapai 346 km/ kWh

Taufik of BuitenZorg

19 COMMENTS

  1. Teu nyangka barudak UPI…mantap lah.

    Barudak ITB (Icalan Teh Botol) oge jossss. Kumaha baraya, istilah SARIP masih aya keneh.

    #Maju Indonesia,

    Guest
  2. Listrik sudah dikuasai China kang… gimana enggak invest China pekerja harus dari China begitu operasional pun ternyata karena mesin berbahasa China jadi pegawai dari China.
    Dan modal pinjamannya pun harus dikembalikan dengan bunga sekian % ke China.
    Dari proyek Bendungan ke PLTUnya dibuat china yaaaa kalau listrik naik?? mau protes kemana??
    Ini kritik saya ke pemerintah bukan masalah SARA tapi masalah investasi asing regulasinya dimana??

    Guest
    • Saya ga ngarang cerita kang bro… kalau Presiden bilang itu hoax urusan dia lah.

      Desa saya di Adipala Cilacap tempat PLTU2 berdiri dari awal membangun sampai sekarang beres dioperasikan tenaga asing semua. Yang digadang-gadang mereka disebut liburan pake Visa Wisata… palsu semua.

      Anak kita ini nanti mau jadi apa kang bro di negeri sendiri??

      Guest
    • Coba tanya pak beye, 34 proyek listrik nya gagal, padahal itu prioritas pemerintah karena indonesia defisit listrik. Yg membuat PLN membeli dari badan usaha swasta, untuk masalah jual-beli listrik baca permen-nya om, badan usaha swasta itu menjual listrik ke pln dgn aturan PJBL yg ketat, swasta ga bisa ngatur harga listrik sesuka hatinya. Kalau ga putus kontrak.
      PLN juga ga bisa ngatur siapa pegawai yg dipekerjakan swasta, cuma imigrasi yg bisa nangkap Tenaga Kerja Asing yg ga punya visa pekerja, selaku masyarakat yg tau mereka kerja pakai visa wisata knapa ga lapor ke imigrasi setempat, via telepon pun bisa koq, kalau malas ke imigrasi.

      Guest
  3. Itu ngegas nya pake metode kang, ada cara nya sendiri. Tau sendiri lah kalo ada uji irit. Aktual nya ngga segitu

    Guest
    • sampeyan salah

      maksudnya kurang dari 1000 rupiah
      kan 780 rupiah dibawah 1000 rupiah

      Administrator

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here