Pict : Gresini Racing

TMCBlog.com – Vinales Menang, Rossi ” kembali kompetitif ”  . . . dan Aleix Espargaro hampir Finish di depan Pebalap Repsol Honda. Ya Di Losail kombinasi antara Pebalap Spanyol dan mesin Italia ini menyuguhkan aksi Balap yang cukup Outstanding. Saya  ( manuel) Mengaku saja ..  Ketika Maveric Memenangkan race Qatar, saya nggak hadir di Parc Ferme untuk merayakan kemenangan Maverick dengan Yamaha, Namun saya pergi Ke Box Aprilia Gresini. Saya Mengikuti dengan detail Balap Aleix Espargaro di Setengah race kedua Qatar yang lalu dimana Bukan Hanya membuat Rider Catalan ini torehkan Laptime tercepat, dan sempat Overtake Dani Pedrosa. Tentu setelah Dani melihat Aleix berada di depannya, Danipun tidak tinggal diam dan membuat seakan akan ‘Natural’ Bahwa Aprilia finish di belakang Honda. Namun tetap saja Point Penting Performa Aleix Espargaro di  Race pembuka ini cukup mengejutkan

pict : Gresini Racing

Team Gresini mengamati dengan serius di Setengah race kedua dari race. Pebalap dan Motor Mereka sedang fight dengan RCVnya HRC, dan ketika Espargaro menyalip Pedrosa , Marquez pun serta merta jadi sasaran Bidik berikutnya. Itulah kenapa ketika Aleix Melintasi garis Finish, Aprilia dan Gresini merayakan seakan akan ini Aleix Menang di race tersebut. Penyambutan kepada Aleix di Box sangat mengharukan dimana setiap orang gembira dan memberi selamat kepada Romano Albesiano.

“It was really nice,” Kata Aleix ketika Saya telefon ia di Andorra ” Aprilia adalah Brand besar, namun di MotoGP mereka belum pernah setingi itu posisinya ( saat finish ), dan melakukan hal tersebut di race perdana , adalah melebihi Value dari hasil itu sendiri, Finish di Posisi 6 adalah sesuatu yang berarti. Yang saya Lakukan saat itu adalah Saya Me-Manage agar bisa menorehkan laptime lebih cepat dari Pemenang dan hampir hampir saja finish di depan dua Honda. Untuk Aprilia, sepertinya sebuah beban berat telah terangkat dan ini jelas telah memvalidasi kerja keras yang telah mereka lakukan “

Setengah Race penuh Kejutan

Ketika semua fokus Pra musim bertuju kepada perpindahan Lorenzo ke Ducati, Dominasi Vinales, Problem Rossi  dan lain lain, Aprilia terus bekerja di belakang Layar Namun seperti yang bisa kita lihat di Losail, mereka sangat Produktif. ” Saya tahu bahwa race Pace akan sangat baik “ Kata ALeix ketika saya tanya apakah ia menyangka akan begitu kompetitif di Qatar. ” Motor ini sangat Baik di atas ban yang telah terpakai, Namun ketika ban dalam keadaan baru akan lebih sulit. “

Yang cukup bikin saya kaget adalah ketika Aleix Espargaro hadir di Box, ia adalah yang paling Tidak terlalu gembira dengan hasil ini, Aleix terlihat sedikit kecewa ” Well, saya sedikit kecewa. Setelah melihat Fakta  saya berada di Posisi 17 pada awal awal lap dan bagaimana saya bisa hampir melihat rombongan pemimpin Grup di akhir lap . ..  Jika saja saya bisa start lebih kedepan di awal, Saya mungkin bisa podium . .. Aprilia RS-GP adalah Motor Balap hari Ahad ”

Aleix Bukannya tanpa Alasan, namun dalam Kasus ini adalah Penting untuk menganalisa apa yang terjadi daripada hasilnya itu sendiri. Adalah benar bahwa balapan ini diadakan di Track yang kompleks seperti Losail yang mungkin cukup bersahabat dengan RS-GP, Namun jika kita melihat dan membandingkan head to head dengan RCV-GP17 dan M1, Aleix harusnya bisa puas

Ya Kupikir begitu, Hal Tricky di MotoGP adalah bagaimana bisa kompetitif di Setengah bagian kedua dari race dan Kami ada disana. Tanpa Bermaksud sombong, di Setengah bagian kedua dari Balap, Kami adalah yang tercepat dan ini adalah sesuatu yang membanggakan. Bagi saya menyenangkan, ya ini jelas race terbaik saya di MotoGP “

Sekarang Bagaimana | What now?

Banyak pertanyaan mengemuka, Hasil di Qatar apakah disebabkan oleh Lokasi dan Kondisi Track atau hasil dari 6 hari Latihan ?  Aleix Menjawab ” Bukan, Menurut saya Sangat Kontras, Di Qatar yang diuntungkan oleh situasi dan kondisi Track adalah Para Rookie dan motor lain, Bukan Kami. Saya Ingin tahu level kami di Track lain, Argentina adalah sirkuit yang saya sangat suka . . . Saya Tahu motor kami akan menderita di Hari sabtu karena dengan Ban yang dalam kondisi baru sulit kompetitif, namun motor kami adalah Motor balapan Hari ahad, race hari ahad/ Minggi kami dapat bisa lebih dekat ke posisi depan”

pict : Gresini racing

Selain Grip dan Traksi, Kunci Kesuksesan Aleix Espargaro dan Aprilia adalah kenyataan Bahwa RSV-GP bisa membuat Aleix mengendarai Motor dengan Gaya naturalnya.. berbeda dengan Saat Aleix menggunakan Suzuki diaman ia harus beradaptasi dengan Motor. ” Stabilitas motor kami spektakuler, saya bisa agresif dalam pengereman. Juga lektronik dan Management ban belakang berjalan dengan baik, Ketika Motor lain punya masalaah dengan spining, Aprilia memiliki cukup Grip dan Traksi saat menikung, ini adalah keuntungan besar ” Ketika ditanya apakah Jika RSV-GP ditambah powernya maka akan hadir Spining saat akselerasi Aleix Menjawab ” Motor kami memiliki Kontrol Traksi yang baik, sehingga jika kami memiliki tambahan akselerasi kami nggak akan memiliki masalah spining ”

Romano Albesiano menggambarkan secara Umum seperti apa RS-GP sekarang ” Nggak Bakalan terjadi dimana tambahan 30 hp diperoleh dalam waktu singkat. Power diperoleh sedikit demi sediki, Nggak bisa ujug ujug. Motor kami sekarang beada di posisi 5 atau 6, Top Speed kami bagus. maslaahnya ada di bagian pertama Race saat grip belakang terlalu besar sehingga keluar tikungan kami kekurangan Torsi “

Berdasarkan apa Yang disampaikan Albesiano ini, termas De Rio Hondo di atas kertas bisa jadi merupakan Track yang menguntungkan Aprilia dimana sirkuit inimemiliki dua Hard Brake area namun selbihnya Flowing. Sebagai tambahannya Track Rio Hondo jarang digunakan sehingga Gripnya bukanlah yang terbaik. ‘Anomali Qatar ‘ bisa jadi akan terulang di Argentina

Aleix Espargaro pun mengakui bahwa Posisinya di Aprilia ini lebih baik dari pada saat di Suzuki. ” Saya memperoleh saat yang sulit ( di suzuki ) . Saya Nggak bisa mengerti Front end dari Suzuki, saya nggak pernah kompetitif di sana. Sepertinya kami berdua ( dengan Vinales saat itu ) komplain di area yang sama, di Motor yang tidak lebih kompetitif dari suzuki saya bisa lebih agresif. Pengalaman di suzuki mengajari saya untuk mencoba sesuatu dengan lebih terkendali. INi bukan soal membuat Motor lebih kompetitif, Namun bagaimana membuat Motor bisa fight melakukan yang terbaik, ini adalah goal saya di Aprilia “

manuel pecino

79 COMMENTS

    • sangat om
      Bingung mau kredit mobil,??
      Bias saya bantu ni pak/bu .. 😀 melayani area JaBoDeTaBek, Jawa Barat dan Banten
      Bunga mulai dari 0%
      Angsuran mobil baru bisa sampai 7 tahun loh ..
      Bisa terima kredit mobil bekas juga nih asal usia kendaraan TIDAK LEBIH DARI 5 TAHUN & DP MINIMAL 25%
      Mampir yaa blog saya kreditmobildepok.blogspot.com

      Makasih min

      Guest
    • si Pedrosa malah sempet kesalip…hayaahh..

      ama newcomer lsg keteteran…akkaakkakak…

      selamat Pedro ente layak jadi medioker, 12 thn tanpa gelar pulak..haduh

      Guest
    • Kalo nggak oake winglet motor motogo keliatan ganteng banged.. Semoga sterusnya winglet tdk dipake

      Guest
  1. mungkin body RS-GP yg agak lebih lebar dari GSX-RR dan riding position yg sesuai bikin dia lebih nyaman melintir gas pas nikung ke kanan,imo

    Guest
  2. banyak yg kompetitif ya wak di musim 2017 ini..
    ya semoga aja kedepan kita disuguhi balapan yang seru..
    gak sabar nihh..

    Guest
    • Haha on fire terbakar ya… bukan berapi api semangat… kasian si colin Edwards waktu itu… nyaris terbakar dengan motornya

      Guest
  3. Saya Heran Nya Malah Aprilia Sekarang Bisa Melibas Motor lain Di tengah Tikungan Dan Keluar Tikungan serta Di Ahir Trek Lurus (hard brakeing)
    Ini Motor V Enggine Paling Stabil Dari Sasis
    kalau duck Dari mesin
    Kalau Hon Dari Apanya Ya Ya Dari pembalap nya Mungkin

    HAHAHA

    Guest
    • KTM masih struggle.
      Satu2nya pabrikan yg masih pakai mesin screamer.
      Tapi kalau masih juga belum membaik, sdh rencana pindah ke mesin big bang.
      Estimasi butuh waktu 3 bulan untuk develop mesin big bang.
      Selengkapnya di crash.net.

      Terbukti, jalan sulit yg ditempuh Yamaha akhirnya diikuti dan ditiru oleh semua pabrikan.

      Yamaha memilih jalan sulit untuk develop motor yg mudah dikendalikan oleh semua pembalap.
      Sedangkan honda memilih jalan mudah, membuat mesin yang bertenaga.
      Soal kesilitan mengendalikannya nanti, tinggal diserahkan ke ECU & skill pembalap.

      Mat Oaxley salah besar kalau mengatakan honda selalu memilih jalan sulit.
      Opa Suhei Nakamoto saja memilih mendalami chassis daripada mesin karena menurutnya lebih sulit & menantang

      Guest
  4. Pengalaman A.Espargaro di atas beberapa merk motor juga cukup membantu kalii yaa..??

    pramac Ducati
    ART (aprilia Racing team) CRT cmiiw
    Forward racing (M1) cmiiw
    Suzuki

    ??

    Guest
  5. Tapi bertolak belakang sama rekan satu team nya.. sam lowes..

    Harusnya Aprilia rekrut Pol.Espargaro… wkwkwk.. jadi adek kaka satu team.. !!! jadi menarik itu.. Toh kalo Sam lowes bawa sponsorr yang jadi alasan.. Pol espargaro juga bawa sponsor..hehe…

    Guest
    • mengulang RSW250 nya jaman baheula yang tiada lawan…
      black Aprillia IP Chesterfield team, team paling joozz di kelas seperempat liter…

      Guest
  6. Nemang harus dikasih motor gambot mang alex ini, jadi inget pas pake CTR, lalu yamaha open, gila banget padahal motonya salahsatu yang “terlemot”

    Guest
  7. Bersaing di motogp memang sangat berat. Ya setidaknya, keikutsertaannya membuktikan itu pabrik punya niat berkompetisi. Daripada tidak???

    Guest
    • klo ikut balapan motor Endurance 24H dengan motor massal itu bukan kompetisi ya?

      (satu contoh…)

      Guest
    • @robert: ya kompetisi juga om. Tapi motoGP kelas dan gengsinya di atas endurance, karena teknologi yg dipake lbh advanced, dibanding endurance yg ‘sekedar’ mesin keceng & awet. Ya mirip kaya formula1 vs wec le mans 24 hrs.

      Guest
    • @esteh12: endurance sekedar kenceng dan awet? Gak sesimple itu. Klo simple, pabrikan yg turun motogp, factory Tim turun langsung, tapi pada jor2anya di 8h saja, itu pun beda mesin buat kualifikasi ama race…, klo simple tinggal beli di dealer trus balap 24jam.

      Oh iya endurance motor (leMans 24 jam salah satu serinya) beda ama le man’s 24 mobil lho, klo motogp ada seri 24jam baru sama ama leMans 24h kelas LP (prototype), wsbknya masuk gte. Di motor 2 seri 24jam, sisanya 12 jam dan 8 jam, mobil cuman 1 seri yg 24 jam sisanya 6 jam.

      Dan klo simple,pembalap motogp mudah ikut seri 24 jam…, yg 8 jam rosi aja bilang capek dan belom berencana ikut lagi

      Semua balapan itu menandakan kompetisi yg tinggi, gak semua pabrikan bisa ikut MotoGP, dan gak semua bisa ikut SBK atau endurance.

      Guest
    • MotoGP itu ajang kompetisi motor yg paling terkenal di planet ini. Memang kejurnas/endurance dsbnya juga kompetisi tapi main dong di kelas top ini. Tidak perlu takutlah berkompetisi.

      Guest
    • wih gampang banget ya…, klo Benelli ikut, Triumph ikut, MVAgusta ikut, gak menang2, cuman ikut 1 atau 2 tahun trus bangkrut, yang kasih kerjaan baru sama karyawannya siapa?

      klo begitu, saya ganti MotoGP dengan Formula1…

      “Bersaing di Formula 1 memang sangat berat. Ya setidaknya, keikutsertaannya membuktikan itu pabrik punya niat berkompetisi. Daripada tidak???”

      mari kita list pabrikan mobil yang tidak ikut Formula 1, mereka tidak niat berkompetensi, mereka takut berkompetensi rupanya…, klo ikut Formula1 trus bangkrut bukan salah komentator klo karyawannya gak ada kerjaan dan gak bisa kasih makan buat keluarganya…

      Guest
  8. Pabrikan seperti Aprilia dan Suzuki memang sangat terlihat progres perkembangannya, tapi perlu diingat keunggulan mesin Tim2 Mapan seperti Honda dan Yamaha menjadi tereduksi akibat regulasi ECU Tunggal. Kasian memang buat tim mapan, sampai2 honda kalang kabut nentuin tipe mesin yg cocok untuk regulasi tersebut. TAPI….ini sanggat layak dan menarik untuk ditonton. Maju terus MOTOGP

    Guest
  9. Terbukti, jalan sulit yg ditempuh Yamaha akhirnya diikuti dan ditiru oleh semua pabrikan.
    Akhirnya semua pindah ke mesin big bang agar mudah dikendalikan.

    Yamaha memilih jalan sulit untuk develop motor yg mudah dikendalikan oleh semua pembalap.
    Sedangkan honda memilih jalan mudah, membuat mesin yang bertenaga.
    Soal kesilitan mengendalikannya nanti, tinggal diserahkan ke ECU & skill pembalap.

    Mat Oaxley salah besar kalau mengatakan honda selalu memilih jalan sulit.
    Opa Suhei Nakamoto saja memilih mendalami chassis daripada mesin karena menurutnya lebih sulit & menantang

    Guest
    • wkwkwk… Mat oaxley diSalahin.. Kapasitas sampeyan lebih oke dari dy? ??.. Kalo cuma modal unsur cokgalicok plus opini pribadi sedikit dibumbui ketidaksukaan lambang sayap sampeyan Fasih bingit..!!!!

      yang jadi pertanyaan ..lambang sayap itu melakukan apa sama sampeyan dimasa lalu..hingga berbekas rasa benci hingga saat ini..?? apa pernah diTusb*l pake Piston mesin rompal sampeyan.???

      ejekekek… … …

      Guest
    • Huahahaha..si CHM ini pengamat moto gp expert broo.. Di iyain aja deh biar sneng..ni salah satu contoh pengamat yg bilang brand ‘onoh’ jas jes joss tapi kagak beli..modal googling doang udah bisa nyangkal opini mat oaxley..wkwkwkwk..sakit banget ya mbaca kalimat ‘honda always take the hard away’…ahahahaha

      Guest
    • Emang kenapa kalau mat oxley?
      Emang apa yg dia omongin sudah pasti bener layaknya tuhan?
      Dia itu mantan racer yg jadi penulis.
      Bukan seorang engineer.
      Racer juga racer hinda jadi wajar kalau tulisannya selalu mengagungkan honda, satu2nya yg pernah dia pakai.

      Nyatanya semu pabrikan akhirnya mengikuti jejak yamaha.
      Mulai dari swing arm terbalik sampai big bang engine.

      Saya kebih percaya omongan suhei nakamoto daripada mat oxley.
      Wong nakamoto sendiri yg ngomong kalau design chassis itu lebih menantang dan luas daripada sekedar design mesin kok.
      Ini omkngan top engineer honda, buka mantan pembalap yg taunya ngegas doang.
      Nakamoto itu ahli chassis yg dikirim khusus kembali ke hrc untuk memperbaiki performa hrc yg terpuruk sejak 2004.

      How old where you then?
      I think I was 26 years old; I arrived in HRC October 1st 1983. My first job was in the engine department, but after one month I went to my manager and asked him if he could change my job from engine designer to chassis designer.

      Why did you prefer chassis engineering than engine engineering?
      Engine engineering is interesting, but the physical space in which you have to work is limited by the crankcases, while on the chassis the possibilities when it comes to design are much wider.

      Guest
    • Terguncang ya menerima kenyataan honda meniru jejak yamaha memakai mesin big bang?
      Terguncang menerima kenyataan ternyata honda tidak bisa mulus merancang mesin big bang?

      Gak usah terguncang.
      Wong honda saja tidak malu meniru design Jupiter Z kok.

      Tenang saja, kalau mesin V big bang masih lemot juga, gak usah malu2 nyontek lagi mesin inline crosplane crankshaft nya Yamaha.

      Jiakakakakakakak…

      Guest
    • Daftar rancangan Yamaha yang ditiru honda:
      1. Swing arm terbalik
      2. Rotasi crankshaft terbalik
      3. Mesin big bang
      Next:
      4. Inline crossplane crankshaft

      Daftar rancangan honda yang ditiru Yamaha:
      0

      Guest
    • Btw, asal tahu saja kalau chassis deltabox itu dipopulerkan sama Yamaha lho.
      Honda ikut2an…
      Ganti nama saja biar kelihatan beda
      Wkwkwkwkwkwk

      Guest
    • take hard way lbh cocok dg ducati.

      byngin sj..dr 2003 smpai..era 800 cc..yg lain pke sistem biasa dia udah paten klop dg desmodromic valve…
      br 2008 pbrikn jepun bkin pneumatic valve..br bs imbang.
      nah 2017 ini banned winglet gr gr logo syp gerah..udh d turutin..skr riset lg inner winglet..klo sukses ykin gerah lg.

      dan untuk jln sulit..lbh sulit dcti..dr sasis tubular..ke sasis monokok..ke kasis twinspar..!! cm demi nyatuin power beringas mesinnya.
      bcra inovasi d mtgp itu ducati..

      Guest
    • Desmodromic, trademarks & paten milik Ducati. Teknologi kuno tapi masih sangat efektif mengawal bukaan valve dengan presisi di putaran mesin sangat tinggi sekalipun.
      Tahun 2007 mengalahkan teknologi jepang yg masih mengandalkan spring.

      2008, Yamaha berbenah dengan nekat mencangkokkan teknologi pneumatic valve di mesin motor.
      Yamaha yg pertama kali mencoba & sukses.
      Butuh kemampuan tinggi & akal cerdas untuk membawa teknologi pneumatic di mesin sepeda motor yang space terbatas & sensitif dengan penambahan bobot.

      Honda tahun segitu masih ngotot pakai spring valve.
      Gak berani mengambil resiko kalau terjadi kebocoran gas & tidak mau repot2 riset sistem pneumatic (generatornya, reservoir, valve, etc termasuk efek distribusi bobotnya thd kestabilan motor).

      Jadi siapa yg selalu mengambil jalan sulit?
      Mat oxley gak mau mengerti yg beginian.
      Emang mesin inline crossplane crankshaft yg bisa bikin mesin inline seminim itu getarannya mirip mesin V bukan pencapaian maha penting dalam rekayasa engineering?

      Dia mah mantan pembalap honda yg taunya ngegas doang.
      Gak ngerti soal engineering.

      Kalau bukan suhei nakamoto yg datang membawa teknologi seamless transmission dari F1, hrc gak akan pernah bangkit.
      Sekarang saja setelah beliau pensiun, hrc mulai tertatih2 lagi

      Guest
    • Wuahahaha..iya deh, numpang ngakak yach..ni bocah, analogi dan pemikiranyan tambah ngelantur..nyampe bawa2 jupiter z, nyampe bawa2 honda nyontek apa2 yg di motor yamaha..wuahaha..jgn2 design ban si honda yg bunder nyontek yamaha nih, wah kebangeten ntu si honda.. Fby oh fby, emg die yg paling smart, saking smartnya guobloknya ndk ketulungan..wuahahaaa..

      Guest
    • Cuma bisa ngakak dongo tong?
      Terguncang sampai gak bisa buktikan kalau honda tdk nyontek yamaha?
      Yg saya jabarkan itu fakta, silakan dibantah kalau punya data.
      Ngoahahahahaha

      Guest
    • Ahahahaha..fakta? Fakta gundulmu..ahihi..org koar2 opini, muter2 ndak jelas gitu loe bilang fakta..sory, numpang ngakak maning yaak..wuahahahaha..fby oh fby, otak berjamur,efek keracunan garpu karat jas jes jos ndak beli produknya, eh laaa mlah sok analis balap..wuahahaa..mbaca komenmu mlah mules perut aing..wc mana wc.? Wkwkwk.

      Guest
    • Terguncang bra?
      Gak bisa terima kenyataan kalau sesembahan lo si oonda cuma bisa ngikutin rancangan Yamaha?

      Ngohahahahahahahahaha…..

      Guest
    • Wkwkwk..iya deh, honda emg tukang niru kok..yah itung2 perhargaanlah daripada congor ma jarimu kriting gara2 googling nyari bahan ngeles..wuahahaha..

      Guest
    • Ekekek tahun lalu RCV juara…No runner up..Besok2 gak Ada marquez ,piye rcv ..??. Pedrosa ae jonk ora nongol2 ning podium

      Guest
    • pedrosa mending mlipir ke KTM…menikmati masa tua n mesin V gadungan.
      pancen cuma Markeso yg paling ngerti bawa RCV di situasi apapun…Daped? dadi guyon…kadang banter kadang lemot…kadang pula jadi tumbal Markeso…suruh ngalah…wes nasibmu Peeed sakno…(padahal jaman ning Movistar Honda 125 n 250…nggodak Pedro kayak nggodak Setan…ra kenek dicekel buntute…ngacciirrr, persis Jorge!)
      harga diri Daped diinjak2 Markeso..

      Guest
  10. Sbenernya aprilia bukan new comer juga! Mereka sudah hadir dan bergelut lewat team crt dulu, jadi secara data untuk pngembgan memng banyak dan matang! Suzuki lebih mengejutkan imho coz mereka hadir langsung di level tengah!

    Guest
    • Aprilia duitnya di bagi buat piaggio group…, dan mereka kehilangan sosok mbah Gigi…

      Klo jaman 2 tak, aprilia top endnya di 125 dan 250, berbagi merek derbi dan gilera, saingannya ktm 125, honda 250…, dan mereka punya produknya, ibarat motor sbk versi 125 dan 250

      Guest
    • @ Robert
      Aprillia jaman dua tak top speednya paling gila (ya di 125 dan 250)…selalu ambil keuntungan ketika di trek lurus…paling ane suka frame polishnya Max biaggi…kinclong banget…ntah polish atau chrome.

      Guest
  11. kalo bicarain aprillia kesan pertama yg nongol…motor keren buanget looknya…mulai dr kelas Capungnya sampe kelas Motogp.

    dan Aprillia thn ini lebih slim…gak kayak jaman RS cube nongol pertama kali di era 4 tak, yg kesannya gambot dan susah di ajak meliuk2 di trek. dan semoga Aleix memberi kejutan di seri2 selanjutnya dan join the big four setiap race.
    YZR, DESMO, RCV dan RS GP…

    Guest
    • yap, tapi terakhir2 ganti jadi RSW, desain sendiri, yang 125 juga terakhir2 dah desain sendiri di GP ya, di massal tetep, 125 rotax 250 suzuki

      Guest
  12. salut sekali dengan aleix espargaro.
    muncul dengan team crt aprilia, aleix langsung kompetitif.

    pindah suzuki sebenarnya aleix kompetitif ditahun pertama saja padahal motornya ditahun pertama sangat kurang bertenaga. tahun kedua malah vinales.
    balik ke aprilia bisa nyodok 6 besar.

    sepertinya aleix lebih sehati dengan aprilia. semoga suatu saat dia bisa berebut podium. ya syukur2 bisa jurdun. daripada sang adik pol espargaro, aleix espargaro terlihat lebih bersemangat.

    Guest
  13. liat besok di argentina,mugelo,jeres,motegi, redbullring, sepang, lagunaseca…wakakakakakak

    Guest
  14. Ini nih artikel balap, hurup-hurupnya ikut salip-salipan, yg belakang nyaip hurup depann, wusss nguiiiik

    Guest
  15. Saya cuman kasihan ama tim2 selaen yamaha..mereka ternyata tukang contek, sasis twinspar, counter rotating, swingarm terbalik, bigbang,pelek,jupiter z, bahkan sampe roda yg modelnya bulet, ntu tim2 nyontek yamaha, sungguh terlalu..pantesan tahun 2016 kemaren yamaha juara..mereka ternyata enginer, penemu teknologi yg jos kotos kotos..luar biasa yamaha, luar biasa fby.. (Kagum)..wuahahahahaaaa.

    Guest
    • Terguncang bra?
      Gak bisa terima kenyataan kalau sesembahan lo si oonda cuma bisa ngikutin rancangan Yamaha?

      Ngohahahahahahahahaha…..

      Guest
  16. Ahahaha..iya deh, anggep aja aku setuju, yah itung2 daripada congor ma jarimu kriting, nulis bahan ngeles..wuahaha..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here