TMCBlog.com – Bro sekalian, Di artikel dan VLOG ringan ini tmcblog mau ketengahkan Video dan beberapa gambar foto foto yang menunjukan seperti apa cara menggunakan Kaliper Rem depan Tipe radial di Braket Tipe Axial dengan contoh kasus Kaliper radial Nissin yang diaplikasikan salah satu team Di IRS seri dua kemarin yang dibaut di Braket yang dihususkan untuk kaliper tipe Axial . .

Sebelumnya kita kembali ulang apa sebenarnya Kaliper Radial dan Axial tersebut  . . Kaliper radial adalah kaliper yang baut pemasangannya sejajar dengan permukaan cakram rem. Kaliper Axial adalah kaliper yang baut pemasangannya dilakukan tegak lurus dengan permukaan cakram rem . .

Nah Jika kita lihat di foto, ada semacam Braket tambahan di desain khusus sepertinya mengguankan alat desain presisi seperti Mesin CNC sebagai Braket tambahan Yang menghubungkan Lubang baut Axial dengan kaliper Radial

Untuk pemakaian pada riding harian dan bukan dilakukan oleh rider / pebalap profesional perbedaan antara radial Caliper dan Axial Caliper boleh dibilang nggak ada bedanya. Dalam pemakaian harian Radial Caliper tidak  akan berasa feelnya memiliki power/ performa pengereman yang lebih tinggi dari kaliper axial . .. So karena Buat balap ya sah sah saja kalo mau cari limit pengereman . . .jangan lupa simak videonya sob . . Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

27 COMMENTS

    • juooz kang

      l
      l
      V

      Daripada pusing,
      Yang mau kredit Daihatsu, Nissan dan Datsun sini ane bantu, Datsun angsuran mulai 1,7jt’n nih
      Atau yang mau kredit mobil bekas bisa pilih sendiri unitnya nti ane bantu prosesnya (usia kendaraan maksimal 10 tahun yaa)
      Info lebih lengkap cek di kreditmobildepok.blogspot.com

      Guest
      Guest
  1. Kaliper Radial (apalagi yg Monoblock) akan memberikan pengereman yg lebih stabil saat hard brake, oleh sebab itu kaliper ginian biasa dipake di balap supersport/superbike atau moge berpower besar.

    Guest
  2. apalagi kalau gabungan seperti di atas,,sepertinya beban dibagi dua,,di baut axial dan di baut radialnya.

    Guest
    • Sinyal aja itu boss, hape saya entry level bin jadul, pidio muncul kok.
      Ntar coba reload lagi.

      Guest
  3. sm halnya dg shock upside down ya wak..
    klo harian sedikit kerasa bedanya..
    klo wat race blp yg di tekan ekstrem kerasa bgt ama yg konvensional.

    Guest
  4. itu nama alatnya extended adapter axial to radial mounting bolt,Fik. Perbedaannya jelas signifikan/terasa, karena secara momen puntir radial unggul kekuatan menahan gaya tekan puntiran saat braking dibanding regular/axial. Alasannya: 1. beda posisi arah kedua baut kaliper (Radial menghadap ke depan sejajar dan searah gerakan disc, sementara Reguler/Axial posisinya melintang dari arah putaran cakram rem), 2. ini yang paling utama…pada jenis radial pasti jarak antar kedua baut pemegang cakram dengan baut poros roda itu kalo dihubungkan membentuk segitiga yang “lebih besar” dibanding jenis reguler/axial (catatan: pada ukuran diameter cakram yang sama), secara mekanika ini akan meringankan kerja pengeremen secara keseluruhan.

    Guest
  5. Mana lebih unggul antara Axial vs Radial sdh sangat gamblang. Yg saya belum ngeh wak, kenapa pabrikan tetap memakai versi axial di beberapa produknya (terutama motor kapasitas kecil) padahal beda keduanya hanya arah baut saja. Atau selain arah baut ini ada perbedaan lain yg membuat biaya produksinya berbeda? Pencerahannya wak!

    Guest
    • ….salah satunya aspek perbandingan tenaga terhadap berat dari motor (power to weight ratio),Oom

      Guest
  6. kelebihan radial caliper adalah bobot bagian bergerak yang ringan (cuma piston saja) yang menekan pad. sedangkan axial, bobot bagian yang bergerak jauh lebih berat (piston, sekaligus kalipernya, belum lagi gesekan yang terjadi antara caliper dengan dudukannya).
    jadi secara reaksi dan kerugian gesekan, radial caliper lebih bagus. gampangnya, radial caliper lebih mencegah pad menggesek terlalu berlebihan ketika tidak direm. dan ketika direm juga mampu mengikuti getaran dan kontur cakram dengan baik akibat gaya inersia yang kecil.
    jadi buat pembalap serius,ini benar2 big thing.

    analogi lain, mirip dengan dohc langsung seperti suzuki fu, dibandingkan sohc yang 4 katup. pada dohc, beban yang ditanggung per klep (selain katup,retainer, pengunci) ialah tappet. sedangkan pada sohc 4 klep, beban yang ditanggung adalah rocker arm (yang ada bearingnya). bobot rocker arm dan enersianya lebih besar daripada tappet, sehingga dohc lebih bagus buat putaran tinggi. namun buat putaran rendah keunggulan tersebut tidak signifikan.

    kembali ke radial caliper, buat harian (sepeda motor, apalagi speed ala jalanan) its a waste, but good looking (bagi sebagian orang sih)

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here