TMCBlog.com Setelah Kita ketahui tadi Di FP1 MotoGP Assen Belanda Danilo Petrucci berhasil menjadi yang tercepat diikuti Zarco dan Crutchlow . . Maka seperti apa Keadaan FP2  . . Sesi Latihan Yang dimulai Pukul 19:15 wib ini dan akhir akumulasi FP1-FP3 esok akan menentukan 10 Pebalap pertama yang memperoleh tiket ke Q2 . . namun jelas top 10 itu di MotoGP Nggak Mudah  . . . FYI Catatan Record Laptime MotoGP Assen adalah Circuit Record Lap Oleh Marc Marquez, 2015 Dengan 1:33,617 dan best Pole Oleh Valentino Rossi dengan 1:32,627 tahun 2015. Sedangkan Top Speed record Oleh Iannone aktu di ducati dengan 319,8 km/jam … sampai 25 menit pertama adalah Jonas Folger yang bisa torehkan laptime tercepat 1:33, 898 diikuti Marc Marquez, Maverick Vinales, dan Jack Miller dimana baru folger yang bisa torehkan laptime lebih cepat dari 1:34

lalu menit ke 35 Maverick Vinales berhasil torehkan laptime lebuh cepat dari 1:34 tepatnya 1:33,821 .. tipis dari folger … setelah itu selama tmcblog taraweh, di sekitar 5 menit terakhir … Marc Marquez sempat naik ke atas Dan memimpin walauoun setelah itu kembali dibalas oleh Vinales … kelihatan seru ..

sampai akhirnya dengan Laptime 1:33,130 Maverick Vinales menjadi yang tercepat di sesi FP2 dan secara akumulatif menutup sesi latihan bebas jumat di Assen dengan menjadi yang tercepat disusul Jonas Folger dan Marc Marquez.  Dovizioso ke 4, Rossi ke 6, Pedrosa ke 10 dan Lorenzo ke 14

Taufik of BuitenZorg

28 COMMENTS

  1. Wak suzuki kok kayak melempem yak??
    Kirain dgn adanya ianone bisa lebih..
    Aleix espargaro yg dibuang justru lbih baik ketimbang ianone..
    Apakah ini blunder buat suzuki..

    Guest
    • Issue nya Iannone gak betah di Suzuki.
      Principal Suzuki di Jepang juga kehilangan​kesabaran atas cara kerja Iannone.
      Dia gagal beradaptasi dengan Suzuki yg menuntuk style balap late braking

      Guest
    • Sepakat cak
      Terlalu ceroboh mengganti 2 rider bersama. Espargaro sudah nyetel di Suzuki meskipun tdk di top 5 setidaknya di 6-10

      Guest
    • Bukan dispesialkan.
      Honda akhirnya sadar:
      – Skill Marquez terlalu hebat, dia bisa tetap kencang walaupun motor tdk maksimal & penuh problem
      – Tubuh Pedrosa terlalu kecil, gak cocok jadi tolak ukur riset chassis & aerodynamic motor
      – Tubuh Crutchlow normal rata2 pembalap MotoGP, punya pengalaman geber M1 & Desmo, ditambah lagi Crutchlow punya kemampuan verbal yg baik untuk menerjemahkan apa yg dirasakan pembalap ke engineer Jepang Honda.

      Faktor2 itu yg membuat mulai awal tahun ini Crutchlow naik pangkat jadi pembalap riset khusus untuk ban, chassis & aerodynamic RC213V

      Guest
  2. Dovi merasa santai n optimis dgn hasil dua seri sblmnya, world champ bukan targetnya, katanya salah satu koran lokal jogja.

    Kalau gue ga salah baca loh…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here