TMCBlog.com – Pada gelaran Suryanation 2017 seri 6 di Makassar kemarin, ditampilkan sebuah Moto Guzzi V7 II hasil kolaborasi tiga orang builder Indonesia. Sebagai wujud nyata dari tagline Suryanation Motorland 2017 “Collaboration Brings Perfection”, motor Moto Guzzi V7 II tersebut dikeroyok oleh 3 orang builder yakni Onny Widyayana sebagai pemenang Suryanation Motorland Semarang, Hendra Ardiansyah yang menjadi pemenang Suryanation Motorland Makassar tahun lalu dan juga Tommy Dwi Djatmiko alias Mastom dari Mastomcustom selaku mentor untuk proses modifikasinya, dan tim ini dinamakan tim “Gowa Mataram”. Motornya asik banget sob, secara tampilan keren untuk diajak sunmori kekinian atau bahkan daily use pergi pulang ngantor juga joss bener nih.

Mario Basette

Yang saya suka dengan motor tersebut adalah, kekuatan tema, konsep dan hasil garapan yang sesuai dan detailing part custom-nya juara banget. Mengambil konsep street tracker yang nyaman dikendarai, namun masih melekat aura motor retro Eropa khas Italia. Keunikan yang pertama adalah nama yang dikasih para builder “Mario Basette“. Nama “Mario” diambil dari kartun legendaris Mario brothers, yang sangat lekat dan mewakili sekali Italia, lalu “Basette” sendiri artinya brewok. Laah… Iya, ketiga builder nya brewokan semua nih bro. Jadi Mario Basette memiliki arti sebagai sosok pria Italia yang gagah dengan brewoknya, sekaligus mewakili juga brewok milik para builder.

Selain namanya yang unik, cerita dibalik proses modifikasi motor retro modern asal negeri pizza Italia ini adalah prosesnya hanya 40 hari pengerjaan dengan perbedaan lokasi builder terpisah di 3 kota. Unit motornya sih ada di tangan Mastom di Bandung, sedangkan bro Onny berlokasi di kota Semarang dan ada bro Hendra di Makassar. Beberapa part dikerjakan oleh Onny dan Hendra kebagian jadi bendahara karena lokasinya di luar pulau Jawa. Mastom selaku mentor mengawasi proses jalannya modifikasi dengan sharing pengalaman dan ilmu kepada bro Hendra dan Onny, sesekali bertemu langsung namun lebih banyak proses diskusinya lewat video call karena jarak kota yang terpisah sangat jauh. Hal yang paling sulit adalah menyatukan dua kepala dengan pemikiran yang berbeda, karena setiap builder pasti punya ego masing-masing dalam menghasilkan sebuah karya.

Motor custom ini mengambil genre street tracker, karena bisa lebih santai dan nyaman posisi berkendaranya. Dipasang engine guard supaya mesin lebih aman dari benturan. Karena mesin Moto Guzzi V7 ini V yang menyerupai boxer, timbul ke bagian samping motor jadinya rentan rusak apabila terjatuh. Lanjut lagi alasan ketiganya sepakat memasang engine guard, supaya nyambung dengan tema. “Engine guard ini mewakili bentuk brewok gue, Onny dan Hendra, dan di belakang dipasangin besi untuk geser motor di parkiran, kan motor ini besar dan berat. Terus bentuk besi behelnya juga mewakili bentuk kumis. Begitu kira-kira filosofinya.” Lanjut Mastom yang saya wawancarai.

Bagian parts motor yang dibuat Onny antara lain: footstep depan belakang, braket spatbor depan, tangki dan knalpot yang dibuat di Semarang dan kesemuanya handmade.

Braket spatbor depan sudah pakai teknologi CNC karena bahannya aluminium dan spatbornya pakai besi galvanis dengan tebal 1,2 mm.

Bagian footstep depan belakang juga dibuat sendiri, jadi gak beli aftermarket parts.

Di bagian belakang samping kiri sengaja dipasangin tas dari bahan kulit asli untuk mengakomodir bawaan ridernya sekaligus mengentalkan aura motor scrambler-nya. Banyak fungsinya karena motor kayak gini gak ada bagasi dibawah jok. “Kalau motor ini dipakai kerja kan bisa buat naro tas dan beberapa keperluan ngantor.” Terang Mastom.

Knalpot sengaja dibuat agar suara lebih menggelegar, karena knalpot standar pabrik sunyi banget dan kurang terasa aura motor tracker nya.

Tangki full custom dari plat galvanis 1,2 mm. Bentuk disesuaikan dengan konsep, lalu pada bagian emblem aslinya dihilangkan dan diganti dengan airbrush merk Moto Guzzi demi mengejar kesan retro Italia. Jadi bagian tangki benar-benar dibentuk dari nol sampai jadi seperti itu.

Velg masih dibiarkan pakai bawaan motor, dengan dibalut ban dual purpose ciri khas motor scrambler-tracker. Frame pun tidak ada yang dipotong, salah satu faktor kenapa masih banyak mempertahankan part standar adalah, Moto Guzzi sudah cantik dari pabriknya. Gowa Mataram team praktis hanya menyentuh beberapa bagian demi penguatan tema tracker, apalagi proses cuma dikasih jatah waktu 40 hari saja. Nilai plus-nya adalah biaya tidak terlalu tinggi. Meski begitu Mastom enggan menyebut total biaya modifikasi. “Gak etis lah kalau saya menyebut berapa uang yang habis untuk Mario Basette. Ini kan hobby, kebutuhan tersier. Jadi kalau udah passion ya uang berapa aja gak jadi masalah.

Saya pribadi pecinta modifikasi custom culture jadi banyak dapat pelajaran berharga lagi nih, setelah ngobrol cukup lama dengan Mastom soal perkembangan, prosesi modifikasi motor dan juga skill para builder/modifikastor di Indonesia. Pada intinya setiap perhatian terhadap detil, selarasnya tema-konsep dengan hasil garapan dan juga latar belakang serta alasan dari sebuah modifikasi itu harus ‘dalam’, apalagi kalau mengikuti kompetisi/kontes. Karena hal-hal tersebut sangat sangat diperhatikan oleh para juri yang menilai. So, buat kalian yang senang modif motor, jangan sembarangan bro, kudu banyak hal-hal yang perlu diperhatikan sampai pada tahap finishing nya tuh jangan ada bagian yang cacat kata Mastom Tommy Dwi Djatmiko.

Nugie TMCBlog

33 COMMENTS

    • justeru… motor begini kaga pernah beli bensin eceran…

      mosok beli bensin eceran 1 ltr??

      bensin eceran mah hitungan nya 1 botol… … (yg klo diukur dbwh 1ltr)..

      😬😬😬

      Guest
    • enaknya motor gini, orang gak peduli mau modif kaya apa, yg diliat brand nya sama mesin nongol nyamping, mau modif biasa kaya gini juga gak gitu diliatin, sori kejam πŸ‘

      Guest
  1. kaga dikasih pict yg masih polos moto guzzi Om Nugie???

    biar orang awam macam sy bisa tau perbedaan sebelum & sesudah di custom sama bulider Top Indonesia ..

    Guest
  2. dari keseluruhan hasil pasti jujur yaa yg bikin kagum mesin nya… …

    klo orang awam liat Tanki,spatbor,behel,footstep rada kurang ngeh sampe detail kstu…

    mereka pikir udah bawaan pabrik… soalnya Rapi jali … top Markotop… buat Om Om brewok

    Guest
  3. FBH awam liat dari jauh :
    —Hmm CB dimodif niii… cakepp dahh.. buset mesin Tiger di bikin V.. emang trunan banyak dari leluhur….ckck… salut

    FBY awam liat dari jauh :
    —-hmm Scorpio modif nii,, cakepp dahh… ehh buset ngapa mesin nya dibikin kaya kompresor angin tmbal ban….

    😝😝😝

    Guest
  4. motor clasic gede mesin gede..not 17 ps bdan gede , cafe racer lg, racer = pmblp, race= blpn, kok cm 17 ps??😁kalo lari mirip nmax.πŸ˜‚pasnya blpn ma matic antar cafe..πŸ˜‚

    Guest
  5. buset itu mesin sampe nyembul gt,,
    baru pernah liat c mesin sampe keluar kanan kiri gt,,
    atw emang banyak motor ky gt ya bro nug?
    cm saya aja yg kudet,, hehe..
    terus itu motor bisa daily use kah?

    Guest
  6. Ga akrab sama motor ini, trs googling versi aslinya..
    lah kok sama???
    Semacam beli MG V7 dari diealer trs ganti tanki yg ga begitu signifikan, pasang engine guard, pasang side bag, pasang engine guard, ganti footstep, pasang pemanis spatbor.
    Udah deh ikut show..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here