TMCBlog.com – Bro sekalian, hari sabtu kemarin tmcblog memperoleh undangan workshop dari Astra Honda Training centre ( AHTC ) – Via HC3 AHM dalam soal bedah teknologi CBR250RR . .  awalnya tmcblog bingung, lhaaa apalagi yang harus di bedah dari Motor Yang sudah setahun yang lalu dirilis, Bukannya sudah semuanya ? . . ternyata Nggak bergitu mas brooo . . . Level Training dan penjelasannya jauh lebih dalam dibandingkan penjelasan penjelasan teknis terlebih dahulu (minmal buat orang awam teknis seperti tmcblog )  . . beberapa Hal hal menarik akan tmcblog buatkan tematis di beberapa artikel kedepan  ..  dan untuk yang pertama tmcblog akan coba bahas soal Metal Bearing . .

Yap Menengar kata bearing, Mindset kita biasannya terpaku pada Ball bearing berbentuk bola pelor . . namun di Honda CBR250RR ini di beberapa posisi part seperti di Crankshaft, Balancer dan Conrod jenis bearing yang digunakan adalah sebuah Metal bearing . . . Mengenai jenis bearing ini sebenarnya tmcblog sudah mendengar dan mempelajari sejak lama, namun baru kali ini ketemu sama partnya langsung . . dan Untuk sobat ketahui, jenis bearing seperti ini sudah umum dan Bukan hanya CBR250RR sendiri yang menggunakan, Metal bearing/ metal duduk/ Journal bearing juga terlihat di Yamaha R25 dan Ninja 250 . . Oke Yuk Kita Bahas bersama

jadi Gini di workshop hari sabtu kemarin Pak Edhi dan Pak Endro dari TSD AHM hanya memperkenalkan  yang namanya METAL Bearing . . .   Jika kita sebelumnya mengenal Ball Bearing dimana yang membuat lancar bergerak adalah karena kehadiran  bola bola pelor yang dilapisi pelicin semacam gemuk Yang bergerak dalam sebuah ikatan lempengam logam berbentuk bundar/ bentuk lain ( Gambar diatas mesin saab menggunakna ballbearing di crankshaftnya ) . . Maka bro bisa bayangkan bahwa di metal Bearing ini hanya ada lempengan Logam saja . . Tidak ada bola bola pelornya. . . Bentuknya seperti ini :

Metal Bearing tersebut tmcblog sport minimal ada dua jenis jika dibagi menurut fungsi dan posisinya  . . .  yakni yang pertama metal bearing yang terletak pada Blok mesin yang berhubungan dengan Crankshaft .

Metal bearing disini berfungsi sebagai tumpuan bagi crankshaft saat berputar. Disebut Metal bearing tipe pertama ini banyak yang mengenal juga sebagai ‘ metal duduk ‘ karena metal bearing ini dasarnya tidak kemana – mana hanya duduk diam di blok mesin

Posisi Metal Bearing Yang kedua adalah pada batang piston/ torak/ Con-Rod atau connecting rod. Metal Bearing ini Merupakan bearing bagi batang piston untuk bergerak ke atas dan ke bawah. nah jenis Metal Bearing ini banyak dikenal sebagai Disebut metal jalan karena saat bekerja, metal ini bergerak mengikuti gerak crankshaft

Nah yang menarik adalah mengenal cara kerja dari Metal bearing ini  . .  Secara bentuk Metal bearing itu seperti lempengen Logam melengkung dengan terdapat semacam Parit ditengah dan ada detail lobang lobang . . .

apa Kegunaan parit dan Lobang tersebut ? ternyata tidak sembarangan dibuat sob . .. itu adalah untuk penyaluran Pelumas ( Oli mesin )  . . . nah saat Mesin dinyalakan maka Oli mesin akan hadir Via Lobang di Crank case dan karena tekanan maka oli tersebut akan memenuhi ‘ ruang ‘

Note TMCBlog tuliskan ruang dengan tanda petik ..  karena memang ruang tersebut sangat sempit . . . hanya ruang yang dihasilkan karena kerenggangan 0,075 mm antara  as dan bearing . . dan ruangan dengan jarak 0,075 mm tersebut penuh diisi oleh Pelumas / Oli yang bertekanan . . artinya Jika diisi oleh Oli maka tidak ada logam yang bergesekan sama sekali . . logamnya seperti ‘ mengapung ‘ di Oli

hal ini berbeda dengan penggunaan Ball Bearing dimana tetap ada sentuhan antara Logam karena Bola bola pelor berputar karena bersebuhan dengan logam lain . . lagi pula sentuhan dengan logam lain punya resiko akan  menggerus salah satu logam yang kalah dalam pemakaian yang lama plus , kita harus lebih sering mengakses ball bearing untuk melumasinya. ( artinya membongkar mesin )

Nahhhh Karena Menggunakan Metal Bearing, Maka untuk workshop Bongkar mesin Motor motor yang sudah menggunakan bearing ini seperti CBR250RR ada beberapa kaidah yang harus sobat sekalian patuhi yakni :

Selalu memperhatikan kondisi Oli dan saringan Oli . Yap Oli di sistem metal bearing berlaku sebagai bola pelor di ball bearing . . Jika Kualitas Olinya sudah buruk maka sudah dapat dipastikan akan memperburuk kinerja dari Metal bearing . . dan bisa bisa membuat kerja Crankshaft dan setang piston terganggu sampai sampai paling parah Macet !

Selalu memperhatikan kerja Pompa Oli  ..  Metal bearing sangat bergantung pada tekanan yang dihasilkan pompa Oli, Jika pompa Oli sudah lemah, maka tekanan yang dihasilkan akan lemah dan menyebabkan oli sulit memperoleh tekanan yang pas. Metal

Tidak Boleh sembarangan mengganti Metal Bearing Khususnya di CBR250RR . ..  di CBR250RR ada sekitar 5 jenis Metal bearing didasari oleh Ketebalannya yang ditandai dengan warna Coklat, Hijau, Kuning, Pink, dan merah . . Coklat adalah Paling tebal, Merah adalah paling tipis . ..  artinya jika awalnya Coklat jangan diganti ke red atau sebaliknya karena nanti kerenggangannya tidak pas/ tidak standar dan menyebabkan kinerja mesin bermasalah

Tidak Boleh sembarangan dalam mengunci mur di bagian Crankshaft dan torak . . harus ada ukurannya kalo nggak salah sekitar 21 Nm . . Kalau kunci terlalu rapat maka bearing bisa macet tidak berfungsi karena hal ini berhubungan dengan terjadinya friksi ( tidak berputar). Kalau terlalu longgar bisa juga tidak berfungsi karena berhubungan dengan fungsi bantalan. Jadi harus ada celah yang pas yang diperoleh dengan cara penguncian dengan torsi yang tidak sembarangan  . . . Oke sekian dulu sedikit pembahasan mengenai Metal Bearing . . jika ada yang ditanyakan atau ditambahkan silahkan share di Kolom Komentar tmcblog . . Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

57 COMMENTS

  1. intinya harus selalu cek oli…bisa gozonk itu bearing!!

    😁😁😁😁

    slalu cek yaaa..😄😄😄kali ja netes di bawah mesin 😁😁😁😁

    Guest
  2. udah sewajarnya mesin dgn kapasitas besar memakai metal bearing….
    cuma mesin dgn rpm yang tinggi apa gak ada lapisan khusus di metalnya kang???

    Guest
  3. Saya taunya metal duduk wak…..dan itu udah di aplikasikan di mobil dari dulu
    Motor CC kecil kayaknya ga perlu pake itu

    O…. Ya wak
    Gmna kalo bahas macem” bearing biar fb sedikit paham fungsi dan jenisnya…itung” bagi bagi ilmu
    Macem bearing trap, bearing bambu dll……

    Guest
  4. Seingat saya, motor CB125 tahun 74 punya saya, camshatnya pake metal bearing.
    Waktu muncul GL Series, camshaftnya pake ball bearing, dan diiklankan sebagai keunggulan.
    Lha sekarang balik pake metal bearing lagi.
    Pasti ada keunggulannya.

    Dan betul sekali seperti disebutkan di atas, di semua mesin mobil yg pernah saya overhaul, baik crank shaft maupun cam shaft nya, semua menggunakan metal bearing. Pada turbocharger, yg bisa bergasing 100.000 RPM, metalnya juga metal bearing.

    Saya rasa, kembalinya ke metal bearing ada hubungannya dgn kualitas oli zaman sekarang.

    Guest
    • GL camshaft nya punya ku tak kasih roller bearing klok pkk metak bearing kasar n sring oblak resiko.. skrang lbh halus n enteng.. keungulan metal bearing di as nya tdak ad yg bergesekan krna ruangan nya di masukin oli brtekanan.. krna g bersingungan suara bsa lbh halus n friksi nya kirang bgt.. klok di GL desein nya beda krna sering bongkar pasang tekanan ngencengin nya jga g tau sbrapa oli nya jga krang bagus ya aus lama2.. yg klok model metal bearing kdu rutin ganti oli n jangan sampe telat..

      Guest
    • satu lagi bro, selain kualitas oli juga dimensi mesin. kebayang ukuran metal bearing yang cuma 2-4 mm (tergantung besar poros), dibandingkan dengan ukuran ball bearing yang bisa 5 kali lipat lebih besar diameternya sehingga mesin butuh banyak ruang. dengan metal bearing mesin bisa lebih kecil namun kuat. kalau pakai ball bearing mesin jadi lebih besar untuk memeperoleh kekuatan yang sama. selain itu, metal bearing tahan terhadap beban dan hentakan besar. pada ball/roller bearing, ketika kena hentakan kuat, dapat terjadi luka/goresan pada roller atau race (lintasan). namun pada metal bearing dapat dicegah karena luas permukaannya sangat besar dibandingkan roller bearing.

      Guest
  5. astrea 800 sebelah camshaftnya pake metal bearing. cuma bukan split half bearing (terbelah seperti gambar di atas), namun utuh, sehingga disebut bushing/boss.
    kelemahan metal bearing/bushing adalah ketika putaran rendah, gaya hidrodinamik oli belum kuat sehingga terjadi banyak gesekan antara bearing dengan poros. ketika putaran tinggi, ketika gaya hidrodinamik sudah besar, poros seolah mengapung di dalam bearing sehingga keausan rendah dan poros jadi licin (mudah berputar).
    contoh gampang, kalau sobat melempar pecahan genteng ke air kolam dengan cepat, maka genteng akan memantul. namun ketika pelan, akan tenggelam. begitu pula poros di dalam metal bearing berisi oli. ketika berputar cepat, poros mengapung, namun ketika berputar pelan, poros akan turun (banyak bergesekan).

    Guest
  6. biasa bongkar mesin truk wak,
    jadi gak heran ama yang kayak ginian
    ada metal duduk, metal jalan, dan yg setengah lengkung tipis biasanya disebut metal bulan,

    Guest
  7. coba bongkar engine dohc CB150R, disana pada camshaft tidak ada bearing, atau camshaft holder (rumah/dudukan camshaft) juga berfungsi sebagai bearing.
    pada satria FU juga sama. keuntungan: engine lebih kecil, kompak, ringan, namun mampu menahan beban kejut pada camshaft lebih besar dibanding roller bearing

    Guest
  8. Tetep lebih prefer ke bearing model biasa apalagi yang high speed, karena itu cuma semacam bushing, jika putaran rendah mudah terkena gesekan.
    Tinggal mana yang lebih keras, jika shaftnya, maka yang rusak metal bearing/bushingnya. Atau sebaliknya.

    Tidak hati-hati, amsyong deh. Itu motor juga produksinya masih dikit, beda sama mobil. Dari ori sampai kw bejibun.

    Guest
  9. Ini klo di pabrik tempat saya kerja biasanya orang teknik nyebutnya bushing. Ada yg dr metal,ad juga yg dr semacam plastik atau teflon. Ad yg model diam ad juga model ikut jalan,persis sperti yg wak Haji bilang.

    Guest
  10. Wah bearing kaya gitu di pake buat turbo mobil juga om.. udh lama malah jd bukan barang yg wah sih.. lagi pula bearing kaya gitu lebih tahan banting.. di turbo aja tahan banget apa lagi cuman motor gitu ecess lahh

    Guest
  11. Yang menarik menurut saya bukan bearingnya….

    Nah coba perhatikan detail crankshaftnya, crankshaft CBR250RR sudah advance meski termasuk kategori crankshaft berat.

    Sebenarnya honda punya teknologi yg lbh advance untuk mesin inline contoh mesin BRV, HRV, CRV sayang teknologi ini belum diterapkan ke new CBR1000RR.

    Guest
  12. Kl d mobil namanya metal duduk n metal jalan…metal duduk yg menumpu chranksaft d block mesin…metal jalan yg menumpu stang piston terhadap chranksaft..CMiW

    Guest
  13. Wk…wk…nek mesin lebih dr satu silinder pakenya yo metal bearing…..wis ngunu ae…awit jaman oplet yo ngunu

    Guest
  14. lumayan juga share ilmu nya,emang klo di mesin multi silinder sejajar ada istilah metal duduk,metal jalan sama metal bulan,kirain itu buat istilah di mobil aja,selain itu kruk as mesin multi silinder sejajar memang tidak memungkinkan untuk dupasang bearing krna konstruksinya yg fix jadi satu dari ujung kanan ke kiri,g kayak mesin silinder tungal untuk mesin harian yg kruk as nya bisa dilepas di tukang pres,bedanya klo buat mesin high performance ane baru tau ini klo untuk mengunci screw crank nya harus ada aturan tekanan torsinya,brati untuk ngoprek mesin high performance memang harus punya kunci dgn indikator torsi nya kyk di video perakitan mesin rcv itu ya..
    terus klo ada keausan metal sama dudukan metal nya,AHM sediain metal oversize juga gak ya?..

    Guest
  15. Wak, kalau dari segi bahannya sendiri apakah perlu bahan khusus untuk bearing macam ini? apakah dilapis juga seperti lapisan teflon kayak di piston gitu?

    Guest
  16. Ngencenginnya harus pake kunci Torsi.
    Setuju.
    Bahkan semua baut², gak peduli merk kendaraan ato mesinnya, mengencangkannya juga harus pake kunci torsi, entah biar lubang drat gak dol/los/aus/slek, juga agar baut gak patah/putus saat dibuka atau dikencangkan.
    Tapi dalam prakteknya, walaupun mungkin pabrikan atau dealer udah sediakan, udah di training. Apa mekaniknya akan memakainya?
    Buktinya saya punya pengalaman service remi di salah satu dealer+beres terkenal, paling besar di kota saya, dengan produk paling laris, kok bisanya habis service mahal-mahal, keluhan cuman beres seminggu doang, habis itu muncul lagi.
    Balik lagi service, katanya partsnya kosong, jadi dibelikan produk/parts non ori. Cuman bagus bentar, habis itu malah parts tersebut tetep gak menyelesaikan masalah.
    Sebel sama beres yg kerjanya gak beres, eh cobain service di bengkel non beres, malah hasilnya jadi beres dan keluhan gak muncul selamanya. Habis itu gak mau lagi service di beres. Bahkan ganti oli pun ganti sendiri, bebas pilih oli, bisa lebih hati² saat buka lubang pengisian, bersihkan kotoran / pasir² di sekeliling motor sebelum ganti oli & sesudah ganti oli, dsb.
    Jadi, intinya, mau secanggih apapun teknologinya, secanggih apapun alatnya, kalau SDM nya males ya percuma. Demikian juga seandainya SDM nya bagus, kalau alatnya gak memadai, hasilnya juga akan kurang lebih sama. Tapi dalam beberapa kasus, hasil masih lebih bagus yg SDMnya oke meskipun dgn peralatan kurang memadai.

    Guest
  17. speed tinggi harus didukung dengan bearing dan pelumasan yang sesuai juga. pake metal jalan dan duduk, seperti yang kebanyakan ada di mobil ya wak. Kudu rutin ganti oli nih biar metal ndak cacat. KAlo ampe cacat metal bisa kegulung alias roll dan bunyi kemlotak ni ntr.

    Guest
  18. Ane lebih suka istilah bosh, atau shock… Metal bearing kok bahasanya marketing banget. Disatria FU karbu juga sama gk ada ball bearing, cuma ada ‘got’ buat oli mengalir. Kurang tepat jika metal bearing ini minim gesekan karena akan mengambang jika berputar. Ball bearing ketika ada oli mesin mengalir gesekan malah lebih minim. Sales tuh.

    Guest
  19. Nuhun wak…
    Metal bearing sudah ada sejak jaman dulu, pas bongkar diesel dongfeng juga udah biasa ganti metal duduk sekalian metal jalan sampe overhauling juga…
    Metal bearing juga bisa ditemukan di kipas angin merk M*spion…
    Kalo dibilang keunggulan yg canggih ane kurang setuju,
    kalo pengiritan dan mempermudah iya,
    si dongfeng ini merupakan mesin kategori murah, makanya pake metal bearing
    Dan untuk mesin multi silinder, lebih mudah meletakkan metal bearing untuk bantalan ditengah Kruk As/Crankshaft dan untuk pelumasan juga lebih mudah karena saluran oli bisa sekalian satu jalur di Metal duduk sampe ke metal jalan, beda halnya untuk ball bearing/laher harus bikin saluran oli lagi…
    Untuk mesin lebih dari satu Piston/multi silinder hampir tidak mungkin memasukan ballbearing di tengah Kruk as/Crankshaft kecuali ball bearing belah dan untuk bearing belah kurang kuat dan lebih mahal…
    Metal bearing kalo udah aus bakalan lebih seret dan tenaga berkurang drastis…
    CMIIW

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here