TMCBlog.com – Bro sekalian, Beberapa hari Yang lalu Yamaha Factory racing dengan 4 pembalapnya Yakni Maverick Vinales, Valentino Rossi, Johann Zarco dan Nozane setelah mencoba berbagai macam kombinasi setingan dan fisik dari Motor Yamaha M1 di sirkuit sepang yang disewa secara Private Oleh team. Info dari berbagai media yang bisa tmcblog peroleh ke 4 nya melakukan berbagai macam kombinasi tersebut baik dalam Kondisi Track Kering maupun Basah  . . . Karena test tersebut adalah test Privat, Maka Nggak ada info resmi dari team mengenai hasil pengetesan tersebut, namun seperti yang tmcblog baca dari auto sport, Valentino Rossi sudah mulai angkat bicara mengenai bakalan seperti apa Yamaha M1 Tahun 2018 nanti . .

Valentino Rossi mengatakan bahwa 4 test rider Yamaha termasuk Johann Zarco mencoba Motor Yamaha M1 Versi terakhir Race MotoGP valencia 2016 di test Privat sepang tersebut dan membandingkan dengan Yamaha M1 Versi terakhir Race MotoGP valencia 2017 dan paling tidak ketiga Rider full Time Yamaha MotoGP langsung sepakat bahwa Yamaha M1 2017 lebih buruk dari Yamaha M1 2016.

Valentino Rossi mengatakan bahwa persoalan Yamaha Movistar ditahun yang lalu salah satunya berada di tangan dirinya dimana dengan kenyataan Maverick Vinales Bisa Clean sweep di test Pramusim 2017 Maka rossi berfikiran saat itu bahwa masalah berasal dari Dirinya sendiri , Bukan dari Motornya ( M1 2017 ) . . . Rossi di sepanjang 2017 berfikir bahwa bisa jadi permasalah di awal Musim 2017 akan berangsur angsur membaik seiring berjalannya Musim, namun hasil itu ternyata tak kunjung datang ” So, Kami meneruskan dengan M1 2017 namun, itu adalah sebuah kesalahan karena kami kehilangan waktu Yang banyak “  . . yap Yamaha Factory racing memang kehilangan waktu untuk Development, mereka terlihat sibuk untuk memikirkan penyelesaian masalah yang hadir di musim 2017 itu.

Menurut tmcblog, Motor Yamaha M1 2017 sangat berbeda baik itu Sasis maupun Mesin. Logikanya Jika Karakter mesin 2017 dan 2017 itu Mirip, harusnya Valentino Rossi dan Vinales tinggal tukar pakai sasis  saja karena hal itu diperbolehkan regulasi, Namun ternyata hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh team. TMCblog memperkirakan bahwa tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengaplikasikan sasis 2016 ke mesin 2017 . .

Bagaimana Untuk 2018 nanti? Valentino Rossi berkata bahwa Basis Motor Yamaha M1 2018 akan berasal dari sasis 2016 . . Namun ini artinya bukan berarti 2018 nanti Rossi dan Vinales ( dan Mungkin juga Zarco ) akan menggunakan motor 2016 . . . menurut tmcblog Yamaha M1 2018 akan Full Baru, namun karakter Sasis nya akan senada dengan sasis 2016 . . . yap Yamaha adalah pabrikan Yang konsentrasi dan ide utama Development Motor Prototipe bukan berasal dari Mesin – seperti Honda – mereka biasa memang start dari sasis . .

taufik of BuitenZorg

58 COMMENTS

    • Khan udah dijelasin ama bang opik dulu…
      Kencang skrg 11-12 kalo bener2 kencang top speednya ya Desmo…kalo RCV vs YZR 11 – 12 mas…kadang M1 menang top speed kadang M1 kalah…bisa diliat di event maksimum of speed…per lap chatnya jg.

      Guest
    • Mesin V-engine RCV skrg topspeednya udah agak jauhan melampaui inline engine nya M1 kok.

      Kan suka diperbandingkan ketika race motoGP.

      Tapi secara paket memang 11-12. Karena M1 sasisnya lbh superior, ketika cornering sudah seharusnya M1 menjadi momok bagi RCV.

      Lain hal ketika trek lurus, V-engine RCV masih bisa mengungguli M1.

      Guest
    • -rcv
      -V engine
      – paket motor yg relatif baik manajemen Ban
      -ditambah kemampuan rider yg kuat dalam hal late braking (MM 93)
      hasil akumulasi point2 diatas hasilnya
      – MM 93 jurdun ke 4 di GP
      – membuat honda jadi juara secara team dan konstruktor

      Guest
    • Ya jerez itu paling kentara…sirkuit santapan Yamaha kok malah mentok group tengah…
      Kayak bukan liat M1.
      Persis kasus chatternya RCV biaggi yg gak bisa berbuat apa2 di musim itu.

      Guest
  1. menurut pemahaman saya,, ini kesalahan yamaha,, klo mbangun motor dari sasis,, berarti dari awal musim motor harus 100% siap tempur,
    beda dengan honda, mreka bisa upgrade sasis sepanjang musim,,
    terlihat di paruh musim kedua,, biasanya yamaha jadi memble

    Guest
    • kata siapa honda upgrade sasis sepanjang musim ?
      justru honda gak terlalu fokus ke sasis karena mereka bukan pabrikan yang pendekatannya terhadap sasis. honda itu filosofinya ada pada mesin namun karena mesin gak boleh diutak atik selama balapan jadi yang selalu mereka utak atik itu bagian elektroniknya terutama softwarenya tuh yang bikin honda kesulitan.

      kenapa yamaha kalo bangun motor dari sasis ? yah karena memang yamaha pabrikan yang punya filosofinya pendekatannya pada sasis bukan pada mesin.

      Guest
  2. tumben kohta nozane yg test,bukan nakasuga kayak biasanya
    ngomong2 test rider,emang beneran ya bradl jadi test rider hrc,kok ten kate malah milih jack gagne jadi tandem camir,sebesar itu kah pengaruh honda america

    Guest
    • itu beneran bro stefan bradl bakal menggantikan hiroshi aoyama. cuma kemungkinan pas sebelom tes awal musim tahun 2018 baru diresmikan sama HRC.

      Guest
  3. Sprti biasa kaya’a skrg akan menjadi titik terburuk dan menurunnya dominasi yfr di motogp utk menyaingi HRC mgkin saat ini hrc akan fokus pda team ducati yg terlihat semakin solit dan berbahaya 😀 dn bisa menerobos masuk utk mengacaukan kedigdayaan HONDA di motogp 😀

    Guest
    • Deadlinenya emang mepet semoga yfr bisa segera nemuin solusinya..
      Tapi setidaknya sasis 2016 lebih bagus drpd 2017 yg amburadul…
      Klo RCV emang udah settle banget, desmo juga tinggal jaga ritme…tapi juga jgn lengah.

      Guest
  4. mungkin begini pendekatannya; R&D yamaha mendevelop desain sasis 2016 yang diduga punya tingkat kestabilan tertentu yang diuji dirace, sejalan dgn itu mesin terus diseting-seting sampai beberapa musim race, hingga sasis dan mesin bersinergis memberikan performa maksimal.

    jika demikian seharusnya sasislah yang menjadi patokan YFR, jadi bila rossi gonta ganti sasis berarti saat itu Rossi sudah galau ….

    disisi lain, menurut saya performa mesin 2016 zarco (team satelite) lebih advance karna bisa lebih cepat dari mesin 2017 valentino Rossi dan MV (padahal team factory) saat sama2 mengunakan sasis 2016 di race valencia 2017.

    mungkin ada perbedaaan tuning mesin M1 team satelite dengan mesin M1 team factory, dimana mesin satelite masih aman sedangkan mesin team factory lebih “diPUSH” sampai sempat Over Rev di race Mugelo 2016, mesin Rossi sempat tembus 17rban rpm.

    Guest
    • Tapi gan, dengan regulasi yang ada sekarang, dimana pengembangan mesin difreeze alias gaboleh diotak-atik, menurut pemahaman nenek ane yang udah pikun, harusnya basis pengembangan itu dari mesin dulu. Jadi cari dulu performa dan sifat mesin yang paling maksimal, baru selama musim berjalan komponen lain yang di kembangin, kayak sasis, elektronik dll.
      Soalnya kalo dari awal udah salah pilih set-up mesin, udah bubar tuh setaun, mau dioprek2 kaya apa ya tetep aja perubahannya ga signifikan gan. Contoh nyata itu HRC musim 2015-2016 dan Suzuki musim 2017 kemaren.
      1. HRC 2015 – blunder=mesin terlalu liar, harusnya bisa dioprek di elektronik dan sasis, tp sayangnya HRC persiapan dan pengetahuan soal ECU magneti marelli masih ketinggalan banget, alhasil nihil.
      2. HRC 2016 – blunder=mesin terlalu kalem, padahal data ECU magneti marelli udah lumayan advance, kan udah ada data gabungan 5 pembalap selama semusim. Tapi karena diawal musim tenaga mesin di sunat jadinya keliatan banget akselerasinya kalah jauh. bahkan di mugello 2016, di last lap MM udah didepan JL, pas banget beberapa meter di depan finish kesalip. Lorenzo sendiri bilang di interview bahwa dia menang gara2 tenaga M1, secara skill, di mugello MM diatas JL (tonton film form cervera to tokyo).
      3. Suzuki 2017, beritanya ada di crash & sempet dibahas juga di warung ini keknya. Bos suzuki ngaku sendiri salah pilih mesin yang tenaganya terlalu kecil.

      Jadi kesimpulan ane dari pengamatan ane yang kurang pinter ini, patokan development itu harusnya mesin bukan sasis gan.
      Peace gan ehe

      Guest
    • Sekedar mencoba memahami cara berfikir team YFR dalam mendevelop YZR-M1.
      Menurut saya idealnya juga demikian;
      “kestabilan sasis harus ngimbangi performa mesin, bukan mesin ngikutin kestabilan sasis”.
      Itu sebabnya YFR struggle dari tahun ketahun dgn masalah yang sama, kurang traksi saat masuk tikungan terlebih saat wet race karena deselerasi mesin yg lambat.

      Guest
    • Sesama pengamat pasti enak yah klo komen selalu nyambung, apa daya ane krg begitu memahami development motor motogp tiap pabrikan 😅😅

      Guest
  5. yamaha kelihatan banget nih kebakaran jenggot sama si zarco. sebelom ktm bilang minat mah yamaha mana peduli sama itu si zarco, baru setelah ktm bilang terang”an minat sama si zarco yamaha bilang. bila nanti rossi pensiun dari yamaha, opsi pertama yang menggantikannya adalah zarco.

    btw saya malah penasaran 2018 nanti si zarco pake motor apaan nih. 2017 gak mungkin kayanya, lin jarvis pun bilang tim satelit mereka gamau dipermalukan sama pabrikan lain. tapi dilain sisi masa iya si zarco dapet motor 2018 ? bisa” banyak diasepin tuh pembalap pabrikannya. selain itu yamaha dan tech 3 itu punya perjanjian kalo tech 3 menggunakan motor 1 tahun lebih tua dari pabrikan.

    Guest
    • Kalo policy nya masih sama sih kemungkinan besar zarco + folger pake paket motor 2017 gan.
      Ngutip komen ente “…yamaha dan tech 3 itu punya perjanjian kalo tech 3 menggunakan motor 1 tahun lebih tua dari pabrikan..”

      Kecuali dengan alasan tertentu kontraknya Zarco (zarco aja, ga termasuk folger) bisa diubah dan ngikutin strateginya Ducati (Petruci) dan HRC (Crutchlow), baru ada kemungkinan Zarco pake paket motor yang sama persis plus dapet upgrade yang sama dengan VR dan MV.

      Sejauh ini sih masih opsi yang pertama gan.

      Guest
    • “sampai sempat Over Rev di race Mugelo 2016, mesin Rossi sempat tembus 17rban rpm”….ternyata bener nih orang Sok tau banget ya…ane kira pengetahuan mesin MotoGP nya jago gatau Nya Cuma Asal bunyi…lo tau Ga tong moto gp ITU rpm Nya lebih dari 17ribu rpm tong. Ducati desmosedici bisa sampe 20ribu rpm tong, Honda RCV213V bisa sampe 19 ribu rpm limit Nya tong. YZR-M1 18500rpm cung limit Nya….Jangan samain Sama wsbk Atau RC213v-S cung….motor YZR-M1 Rossi Over Rev waktu race Mugelo 2016 ITU lebih dari 19ribu rpm cung karna ban Nya Ga menapak Ke aspal rpm mesin jadi Cepet banget Naik,tpi elektronik magnetimarreli telat mencut pengapian, ECU magnetimarreli ITU kan terknal lemot tertinggal jauh klo dibandingun ECU pabrikan H Y.

      Guest
    • Makanya ane kesel sama penutupan pengembangan ecu di motogp demi regulasi supaya membantu ducati lbh kompetitif eh taunya sama ampasnya 😛

      Guest
    • wahhh bahas ecu sama software magneti marelli nih hahahaha.
      saya bro saya juga kesel dan gregetan sama itu peraturan jadi kaya bukan balapan prototype. semenjak ada peraturan itu belom ada nih teknologi baru yang diciptakan sama pabrikan. dulu mah ada Seamless shift gearbox terus torductor.
      gregetan juga sama ducati, dari peraturan ini dia paling diuntungin karena sudah lebih dahulu pakai. sedangkan kaya pabrikan H & Y harus adaptasi pake motor open class dulu sebelom diaplikasi ke motor pabrikan mereka.
      tapi hasilnya apa ? ducati tetep aja gak juara dunia.

      Guest
    • Nah itu bro, pdhl setau ane honda yg paling sulit menyesuaikan dgn ecu magneti marelli ini, sampe katanya nakamoto ,honda pengen hengkang dri motogp XD, n emg persaingan inovasi teknologi jdi semakin sempit setelah pemberlakuan regulasi n homologasi tsb, mana skrg misal kek torductor n SSG gitu bisa dibeli sama pabrikan, ibaratnya “lu punya apa, gua beli yg punya lu” dan tentunya yg diuntungkan pabrikan non jepang yg akhirnya pd ngerasain SSG, twinspar, torductor, pneumatic valves #cmiiw

      Guest
    • Bener nih atas ane, sekarang perusahaan lagi model gini, di bidang teknologi elektronik juga gitu, google beli motorola dan dijual rugi ke lenovo, bukan karena jualan hpnya tapi karena beli paten2 teknologi motorola itu yg penting untuk pengembangan google, akhirnya muncul google pixel. . .

      Guest
  6. “sampai sempat Over Rev di race Mugelo 2016, mesin Rossi sempat tembus 17rban rpm”….ternyata bener nih orang Sok tau banget ya…ane kira pengetahuan mesin MotoGP nya jago gatau Nya Cuma Asal bunyi…lo tau Ga tong moto gp ITU rpm Nya lebih dari 17ribu rpm tong. Ducati desmosedici bisa sampe 20ribu rpm tong, Honda RCV213V bisa sampe 19 ribu rpm limit Nya tong. YZR-M1 18500rpm cung limit Nya….Jangan samain Sama wsbk Atau RC213v-S cung….motor YZR-M1 Rossi Over Rev waktu race Mugelo 2016 ITU lebih dari 19ribu rpm cung karna ban Nya Ga menapak Ke aspal rpm mesin jadi Cepet banget Naik,tpi elektronik magnetimarreli telat mencut pengapian, ECU magnetimarreli ITU kan terknal lemot tertinggal jauh klo dibandingun ECU pabrikan H Y.

    Guest
    • Sabar bro…
      Ente smart boleh, sombong jangan, kita diskusi saja biar enak.
      mesin v sih ngak usah dibahas, diseting 20rb rpm juga masih aman,
      ini masalahnya mesin 4 inline bro, kalaupun bermain rpm tinggi banyak yg dirubah, ente pasti tahu itu kan?

      Gini aja bro, Ada linknya on board YZR-M1 1000cc tembus 18500 rpm? kebetulan saya belum nemu…

      Guest
    • udah dari jaman jebot bro komentator yg ngaku pengamat cuma panda baca brosur bia google dan apalin bore x stroke doang. padahal aslinya mah gak tau apa2 cuma modal sok ngerti doang

      Guest
    • Kalo menurut ane, bukan masalah dari batas kemampuan dari mesinnya bro.
      inline 4 juga ada yang bisa maen 20k Rpm, tuh CBR 250RR Mc 22. ataupun RC116.
      menurut ane ini murni dari ECU
      https://www.motorsport.com/motogp/news/yamaha-confirms-it-overrevved-its-engines-at-mugello-742998/
      permasalahannya dari Mapping ECU yang memang kena limit akibat ada evelasi di straight yang bikin ban belakang melayang, gak napak otomatis over rev, lebih dari 19K. jadi terlambat ignition cut.
      setau ane semua motor prototype gak bakal nge umbar data telemtry yang ada di data logger (dashboard). Tapi kalo mau liat coba aja ente buka game MotoGP versi paling baru, bisa dijadikan referensi.

      Guest
  7. Ducati & KTM pengembanganya betul2 pada track dan filosofinya. Sedangkan yamaha sepeninggal lorenzo seperti kehilangan arah developmetnya

    Guest
  8. Yes betul ambil dari 2016, biarpun masih ada masalah di bagian blakang motor (ban), tp lebih sedikit ketimbang versi 2017…kelihatan penyesuain M1 2017 dengan karakter micelin yg semakin baik dan elektronik jadi amburadul karena gaya balap rossi jg berubah…
    Intinya semua baprikan sangat terlena dengan gaya balap marquez! Padahal karakter motor setiap pabrikan sangat berbeda…

    Guest
  9. Johann ikut? Apa mmg msh tarik ulur tahun depan pakai M1 versi apa?
    Herve rsnya ingin Johann (mungkin + Jonas) bisa seperti Cal ato Danillo. Momennya pas buat nego, masak memaksakan dng M1 16 krn yg 17 bikin stress..?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here