TMCblog.com – Bro Seklaian, Selama ini fenomena yang terjadi di Dunia Balap Indonesia pada umumnya ( kebanyakan ) pembalap yang maju ke penjangan balap berkelanjutan itu biasannya bareng dengan pabrikan . . entah Honda, Yamaha, Suzuki, Maupun, kawasaki . . Bisa dihitung dengan jari Pembalap yang Manapaki penjenjangan berikutnya dengan modal kocek sendiri karena memang costnya lumayan sob . . padahal masih sekelas CEV atau Mungkin Rookie Cup dan lain lain . .

kalau kita lihat kadet kadet pembalap Luar . . Lumayan agak berbeda sob . ..  sobat bisa lihat bagaimana Juara Asia Telant Cup Ayumu Sasaki yang semenjak Asia talent Cup begitu di dekati oleh HRC yang memang saat ini sedang giat giatnya kembali mengembalikan Trah pembalap jepang dalam tataran pembalap kelas tertinggi MotoGP . . namun bila sobat lihat seperti apa jalur Yang di tapaki oleh Sasaki . . . ia pernah masuk di MotoGP redbull Rookie Cup kan? dan bahkan Juara sob . . pakai Motor apa dia ? KTM RC250R kan . . . padahal boleh dibilang Ayumu sasaki itu seperti sudah ‘ honda ‘ banget . .

Kedua  . . Apiwat Wongthananon . ..  Juara AP250 Tahun 2016 ini selepas dari ARRC masih dipegang oleh Yamaha ( thailand ) ..  Namun ia di ‘ sekolahkan ‘ di sebuah sekolah di mana ia menggunakan Motor brand Pabrikan Lain yakni KTM RC250 . . . Yamaha Thailand rela ngelepas anak didiknya pakai Motor KTM demi masa depan Apiwat . ..  cukup sepertinya dua contoh diatas sebagai cermin . ..  tinggal sekarang kita bisa lihat pabrikan Mana di Indonesia yang berani seperti ini dimana Demi Kaderisasi rela pembalap didikan pakai motor merk lain . .

Seperti Kita ketahui untuk Ke MotoGP . . Jalur step Mainstreamnya adalah Race Lokal/ nasional lalu ke Race prototipe asia tingkat kadet ( Asia talent Cup ) lalu ke Race prototipe eropa tingkat kadet ( RedBull Rookie Cup ) lalu ke race Prototipe kelas Junior ( CEV Moto3 ) dan akhirnnya bisa masuk ke Moto3 World Championship untuk seterusnya ke Moto2 dan akhirnnya ultimate desire ke MotoGP . . .

Kalau Pembalap Yamaha Mau mengikuti jalur mainsteram MotoGP diatas, mau nggak mau memang akan berhadapan dengan Rookie Cup dan CEV Moto3 dimana saat ini belum ada motor brand Yamaha disana, so mau nggak mau kalau agak eweuh pakeweuh pakai Honda, ya pilihan lainnya bisa KTM atau Husqvarna atau brand lain  . ..

Buat pembalap Honda sendiri menurut tmcblog dari ATC ke CEV itu sedikit agak bikin kaget karena ada peningkatan tantangan dan spek motor yang nggak linear . . terkesan Impuls banget ( ada lonjakan ) . ..  idealnya sih buat anak anak Honda, path-nya adalah ATC, Rookie Cup lalu CEV . . Cuma pertanyaannya relakah AHM membiarkan pembalap binaannnya menggunakan Brand Lain demi Kaderisasi ? Kalo rela  . .  tmcblog akan kasih tagar #respect

Taufik of BuitenZorg

67 COMMENTS

    • Kalo AD MOTOR sensiri NGAPAIN pake MOTOR ORG.. NSF250..
      knp harus pilih RC250..

      Kecuali Pembalap YAMAHA/kawasaki yg g punya motor3..

      PADAHAL UDAH DIJAWAB SENDIRI..

      MM93 KNP G MW PINDAH DARI HRC.. meski diiming imingi GAJI LEBIH BESAR..

      KLO DIINDONESIA KAN CUMA AHM YG BERAMBISIUS. MENGANTARKAN ANAK DIDIKNYA KE AJANG MOTOR GP.

      WAA MAKSUD ELO PINDAH KE TEAM MANA SIH..

      KTM INDONESIA RACING KAHH.. EMANG ADA.

      Guest
    • Lebih baik iwan banaran com.

      Biar warung panas.. tapi Bebas.. bersuara..

      Pantes ini warung adem..

      Guest
    • boleh dilepas asal bisa “jualan” bikin image dulu…maksimal 2 tahun lagi ngangkat brand haha…baru dilepas

      Guest
    • β€œDuh-duh-duh akoh pengen banget banyak hal dech di tahun 2018, tapi-tapi-tapi akoh kan gak ada duit. Gimans dong?

      Untungnya ya cuy, akoh nemuin nih aplikasi Kwai yang katanya mau kasih kejutan di 2018. Sekarang akoh udah download dan #SiapSiapDapetDuit dari Kwai. Kamoh juga harus download dong shayyy biar kayak akoh.

      Download Kwai sekarang ya shayy, jangan sampe kamu kayak amuba-amuba merana yang cuma melongo bokek di 2018

      Google Playstore Β http: //bit.ly/Kwaiapp

      Apple Appstore http: //bit.ly/KwaiApp

      Guest
  1. Fansboy nya wak yg ga rela.. trus gengsi pabrikan yg gamau keliatan “pembalap pabrikan A aja pake motor B”.. takut konsumen yg otaknya waras pindah2 pabrikan

    Guest
    • Karena tujuannya utk komersial, direkrut awalnya emang buat iklan.bukan niat utk mencetak kader bangsa, lah kalu mereka jelas niatnya cetak kader bangsa. Jadi niat insunnya yg beda

      Guest
    • Setuju banget.. niat awalnya buat komersil..
      Dan di indonesia banyak fans die hard.
      Dan kebetulan, pasar motornya sendiri cukup besar. Kayanya susah kalo race make brand lain

      Guest
  2. solusinya ya brand produk lain yg bikin kaderisasi kayak Repsol,petronas,dll pake motor apa juga bomat yg penting olinya atau apapun itu ya produk itu(walaupun di moto2 harus pake liqui moly),jadi ayo dong Pertamini bikin pengkaderan pembalap

    Guest
    • jangan berharap sama perusahaan minyak negara gan. giliran sponsorin ryo haryanto yang jelas” punya prestasi ogah”an. eh giliran sponsorin pembalap anuan buat turun di cev moto2 sama WSSP 300 malah mau. padahal itu pembalap menang koar” disosmed doank, the next valentino rossi from indonesia eh pas balapan zonk..

      Guest
  3. Wak. Kenapa pake bahasa mazapahit wak? Padahal kan doski venci banget sama wak aji. Ngah ngah ngah

    Guest
    • Jangan memancing di air yang keruh, gak weruh. Mending disirib, diobeng atau digubyag, baru dapet banyak ikannya..
      #elmu

      Guest
  4. yang penting asal jangan kelamaan muter-muter di CEV dan malah turun kelas di ARRC dari AP600 ke 250cc habis itu bingung mau kemana. Tiap tahun umur menambah sedang jenjang karir di moto3 rata- rata masih belia. Sayang talenta yang ada disia-siakan

    Guest
  5. btw sy perhatiin andi gilang seperti kaget dapat lawan dr cev moto3 selama 2 tahun ini.. setuju kalo penjenjangannya terlalu ‘melonjak’ dr atc ke cev

    Guest
  6. Apiwat Wongthananon di seri terakhir ARRC AP600cc dengan New R6 luar biasa tidak tersentuh samapi finish. Tahun depan kalau ikut FULL Race pasti semakin seru

    Guest
    • aphiwat dirace kemarin itu gak bisa dijadikan patokan bro. kalo menurut saya faktor TUAN RUMAH, riset motor disitu dan latihan disitu. menurut saya belom WOW.
      pembalap thailand memang gitu, di ATC aja si chantra kuat banget di buriram bisa meninggalkan jauh lawan. diluar thailand ? yah dibantai sama pembalap lain.

      Guest
    • nggak kaget sih,dia kan pernah berlaga di moto2,karirnya naik turun dan sekarang kayaknya naik lagi

      Guest
  7. Karena kita lahir di negara antah berantah, dimana gengsi jadi nomer satu, meskipun kere dan ngenes.

    Pride adalah yang utama meskipun saling sikut.

    Fanatik buta, korban merk, mudah di hasut.
    Itulah ciri masyarakat indonesia.

    Apalagi kerjaan sales bejat dan tim sukses merk di blog, kerjanya cuma black campaign sebanyak-banyaknya. Supaya kalimat jelek merk kompetitor terindex mesin pencari semacam google, etc.
    Akhirnya masyarakat saling sikut, termakan merk, dll.

    Bukan mengedukasi tapi malah menjerumuskan.

    Guest
  8. Ngak kebayang suatu saat nanti MM93 pindah ke yamaha saat Rossi sudah pensiun. Pasti FBH langsung jadi haters MM93 persiss seperti saat Rossi pindah dari Honda ke yamaha.

    Guest
  9. kalo honda sih kan tiap jenjang juga motornya ada, kecuali kalo cev moto2 juga nanti ngikut pake triumph, utk skrg mungkin pabrikan lain yang harus rela keluarin duit buat numpak motor merk lain.

    Guest
    • si husqy kan punya ktm juga. dia turun di moto3 pake ktm rc250 cuma di rebranding jadi husqvarna.
      mirip kaya mahindra sama peugeot. peugeot turun dimoto3 pake motor mahindra cuma di rebranding jadi peugeot.

      Guest
  10. bukannya mereka itu dikontrak wak ?
    pertanyaan saya apakah ada pabrikan lain yg mencoba mengontrak atau menawarkan mereka untuk pindah ?
    kalo gak ada yak mereka realistis sih bertahan disitu.

    Guest
  11. pabrikan sini belum mikir sampe kesitu..
    ingat Doni Tata dulu dibesarkan Yamaha, ikut GP125 juga pake Yamaha TZ125 jadoel yang sudah kalah spek vs Aprilia/Honda/Gilera/KTM, malah kabarnya menolak kontrak dari team yang menggunakan Aprilia demi membela Yamaha (padahal sudah tahu kalo motornya gak kompetitif)
    Nah,saat naik ke Moto2, mau gak mau dia pake motor yang basisnya Honda CBR600,langsung gak ada lagi tuh jargon From Zero to Hero, dan meski kemarin Doni Tata juara Suzuka Endurance 4H dengan Yamaha R6, toh Yamaha Indonesia tak bergeming,padahal bisa dibilang Doni ini masih setia dengan Yamaha,tuh bengkel Yamaha Doni Tata di Pleburan Sleman masih eksis hingga kini.

    Guest
  12. di Indonesia sepertinya susah wak. Sempet bahagia ketika AHRT recruit Yudhistrira untk jadi rider merek namun hanya bertahan beberapa saat Yudhistira kembali ke Kawasaki, pasti Anggono (bos AHRT) mendapat tekanan dari big boss lainya kenapa tidak ambil pembalap binaan internal saja..?? padahal saya yakin kl yudihstira masuk ke AHRT jenjangnya akan lebih baik untk ke jenjang lebih tinggi. Lalu Wahyu aji yg dari kawasaki (salah satu juara ARRC) harus pindah ke Yamaha krn mungkin jenjang yg lebih menjanjikan.

    Guest
    • Masalahnya bukan itu bro, Yudhistira sempat pikir dia bakalan dipromosiin ke CEV tapi dia sadar ternyata program itu cuma buat Dimas dan Yudhis cuma ditaruh di ARRC, padahal semua tau skill Yudhis lebih baik dari Dimas yg lebih mirip penghobi balap motor ketimbang atlit balap motor. Walhasil Yudhis sakit hati dan sebelum telat dia balik ke Kawasaki, Kawasaki yg udah terlanjur kontrak pembalap pengganti Yudhis akhirnya mau nampung lagi tapi dengan uang kontrak yg jauh lebih kecil dari sebelumnya, dan karena itulah Manual Tech sempat punya 2 pembalap di ARRC sebelum dititipi Azlan dari Kawasaki Japan

      Guest
    • itu karena ktm takut pembalap didikannya dicomot sama pabrikan lain. dia punya perjenjangan dari redbull rookies cup, moto3 langsung ke motogp terputus di moto2. makanya dia bikin tim di moto2 biar pembalap binaan mereka gak direbut pabrikan lain pas di moto2 lalu naik ke motogp.

      Guest
    • Lha Marques didikan siapa !??
      Atow Vale didikan siapa ??
      Skrg dikontrak siapa ???
      Dinamis bang.. emang nya mau stagnan di team gurem ??
      Mikir !!

      Guest
    • Ini orang ngomong udah keluar jalur , mata hati nya dibuka tong , jgn ditutupi sayap sebelah

      Guest
  13. Aphiwat kayak nya gak bagus jadi contoh ..?!

    Bukannya doi pernah Moto2 , waktu di support Ap Honda Thai, FAARRC 600, turun lagi ke AP250, baru pindah ke Yamaha, naik ke CEV Moto3, turun lagi Wildcard SS600 ARRC, 2018 Gak tau dah kemana,, mungkin ARRC SS600 sesekali Wildcard di WSS600..

    Guest
  14. Gerry Salim baiknya di taro di CEV Moto2 .. ..atau di CEV Moto3.. pake Honda, ..

    Sy pikir Gerry,Andi Gilang, Dimas,,, udah sadar mereka siap terdepak bila tak kasih 110-200% kemampuan & ilmu mereka, sudah siap junior mereka (Adenanta,Mario dll) ganti posisi mereka.. ..

    Kalo Gerry saya lihat sudah faham, kalo liat wawancara di artikel tmcblog, and dy sadar diri .. atas keputusan AHRT turunin dy ke AP250, karena musim sebelumnya di SS600 diluar ekspektasi team AHRT.. .. kalo liat Irfan Ardiansyah juga kykna udah siap di resuffle posisi nya dengan capaian dy di 2017 ini.

    Kalo sy pikir pola AHRT cari stok rider sebanyak banyaknya, and mereka diberi kesempatan walau akhirnya yang menonjol/alien pasti , jenjang karir akan lebih cepat dari temannya di AHRT,.. .. And semua pasti di Support full oleh ahrt.. . . .rider yang “gagal” menggunakan kesempatan dari AHRT, harus terima konsekuensinya tidak di Support memaksa ke MotoGP.. ..

    Saya pikir cukup adil , kalo berfikir sampai disini.. ..

    Guest
  15. Saya yakin saat team pencari bakat AHRT/AHM .. nemuin rider alien,, itu rider dari Wildcard CEV , langsung Moto3 worldchampion. . .

    Step nya sama dengan yg lain :
    HDC
    Wildcard TTC (Thailand talent cup)
    ATC
    Wildcard CEV Moto3
    Moto3 Worldchampion

    Banyak waktu dipangkas saat hanya jadi Wildcard, . .tapi syaratnya podium atau minimal 5 besar. . .

    Target AHM just MotoGP,, blom keliatan ke arah WSBK. .

    Guest
  16. Gak sabar nunggu kiprah Galang Hendra, di wssp300 .. semoga bagus podium terus, bawa Indonesia berkibar

    πŸ‘

    Guest
    • Belom fix masalah tsb… Karena baru example (1 rider) .. klo misal udah 2-5 rider dapat hasil yang sama, baru fix masalahnya.

      Guest
    • berapa detik wak selisih per lap nya? atau per race mungkin, ambil saja contoh qatar, kalau nggak salah NSF spek ATC ini NSF gen awal yaa? sedangkan NSF CEV NSF gen ke berapa?

      Guest
    • perbedaan nsf250r dan nsf250rw itu sangat jauh. garis besarnya sih dari segi tenaga, handling, bobot itu udah sangat berbeda.
      nsf250rw bobotnya jauh lebih ringan namun dengan tenaga yang lebih besar.
      itu perbedaan nsf250 gen 1 dan 2. belom lagi nsf250 yang gen 3, yang kemarin dipake joan mir buat jurdun. walau sekilas hanya terdapat perbedaan di air ramnya, dimana gen 2 oval telor sedangkan yg gen 3 mirip mulut cemberut. tp pasti ada perbedaan yg lumayan antara gen 2 dan 3.

      Guest
  17. Jujur malah sy berfikir liar, “Dimas Ekky habis masa waktu yang ditentukan AHRT untuk semua kesempatan yang diberikan, malah side ke Ajang lain oleh pabrikan lain misal Wssp300, dengan Yamaha (balik kucing) atau Kawasaki, .. ..

    Lebih greget .. macam Rea di WSBK.. hehehe…

    Karena sepertinya pola AHRT mirip .. pola Honda di WSBK… … .. mereka punya target ekspektasi yang sudah dipatok setiap rider.. . ..

    Guest
  18. Mudah mudahan jika Galang Hendra tampil apik di wssp300 2018, membuka mata team pencari bakat dunia kalo Indonesia kaya akan rider berbakat.. …

    Nah rider Indonesia jadi trend baru, balap internasional.. .. .. ..

    Nah kesempatan tsb mudah mudahan melunakkan hati Pabrikan yang membimbing rider tsb.. .. .. .untuk Indonesia raya.

    Guest
  19. Beda konsep dan tujuan pak. Dijepang mereka memang bertujuan mengangkat pembalap jepang ke tingkat dunia tentu dengan membawa kualitas yg mampu bersaing. Beda dengan Indonesia tujuannya buat jualan, gak peduli kualitas di tingkat dunia. Mungkin ahm yg mulai meniru jepang

    Guest
  20. perbedaan nsf250r dan nsf250rw itu sangat jauh. garis besarnya sih dari segi tenaga, handling, bobot itu udah sangat berbeda.
    nsf250rw bobotnya jauh lebih ringan namun dengan tenaga yang lebih besar.
    itu perbedaan nsf250 gen 1 dan 2. belom lagi nsf250 yang gen 3, yang kemarin dipake joan mir buat jurdun. walau sekilas hanya terdapat perbedaan di air ramnya, dimana gen 2 oval telor sedangkan yg gen 3 mirip mulut cemberut. tp pasti ada perbedaan yg lumayan antara gen 2 dan 3.

    Guest
  21. pembalap rookie non eropa jaman “Now” masih enak, masih ada penjenjangan tingkat rookie secara sistematis gitu (AP250 – Rookies Cup – CEV – Moto3)
    kalo pembalap rookie non eropa jaman “biyen” sekelas Casey Stoner, Shinya Nakano, Anthony West, itu gimana susahnya ya mereka bisa bertarung hingga ke puncak race day MotoGP

    Guest
  22. Bisa bisa ujan angin badai cetar membahana klau team biru yg notaben nya minim prestasi di taun kemarin bawa motor H πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ wak aji mu di taruh dimana muka jimoo cs yg udah jelas tempatnya si zamban πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.