TMCBlog.com – Sobat sekalian, pencapaian karir balap Valentino Rossi membuat banyak orang yang kagum dengannya selama ini. Dengan  umur karir selama itu banyak pula kontroversi yang dia buat baik di dalam lintasan maupun luar lintasan, namun terlepas dari itu semua hal yang amat patut diberikan apresiasi tertinggi adalah keseriusan serta kegigihannya menjalani karir balap. Tak ayal semua rekan, teman sahabat bahkan rivalnya pun tetap menghargai Rossi. Seingat saya belum ada pembalap yang balapan selama karirnya Rossi cmiiw . Dan hal itu lah yang membuat para fans berikut juga para haters VR46 bertanya-tanya “Kapan sih si kakek tua ini pensiun?”

Sebenernya banyak yang nanya ke TMCBlog nih dan suatu saat lewat obrolan santai sambil ngopi-ngopi saya berdiskusi soal prediksi kelangsungan karir The Doctor di balap prototipe MotoGP dengan kawan-kawan. Eh kok ya dilalah om David Emmett dari Motomatters.com menuangkan ilmunya juga, jadi sekalian deh saya campur aduk di artikel ini ya sob.

Teringat kemenangan terakhir Vale di GP Assen 2017 silam bersama dengan Yamaha M1, tepat 20 tahun 10 bulan dan 7 hari yang lalu dirinya merebut kemenangan pertamanya di GP Brno dengan motor Aprilia GP125. Tetap balap selama 20 tahun lebih, dan masih kompetitif kita sendiri udah ngelakuin apa ya umur segitu? hehehe… Gak sampai di Assen empat bulan kemudian Vale berhasil mengamankan podium dua di Philip Island dengan pertarungan sengit yang full kontak fisik bersama Marquez, Zarco, Vinales dan Iannone yang berusia jauh lebih muda.

Vale akan mengawali balapan musim ini di usia 39 tahun yang mana kebanyakan pembalap sudah pensiun, lalu apakah musim ini menjadi tahun terakhirnya di MotoGP? Info dari Carlo Pernat yang juga sudah TMCBlog bahas di blog berkata bahwa dirinya yakin bahwa Valentino sudah menandatangani sebuah pra kontrak bersama Yamaha. Boleh sampeyan percaya atau tidak deh tuh. Tapi kalau mau kita ambil pendapat paling kuat, bisa dari kata-kata Vale sendiri yang sudah 3 atau 4 kali kita dengan di akhir musim MotoGP belakangan; “Jika Saya bisa kompetitif, Saya akan terus balapan setidaknya setahun lagi.” Yup itu yang selalu dijadikan referensi karir balap Valentino Rossi. Jadi untuk menjawab pertanyaan apakah ia akan pensiun pada akhir 2018, kita hanya perlu melihat kembali ke setidaknya progres dirinya pada paruh musim pertama.

Semua akan kembali lagi ke performa Yamaha M1 yang akan Vale pakai, mengingat musim 2017 adalah musim terburuk Yamaha sejak 2004 dengan hanya meraih 4 kemenangan juga sebagai musim terburuk Vale bersama Yamaha (sejak 2004 dan sejak reuni di 2013). Menarik ketika TMCBlog melihat kutipan wawancara GP One dengan Carlo Pernat yang yakin 100% musim kompetisi 2018 akan lebih sengit ketimbang 2017. Alasannya menyangkut Yamaha, dirinya berkata “Tahun 2017 sudah KO duluan dalam pertarungan perebutan juara dunia dan hal tersebut baru pertama kali terjadi. Yamaha selalu menjadi titik acuan dari para rival dan insinyur mereka akan menempatkan motor Valentino dan Viñales di dalam pertarungan.”

Secara resmi memang Valentino Rossi akan menunggu sampai beberapa balapan pertama sebelum membuat keputusan memperpanjang kontraknya dengan Yamaha. Tapi besar juga kemungkinannya Rossi akan mengambil keputusan setelah winter test Sepang pada akhir Januari ini. Jika dia bisa bersaing dengan Márquez dan Viñales saat sesi test maka dia akan yakin bisa berada di perburuan titel juara dunia musim 2018, dan seterusnya. Namun pengumuman perihal kontrak tersebut mungkin tidak akan datang sampai paruh musim pertama di musim ini, tetapi juga tidak ada keraguan menurut TMCBlog bahwa Rossi akan tetap ada di MotoGP setidaknya setahun lagi. Prediksinya adalah bahwa Vale akan menandatangani kontrak satu tahun dengan opsi untuk memperpanjang selama setahun setelah itu. Sampai umur 41 tahun dong ya. Spekulasi apakah tetap di factory team atau satelit dengan support pabrikan? masih terbuka lebar sih sob [IMHO], kalau melihat perjenjangan karir pembalap lain dan masa depan Yamaha sih memang jauh lebih baik ketika Vale masih di MotoGP namun statusnya adalahpembalap satelit dengan support pabrikan. Ya semisal Cal Crutchlow atau bahkan Vale sendiri ketika tahun 2000-2001 di Nastro Azzuro Honda, sebuah team satelit dengan motor full pabrikan.

Akan tetapi bagaimana kelangsungannya apabila Yamaha kembali tidak kompetitif, bisakah Rossi memutuskan untuk pergi pabrikan lain? Menurut David Emmett dan TMCBlog secara coincidence sepakat menjawab TIDAK. Mengapa?

Analisa sederhananya begini sob;

  1. Ducati tidak akan menerima Valentino Rossi kembali setelah apa yang terjadi pada musim 2011 dan 2012, ditambah hampir semua orang terlibat dalam kontrak Rossi-Ducati tahun itu kini telah pindah dan pensiun.
  2. Honda? Perlu diingat bahwa Rossi adalah Persona Non Grata [istilah dalam bahasa latin yang artinya Orang Yang Tidak Diinginkan] di pabrikan Honda. Karena HRC/Honda masih belum bisa memaafkannya karena telah meninggalkan Honda pada akhir tahun 2003 silam.
  3. Rossi tidak pula berada di tahap dimana ia akan bersedia berjudi dengan KTM yang baru memulai ke-kompetitif-an nya, atau Aprilia yang belum menemukan ritme terbaiknya, atau malah Suzuki yang pasang surut tiap bergantni musimnya.

Terlebih lagi begitu banyak karir pasca balap Rossi yang diikat dengan Yamaha, simak saja sekolah balap milik Vale, VR46 Riders Academy yang disokong penuh Yamaha. Maka dari itulah muncul isu kuat ketika tim Sky VR46 mengincar slot team satelit di kelas MotoGP maka akan lebih mudah untuk mendapatkan motor Yamaha M1 MotoGP begitu mereka naik ke kelas utama. Rossi dan Yamaha terikat bersama tanpa batas waktu, terutama setelah dia pensiun,, setidaknya apa yang terlihat saat ini seperti itu adanya. Jadi boleh dong ya disimpulkan bahwa Rossi mentok dengan Yamaha.

Nugi TMCBlog

49 COMMENTS

  1. Harusnya pindah si kakek legend ke KTM bro nug, cz moto 3 di VR46academy jg pake motor KTM. Saya yakin dia rindu naik mesin v4, sedang mesin KTM kan bisa dibilang mirip dengan mesin Honda, semoga di KTM sikakek dpt gelar GP yg ke 10..cmiiw

    Guest
    • kayaknya si kakek legend udah ga mampu mengatasi keliaran mesin V4.
      liat fisiknya si kakek legend sekarang bung.
      cari foto terkini saat dia telanjang dada,
      biar situ tau bahwa performa si kakek legend udah ga selevel dirinya sendiri saat 2002 – 2009. Saat ini dia cuma terbukti sangat kompetitif di Assen dengan motor bermesin inline.
      Jadi sebaiknya tidak berharap muluk-muluk klo si kakek legend bisa jurdun lagi apalagi jurdun pake motor bermesin V4 yg jelas2 motor paling menguras stamina.
      Bisa dpt banyak podium aja sudah termasuk top diusianya sekarang untuk atlit yg belum kawin eh tepatnya belum nikah serta belum punya anak.
      Atlit manapun diajang olahraga fisik apapun, klo udah nikah dan punya anak apalagi udah diatas 30 tahun, bakal cukup ngedrop performanya

      Guest
  2. Curhat bero…..
    Sy orang awam kepengen beli mongtor yg kuwenceng/semakin di depan tpi kenyataan buat balap mongtor lain yg finish duluan
    Kepengen beli yg dna motogp, tapi kenyataan mesinnya jadul SOHC
    Skrg sy bingung harus kemana sy SATUkan HATI saya
    MuuuUUUuuuuuehehehe…..

    Guest
  3. Rossi sulit melepaskan hiruk-pikuk MotoGP.. karena sedari muda sudah nyemplung, mungkin dari sisi medis ada istilahnya apa, (macam kecanduan, jadi klo gak melakukan timbul gelisah, susah tidur,meriang dll.😁)

    Nah buat yang muda macam Marquez dll.. jangan terlalu lama jomblo/gak nikah.. agar bisa terbagi pikiran ke istri/anak, agar ikhlas ikhlas aja mau pangsiun dari GP,.. ..gak ngalamin kecanduan.

    😂😂😂

    Guest
    • Kayak y si rosikin gk mau pengsiun karena kebelit ngutang bero…..
      Sekali jajan kan muahal
      Bersyukurlah yg udh pd nikah tiap hari gratis
      MuuUUUuuuehehehehe……

      Guest
    • Nah karena adanya marquez yg ibarat dirinya dimasa mudalah yg membuat rossi mengalami gejala post power syndrome…

      Guest
  4. abis kalo gak ke yamaha rossi mau kemana ?

    kemarin baru aja baca beritanya disalah 1 media luar, kalo 2013 itu dorna pusing 7 keliling. pas rossi resmi meninggalkan ducati 2012, dorna sempet bingung pabrikan mana yang bakal jadi tujuan rossi 2013. sempet ragu ke yamaha karena pas keluar dari yamaha sempet ada sedikit clash dengan lorenzo, dan juga sempat ditawarkan ke honda karena kebetulan kursi repsol kosong sepeninggalan stoner. namun ditolak sama shuei nakamoto dan mereka lebih memilih marquez.

    Guest
    • kayaknya dulu yg sempet ditawarin honda ke Rossi cuma kursi satelit deh Honda malah lebih prever Lorenzo yg gantiin slot stoner,karena kayaknya emang nggak rela kalo ke pabrikan lagi
      nggak tau lagi deh kalo kesepakatannya dulu terjadi mungkin Rossi juga cuma dianak tiri kan (nggak bakal dapet factory support),tahu sendiri kan orang Jepang menjunjung tinggi harga dirinya,apalagi pernah dihianatin meskipun udah dimaafin pasti masih ada yg menggajal

      Guest
    • kalo kemarin yang saya baca sih direpsol honda kursi kosong sepeninggalan stoner. kenapa di repsol honda ? karena menurut dorna mereka masih yakin rossi masih sangat kompetitif. makanya dorna minta ke honda sebagai pembalap pabrikan. tapi langsung ditolak mentah” sama nakamoto, selain pernah ada clash. saat itu ada desakan dari repsol juga untuk menaikan marquez ke motogp dan menduduki kursi sebagai pembalap utama repsol.

      kalo kasus lorenzo kan waktu itu nakamoto yang emang beneran pengen banget bawa lorenzo ke honda, sedangkan rossi itu pas 2013 kemarin kaya semacem ngelamar gitu minta pertolongan ke dorna supaya dicarikan pabrikan yang mau menampung rossi tp dengan motor yang kompetitif. makanya pilihannya cuma honda atau yamaha.

      Guest
  5. bukannya lebih lama umur dan umur karirnya John mcguinnesss,sekarang 45 tahunan trus pertama kali race endurance tahun 1990 brarti 27 tahunan karirnya soalnya 2018 kayaknya dia nggak berlaga lagi setelah fraktur kaki.
    kecuali yg dihitung sejak lahir ceprot terus ikut kejuaraan junior juga diitung mungkin Rossi yg menang

    Guest
    • Mungkin untuk karir balap secara umumnya memang John McGuiness masih lebih lama, tapi dalam hal ini di Event MotoGP Rossi masih menjadi yg tertua karena John kan ikutnya IOM TT bukan MotoGP. Mungkin kalo John ikut MotoGP bakal jadi yg tertua #CMIIW

      Guest
  6. jadi ketua program dan bos sky vr46 academy aja…punya mekanik,,punya pebalap,,motornya pinjem yamaha ekekeekeke…rossinya jadi tetep dapet feel hype and atmosphericnya zunia valap

    Guest
  7. Mungkin 2018 2019 adalah penentuan performance nya rossi, klo podium ( tp kyanya suuuuuliit ) bakal lanjut klo anjlok ya saatnya regenerasi lah toh mv jg ngga bagus2 amat malah sy pribadi lbh suka zarco dan ian

    Guest
  8. Artikelnya mantap om Nug. Gaya bahasanya mirip ama mas Taufik. Kirain tadi ini tulisannya mas Taufik ternyata, wow….
    Om Nug buat blog sendiri dong. Semacam kantor cabangnya TMCBlog.com gitu. kayaknya asik nih…

    Guest
  9. oiya kalo emang beneran fix 2019 rossi perpanjang kontrak. berarti fix juga si zarco bakal kabur dan tahun depan jadi musim terakhir dia diyamaha. peluang ktm bawa pulang zarco makin besar nih tp katanya ktm pusing yak mau duetin zarco dengan pol atau smith. karena ktm gamau mendepak salah 1 pembalap mereka, karena pol dan smith sangat berjasa mengembangkan motor mereka. apa pas zarco masuk ktm bakalan bikin tim satelit ? buat nampung smith atau pol.

    Guest
    • udah gak bisa kan bro nanti 3 tim pabrikan. kedepan kan 1 tim pabrikan 1 satelit jadi total hanya 4 pembalap, 2 pabrikan 2 satelit.

      Guest
    • saya aja kaget kemarin pas baca beritanya. seorang rossi yg bisa dijadikan marketing ternyata ditolak pabrikan dan sampe minta bantuan dorna buat dicarikan tim.
      karena gosipnya itu kan rossi sempet ditawar suzuki dengan bantuan mantan manager rossi davide brivio, eh ternyata hanya gosip belaka dan cuma yamaha doank yg masih tertarik sama rossi.

      Guest
  10. Tanpa Rossi,
    Meskipun Moto GP masih seru, tapi sebagian orang ada yg merasa masih ada yg kurang. Dorna pasti lebih tau.

    Guest
  11. klo heters msh pasti ngejelekin dan menyepelekan, tapi secara fakta rossi punya kelebihan dia bisa mengatur stamina dan semangatnya si usia yg sudah tua, arah pengembangab motornya di buat mudah di kendarai agar tak menguras stamina, bisa jadi dia akan balap sampai usia 46 tahun walaupun bukan di team pabrikan

    Guest
  12. Pada akhirnya, Rossi masih atau tidak lagi di motoGP adalah takdir. Harus direlakan. Setidaknya kita sempat menyaksikan kenangan seru duel2 Rossi dengan rival-rivalnya.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here