TMCBlog.com –  Sobat sekalian, PT. Evoluzione Tyre selaku Produsen Pirelli di Indonesia mulai serius nih garap pasar ban motor di Indonesia, dengan nyemplung ke segmen balap road race underbone yang selama ini praktis di dominasi oleh FDR dan IRC selama bertahun-tahun. Bisa dibilang pasar ban balap motor bebek itu ada segmennya tersendiri, penggunanya ya pasti tim balap profesional, pe-hobi balap road race yang turun ke trek dan juga menyasar ke konsumen harian penggemar balap yang rela menghabiskan kurang lebih 1 juta rupiah untuk ban motor bebek harian mereka demi mendapat feel atau mengejar totalitas untuk tampil ala motor raod race,, kalau bahasa anak 90 an itu KOMOROD alias Korban Motor Road race. Di sirkuit Sentul Karting 18 Januari kemarin Pirelli mengajak media dan juga tamu undangan dari berbagai negara di Asia untuk menjajal ban terbaru mereka yakni Pirelli Diablo Rosso Corsa II. Ini Pirelli loh ya, bukan Corsa!

Pirelli Diablo Rosso Corsa II

Sebelum jajal di trek pasti TMCBlog ngepoin fisik dari ban tersebut, eh ndilalah ada nih beberapa unit ban yang belum dipasang ke velg. Setelah pegang-pegang ternyata ban ini berbeda. Bobot per piece yang lebih ringan, ini berdasarkan feeling Saya yang sering gonta ganti ban balap pakai merk FDR dan IRC, namun untuk nominal berapa gram perbedaannya saya belum menimbang antara ketiga nya. Lanjut, dari profil ban memiliki sisi dinding ban /Sidewall yang lebih luas ketimbang kompetitor. Sewaktu pencet-pencet kompon-nya, ealah ini soft bener mirip dengan Pirelli Supercorsa [tapi masih lebih soft Supercorsa] . .

lembut mulai dari Tread tengah ban sampai bagian pinggir. Lalu yang TMCBlog agak heran adalah Diablo Rosso Corsa ini empuk dibagian Bead atau Bead Filler atau bagian pinggir dalam ban yang memegang bibir velg, sayangnya gak sempat lihat proses pemasangannya, karena dari pengalaman ganti ban balap lokal itu selalu keras [kawad bead dalam ban yang bikin keras] saat proses bongkar pasang ban dari velg. Pasti ada formulasi konstruksi kawat /Bead wires di dalam karet ban tersebut sehingga membuat ban menjadi enteng.

Ketika coba ‘dibengkek’ gitu ya, bagian ban yang mengalami pergerakan cuma di bagian pinggir tread, sedangkan sisi tengah tread cenderung statis atau diam tanpa berubah profil. Ini mengindikasikan bahwa ketika rider memakai ukuran lebar velg yang berbeda, kinerja bagian tengah ban yang lebih sering menempel ke permukaan aspal tidak jauh berbeda, masih tetap membentuk ‘U’. Dimana pada umumnya ban akan berubah menjadi lebih ‘mengotak’ atau ‘membulat’ mengikuti lebar velg. CMIIW

Contohnya ada dibawah ini sob, sebenernya hadir 3 merk motor balap road race, tapi saya lebih familiar dengan MX King racikan cak Hawadis dari HDS Racing dari team Rey Ratukore. Cekidot…!!

Yamaha MX King velg 1.60-17

Kedua MX King pada foto di atas memakai velg RCB dengan model berbeda namun ukuran yang sama pada roda depan, 1.60-17 ,, dari sini ban terlihat lebih slim ketimbang IRC Fasti bro. Bukan bermaksud sombong atau black campaign loh ya, tapi saya [Nugi] sudah familiar dengan bentuk segala sisi motor MX King road race. Sidewall memang lebih tinggi/luas ketimbang FDR yang punya sisi sidewall paling tipis meskipun sama-sama berukuran 90/80-17.

Yamaha MX King velg belakang 1.60 dan 1.85

Tampak belakang ternyata kedua MX King tersebut berbeda ukuran velg. MX King velg emas pakai RCB tipe SP522 dengan size belakang 1.60-17 [Jadi depanbelakang size nya sama 1.60-17], sedangkan MX King velg hitam pakai RCB tipe SP811 dengan size belakang 1.85-17.

Kanan lebar velg 1.85, Kiri lebar velg 1.60

Dari perspektif seperti gambar diatas bisa kita lihat perbedaan ban Pirelli Corsa II ketika dipasang pada velg dengan size yang berbeda. Kelihatan kan bedanya tuh tipis, dan profil tengah ban tetap sama.

Diawal sesi pengetesan Sentul diguyur hujan cukup deras tapi hanya 15 menit, pun demikian trek udah basah sob. Untungnya yang pertama kali masuk para rider profesional seperti Febrianus Balank dan Wawan Hermawan, jadi bisa ngeliat performa ban Pirelli digeber dengan MX King dan Sonic spek rad race yang bertenaga +/- 30 Hp itu. Heran juga karena ban yang semi slick itu bisa mengakomodasi motor diatas trek basah.

Kondisi Pirelli Diablo Rosso Corsa II setelah dipakai

Loh gak ada Chicken strip nya bro, berarti digeber sampe miring rebah nih di trek basah.

Nah giliran grup ketiga dan nama TMCBlog dipanggil untuk geber ban Pirelli ini dan dapet jatah Yamaha MX King, wearpack pinjem sama Jodiemotovlog yang katanya pinjaman dari RC Motogarage, hehehe.. Sepatu juga dipinjemin sama beliau, lah pinjem semua ini 😀 Thanks bro Jodie! Sebenernya kurang joss sih sob karena unit motor pake velg depan standar lebar 1.85 sedangkan belakang pakai RCB lebar 1.60. Lebih sempit tapak velg yang belakang deh, tapi don’t worry lah ya yang penting jajal performa ban terbaru yang asli buatan Pirelli Indonesia dari plant pabrik di daerah Subang, Jabar.

Lap-lap awal perkenalan dan pemanasan ban dulu, setelah lap dua mulai geber dikit di lintasan basah campur kering ini. Mirip kondisi waktu race GP Brno 2017 nih sob, hahaha lebay. Jadi selama test ride TMCblog coba cari area yang cukup kering di setiap tikungan Sentul kecil, ban Diablo Rosso Corsa II ini memberikan rasa percaya diri pada rider meskipun dipakai di lintasan setengah basah setengah kering. Sesi sebelumnya malah digeber waktu masih rintik-rintik hujan. Waktu TMCBlog coba selama 8 laps, daerah straight finish line masih banyak genangan air, malahan di titik pengereman yang dipilih ada genangan air yang cukup bikin feel ngeri ngeri sedap mau hard braking, tapi so far aman jaya sih sob, dan pede.

Ban tetap ngegrip waktu injak titik yang ada air nya [di turn 1 dan braking point turn 12] dan ketika injak area yang kering juga langsung menyatu antara karet dengan permukaan aspal. Saat memasuki tikungan 12 yang sering disebut tikungan tusuk konde, motor enak diajak rebah meskipun TMCBlog terkendala dengan footpeg yang masih standar dar, walhasil gasrot melulu sepanjang nikung.

Dan lepas tikungan 12 rider disambut chicane yang lagi lagi ban Pirelii mengakomodir saat motor dipaksa ganti arah dari kanan ke kiri ke kanan lagi untuk full throttle di straight. Nah pada lap pertengahan TMCBlog merasakan sedikit sliding karena buka gas terlalu cepat. hehehe..

Kesimpulan untuk ban Pirelli Diablo Rosso Corsa II ini adalah nyaman dan yakin banget mampu bersaing dengan produk kompetitor yang telah lama duluan mengaspal di tanah air. Informasi tambahan, untuk sementara ini ban Diablo Rosso Corsa II hanya dijual 1 ukuran yaitu 90/80-17 dan hanya satu kompon,, soft kompon yang peruntukannya untuk balap. Jadi bukan ban yang memiliki teknologi multiple compounds seperti Rosso Corsa yang street use.

Masalah harganya pihak Pirelli menyebut kalau ban ini akan dijual diatas harga IRC Fasti, jadi kalau saya ambil harga IRC Fasti Rp. 450,000 [HET] maka Pirelli Diablo Rosso Corsa II akan dijual berkisar diantara 460-475 ribu rupiah per ban, atau malah jauh diatas itu ?? IMHO.

Nugie TMCBlog

23 COMMENTS

  1. Waaa.. Track oriented tenan nih prodack… Tapinya Wak taufik masih dongak…. Kurang racy. Masih general biker look

    Guest
  2. Waaa.. Track oriented tenan nih prodack… Tapinya Wak taufik masih dongak…. Kurang racy. Masih general biker look

    Guest
  3. Wkwkwkwk.

    Korban motor road race.

    Jaman2 motor road race masih keren.

    Sekarang motor road race identik matik bodi protol. Mau mio kek, mau beat kek.. pokoknya bodi protol.

    Guest
  4. Sebagus apapun mutunya dibanding ban lokal, gak bakal kepake di roadrace karena aturan harus pakai ban merk Indonesia. Tapi mungkin jadi hot item di ARRC asal UB150 gak ada aturan satu merk (Dunlop)

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here