TMCBlog.com – Musim 2018 belum dimulai namun masalah kontrak mengontrak pembalap sudah mulai terjadi. Bila Januari silam Vinales resmi perpanjang kontrak dengan Yamaha, baru saja berita datang dari Francesco ‘Pecco’ Bagnaia yang akan hijrah sekaligus naik kelas ke MotoGP musim 2019 bersama Alma Pramac Ducati. Silly season MotoGP pindah ke awal nih.. Hehehe

Berita ini sebetulnya tidak terlalu mengejutkan kalau sobat sekalian mengikuti sepak terjang Bagnaia selama karirnya. Sempat diberikan kesempatan mencoba Desmosedici GP16/GP15 (cmiiw) karena kiprahnya cukup impresif saat masih di kelas Moto3 bersama Mahindra, Bagnaia sejak saat itu terus dikait-kaitkan dengan Ducati Factory. Dan benar saja, hari ini terjadi tanda tangan kontrak untuk Bagnaia balap dengan Desmosedici tahun depan dengan kontrak selama 2 tahun sampai musim balap 2019-2020 bersama Alma Pramac Ducati Team dengan status kontrak langsung dengan pabrikan Ducati.

Bagnaia mengaku kalau mengendarai Ducati MotoGP adalah cita-cita dirinya sejak lama sekali, dan kontrak hari ini merupakan mimpi yang jadi kenyataan.

Bagnaia dengan demikian menjadi pembala VR46 Academy kedua yang ada di kelas utama dan menjadi yang pertama dengan pabrikan Italia setelah Franco Morbidelli naik tahun ini dengan pabrikan Honda. Talenta muda pembalap asal Italia ini terlihat setelah dirinya memenangi 3 Balapan Moto3 di tahun 2016, setelah sebelumnya mengikuti CEV Repsol. Yang juga berhasil menjadi Rookie Of The Year kelas Moto2 tahun 2017 kemarin. Ditambah hasil yang ia torehkan selama winter test Moto2 kemarin sangat apik. Sebaiknya Pecco keluar sebagai juara dunia Moto2 2018 nih, supaya pas naik ke MotoGP menyandang status juara dunia intermediate class seperti Morbidelli.

Ini artinya Pecco Bagnaia menggantikan posisi Petrucci yang dikontrak langsung oleh Ducati untuk mengisi slot pembalap junior Ducati. Karena Jack Miller meskipun kontraknya hanya 1 tahun (sampai habis musim balap 2018) namun statusnya adalah ia teken kontrak dengan Alma Pramac Ducati, jadi Petrucci lah yang digeser. Memang menurut Paolo Ciabatti ketika TMCBlog melakukan wawancara eksklusif di trek Sepang akhir Januari lalu, dirinya menegaskan bahwa kontrak dengan Petrucci pada awalnya untuk 2 tahun namun melihat kemajuan Petrucci selama di Ducati dan juga keinginannya berada di tim pabrikan setelah 2018 membuat kontrak kerja Ducati-Petrucci hanya bertahan setidaknya sampai akhir musim 2018.

Nugi TMCBlog

40 COMMENTS

  1. jadi petrucci fix hengkang yak sesuai keingannya ingin pindah ke pabrikan lain, dia pengen banget ke aprillia tp waktu itu aprillia belom mau menanggapi karena mereka lagi fokus terhadap pengembangan motor mereka yang dilakukan redding dan aleix.
    kalo pun nanti jadi ke aprillia kira” siapa yang bakal kena gusur yak ? aleix atau redding ?

    Guest
    • besar kemungkinan scot redding yg bkal d gusur,… dan bisa jadi thun depan tinggal cal cruthclow doang d antra rider inggris yg tetap memblap d klas motogp, krna b.smith pun posisiny d ktm terancam

      Guest
  2. klau bisa berandai-andai, klau thun 2016 yg lalu pecco bagnaia ini membesut nsf250rw atau ktm rc250gp mungkin dia akan mnjdi pesaing serius binder yah untuk merebut titel jurdun… pecco satu2nya rider yg bisa membawa motor mahindri moto3 juara seri

    Guest
  3. rider indonesia kapan????

    btw, rider wsbk klah saing ya ma rider moto2 wc, kira2 knpa yah para tim motogp lebih tertarik meminang rider dri klas moto2 d banding wsbk, pdhal secra performa motor, wsbk lebih dekat dengan performa motor motogp dbanding moto2,.. apa gra2 rider d wsbk mayoritas udah berumur ya(tua)?

    Guest
    • Pernah baca pendapat pembalap Inggris yang balapan di WSBK, karena Dorna benci WSBK. Mereka sebisa mungkin bikin diferensiasi dan sedang susun regulasi pembalap MotoGP pabrikan bukan dari WSBK tapi dari Moto2, alias ada larangan tak tertulis yang bilang tim pabrikan MotoGP jangan ambil dari WSBK. Ya mungkin biar pasar MotoGP gak direbut WSBK. Karena kalau sampai ada pembalap WSBK bagus di MotoGP, akan mematikan reputasi Moto2.

      Guest
    • dorna benci wsbk gimana ceritanya ? wkwkwkwk.
      orang wsbk promotornya si dorna juga, yakali benci.
      lebih kepada skill pembalap, ada ketidak percayaan pabrikan buat ngangkut pembalap wsbk ke motogp.

      Guest
    • Berita ngawur si darso, orang WSBK yg jd penyelenggaranya jg dorna sport malah bilang benci aj, masalah knapa ga ambil dr wsbk karna penjenjangannya udah jelas gan motornya kg beda jauh, motor peroduksi masal ga bsa di samaain sm motor prototype,

      Guest
    • wakakaka,bikin ngakak si Darso
      ibarat kata,lapak dagangannya sendiri di ancur2in biar lapak dagangan punya dia yg satu lagi laris,lha rugi dong orang kan maunya laris dua duanya

      Guest
    • Karena motor sejak peralihan GP250 2 stroke ke Moto2 4 stroke, kelas ini di desain dengan aturan teknis spek motor bisa mendekati MotoGP kang bro. Frame kaku, bobot enteng dan tenaga beringas.
      Maksud ‘mendekati’ disini adalah dilihat dari segi teknik berkendara dan feeling berkendara nya yah, bukan besaran output mesin.
      Maka dari itu salah satu faktor dipilihnya mesin 3 silinder 765 cc buatan Triumph yang mulai dipake musim 2019 itu demi PWR yang lebih baik supaya makin mirip dengan motor MotoGP. IMO

      Editor
  4. Semoga 2018 musim balap terakhir VR 46 bersama YRI biarkan pembalap2 muda potensial jadi penggantinya… Sang maestro VR 46 cukup jadi owner SKY VR 46 di 3 kelas moto3, moto2, MotoGP….
    Disadari atau tidak dgn 8 tahun tanpa gelar bisa dikatakan sang maestro sudah loyo

    Guest
    • Seperti memaksakan bebek 90 an turun di kelas bebek underbone th 2000….kira2 demikian lah vr46…😶
      Kompetitif..? Masih…namun ENGINE ga bisa di bohongi…engine tua mesti istirahat…digantikan engine muda…😂😂😂

      Guest
    • macam lightning mcqueen lah. berjaya di masanya. ketika datang mesin(pebalap) baru. dg segala kemampuan. kompetitif iya, tapi untuk menang. nanti dulu

      Guest
  5. sudah dua nih rider didikan vr46 yg lolos ke motogp, tpi kok gak aamda satupun yg gbung ke yamaha ya? anehny kedua rider didikan vr46 tsb gbung ke ducati dan honda pdhal rossi sendiri cerai dengan ducati dan honda scra tidak baik-baik….

    saya nungguin transfer rider indo ajlh, kali aja ada rider indo yg ikut race d moto2/3 wc thun depan, dimas ekky & gerry salim mungkin

    Guest
    • Karna ga ad slot lagi di yamaha, di moto gp yamaha cmn punya 4 slot, bda sm ducati dan honda yg pake lbh bnyk

      Guest
    • juara yak menang bro kalo seri mah gak juara, kalo dibola seri itu seimbang wkwkwkwk.
      pernah bro 2016 dimoto3 naik motor ecek” asal indihe yaitu mahindra.

      Guest
    • ckckc songong amat ni bocah, “motor ecek2”. mantap gan. Indonesia gimana dong yg penduduknya cuma bisa diadu domba sama pabrikan jepang? boro2 bikin motor. ckckck manusia sombong tanpa prestasi kecuali komen di Blog ckckckc

      Guest
    • lahh ente baper amat tong wkwkwk
      emang begitu faktanya, bagnaia pake mahindra yang mana sangat inferior dibanding ktm sama honda. orang gak ada target menang eh gataunya bagnaia berhasil membawa motor tersebut menang 3x.
      kurangin baper banyak minum oli wkwkwk

      Guest
  6. oiya baru inget naiknya bagnaia ke moto2 2017 kan ada cerita unik. itu dia gak sengaja naik ke moto2, bagnaia masih terikat kontrak sama aspar moto3 sampe 2017.
    nah kursi moto2 VR46 sky racing team disiapin buat fenati, tp karena fenati buat ulah. ada kursi kosong dan rossi memilih bagnaia, kalo fenati waktu itu gak bikin ulah. mungkin tahun ini si bagnaia baru naik ke kelas moto2.

    Guest
  7. Mungkin era setelah Marquez dimulai.
    miller, bagnaia, joan mir, jorge Martin, brad binder. rider muda potensial. Tapi saya suka Miller dan Joan Mir

    Guest
  8. lha,katanya jebolan cev nggak ada apa apa nya Ama rbrc,nggak ditayangin tv berbayar punya dia lagi,kok malah bisa dikontrak Ducati Corse langsung?
    itu kata komentator itu tuh,masa nggak tau sih

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.