TMCBlog.com – Assalamu’alaikum sobat sekalian.. Jorge Lorenzo menjalani seri pembuka di musim keduanya bersama Ducati dengan penuh rintangan dan masalah. Sejak pre-season Buriram dan berlanjut ke Qatar, dirinya seakan kehilangan percaya diri atas Desmosedici GP18 sampai pada hari balapan pun Por Fuera tidak menunjukkan peningkatan performa dirinya di sirkuit Losail. Tambah apes lagi ketika pada race semalam dirinya terus berjuang dari posisi 12 namun terjatuh setelah melebar di tikungan ke 4. Penyebabnya ternyata kampas rem depan yang terlepas bro..

Pasca race, Jorge berbicara cukup banyak penyebab DNF dirinya; “Saya merasakan tuas rem semakin lama makin dekat ke stang/grip dan daya pengeremanku semakin melemah. Jadi saya harus mencoba untuk tetap membuat rem depan bekerja dan terpaksa harus mengerem beberapa meter lebih awal juga sembari memakai lebih banyak rem belakang. Pada lap saat saya jatuh, saya sudah merasakan ada yang tidak beres dengan bagian pengereman, tapi benar saja terjadi di tikungan keempat, padahal awalnya semua baik-baik saja, namun tiba-tiba pengereman kembali hilang.

Saat itu saya langsung mengarah ke tyre wall/tembok pembatas dengan kecepatan tinggi melalui gravel trek, jadi saya memutuskan lebih baik untuk melompat dari motor demiΒ  menghindari dampak yang lebih buruk. beruntung hal tersebut terjadi ketika kecepatanku di atas motor hanya 180 Km/h bukannya di kecepatan 300 Km/h.Ketika motor sampaiΒ kembali di garasi, semua orang memperhatikan bahwa hanya ada satu pad dan bukan dua. Mereka pergi untuk mencari parts yang hilang itu pada tikungan empat, namun mereka tidak menemukannya.

Kami tidak tahu apakah pad itu tidak dipasang pada posisi yang tepat sebelumnya, atau apakah pad tersebut lepas. Yang bisa Saya katakan adalah saya kehilangan kekuatan pada sektor pengereman ketika itu. Saya memiliki kepercayaan pada Ducati untuk bisa mecari tau sumber masalahnya.”Β  terang Jorge Lorenzo.

Beruntung Lorenzo tidak mengalami lepas kampas rem depan Desmo GP18 tunggangannya saat di straight, mungkin akan sangat fatal akibatnya sewaktu dirinya tiba di Turn 1 tanpa adanya pengereman. Dan hal ini menurut TMCBlog situasi yang cukup krusial bagi hubungan Lorenzo dengan Ducati ketika status kedua rider Ducati Factory belum jelas [Setidaknya belum diumumkan soal masa depan keduanya di team] dan satu-satunya syarat untuk perpanjangan kontrak adalah dengan melihat performa selama musim motoGP 2018 berlangsung.

Terpantau selama race weekend di Losail kemarin, Lorenzo mengalami banyak masalah seperti setup elektronik yang tidak seimbang dengan performa mesin Desmo GP18, lalu kehilangan feeling pada grip ban depan yang membuatnya tidak bisa maksimal ketika menikung. Apakah di seri kedua nanti Lorenzo sanggup berbicara banyak di trek Termas de Rio Hondo? Karena dirinya harus menang sesegera mungkin nih sob, menyangkut masa depan Horhe di MotoGP kan tuh.. Atau jangan-jangan Repsol Honda sudah siap melakukan penawaran kedua kalinya kepada El Martillo? Kita tunggu…..

Davide Tardozi salah satu petinggi di team Ducati mengatakan bahwa sampai saat ini Ducati tetap ingin terus bersama keduanya Baik Dovizioso maupun Lorenzo walaupun pada kenyataannya menang teken ontrak belum dilakukan. Khusus mengenai kejadian Race pertama , Davide menyatakan Bahwa Ducati belum memberikan Lorenzo Motor Yang paling pas Buat Lorenzo dan Untuk kasus lepasnya Kampas Rem tardosi mewakili Ducati meminta Maaf kepada Lorenzo . .

Nugi TMCBlog

73 COMMENTS

    • Dari jaman jaos, Fb smart dan fby itu sepakat dukung dp pindah ke ymh, jadi jgn alasan fbh mulai benci dp.

      Guest
    • ekekeek

      kalo ntar marq93 keok
      nasibnya bakal kek pedro
      gak yaaa ???

      πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Guest
    • Sebenernya ane dukung zarco ke hrc bkn app mgkin jika dia duet ama marquez kemungkinan peluang utk juara motogp terbuka krn di dukung dgn team yg baik pinasial yg mencukupi dn di tunjang dgn skill zarco yg baik gk salah zarco pilih tunggangan yg lebih baik ketimbang bertahan dgn mesin gurem yg jauh dari mimpi utk champions motogp itu aja sih kasian kan skill oke dapet tunggangan sekelas cucuki ame ke te em 😁😁😁😁

      Guest
  1. Walaikumsalam.,

    Jadi keinget mendiang Nicky Hayden pas di ducati dulu, sempet nabrak dinding pembatas dan sampe mental keluar lintasan :ngeri

    Guest
  2. wa’alaikumsalam

    Alex Marquez sempat ngelock juga cakram belakangnya kemarin.
    sampai merah nyala piringannya kayak F1 kalo lagi brake.
    ada apa gerangan?

    Guest
  3. Pernah ngalamin yang begini, warm up lap gak ada masalah, tau2 selepas start rem depan gak bisa ngerem. alhasil nabrak pembalap didepan dan langsung terpental. pengen nyalahin mekanik tapi gak jadi

    Guest
  4. Yg gini nihh, mslh kek gni msh ad jg ya di sekelas motogp?? Gk kebayang straight lari 300km/h semisal, awal peristiwa sudah terlanjur spt itu, ya gmn ya??, btw itu kok problemnya bermacam2 ya??dibanding dovi, Itu motor hohe mslh gitu apa krn apa??? Kok apes bgt di ducati 😌

    Guest
    • Semacam ada masalah diskriminasi yak? Atau sabotase kah?? Keep posotive thinking ajalah, bisa jd krn emang lg apess

      Guest
    • Kampas remnya pake Ohlins sih, suspensi malah pake ngk,
      Saran sih kalo bisa knalpot pake D.I.D. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Guest
  5. Atau jangan-jangan Repsol Honda sudah siap melakukan penawaran kedua kalinya kepada El Martillo? Kita tunggu…..

    =======================

    saya mencium gosip yang belum dikeluarkan oleh bro nugi atau TMC….sniift…snifft…

    El Martillo ini si xfuera kan..ada yang bisa nambahin…

    Guest
    • hahahaha ini sebenernya bukan gosip baru bro. sejak ada opa nakamoto HRC ngebet banget pengen bawa lorenzo ke repsol honda tapi gak kesampaian karena waktu itu lorenzo gak tertarik dan memilih bertahan diyamaha. sampe akhirnya jorge kabur dari yamaha eh honda malah udah dapet marquez buat pengganti stoner yang pensiun.

      Guest
    • Jeli sekali Bro. Sepertinya skenarionya memang begitu. Nunggu status Lorenzo atau Zarco. Musim ini situasi panas mengenai rider hanya berputar di Zarco, Pedrosa, Lorenzo dan Ianone. Klo Petrucci kemungkinan besar ga bakalan ke ducati walaupun Lorenzo out.

      Guest
  6. Pedro emang mesti berani ambil sesuatu yg beda, bisa tukerkan ama jl.di ducati. dovi ama dp itu sama sama kalem. Dgn kondisi ini, tentu.nilai jl agak turun dikit.

    Guest
    • dovi jauh lbh kalem, btw CC35 jg kalem scara emosional, tapi gaya balapnya lbh agresif, btw gk kebayang hohe di honda, ngeliat di ducati aja pontang panting buat nemu settingan yg pas πŸ˜‚πŸ˜‚, lah di H yg ad mlah lbh byk protesnya πŸ˜›, bukannya slot kursi DP26 klo bisa rider yg mendukung si MM93 πŸ˜‘πŸ˜‘???

      Guest
  7. Jdi inget ya, si lorenzo ngomong dgn angkuhnya “berikan motor apa saja, saya tetap cepat”, and the truth is….πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚, ngomong besar ya gini, karma will wait for
    you πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest
    • Dan nyatanya lorenzo minta motor yg lihai ditikungan, yg notabene, ada di yamaha M1,n mengatakan motor ducati lbh baik dripd yamaha, dan merasa di ducati membalap lbh baik dibanding 2 tahun yg lalu πŸ˜‚πŸ˜‚, msh byk omong besar lorenzo yg berbuah karma πŸ˜‚πŸ˜‚, mamam tuh, next kontrak lu digantiin DP26 yg jauh lbh pantes sptnya 😏

      Guest
    • πŸ˜‚

      saya juga setuju

      besar mulut daripada tiang, ehhhh…. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Guest
  8. pantesan pas replay lorenzo jatuh kamera dimotor dia diaktifin si lorenzo kaya sengaja menjatuhkan diri digravel, ternyata ini penyebabnya.

    Guest
  9. klau ducati juga juara d wsbk seri buriram pekan ini dan motogp seri argentina yg akan datang, kyaknya tahun ini akan jadi tahunnya ducati…

    pntas saja honda pusat sedang serius mengembangkan motor superbikenya, ternyta mereka sudah mencium ini toh

    Guest
  10. dua pembalap yg salah motor,

    Jorge Lorenzo harusnya pindah ke Suzuki.
    Yamaha & Suzuki sama2 pake mesin inline. secara karakter IMHO mirip. lihat saja Vinales dari Suzuki langsung bisa menguasai Yamaha di awal 2017.

    Andrea Ianonne balik ke Ducati. Karakter balap Ianonne yg cenderung agresif cocok dengan karakter Ducati dibanding di Suzuki.

    Gaya balap Lorenzo yg smooth cocok dengan mesin inline, karena Yamaha sudah diisi Rossi & Vinales maka pilihan terakhir adalah ke Suzuki.

    Dengan kosongnya Ducati ditinggal Lorenzo, Andrea Ianonne bisa kembali berduet dengan Andrea Dovisioso

    Guest
    • Resikonya tinggi kalo ducati kontrak ianone lagi, salah satu alasan dovi bisa kaya sekarang ya karna ga direcokin ianone

      Guest
  11. Kalo ini Yamaha/Honda pasti udah gegap gembita,kayak R1 Lorenzo kebakar/ferbled Stoner gass nyantol langsung deh berminggu2 ngomongin itu mulu FB nya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest
    • kayak ga tau kiriker ama kambinger aja mas …ya bgitu saut2an..mbeee…guk guk..mbeee..guk guk

      Guest
  12. wahh jorge lorenjo berkembangbiak dengan cara menjatuhkan diri.
    darpda hrc ngontrak jl99,mending hrc pertahan dani pedrosa aja sembari menunggu rider muda spanyol or jepang matang kayak alex marquez, joan mir, aron canet, jorge martin, kaito toba, ayumu sasaki atau tetshuta suzuki

    Guest
  13. Kmrn jok ga nyaman, trs gesekan rantai. Race, pad rem ilang, bsk meledak paling…ada aja masalahnya anak ini..

    Guest
  14. jadi inget ben spies pas di factory yamaha tahun 2012. sampai swing arm patah di laguna seca. ada isu dikasih part bekas segala karena sengaja dijadikan kambing hitam di nomor duakan terhadap JL. nggak tahu deh….:)

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.