TMCBlog.com – Bro seklaian, di Paddock IRS 2018 seri 1 kemarin tmcblog juga berhasil mendokumentasikan seperti apa Update yang dilakukan oleh team ART ( astra Motor Racing team ) di gelaran IRS 2018 ini . . untuk sobat ketahui Astra Motor racing team ini adalah sebuah team bentukan main diler Hondaa yang dulu dinamakan HSO ( Honda Sales Operation ) dan kini dinamakan Astra Motor, jadi berbeda dengan AHRT yang di naungi oleh AHM langsung . . dan Di tahun ini Garasi ART ada dua yakni ART dari Jakarta dan ART dari Jogjakarta yang merupakan leburan dari Trijaya  . .

Seara bentuk luar, baik Motor yang dipakai Oleh ART Jakarta dan ART Jogjakarta seperti tidak berbeda . . namun jika dilihat kedalam memang lumayan ada perbedaan . . . yap sejalan juga dengan arah development yang berbeda antara keduanya, salah satu yang signifikan adalah dengan penggunaan peranti elektronik  . . dimana ART Jakarta mengguankan Produk Motec dan ART dari Jogjakarta ( belumdikonfirmasi ) disinyalir mengguanakn produk Aracer . . so Podium Race 2 kemarin walaupun ada 3 Honda CBR250RR namun ACUnya berbeda beda dari Mulai Aracer, Harc Pro sampai Motec . .

Sistem elektronik Motec yang digunakan oleh ART jakarta terlihat lumayan lengkap, bahkan ada beberapa penempatan sensor yang lumayan menarik buat tmcblog seperti misalnya stroke sensor untuk pengambilan data performa lendutan roda belakang menggunakan subframe sebagai tumpuan atas dan swing arm sebagai tumpuan bawah.

Secara data disinyalir berbeda bila dibandingkan dengan data yang diperoleh jika stroke sensor diletakkan sejajar dengan suspensi belakang yang menggunakan produk Showa BFRC . . perkiraan tmcblog, datanya lebih luas jangkauannya . . mengenai keuntungan masih belum diketahui, namun jangkauan/ span lebih luas biasannya memang punya potensi membuat analisa jadi lebih detail. imho

Mengenai Bentuk Fisik bentuk fairing dan decal / Grafik fairing dipastikan berubah, terutama dari bentuk Inlet dari RAM Air yang ‘bukaan’ nya lebih lebar dibandingkan dengan Motor Tahun lalu ..

Mengenai bentuk handel bar . . perbahan dibandingkan tahun lalu adalah penggunaan  T atas yang sudah custom produk CNC yang bisa dibeli di free market ( Merk K factory )  bila dibandingkan dengan tahun lalu yang masih menggunakan T atas standar CBR250RR

Custom Control Button . . ART tidak menggunakan tombol tombol standar CBR250RR, mereka mengguankan tombol tombol custom yang boleh dibilang gayanya memang mirip motor motor di WSBK/ MotoGP walau jumlah tombilnya lebih sedikit

Sama seperti yang mereka pakai di Musim yang lalu untuk Suspensi depan kedua pebalap ART tahun 2018 ini amsih menggunakan spesifikasi Showa Separated function Front Fork dimana kanan dan kiri memiliki fungsi berbeda  ..  mengenai sistem ini silahkan sobat simak pembahasan mendetail di artikel dan vlog tmcblog sebelumnya 

Untuk suspensi belakang, CBR250RR ART menggunakan Showa BFRC dengan spek yang juga disamakan dengan tahun lalu ..

kedua Motor CBR250RR ART jakarta sudah menggunakan steering damper dari Hyperpro

Sama seperti tahun 2017, soal pengereman . . master rem pakai brembo, kaliper nissin, selang rem race spect dan cakram performance part dengan bentuk lebih lebar dan berjenis floating. . . semoga Berguna sob

ART 2018

ART 2017

Taufik of BuitenZorg

 

 

 

35 COMMENTS

  1. Wak, itu radiation model cekung bukan ya?
    Satu lagi wak, penasaran nih. Kalo r25 pake radiator dobel kayak yg Thailand kemarin bukan yak?

    Guest
    • husss, jgn dibahas. mereka emang gak punya ciri khas, contek sana contek sini

      panigale inline 2

      Guest
    • Lha itu kan bikinan custom bukan aslinya,kalo Honda itu t atasnya dr CC kecil sampe besar biasanya bentuknya melengkung terus pinggirnya baru ada lubang2nya,kalo Yamaha ya kayak diatas itu ada lubang garis2 vertikal di tengah

      Kalo mirip apa enggaknya sama panigale tergantung siapa yg liat

      Guest
    • segitiga atasnya itu variasi bro merk bpro memang bentuknya mirip kaya yamaha karena memang itu 1 cetakan. ada yang untuk r25, ninja ataupun cbr. hanya berbeda didiameter lobang as soknya aja.

      Guest
    • itu maksud gw, kenapa harus nyontek model T atasnya YZR-M1. padahal mereka punya motor MotoGP juga

      Guest
    • yah gini kalo orang haters asal komen gak baca sampai habis terus dipikir dan telaah tapi langsung komen jadinya ya malu sendiri

      Guest
  2. ecunya itu loh motec produk luar negeri yang biasa dipake buat mobil” balapan resmi ataupun balap liar. harganya dapet vario 150 2 biji alias sekitar 40jt an. ckckck

    Guest
    • terus gimana? mo protes karena motornya terlalu canggih? kan di AP250 diprotes katanya balapan standar gak mutu, balapan harus pake oprek mesin giliran oprek mesin dan lebih bagus dari pujaan hati kok diprotes lagi, jadinya mau apa?
      harusnya tuh kalian protes besar2an sama YIM, kenapa selalu dibelakang gak bisa ngimbangin musuhnya, kalian harus protes ke YIM kenapa gak bisa ngimbangin AHM dalam membangun motor spek balap nya, padahal kalian kan selalu koar-koar kipas dollar, terus dollarnya kemana?
      diotak kalian mah pikirannya klo bukan yamaha yang menang itu balapan aneh, dagelan, kampungan gak ada pridenya jika iya berarti Nascar, F1, Indycar, V8 Supercar itu balapan dagelan juga karena dari awal sampe akhir yamaha gak pernah juara disini.

      Guest
    • lahh ini orang ngapa ngegas yak wkwkwkwk.
      abis minum oli samping kali nih org wkwkwkwk.
      adakah kalimat saya yang mengejek cbr ? astra ? atau protes.
      saya hanya memberikan informasi yang saya tahu tentang astra, AHRT ataupun cbrnya itu sendiri. jadi orang tau toh bikin motor balap itu gak murah.
      lah situ malah ngegas gak jelas wkwkwkwk

      Guest
  3. regulasi IRS apakah masih seperti ini :
    – mesin tidak boleh porting
    – camshaft as boleh di modif/bubut
    – rim standar pabrikan

    regulasi ARRC :
    – mesin boleh porting
    – camshaft standard
    – rim boleh ganti lebih ringan

    takon tenanan Wak..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here