TMCblog.com – Assalamualaikum sobat sekalian, menjelang gelaran Tokyo Motorcycle Show 2018, Kymco memperkenalkan varian terbaru skuter listrik mereka yang dinamakan Kymco Ionex .. . pertama yang biasannya ditanyakan mengenai sepeda motor listrik adalah seberapa jauh Motor ini bisa di bawa ? Nahhh salah satu Yang difokuskan Kymco pada Ionex juga disana . . Nggak tanggung tanggung . . kalu ditotal skuter listrik ini bisa membawa 6 unit Baterai yang baik penempatan dan managementnya lumayan menarik . . .

Jadi Gini, Kymco Ianex memiliki dua Unit baterai yang bisa dicopot ( removeable batteries ) dan ditempatkan melintang di bawah dek. Dengan cara memencet tombol pada setang kanan maka secara pop up kedua baterai bisa menyembul dan dengan mudah bisa dicabut keluar untuk di charge terpisah di tempat pengecharge-an Official . . Oh ya sob, Satu baterai berukuran 5kg jadi masih mudah dijinjing tangan dan alasan teknis Penempatannya di bawah dek Juga untuk membuat CoG dari Motor jadi lebih stabil karena ditempatkan di bagian terbawah skuter.

Penempatan Baterai untuk skuter skuter listrik biasannya diposisikan di bawah jok, dan apa yang dilakukan Ionex juga membuat bagasi di bawah jok dari Ionex jadi lebih luas . . saking Luasnya bagasi under seat kymco Ionex ini, 3 Baterai cadangan bisa ditempatkan di bawah jok ini . . dan membuat jumlah total baterai removeable jadi 5 hehe . . Oh Ya untuk mengisi dari kosong sampai Full satu baterai butuh waktu 1 jam saja.

Lah awalnya tmcblog kan bilang baterainya ada 6, Namun ternyata fisiknya yang kelihatan Cuma 5 nih . .. 1 lagi dimana ? . . . dan smartnya Kymco adalah menempelkan satu Baterai Dedicated yang permanen dan nggak bisa dicopot di dalam mesin . . mereka namakan Core baterry . . jadi misalnya Gini . .. Skuter ini di bawa dari Jakarta sampai Bogor . . ., sampai Bogor sobat berhenti untuk ‘ nyetor ‘ baterai untuk di charge di pusat pengecharge-an . . . lalu bro masih bisa muter muter bogor entah mau ke Factory outlet, ataupun kulineran di sekitaran Jalan Papajaran selama sejam sambil menunggu Baterai penuh . . Pas sejam berikutnya balik ke pusat pengecharge-an . . baterai sudah penuh dan siap untuk di bawah balik ke Jakarta . ..

1 baterai cadangan yang letaknya permanent di dalam mesin ini selama penggunaan baterai removeable ia tidak berfungsi sebagai sumber catu daya, ia bahkan di’Charge’ oleh sistem saat sistem mesin listrik menggunakan baterai removeable. Kymco mengklaim dengan total management penggunaan 6 baterai ini sekali jalan bisa menempuh 200 km atau total bolak balik 400 km dong yaa . . lumayan jauh nih . . Oh ya Kymco Ionex ini pun bisa di Charge sendiri di rumah menggunakan kabel Listrik biasa

Yap baru itu doang yang di share oleh Kymco, kelebihan mengenai sistem sumber catu daya baterainya. Namun tentu ini bisa berjalan sempurna jika memang sudah terbentuk jaringan stasiun pengisian ulang listrik baterai . . dan untuk ini jelas krusial, karena selot selot tempat nge-charge Ionex ini lumayan unik .. . Mungkin seharusnya tipe tipe baterai untuk motor/ skuter listrik distandarisasi ya sehingga secara dimensi dan port port re-charge nya sama sehingga lebih mudah untuk melakukan penyebaran/ distribusi pusat penge-charge-an baterai yang lebih merata, imho .. kalau menurutmu gimana sob . . silahkan share opini di kolom komentar, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

pict : moto7 dan MCN

37 COMMENTS

    • kalo kata sebagian orang2 sini percuma wak motor listrik

      enakan bensin apalagi 2 tak. lebih kenceng dan ngebul

      *kalo ketemu orang jaman kerajaan pasti orang kerajaan bilangnya enakan naek kuda.

      Guest
    • Yaelah hari gini masih aja nanya baterenya cepet soak ga.. itu sih udh basic bgt di list research insinyurnya. Udah pasti bagus lah.. ini 2018 woii.. lu pikir batere jaman nokia gemplong sama blackberry apa. Ini pasti baterenya udh canggih bgt, apalagi buat mobility aktif dan lifetime yg panjang. Charging berulang2, tahan segala kondisi dan cuaca.. Nanya tu yg mutu kek gmn prospeknya kalau diterapkan disini? Kesiapan apa saja yg dibutuhkan? Dll.

      Guest
    • Pakai teknologi self charge kayaknya bisa juga,putaran roda djadikan sumber energi untuk charge baterai.jadi sambil jalan baterai lainnya bisa terisi.tentunya dgn aplikasi alat lainnya

      Guest
  1. Itu di stang seperti ada tombol starter elektrik, apakah motor listrik ada ‘langsam’ juga atau tarik throtle langsung jalan dan klo lepas throtle mesin mati layaknya mainan anak2?
    Klo kendaraan listrik jalan, apakah ga cukup kuat buat ngisi full batere cadangan yg udah abis pak topik?

    Guest
  2. Baiknya lagi dikasih solar panel jd pas parkir dipanasan bisa ngecharge bisa ditempatkan Di slebor belakang atau depan atau Di speedometer kyk kalkulator casio

    Guest
  3. Pertanyaan saya dari review viar dulu blm terjawab..
    Selama ini kan review cm di kapasitas batre dan jarak tempuh.
    Pertanyaan saya, dg kapasitas yg ada jika untuk berboncengan seberapa penurunan jarak yg bisa ditempuh.
    Yang kedua torsi..bagaimana buat tanjakan kuat ga?bgmn jika berboncengan juga? Motor listrik yg ada biasanya naik ke trotoar aja susah.

    Guest
    • motor listrik torsinya bisa 1:1 dibanding hp nya bro.
      harusnya tidak ada perbedaan signifikan. karena torsi yang tinggi

      tapi lagi2 tingkat stop and go, macet, idle disaat perjalanan yang akan menurunkan range tersebut.

      sama aja mesin bensin. di review rata2 diatas 1:50 kenyataan kalo diharian jakarta 1:35 uda paling irit.

      Guest
    • Tapi kenyataannya motor yg sudah beredar mmg susah naik trotoar bung, g tau ya viar dan yg lain produksi belakangan..yg jelas blm liat review di tanjakan, flyover, ataupun gunung”, ya kan mmg demografi kita bgtu..msk yg digunung ga boleh go green juga

      Guest
  4. Center of Gravity nya pasti rendah, ya. Bisa jadi enak untuk di perkotaan. Tapi drawback-nya deck jadi tinggi, tapi ground clearance jadi rendah banget…

    Guest
  5. Kemarin lihat trial moto e di losail..
    Ga enak banget ngelihatnya.. ga ada suara,, ga bisa rebah/elbow down.
    Masa balapan kok tegak gitu? Ga miring2.
    Suram nih moto e

    Guest
    • moto e yang jajal pebalap jadul bro loris capirossi yang gaya nikungnya ga rebah.

      da gitu itu dilosail cuma demo lap. bukan kompetisi lap/ practice lap. kalo uda rebah2 trus jatoh di demo lap apa ga malu2in?

      sabar bro masi dikembangin pastinya sama keren. suara juga kita kalo nonton di tv kebanyakan suara komentator

      Guest
    • pake ngong jga a..pasangin aja sempritan yg biasa di taro di brg merpati aduan..bhahahaha

      Guest
  6. @ntabs yg demo kemarin itu bukan capirex bro, tapi simon crafar. Pembalap gaek. Pembalap motogp beneran juga blm tentu bisa sampe elbow down kalo make moto e sekarang ini, kayanya masih butuh banyak pengembangan

    Ada suaranya sih, tapi kan cuman ngiiing.. beda adrenalinnya dibanding 4cyl.
    Coba lihat f1, dari 2400 v8 turun ke 1600 v6 turbo, gitu aja banyak yg jadi ga suka.. suaranya jadi ga kenceng.
    Nah ini moto e,, suaranya cuman ngiiing.

    Guest
  7. klo mobil listrik maupun motor listrik bener bener mau atau untuk menggantikan motor bakar. produsen otomotif baik honda yamaha suzuki kymko tvs ktm dan yg lain ya harus duduk bareng bikin standarisasi bentuk dari batrai mungkin dibikin tipe batrai sesuai dgn ukuran ya. kenapa harus demikian biar mudah dlm pengisian biar seragam dan bisa dibikin satu tempat pengisian jadi tdk beda2 honda beda yamaha beda dan yg lain ya beda… jadi dibikin persepsi sama anggap aj batrai itu bahan bakar ya seperti bensin ada pom ya. biar cepat dlm pengembangan dan tentu ya jadi lebih efesien dan murah

    Guest
  8. Batre plg top lit n polimer yg lumayan ngk cpt drop x, bagus bila bisa charge dari gerakan balans, solar sell plg jelek efesiensi n kecil banget voltage, blm ilang, banjir, masalah bunyi plg gampang kasih dangdutan aja, blm layak ekonomis buat di dki apa lagi indonesia dah stop n go blm poldur, masih kemahalan mungkin 10 thn lg

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here