TMCBlog.com – Assalamu’alaikum bro semua.. Masih membahas tentang teknologi di motor, khususnya motor balap, yang menjadi ciri khas dari TMCBlog.com .. Kali ini mencoba untuk menjawab pertanyaan dari beberapa teman pembaca yang kepo soal aplikasi swing arm berbahan carbon fiber di MotoGP. Dan ndilalah ada sebuah wawancara dari jurnalis Crash.net ,, Peter McLaren yang berbincang banyak dan mendetail kepada Corrado Cecchinelli selaku Direktur Teknologi MotoGP, tentang apa sih alasan dibalik strategi pabrikan MotoGP yang mulai beralih ke swing arm berbahan serat karbon?

Corrado Cecchinelli

Untuk lebih mengenal Corrado Cecchinelli ini, beliau pernah menjabat sebagai Director General of Ducati Corse selama tahun 2006-2010 dan sebagai salah satu penggagas Desmosedici untuk beralih dari swing arm aluminium ke bahan carbon di 2009. Maka sangat tepat kalau Cecchinelli menjawab semua pertanyaan om McLaren nih soal plus-minus swing arm carbon fiber.

Ducati Desmosedici GP9

McLaren: ‘ Corrado, Anda berada di Ducati ketika awal project pengaplikasian swingarm serat karbon? ‘

Corrado Cecchinelli: “Benar, Saya ada di Ducati ketika kami memulai project Desmosedici dengan swingarm berbahan serat karbon. Namun hal itu bukanlah pertama kalinya dilakukan, karena sebelumnya sudah dipakai oleh Aprilia di kelas 250cc. carbon fiber adalah bahan yang tepat jika digunakan untuk permukaan/bidang/area yang luas, tapi berbentuk tidak kecil. Jadi, bagi Saya, merupakan ide yang tepat untuk diaplikasikan ke part swingarm, juga karena swingarm dirancang untuk memperoleh tingkat kekakuan [stiffness] tertentu.”

“Akan tetapi, hal ini bukan berarti dirancang untuk menjadi se-kaku mungkin, namun itu dirancang untuk menemukan/mencapai sebuah tingkat kekakuan yang kita harapkan. Plus Anda ingin mencapai kekakuan dalam 3 dimensi (3D) [3 dimensi dari pergerakan motor]. Maksudnya, Anda menginginkan sebuah swingarm yang bisa ‘menekuk / bend’ saat motor miring [ketika posisi menikung], tetapi tidak menginginkan swing arm tersebut mengalami gejala material ‘melintir / twist’. Dengan serat karbon Kami bisa bermain dengan orientasi serat karbonnya untuk memiliki kekakuan tiga dimensi yang kami inginkan.”

Aprilia RSW250 2007

“Juga, secara umum, untuk target tingkat kekakuan yang diberikan dan juga dengan mempertimbangkan kekuatan yang dibutuhkan, kemungkinan besar swingarm akan punya bobot yang lebih ringan jika dibuat dengan serat karbon dari pada logam aluminium. Tapi saya dapat memberitahu Anda bahwa ketika saya berada di Ducati, MSMA mencoba menghentikan project swingarm serat karbon karena mereka khawatir hal itu menyebabkan biaya yang tinggi. Tapi, yang benar adalah jika hanya mempertimbangkan biaya satu buah swing arm memang terhitung high cost, tetapi tidak untuk membuat swing arm untuk satu musim kompetisi. Namun jika dibandingkan per satu unit swing arm carbon memang lebih mahal ketimbang 1 unit swing arm berbahan aluminium biasa.”

“Ada kekhawatiran tentang keamanan. Ini bukan karena serat karbon merupakan bahan yang kurang aman, tetapi karena jika terjadi kecelakaan, kemungkinan kerusakan pada swingarm carbon akan lebih sulit untuk diselidiki ketimbang aluminium. Prosedurnya, setelah mengalami kecelakaan besar, Anda harus mengirim swingarm itu kembali ke pabrik untuk diinspeksi dengan alat X-rays dan banyak inspeksi rumit lainnya. Hal yang tidak bisa kita lakukan dengan kasat mata di trek ketika balapan. Jadi ini adalah satu lagi alasan mengapa serat karbon adalah parts yang mahal, karena Anda harus memiliki lebih banyak suku cadang [cadangan], sehingga Anda dapat mengganti swingarm setelah kecelakaan besar untuk memastikannya aman untuk dipakai balapan.”

“Jadi memang ada masalah dalam penggunaan bahan serat karbon untuk swing arm. Tapi ya tetap saja, kalo Anda bertanya kepada Saya, swingarm dari bahan carbon fiber adalah teknologi yang tepat karena kelebihan yang sudah saya sebutkan tadi.”

McLaren: ‘ Dalam hal ini, mengapa tidak semua parbikan di MotoGP menggunakannya? ‘

Corrado Cecchinelli: “Pertama-tama, jika Anda tidak nge-push sampai batas [ketebalan] swing arm berbahan aluminium, maka Anda tidak akan menemukan masalah dalam hal kurangnya kekuatan kekuatan dari target tingkat kekakuan swingarm. Dan dalam hal ini, contoh yang saya berikan kepada Anda adalah tentang biaya sebuah swing arm dari serat karbon yang lebih murah selama satu musim tidak akan berlaku. Karena jika swing arm bahan aluminium tidak dirancang secara ekstrem maka tidak perlu diganti sesering mungkin.”

“Dan kemudian ada alasan lain yang bisa saya katakan: swing arm dari carbon fiber ini sulit untuk dirancang, sulit untuk diproduksi, sulit untuk diinspeksi jika terjadi kecelakaan besar. Untuk semua alasan tersebut teknologi konvensional dengan bahan aluminium tentu memberikan lebih dari hasil yang lebih dapat diterima, karena itu adalah teknologi yang paling umum yang orang-orang gunakan saat ini. Namun tetap saja swingarm dengan bahan dari serat karbon bagi Saya lebih baik, berikut dengan kelemahan yang ada.”

Lebih lanjut lagi, Cecchinelli berkata bahwa dalam hal rancang bangun sebuah unit swingarm untuk keperluan balap yang dicari adalah sesuatu yang bersifat anisotropik, yang berarti unit swingarm tersebut memiliki sifat kekakuan yang berbeda di setiap bentuk. Serat karbon bisa lebih membantu engineer mendapatkan tingkat kekakuan dan disaat yang sama juga fleksibilitas karena dengan menempatkan lebih banyak atau lebih sedikit lapisan dari lembaran serat karbon di suatu area tertentu hasilnya engineer akan meraih orientasi serat yang berbeda. Nah menurut Cecchinelli dengan mengubah orientasi lapisan serat tersebut akan juga mengubah tingkat kekakuan dari swingarm setelah unit jadi dan digunakan.

Pict: offbikes.com

Satu unit swingarm motor MotoGP juga akan menjadi lebih ringan dengan terbuat dari bahan serat karbon, tetapi kita juga tidak bisa melupakan bahwa sifat alami dari serat karbon memiliki redaman atas benturan/tekanan yang berbeda daripada material logam aluminium.

“Jadi jika Anda memiliki masalah seperti chattering, atau getaran pada umumnya, Anda mungkin ingin mencoba beralih dari satu bahan ke bahan yang lain [serat karbon ke aluminium atau sebaliknya] hanya karena fakta bahwa swingarm lain akan memiliki berat yang berbeda dan redaman yang berbeda..” Jelas Cecchinelli

Perbedaan kecil dalam berat dan kemampuan meredam merupakan salah satu pertimbangan dalam pemilihan bahan material sebuah swingarm karena hal tersebut dapat mempengaruhi banyak karakeristik motor secara keseluruhan pada umumnya. Lanjut, ketika Cecchinelli ditanyakan sebuah pertanyaan yang menjadi dasar asumsi masyarakat luas tentang penggunaan parts berbahan serat karbon di arena balap, yakni “Pakai carbon fiber supaya stabil karena motor lebih KAKU”, dirinya menjawab dengan lugas dan mendetil.

“Itu tidak benar! Kekakuan hanyalah target dari sebuah desain. Secara umum, ketika mendesain sebuah komponen mekanis, Anda mungkin pertama-tama mencari tingkat kekakuan atau tingkat pencapaian resistansi kekuatan. Keduanya [stiffness dan strength] tidak selalu beriringan. Jika Anda mendesain sebuah hook untuk mengangkat beban yang besar, target desain utama Anda adalah kekuatan, yang biasanya membawa kekakuan tertinggi. Tetapi jika Anda mendesain swingarm atau sebuah sasis secara keseluruhan, Anda merancang untuk mendapatkan TINGKAT KEKAKUAN YANG DIPERLUKAN. Dan, dalam mencapai target kekakuan itu, Anda mungkin gagal untuk mencapai/memiliki suatu tingkat kekuatan yang cukup. Ini mungkin contoh kasus mengenai swingarm berbahan aluminium.”

“Contoh, Anda mungkin ingin suatu parts sangat fleksibel sehingga berisiko mengalami keretakan ketika digunakan. Atau – bahkan jika tidak terlalu ekstrim, yang terjadi – lembaran lembaran logam pada swingarm menjadi sangat tipis sehingga ketika proses pengelasan menjadi suatu masalah. Jadi bagian yang dirancang untuk mencapai target kekakuan belum tentu juga cukup kuat dibuat dari aluminium.”

McLaren: ‘ Ini menarik, karena persepsi adalah bahwa ketika orang beralih ke serat karbon, artinya mereka menginginkan sesuatu yang lebih kaku . ‘

Corrado Cecchinelli: “Tidak! Yang benar adalah mereka itu mencari level kekakuan yang ideal, tetapi dengan bobot yang lebih ringan dan lebih kuat. Atau mereka mencari pemisahan kekakuan yang lebih baik di setiap arah.”

“Karena pada umumnya kasus di perancangan sebuah swingarm, engineer menginginkan sebuah swingarm yang juga dapat bertindak seperti ‘suspensi’ pada saat motor di posisi miring/lean [ketika menikung], tetapi tidak sampai menggangu performa dan swing arm tersebut tidak mengalami gejala melintir. Jika Kita sudah memahami bagaimana bertindak dan bekerja dengan material carbon fiber, pasti kita lebih banyak peluang untuk mencapai target yang diinginkan itu.”

Pict: offbikes.com

Kesimpulannya adalah, dengan swing arm carbon yang digunakan pada motor MotoGP ada satu tujuan yang berusaha untuk dicapai oleh pabrikan yaitu keseimbangan dari tingkat performa dan kemudahan motor untuk dipacu saat balapan. Tapi setelah penjabaran panjang dari Cecchinelli, pelajaran lain yang bisa kita ambil adalah penggunaan serat karbon tidak semata-mata hanya untuk mengejar bobot ringan dan atau membuat motor se-kaku mungkin. Dan jika sebuah team sudah memahami bagaimana bekerja dengan suatu bahan material, maka jika fokus dengan hal itu tidak menutup suatu saat nanti mereka menemukan titik terang dari masalah yang kita lihat saat ini.

Nugi TMCblog

Hasil wawancara lengkap Peter McLaren dengan Corrado Cecchinelli bisa dilihat di Definitely Maybe: Carbon fibre swingarms in MotoGP

Untuk referensi teknis bisa sobat baca di Motorcycle swingarm redesigned in carbon composite

54 COMMENTS

  1. Inovasi pencampuran metalurgi juga sekarang banyak yang menggunakan karbon.

    Tapi di atas di sebutkan, sulit inspeksi jika terjadi crash/ kecelakaan besar. Mungkin karena sifat kekerasan bahan ya. Fiber Karbon ya fiber karbon bukan Besi, baja atau Alumu.

    Guest
    • yach karena alum menyerap force jika tabrakan, dan mungkin dri serpan itu bisa dianalaisa brp energi yg menghamtam alum itu

      kalu csrbon kan kaku, dia malah menolak force, yg nabarak yg mental, jadi ngak bisa diambil analisanya.

      IMHO

      Guest
  2. om nugi .kalo ingin mencapai tingkat kekakuan yang diinginkan berarti kan harus riset dulu dan keluar biaya yang pastinya nggak dikit . apa berarti itungan cost pake swing arm carbon satu musim + biaya risetnya mungkin bisa sama kayak pakai swing arm almu.. atau mungkin lebih murah ..?

    Guest
  3. Di SBK BMW pake hp4 race yg pake frame carbon,apa s1000rr biasa sih?
    Pengen tau bisa dijinakin apa enggak sasis full carbon

    Guest
    • Hampir semua di wsbk dicover carbon. Karena sasis almu produk massal terlalu lentur. Jadi bukan rangka carbon, tapi cuma dilapis carbon buat kakuin rangka asli yang terlalu lentur dan gak boleh ganti rangka

      Guest
  4. Om nugie,pernah ada yg review gak berapa biaya untuk riset 1 motor balap moto gp?dari part terkecil sampai part paling besar?

    Guest
    • Riset kan?bukan produksi..kalo riset biaya tak terbatas..dulu aja waktu Wacana motogp 4 tak dimulai..banyak pabrikan mau ikut..ada kawasaki,ducati,MZ dg v4 pararel,lalu ktm tanpa sokongan red bull…dan ternyata,yg nyemplung kawak,ducati,ktm(mesin saja),mz hanya wacana saja..Dan yg sekarang hanya ducati saja yg reguler,ktm dg sokongan tak terbatas red bull menyusul ducati..

      Guest
  5. bahan karbon, kuat, mahal, bikinnya susah dan lama, tapi enak dilihat kalo udah jadi. terbukti banyak orang terobsesi dengan tampilan visualnya, jadinya melakukan vinyl wrapping / skotlet / water transferring buat bodi-bodi kendaraannya (mobil atau motor). biar kyk anak racing gt

    Guest
  6. Yang menolak pengaplikasian serat karbon dan bersikukuh pake alumunium di rangka dan swingarm dulu masao furusawa di yamaha, klo ga salah taun 2009 dimana ducati heboh dgn sasis carbon monocoque nya. Furusawa beranggapan sasis&swingarm pke serat carbon mmng sngat ringan tpi kekakuannya ketika motor leaning atau rebah lbh dri 45 drajat sangat tdk sebaik material alumunium. itu mngapa maaterial serat karbon hnya cocok buat F1 yg pergerakannya tak seekstrim motor motogp. Ungkap furusawa

    Guest
  7. semua ada plus dan minusnya, tinggal riset saja untuk mencari titik tengah yang paling ideal dan seberapa baik untuk menambah performa motor, tujuannya pasti bisa menambah time dan kelincahan motor dan juga safety. semakin banyak belajar nih baca artikelnya

    Guest
  8. Ngeliat serat karbon, langsung kebayang serat kaca yg diolesi resin, jadi deh fiber glass.. Nah kalo fiber carbon ini menggunakan resin juga ga ya?..

    *pertanyaan bodoh

    Guest
    • tetep pakai resin dan katalis sebagai pengerasnya. makanya disebut material komposit. udah tak coba buat body mobil KMHE. per meter harga 650 ribu yang 6K. (karbonya saja)

      Guest
    • Mahal amat? Ane dapet 400rb semeter. Yg mahal resinnya, harus pake resin epoxy, bukan resin poliester yang banyak dijual di pasaran. Resin poliester sekilo 30rb, epoxy 120rb

      Guest
  9. kalo penjelasan yang saya tangkap, swing arm carbon digunakan justru untuk mengejar fleksibilitas , bukan sekedar ke-kakuan, dan dengan variasi motif alur serat karbon yang ada, bisa digunakan untuk memilih arah fleksibilitas yang diinginkan.

    Karena untuk mengejar fleksibilitas dari bahan aluminium, terbentur ketebalan minimum aluminium itu sendiri, maupun struktur lekukan dan titik pengelasan, maksudnya, untuk mengejar fleksibilitas dari aluminium yang diinginkan, ketebalan mungkin akan terlalu tipis, sehingga dibutuhkan struktur penguat yang terlalu rumit, kesulitan dalam pengelasan & akan berpengaruh ke bobot

    Sementara dengan karbon fibre, memiliki struktur yang kuat tapi lebih ringan, dan bisa direkayasa kelenturan & arahnya sesuai pola seratnya

    Kelemahan swingarm karbon, apabila terjadi crash hebat, terdapat potensi kerusakan pada seratnya , yang tidak bisa dilihat secara kasat mata & harus diteliti menggunakan x-ray, dibanding struktur aluminium dimana apabila terdapat crack, mungkin masih lebih mudah ditemukan

    CMIIW

    Guest
    • Itukan layer(lembar lapis) bro serat karbonnya. Mungkin ditumpuk hingga mmbntuk ktebalan yg diinginkan.. bru deh dicetak mmbntuk swingarm. Ya kayaknya sih gt bro.. šŸ˜… hhehe..

      Guest
    • dicetak dulu bro. jadi sekalian membentuk swingarm sekalian dihitung ketebalannya. biasanya dalamnya dikasih honeycomb. (termasuk bahan komposit)

      Guest
  10. Wak, boleh request artikel wak?

    Barusan baca di blognya bonsaibiker, ada artikel Minyak Goreng bisa dijadikan sebagai ganti oli mesin motor..
    Kalau diulas dari ilmu motor yang wak haji kuasai itu gmn, Wak?
    Mungkinkah hal tsb? šŸ˜€

    Guest
    • maka dari itu gan..
      siapa tahu dari kuliah motor dari wak haji nanti (kalau diluluskan requestnya) bisa meluruskan hal2 “fenomenal” seperti Minyak Goreng yang beralih fungsi jadi oli mesin tadi.. šŸ˜€ šŸ˜€
      (^_^)v

      Guest
    • Orang konyol itu. Oli jaso mb spek matik aja gak bisa dipake buat motor kopling basah, apalagi minyak goreng

      Guest
    • dipakai untuk beberapa km mungkin masi bisa tapi untuk daily use dan waktu panjang. monggo dicoba sendiri kalo mau ganti full isi mesin baru. šŸ˜€

      Guest
    • Jangankan jadi oli mesin, campuran olmes+migor aja jadi sejenis “lumpur” om, saya dah praktek, dan akhirnya lebih enak lolosin murni oli mobil daripada campur migor. Ini ilmu nekad, tpi hasilnya mantep

      Guest
    • Boleh, kalau darurat, misal karter pecah, ditambal lem besi, di pelosok gk ada jual oli, adanya migor. Daripada tanpa oli. Krn migor boiling point lbh tinggi dr oli, cukup licin jg melumasi, atau pk 2 tak keabisan olsam, gk ada yg jual dsitu. Ketika dh nemu oli beneran, wajib flushing n ganti,

      Guest
  11. tanya, kenapa Marc sering pakai penutup cakram rem depan, race Losail Qatar kemarin juga pakai penutup. (yang biasanya penutup itu dipakai waktu hujan)
    bukannya nanti tambah panas itu cakram rem???

    Guest
    • justru karna dingin, makanya ditutup untuk menjaga suhu ideal kerja cakram karbon. cmiiw

      Guest
    • cakram karbon itu sangat pakem di suhu tinggi.
      kalo cuaca hujan, dingin. ngeblong bro.

      jadi itu makanya di tutupi untuk daerah2 dingin.

      Guest
  12. Gila dah, sasis carbon trutama twinspar jg dibahas dong lbh dalam,scara kekakuannya akankah spt apa, positifnya akankah Bagus soal fleksibilitas corner <60Ā°?? Spt hal bmw di s1000rr yg akan menggunakan sasis twinspar carbon, yg diklaim 40% lbh ringan, rigid, n kuatt n ada rencana sasis terallis dari carbon di produk bmw next nanti??

    Guest
  13. Apa base nya Dari karbon juga?, kayanya ngga, base atau basic swingarm tetep berbahan dasar almu kemudian Di lapis/bungkus carbon entah itu full carbon menutupi seluruhnya seperti swingarm Di ducati/honda ,half atau separuh atau hanya sedikit di area tertentu. sperti Di GSX-RR hanya Di Bagian bawah swingarm yg mereka gunakan, tentukan saja walaupun hanya sedikit itu bkn hanya sebuah estetika, tentu saja tingkat kekakuan nya berbeda. IMO

    Guest
    • hahahaha, alumunium dibungkus karbon. bagai makanan anak-anak. luarnya bagus dalemnya. hahahaha. memang secara bentuk hampir sama dengan yang aluminium, perlu diketahui bro, carbon itu ngga bisa dilas. gak bisa ditambal. dia butuh molding(cetakan) untuk berbentuk. lihat tuh velgnya regera. full carbon tanpa lapis-lapis aluminium

      Guest
  14. Susah klw dah serat carbon lbh byk teori tanpa liat ngerasain langsung, beli sepeda chasis serat carbon aja – bawa mereng mereng n loncat kuat top, tap eeeh kaga boleh kena ultraviolet šŸ˜‚

    Guest
  15. Comment:Comment:Mungkinkah swingarm karbon (ducati) vs aluminium (yamaha), sangat mempengaruhi performa dan traksi ban belakangnya? Secara ban belakang yamaha lebih cepat habis daripada ban ducati?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here