Assalamu’alaikum, Sobat TMCblog sekalian, Di artikel ini Kita akan bisa membayangkan bagaimana ahdir di seri Pembuka MotoGP Qatar 2018 dari sudut pandang seorang penonton se[erti yang dilakukan oleh Bro helmi Perdata / Kill Bill . .. silahkan di simak sob : Tidak 10 hari berlalu seri pembuka kejuaraan gelaran MotoGP 2018 di langsungkan di Losail (Qatar) pada 16 s/d 18 Maret, izinkan saya (berangkat bersama rombongan teman kantor) berbagi pengalaman selama menyaksikan langsung hajatan tersebut. Berawal keinginan menonton langsung balapan ke sirkuit (selain Sepang karena sudah pernah) yang penting mudah tanpa urusan visa izin masuk Negara tujuan dan jarak tempuh pesawat gampang dicapai di sekitaran benua Asia. Setelah tahu jadwal pasti kalender balap tahun 2018, akhirnya kami sepakat untuk menonton salah satu seri MotoGP tahun ini dengan berangkat ke Losail di Negara Qatar. Apalagi sejak pertengahan tahun lalu berlaku aturan warga negara Indonesia termasuk dari 47 negara yang bebas visa kalau mau masuk ke Negara Qatar selama 1 bulan.

Tentu saja sobat wajib punya paspor kewarganegaraan Indonesia yang masih berlaku sebagai syarat utama bila ingin bepergian keluar negeri, 3 bulan sebelumnya kami rencanakan dan sudah hunting tiket yang semurah mungkin, tentu dapat banyak info dari situs penerbangan atau biro agen perjalanan melalui internet. Saya rekomendasikan pilih penerbangan PP (pulangpergi/round trip) Jakarta ke Doha dengan transit yang tentunya lebih murah dibandingkan yang langsung (direct).

Kami dapatkan pilihan Oman Air atau Srilanka Air dimana harga tiketnya PP rentang Rp8juta-an, kalau langsung tentunya harga tadi hanya cukup buat sekali jalan bahkan kurang bila menggunakan maskapai penerbangan lain. Selisih perjalanan terpaut 1-2 jam saat transit, bila langsung dari bandara Soekarno-Hatta ke Hamad ditempuh selama 7-8jam. Selanjutnya pesan tiket masuk sirkuit melalui online di motogp.com seharga sekitar US$79 (konversi sekitar 1 jutaan lebih sedikit), meskipun di lokasi tersedia ticket box karena takut kehabisan atau kemungkinan sold out on the spot.

Berbeda dengan di Sepang atau sirkuit lainnya yang menyediakan beberapa titik cover area buat penonton, di Losail itu tiket penonton termurah masuk sirkuit yang tersedia hanya buat sepanjang grandstand atau tribun depan dengan view lintasan lurus start/finish berhadapan gedung paddock. Kecuali bila kepengen sensasi lain ingin akses ke paddock area dan fasilitas VIP lainnya, sampean dapat nonton di VIP village atau corporate club yang tarifnya bias sampai belasan juta rupiah untuk Sabtu dan Minggu. Seharusnya dilengkapi bukti pesanan tiket MotoGP tadi disertai bukti pesanan kamar hotel secara online menunjukkan keseriusan kita sebagai turis saat kedatangan di gerbang ditanya oleh petugas imigrasi bandara.

Bagaimana dengan alat pembayaran, kartu SIM card, transportasi, penginapan, makanan dan lingkungan sirkuit? Saran saya saat pertama kali setelah mendarat dan selesai dari proses pemeriksaan imigrasi perhatikan hal hal berikut ini :

Pembayaran
Tidak perlu membawa uang tunai (Rupiah atau Dollar) kemudian penukaran uang di Money Changer,Sob. Selain ribet, walau ada yang menerima pembayaran dengan kartu kredit/debit, sebaiknya tersedia uang tunai dengan mampir ke ATM yang ada simbol VISA atau MASTERCARD untuk mengambil uang tunai.

Caranya:

[Pilih ENGLISH ->masukkan PASSWORD ->pilih WITHDRAWAL ->pilih SAVING ->pilihuangnya

-> ENTER] -> tekan CANCEL -> kartu ATM keluar

Kartu Prabayar atau Prepaid SIM card
Walaupun banyak tersedia spot free WiFi (bahkan HiFi) kecepatan tinggi di tempat umum, sebaiknya agar tetap terhubungke internet dan bias berkomunikasi, segera ganti dan beli kartupra bayar SIM card yang berlaku di Qatar. Banyak tersedia konter berjualan di dalam bandara. Ada pilihan buat paket data dan voice/message juga masa berlakunya dari ooredoo,Vodafone.‌atau lainnya.

Transportasi
Kami memilih sesuai rekomendasi teman yaitu Taxi Karwa dengan argometer map base (dibayar berdasar jarak tempuh terdekat) beroperasi 24 jam, bisa pesan melalui aplikasi di ponsel atau langsung masuk mobil yang banyak standby antri. Karena kami datang di malam hari maka pilihan taxi Karwa saja dari bandara ke pusat kota Doha berjarak 8 km kena bayar QR20 ( tidak sampai cepek Rp100.000,- dengan asumsi rate QR 1 Qatar Riyal = Rp3.800,-), relative murah menurut kami untuk 3 penumpang dapat merasakan Toyota Camry sebagai armada termurah, sebenarnya dapat pilih Toyota Innova (keluaran terbaruseperti di tempat kita) bila rombongan penumpang lebihdari 5 orang atau bawa banyak barang.

Lokasi hotel kami menginap di sekitar pasar tradisional SouqWaqif mau keSirkuit Losail yang berjarak sekitar 25km mendapat tagihan bervariasi sekitar QR 60-70. Baru dapat info pengenaan tariff tergantung waktu malam dan jenis route arah luar kota lebih mahal perkilometernya. Setiap masuk sudah kena minimum charge ongkos jauh-dekat 10QR. Juga ada bus umum Mowasalat yang berpusat di terminal Al-Ghaniem untuk melayani pelosok dalam kota Doha dan sekitarnya dengan pembayaran sistem kartu pintar yang dapat dibeli dan diisi ulang token di banyak tempat. Sayangnya armada bus ini hanya beroperasi dari pukul 08 pagi hingga 11 Malam.

Penginapan
Meski bertabur hotel bintang 5 di kawasan elit pusat kota, kami juga dapat temukan di kawasan pusat kota tua atau old Doha (lama) banyak hotel berbintang 4 masih ada yang pasang tariff kurang dari Rp1jutaan/malam.

Makanan dan Minuman

Umumnya tempat di daerah jazirah Arab lainnya, menu khas timur tengah didominasi makanan pokok dari lauk sejenis kareh daging kambing penuh aroma rempah dipadu olahan makanan pokok dari tepung dan gandum dalam bentuk roti/kebab/sawarma dan lempengan tipis roti maryam atau canai. Kami hanya menemukan biryani yang mirip nasi, yaitu menu dari negara-negara Asia Selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh, atau Srilanka.

Fasilitas Sirkuit

  • Mushalla atau prayer room? Bagi muslim yang akan shalat, di halaman sirkuit tersedia 2 (terpisah buat pria dan wanita) tenda tertutup ukuran besar berhawa dingin dengan terpasangnya AC.
  • Toilets? Seperti di mushalla, toilet dan tempat wudhu berada satu gedung di bawah grandstand. Kebersihannya terjaga dan higienis seperti WC umum berbayar karena banyak tenaga cleaning servicenya.
  • Food court? Tersedia hanya makanan khas timur tengah dan Asia Selatan, air minum, dan softdrink.
  • Entertainment? Di halaman luar ada hiburan keluarga seperti naik onta, sirkuit go kart mini khusus buat bermain anak,
  • Mall arena? Berbeda jauh dengan di halaman sirkuit Sepang, disini sedikit sekali stand yang memajang produk otomotif atau dagangannya..Hanya ada booth Kawasaki, dan satu stand yang menjual campuran aneka merk motor.
  • Merchandise? Juga hanya satu Booth yang menjual produk kaos/baju/topi/aksesoris hanya official resmi MotoGP. Kisaran harga (135-260 QR atau sekitar 500 ribu hingga sejutaan Rupiah)
  • Grandstand? Tempat duduk dari plastik fiber tersusun rapi, kita bisa lihat suasana pit garage, start/finish, raungan knalpot dari mesin, sekelebatan lihat motor saat top speed di straight,.tentunya tersedia 3 layar besar yang tayangannya sama persis seperti live di TV broadcast, sistem suara merata di sepanjang muka grandstand.

O iya sob, jangan lupa disana model stopkontak dan colokan listriknya menggunakan type G. Terakhir bawalah kacamata gelap saat siang terik matahari yang sangat menyilaukan mata, dan bawa jaket saat malam hari karena angin dingin terasa saat race malam hari. Untuk mengirit pengeluaran tidak usah beli air kemasan botol yang harganya relative mahal, banyak orang disana mengambil dan mengisi air dari drink water station. Silakan sobat bawabotol air buat menyimpan air bersih layak minum yang banyak tersedia di lokasi umum seperti di tempat ibadah/mall/taman/sirkuit.

Tentu setelah finish MotoGP bagi sebagian penonton akan turun dan masuk menerobos ke lintasan ( Track Invasion ) dan ikut merayakan penyerahanan hadiah kepada pebalap saat di podium juara. Losail (Qatar) ini selalu dikenang sebagai satu-satunya seri balap MotoGP karena ciri 3 khas dan keunikannnya …seri pembuka, balapan malam, dan gurun pasir

Helmi Perdata

58 COMMENTS

  1. kill Bill jadi ke Qatar ternyanya….. ….

    klo ke Buriram banyak kali yaa orang Indonesia… … ….. ….#trrmasuk tmcblog kah ??

    Guest
    • Kemaren juga banyak ketemu saudara kita orang Indonesia di sekitaran tribun bahkan mereka bawa bendera merah-putih turun ke lintasan pasca race. Selain TKI juga mahasiswa yg sekolah di Qatar.

      Guest
    • Trans7 … sambil dengerin Joni loyo berkicau… … .. kasih pepaya kalo kurang gacoorrr

      Guest
    • Adanya tempat khusus buat penonton VIP atau undangan yg dekat tikungan 10. Kalo buat umum memang bisanya nonton di grandstand itu aja,Mas

      Guest
    • Jadi penasaran sensasi pembalap. Malem2, pake lampu dan sepi penonton karena tribun cuma di longstraight. Balap kelas dunia tapi rasa kejurnas karena gak ada penonton pas nikung

      Guest
  2. Wak, usul aja nih, walaupun citizen journalism sebaiknya tetap dikoreksi gaya penulisan dan tanda bacanya. Biar lebih lancar dimengerti.

    Buat bro Helmi, terimakasih sudah berbagi detailnya. Tidak banyak ulasan serupa dari warga Indonesia. Bahasan soal fasilitas, pilihan transportasi dan makanan sangat membantu.

    Guest
  3. Ga kebayang kalo sentul ada moto gp lagi.
    Pasti penuh sesak. Yang jauh aja pada disambangin.. apalagi sentul?

    Guest
    • Berangin dan Berpasir,Oom. Raungan suara knalpotnya dahsyat panjang dan masih tersisa sayup-sayup (padahal motornya sudah tidak terlihat di tikungan) di tengah gurun pasir. Sensasinya jauh berbeda dengan siaran di televisi.

      Guest
    • nonton bola di GBK,,,bisa tereak2 gemes….nonton konser slow yang mendayu2 sambil nyanyi bisa meloow berat, konser metalica kemaren….ganasss nyanyi mpe serek..pdhal gak apal juga

      Guest
  4. Mene aku yo ndelok langsung balapan motogp tapi nek sirkuite gok wonokromo utowo gok lapindo😂😂😂😂😂

    Guest
  5. Ayo gus ipul ndang mbangun lintasan sirkuit gok ndukure lumpur lapindo biar laen dr yg laen😂😂😂😂😂

    Guest
  6. mantap banget bikin pengen 😂

    btw saya pribadi tetep penasaran sama buriram thailand nih, apalagi seluruh sudut sirkuit kelihatan dari grandstand beda dari yang lain pasti rasanya.
    semoga tahun depan bisa lah ke buriram 😀
    sekalian nunggu pemerintah thailand bikin transportasi yang mantep. karenanya katanya harus ditempuh -+ 3 jam yak dari pusat kota 😂

    Guest
    • 8 jam perjalanan bos dg catatan harus ngebut 100km/jam. Kan sdh ada artikel tmcblog yg pas ke buriram

      Guest
    • kalo itu kan dari bangkok bro 392km jaraknya ke sirkuit buriram yg wak haji bahas. udah muntah” dijalan duluan kalo yg mabok naik mobil wkekwk

      Guest
  7. coba indonesia ada sirkuit motogp dipinggiran yogya yak daerah pesisir laut selatan. pasti mantep dingin dingin gimana gitu ada ombak ganasnya laut selatan macem di phillip island 😂

    Guest
  8. Semoga sirkuit sentul segera direnovasi atau sirkuit jakabaring segera dibangun(mana yg beneran dikerjain) agar fans motogp disini yg kemampuan finansialnya belum mampu ke luar negeri atau gak mau ribet bikin paspor bisa nonton langsung motogp di sirkuit dalam negeri

    Guest
  9. Jangan lupa, sampanye non alkohol alias bersoda. Awalnya Qatar gak pake acara sampanye, tapi sejak 2014 akhirnya sampanye diganti bir non alkohol dan ada label halal nya

    Guest
    • Terimakasih tambahan infonya,pak Darso.Yang penting cewek yang kasih sampanye tidak berpakaian seksi dan menggairahkan.

      Guest
  10. Yang jauh direview yg deket rumah wak aji ngga? Sentul the grunjel internasional sircuit? Banyak pembaca yg belom pernah kesana wak gausah jauh2 ke qatar dululah

    Guest
  11. Kapan ya bisa ke nonton di Qatar… Padahal jarak tempuh dr tempat saya tinggal menuju Qatar cuma 2 jam naik pesawat.

    Btw, roti yang bundar tipis itu namanya sama2 “Roti”, kalo yg dipakein minyak namanya “Paratha”.

    Kalo pas nonton usahakan jangan dekat2 sama org India/Pakistan (Asia Selatan) soalnya kalo mereka berkeringat baunya gak nahan, heheheee…

    Guest
    • Nahhhhh sampeyan malah lebih dekat,Mas. Baru tahu kalo roti berminyak yg itu namanya paratha. Kemaren saya nonton sama rombongan WNI.

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here