TMCBlog.com – Hola Sobat semua… Salah satu sobat pembaca setia TMCBlog yakni Bro Hindra Laros yang juga juragan sticker di daerah Banyuwangi sana punya gawean keren di motor anyar miliknya. Bro Laros mengaku kepincut Honda Vario 150 terbaru karena sering baca TMCBlog dan blog lainnya, walhasil gak perlu pikir panjang langsung merapat ke dealer Honda dan beli New Vario 150 eSP warna putih untuk nambahin koleksi motornya. Gak bertahan lama, Vario yang baru turun dari dealer pun kena sentuhan modifikasi ringan yakni decal ala skuter paddock disekujur body Vario 150 baru ini. Weleh weleh…

Keuntungan modifikasi eksterior body pada sepeda motor dengan menggunakan sticker decal adalah bisa sewaktu-waktu dicopot dan diganti jika sobat sekalian merasa bosan dengan tampilannya. Juga masalah biaya tidak semahal ketika sobat melakukan teknik pengecatan air brush. Untuk hasilnya yah beda dikit lah, masing-masing teknik modifikasi tersebut ada plus minusnya.

Kembali ke Vario 150 baru punya bro Laros. Dirinya melakukan pemasangan stiker decal ke Vario 150 dengan baik dan padu padan warnanya keren. Khas Honda pula gitu yah, Red White Blue atau RWB yang juga sebagai warna kebanggaan Honda Racing Corporation (HRC).

Nah tapi kalo untuk Vario ini kan skutik, jadi bukan untuk motor balap, melainkan skuter paddock yang mendukung kegiatan race weekend di sirkuit. Hehehehe…

Tampilannya jadi sporty banget kalo menurut saya, memang Vario pada dasarnya terdapat aura sporty pada garis body dari depan ke belakang. Dengan ditambahin decal begini, malah tambah keren dan kesan elegannya rada tertutup karena jadinya kelihatan sporty banget. Tapi Bro Laros telah melakukan oekerjaan yang apik pada motornya ini.

Bagian bagian yang kondisi standar pabrik berwarna hitam, ditutup dengan stiker Carbon fiber look, seperti pada cover knalpot dan cover body depan bagian samping yang malah semakin menambah kesan sporty ala motor balap. Tak lupa ditempel stiker stiker sponsor khas Honda MotoGP.

Eh, tapi setelah saya perhatikan lebih jauh, di daerah dekat DRL dan lampu sein depan ada stiker brand Domino, Polini dan IP tuh. Kalau kalian yang maniak MotoGP dan seumuran Saya pasti ngerti kalau itu sponsor khas Valentino Rossi ketika masih bersama Aprilia dulu. Belom dapet gelar The Doctor, masih disebut Valentinik. Wah lama bener berarti tuh, taun 1998 kalau gak salah sih. Hihihi….

Kalau menurut kalian gimana Sob, hasil custom decal garapannya Bro Laros ini di Vario 150 eSP 2018? TMCBlog mengapresiasi setiap modifikasi yang dilakukan temen temen semua selama masih aman jika motor memang masih untuk dipakai harian. Seperti Vario bro Laros ini yang kalau kena razia polisi di jalan pasti gak bermasalah karena dominan warnanya masih sesuai dengan yang tertera pada STNK. Good job dah Bro!

Nugi TMCBlog

39 COMMENTS

    • Bosan?? Yang benar rakyat indonesia Bosan kalo liat sabre. Sabre 0 unit cuy
      Ngah Ngah Ngah

      Guest
  1. Komen dikit ya
    Harusnya warna merahnya ditarik lurus dari spakbor ke body belakang malah lebih epic

    Guest
  2. lampunya kayak R25 desainnya kurang segar kelihatannya, coba kalo mirip CBR fireblade

    Guest
  3. yimm harus keluarin jurus baru. Aerox 155vva vario killer ternyata malah ngiler sendiri. Lexi design mengubur diri dari awal. Harus ada force 155 pake striping full colour gambar sayap kepak. Di jamin moncer. Ngah ngah ngah

    Guest
    • Sebenernya si desain yamaha bagus bagus cuman kurang sentuhan sayap mengepak wkwkwkw

      Guest
    • terus yg nempel di Megapro fi,spacy,Supra helmin,Revo at,CS1,balada,cbr250r 0unit,Kirana,sh
      itu sayap apaan??

      Guest
    • kalo mau di simpulkan head to head antara H dan Y ya gini .
      1. Mega pro vs byson.
      2. Tiger vs scorpio.
      3. Cbr 250 rr vs r25.
      4. Revo at vs lexam

      Jelas produk h sedikit lebih laku di banding Y. Tapi kalo kirana, spacy, cs1 itu gak bisa head to head karna ke kosongan dari produk Y. Sama seperti xabre, mt25, x max, gak ada lawan dari H.

      Guest
  4. Baru di lauching kemaren, eh dah nemu dijalan yg 150. Lexy yg dah duluan, cuma nemu di dealer pinggir jln.

    Guest
  5. tanpa mengurangi apresiasi saya sama bro laros, rasanya desain striping kurang punya ‘tema’, kurang mengalir secara keseluruhan body, misal warna biru di tebeng depan bawah yang terasa ‘dipaksakan’. sorry, just an opinion

    Guest
  6. Body model begini masih okelah 2 tahun kmarin…kalau skrg udah kliatan memmbosannkannn…lebih fresh desain lexy…tapi y kembali ke selera jg sih

    Guest
    • Yaelah klo komen begitu di artikel motor 250 or moge diatas ya baru ente komen gitu, lah ini cm motor commuter murah, ya mayoritas gampang dibeli bak kacang goreng, apalagi ini ‘honda’ cung, justru ente yg keliatan gk ‘mampu’ nya hehehe, peace :p

      Guest
    • Semua modif rubentina ya ilegal kalo gak uji tipe ulang.
      Berarti motornya jokowi legal.

      Guest
    • Gak melanggar bro. Sewaktu diantar ke istana memang belum street legal, tapi ketika dibawa ke Sukabumi yang lalu sudah dilegalkan.

      Perlu diingat, motor custom seperti Chopperland adalah karya seni yang berwujud sepeda motor, sama halnya ‘Ojo Dumeh’ hadiah Kustomfest taun lalu.

      Urusan legal nomor sekian, motor custom adalah buah dari cipta rasa dan karsa builder/owner,, cuma karena akan dipakai ke jalan raya kudu wajib ada kelengkapan surat2nya.
      Contoh, Sasis motor gitu sering dibuat dari nol,,.. dari besi yang dipotong, dibengkokkan lalu di las sampai jadi utuh oleh tangan builder bukan buruh pabrik atau robot pabrikan motor.
      Jadi memang murni karya seni seperti patung, lukisan dan lain2.
      IMHO

      Saya harap jawaban saya ini tidak dipelintir.

      Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here