TMCBlog.com – Bro sekalian, ketika berada di pameran Indonesia International Motor Show IIMS 2018 TMCBlog hadir ke booth Triumph Indonesia dan melihat sosok Street Scrambler model year 2018 alias model paling anyar dari seri Triumph Street secara global market. Bentuknya klasik banget tapi tidak lupa kena sentuhan modernisasi di semua sisi, ini yang TMCBlog rasa menjadi faktor terbesar Street Scrambler bisa memikat hati Saya [pribadi]. Untuk itu silahkan sobat semua menyimak vlog yang saya usahakan bagus saat berkunjung ke booth-nya Triumph Indonesia di IIMS 2018, namun beberapa monolog pada vlog ada salah maka dari itu di artikel ini saya revisi dengan tulisan. Street Scrambler ini cakep bener lur..

Triumph merupakan nama besar di bidang roda dua,pabrikan yang berasal dari Britania Raya ini mulai memproduksi sepeda motor sejak tahun 1900. Dengan mengalami banyak pasang surut sampai pernah alami kebangkrutan pada tahun 1980, Triumph sukses melewati banyak halangan dan rintangan dari segala sisi. Keikutsertaannya pada kejuaraan balap TT Race menjadikan nama Triumph semakin dikenal sebagai motor yang handal, terlebih lagi perusahaan swasta ini juga dipercaya memproduksi motor untuk kebutuhan militer negara Britania Raya. Sebetulnya tidak hanya model klasik, Triumph juga jago bikin motor race specs. Sebut saja varian Daytona atau Speed Triple, bahkan motor untuk touring, cruiser dan adventure pun mereka punya. Oke kita fokus saja ke varian klasik Triumph Street Scrambler yang ada di IIMS kemarin ini.

Mesin Berbasis Bonneville 900

Satu hal yang membuat saya terpikat dengan Street Scrambler ini adalah ketika pertama kali dengar suara knalpotnya. Kala itu ketemu di jalanan daerah Jakarta Selatan, suara yang dihasilkan mesinnya itu mirip banget sama H-D. Padahal konfigurasinya paralel twin bukannya V Twin loh.

Paralel Twin Fuel Injection 8 valve liquid cooled

Ternyata meski menggunakan konfigurasi Paralel Twin, interval pengapiannya adalah 270 derajat. Inilah yang memberikan sensasi suara seperti halnya mesin V Twin. (Baca penjelasannya di [ Tech Talk ] Kenapa suara Honda NM4 Vultus Mirip Harley ?) Sudah berpendingin cairan meskipun kalau dilihat sekilas silinder blok nya menggunakan sirip pendinginan yang cukup besar. Mungkin maksudnya untuk menguatkan aura klasiknya karena memang ini mesin unggulan seri Bonneville yang di-modern-kan.

Untuk spesifikasi mesinnya sendiri.. SOHC .. Bore x Stroke: 84,6 mm x 80 mm dengan rasio kompresi 10,6 : 1. tenaga yang dihasilkan tidak terlalu besar untuk mesin 900 cc, output mesin hanya 55 Hp pada 6.000 Rpm. Tapi.., torsinya yang juara bener sob, 80 Nm pada 2.850 Rpm saja! Itu kalau kalian riding pakai motor ini, pelintir gas dikit langsung jengat jengat bro. Karena torsi yang buas di putaran mesin rendah, Triumph membekali Street Scrambler ini dengan traction control yang bisa diatur (Switchable Traction Control). Juga pada bagian kopling, secara mekanis dipasang Torque-Assist yang bekerja untuk memudahkan feeling dalam mengontrol kopling sehingga rider lebih mudah dalam mengendalikan motor.

Radiator Street Scrambler seperti menyatu dengan main-frame

Radiator Street Scrambler 900 ini dilabur dengan cat warna hitam dan pada kondisi standar dari pabriknya sudah memakai guard berupa kawat agar kisi-kisi atau sirip coolernya terlindungi dari batu kerikil sewaktu berkendara off-road.

Throttle Body Street Scrambler

Seperti motor sport modern, Street Scrambler sudah Ride-by-Wire .. Hal ini memungkinkan Street Scrambler untuk mengubah karakter pengapian. Tidak seperti abangnya, Bonneville T100 dan T120 yang menggunakan 1 throttle body pada masing-masing silinder, varian Street memakai single throttle body untuk memberi asupan udara kepada 8 klep secara total di kedua silindernya.

Knalpot ada di bagian atas khas motor Scrambler

Bagian yang menjadi salah satu ciri motor scrambler adalah knalpot yang posisinya ada di atas dekat tangki dan jok. Dari 2 silindernya menyatu di bagian tengah yang menjadi peredam dan katalisator demi emisi gas buang standar Euro 4, lalu di ujungnya terpisah kembali menjadi dua, atas dan bawah berdempetan. Finishingnya mengesankan kemewahan Triumph dengan sentuhan Stainless Steel Brushed ditutup cover berbahan plastik (Heat Shield) berwarna hitam dan juga plat stainless steel guna melindungi paha rider dari panasnya knalpot.

Posisi rantai berada di kanan

Suara knalpot bawaan pabrik Street Scrambler cukup berisik loh, awalnya kaget juga saya kira sudah diganti aftermarket eh ternyata ini bawaannya loh. Jadi satu ciri khas motor scrambler klasik keluaran pabrikan-pabrikan Inggris. Blarrr… blaarr…

Kembali lagi ke mesin Bonneville di Street Scrambler ini, memiliki Gearbox dengan transmisi 5 percepatan mengantarkan tenaga dan torsi mesin yang lembut dan linear ke roda belakang. Rasio-nya dibuat untuk power delivery output mesin secara tepat sehingga tenaga dan torsi diputaran rendah sampai menegahnya bikin rider merasakan fun riding.

Satu fitur canggih yang disematkan kepada mesin Street Scrambler ini adalah Engine Immobiliser, dimana sensor pada ECU akan terhubung ke kunci. Kerjanya ketika sinyal yang dikirimkan kunci ke ECU tidak cocok, mesin tidak akan bisa menyala sama sekali. Memberikan sang owner rasa aman yang lebih mengingat di London sana tingkat kriminalitas curanmor-nya sangat tinggi.

Impresi Kemewahan Khas Britania Raya

Kalau diperhatikan Triumph klasik ini mirip dengan Kawak W175, atau malah justru W175 yang menyerupai Triumph Bonneville series? Ya pokoknya mirip lah desain ala motor Eropa klasik.

Desain body sangat manis dan mewah, kesan kekar juga muncul dari lekukan tangki bahan bakar dan knalpot yang posisinya tinggi. Mengalir banget dari depan ke belakang ditambah dengan detail parts yang keren rapih walau simpel banget dan kesemuanya hadir dengan proporsional.

Ciri khas motor scrambler dengan knalpot berada di atas dekat jok

Soal cat saya rasa gak ada cacatnya nih Triumph, bahkan di bagian-bagian parts motor yang tertutup dan atau kurang terlihat langsung dikerjakan dengan sangat baik oleh pabrikan. Sobat bisa lihat kualitas cat Heat Resistance atau tahan panas pada area mesin, gak salah deh kalau harga motor tembus 400 juta rupiah on the road Jakarta.

Pada sasisnya pun juga rapih, sambungan las antar pipa pada sasis jenis Tubular Steel-nya tidak ada sisa kotoran las [istilahnya apa yah?] yang ditimpa cat. Quality Control-nya sangat baik nih, dan perlu diketahui untuk pasar Asia, Triumph menunjuk Thailand sebagai tempat perakitan agar harga jual bisa ditekan.

Postur Street Scrambler lebih ‘bersahabat’ dengan ketinggian jok 790 mm

Ketika saya coba naik ke atas joknya, ternyata suka banget. Pasalnya ini moge diatas 600 cc pertama yang saya coba tapi kaki yang cuma punya jangkauan 750 mm ini tetap menapak dengan pasti meskipun ada gejala jinjit kalau turun kedua kaki saya. Ternyata tinggi jok cukup rendah (790 mm) akibat revisi dari model sebelumnya, ditambah lebar joknya direduksi sehingga menjadi lebih slim pada model terbaru ini.

Lalu soal impresi berkendara statis saat tangan meraih stang kemudi juga cucok bener bro. Saya pernah test ride Ducati Scrambler Ikon, motornya enak, tenaga badak, tapi seperti dikhususkan untuk postur badan jangkung. Kalau Triumph ini pas bener sama tangan saya yang juga gak terlalu panjang.

Handlebar

Spesifikasi lebar handlebar tersebut lebar sob, ada di angka 831 mm alias 83 cm. Posisi badan jadi tegap akibat tinggi setang ada cukup jauh dari permukaan atas tangki BBM tapi tidak setinggi motor genre adventure. Ngomongin tangki BBM, kapasitasnya sebanyak 15 liter untuk full tank nya.

Panelmeter-nya punya desain jadul tapi sarat akan teknologi karena dipadu dengan layar LCD digital. Ketika saya test naik, pandangan ke arah panelmeter pas dan jelas sob.

Untuk instrumen pada layar LCD nya sendiri adalah; Odometer, posisi gear, fuelmeter, fuel range to empty indication, indikator jadwal service , jam , 2 buah tripmeter, average & current fuel consumption, traction control status display, TPMS ready & heated grip ready (pemanas hand grip) yang dikontrol oleh tombol scroll sebagai aksesoris original.

Headlight bulat belum LED

Headlight bulat kristal namun masih bohlam, belum LED. Begitu pula untuk lampu sein di depan dan di belakang yang masih pakai jasa lampu bohlam.

Bagian depan ini keren sebetulnya, namun yang sangat amat disayangkan adalah posisi plat nomor diletakkan di atas headlamp menutupi panelmeter, jadi kayak orang pake koyo di jidat deh. Rada merusak penampilan, ibarat laki-laki gagah ganteng rapih pake tuksedo siap berangkat ke pesta makan malam, eh doi lupa lepas koyo cabe di jidat. Ambyar gantegnya..

Tail light ternyata sudah full LED

Meralat pada vlog yang saya menyebut taillight atau lampu rem masih bohlam, ternyata lampu belakang sudah LED sob. Maaf yah.. Spatbor cukup minimalis baik di depan maupun spatbor belakang. Pada bagian tempat plat nomor belakang dipasang semacam braket lumayan panjang sekitar 20 cm untuk tempat bergantungnya lampu sein dan mata kucing. Yang bikin kurang cakep, bahannya dari plastik.

Handlebar cukup lebar untuk kendali maksimal

Lebarnya stang masih sesuai dengan kondisi perkotaan, tapi juga memberikan kendali maksimal ketika harus bermain di lintasan tanah.. Ya iya lah ya kan ini motor dual purpose.

Soal pengendalian dan handling, semua media luar negeri baik Eropa, Amerika dan media India memberikan apresiasi yang tinggi untuk Street Scrambler ini. Di jalan aspal handling sangat baik, ketika diajak off-roading rider punya kendali penuh atas motor tanpa kewalahan sama sekali. Kira-kira TMCBlog dipinjemin unitnya gak yah? Kode banget..

Jok Street Scrambler untuk standar adalah seperti ini, namun punya 2 pilihan model. Pertama yang seperti gambar di atas dengan sadel tambahan untuk penumpang. Yang kedua, jok penumpang tambahan tersebut dicopot dan digantikan rak besi untuk mengikat barang bawaan dengan dimensi tidak terlalu besar. Pilihan lain adalah dengan mengganti jok aksesoris yang memanjang dari depan ke belakang dan memiliki kontur rata dengan pattern jahitan horisontal pada bagian atasnya.

Ketangguhan Dual-purpose Scrambler

Motor scrambler adalah salah satu sub-jenis motor dual purpose yang ada di dunia. Artinya motor scrambler harus kuat bertahan di dua alam. on road dan off road meskipun tingkat kemampuannya harus dibagi ke salah satunya.

Begitu juga Street Scrambler ini yang Triumph garap serius, kaki-kakinya juga mendapatkan apresiasi tinggi dari jurnalis luar negeri karena mengakomodir segala kondisi jalan dan menyajikan stabilitas yang baik.

Travel sokbreker teleskopik depannya cukup panjang. Lingkar roda depan ukuran 19 inchi

Meralat dialog Saya di vlog, yang benar lingkar roda Street Scrambler ini adalah 19 inchi untuk bagian depan bukannya 21 inchi. Tau lebih detilnya pakai ukuran 100/90-19 dengan karet ban Metzeler Tourance.

Suspensi depan pakai merk Jepang seperti Yamaha, KYB 41 mm dengan travel 120 mm. Remnya juga pakai vendor Jepang, Nissin dengan spek Single disc 310 mm 2 piston floating caliper dan sudah pakai ABS.

Ban Metzeler Tourance tipe dual purpose

Bagian buritan Scrambler ini pakai double/twin shockbreaker yang juga disupply oleh KYB dengan fitur adjustable preload. Travel sok belakang serupa dengan suspensi depannya 120 mm. Pengerman dikawal single disc 255 mm dan Nissin 2-piston floating caliper juga sudah ABS.

Ban masih pakai merk Metzeler Tourance dengan size 150/70 R17. Oh iya, velg/rim nya pakai jari-jari atau spoke wheels dengan spesifikasi 32 spoke Steel Rims lebarnya 17 x 4.25 inchi untuk belakang dan 19 x 2.5 inchi untuk roda depan.

Triumph Indonesia menjual Street Scrambler ini dengan harga Rp. 408.000.000,- On The Road Jakarta dengan 3 pilihan warna; Jet Black, Korosi Red-Frozen Silver dan Matte Khaki Green.

Motor ini pun seperti kanvas kosong, karena Triumph salah satu merk motor di dunia yang paling banyak dipakai sebagai motor donor di dunia custom culture. Media sebagai saran berkreasi nih sob untuk kalian yang mampu, gak perlu banyak ubahan, dengan mempermanis Street Scrambler sedikit saja tampilan sudah bisa terdongkrak banyak dan tentunya jadi pusat perhatian di jalanan. Sebagai informasi, motor di artikel ini ada dua warna, hitam dan hijau karena saya dua kali menyambangi booth Triumph saking terpesonanya [Lebay..] .. Hadeuh,, kebawa mimpi euy.

Nugi TMCBlog

36 COMMENTS

  1. beda yah kalo motor mahal, detailing sama materialnya. coba kau tengok itu cb verza alakadarnya banget

    #yukbelinmax

    Guest
  2. Kenapa koyonya di jidat? Adakah alasan khusus?
    # atau sbg sinyal bagi yg mau minang ni motor harus tepuk jidat????

    Guest
  3. Thai lagi…ducati bmw hd triumph kawak honda pd rakit moge disana…iklim investasi bagus ga kek dimarih birokrasi njlimet bnyak japrem pungli sana sini….gigit jari

    Guest
  4. Keren juga ni triump

    masih nyidam XSR bro nug…

    mngkin versi miniaturnya yg ada dimari di Vixion yakk skranag perpaduan motor daily use Elegan dan advance modern …hahaha

    Guest
    • Kawasaki Indonesia sudah resmi jualan Z900 RS dan RS Cafe, siapa tau jadi pelecut utk Yamaha Indonesia buat masukin XSR900 dan XSR700..
      Feeling saya ada update terbaru utk XSR tuh bro, makanya seperti ditahan-tahan utk dijual disini.
      IMHO

      Editor
    • Xsr900 sih keknya udh ada bbrp om nug, cma keknya lewat IU deh, klo gk salah di iw*ng*nimoge jual tuh Xsr900 yg caferacer versi Limited, moga2 yamaha mw nurunin klan Xsr di 250 CC wkwkwk

      Guest
  5. jadi bingung nih milih triumph scramber diatas atau honda X-adv750(milih doang tapi, beli kagak)πŸ˜πŸ˜‚

    klau om nugie dan mbah taufik pilih mna antra motor triumph diatas vs honda X-adv750??(sama2 punya derita, klau triumph scramber diatas ntar d kira cb jadul atau w175 modif, klau honda X-adv750 ntar di kira xride modif)πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest
    • Saya pribadi suka Honda X-ADV. Kekurangannya satu, tinggi besar, bakalan susah selap selip di jalanan Jakarta..
      Kalau punya duit buanyak dan disuruh pilih, saya gak pake pikir panjang pasti gas ke Triumph..
      Alasan utama, modelnya classic sehingga long lasting gak dimakan jaman. Alasan kedua, kalau parkir di mall kan keren pas ditanya orang naik apa, jawabnya naik Triumph. Kalau jawab naik Honda [meskipun XADV] ntar dikira naik Beat doang. Hahahaha…..

      Dan karena saya kalau punya motor akan sering dipakai bukan dipajang.. Jadi harus nyaman dibawa harian

      Editor
  6. Mas Nugie,cm tny aja,di iims apa ga ada booth Harley Davidson,klo ada mgkn bs diulas,bukannya mau beli sih hehehe cm sekedar nambah wawasan,krn yg sering dibahas motor jepang dan bbrp motor eropa.terima kasih mas.salamun β€˜alaikum

    Guest
    • Ada bro di seberangnya Triumph persis malahan, cuma terlalu sempit dan ramai boothnya..
      Awalnya saya juga mau bahas H-D Roadster dan Fatbob.
      Kabarnya itu kan HD terbaru dan paling nyaman.

      Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here