TMCBLOG.com – Bro seklain, beberapa jam setelah FP2 diadakan sesi Kualifikasi kelas kadet Red Bull MotoGP Rookies Cup untuk seri jerez 2018. Race kelas Kadet yang menggunakan satu jenis Motor yang sama yankni KTM RC250 Moto3 spect ini akhirnnya menghadirkan pembalap Tuan Rumah Carlos Tatay ( No #99) menjadi yang tercepat dengan Laptime 1:49,009 diikuti dua pembalap Lulusan Asia Talent Cup Can Oncu dari Turki di Grid ke dua dan Ryusei Yamanaka dari jepang di Posisi Grid Ketiga . .

Jika Kita Lihat Laptime Yang diperoleh Tatay di Kualifikasi yakni 1:49,009 angkanya masih sekitar 2,5 detik lebih lambat dibanding Motor tercepat spek Full Moto3 yang dibesut oleh pembalap Spanyol Niccolo Antonelli di atas Honda NSF250RW 1:46,630 pada sesi FP2 Moto3.

Laptime Tatay ini pun lebih lambat dibandingkan Pembalap KTM tercepat di FP2 kelas Moto3 World Championship pada sirkuit yang sama yakni Marcos ramirez dengan laptime 1:47,398 . . . Namun Ya, maklum karena spek RC250 yang dipakai di RBRC memang tidak full competition layaknya RC250 yang dipakai  di Moto3 World Championship

Gimana Pembalap Indonesia Gerry salim ? Di sesi Kualifikasi gerry salim berhasil mencetak Laptime tercepat 1:50,789 ini artinya ia lebih lambat 1,78 detik dibandingkan oleh Carlos Tatay yang  dan untuk ini Gerry salim akan start dari posisi grid 20 atau row ke 7 pada Race Red Bull MotoGP Rookies Cup Seri jerez 2018 yang akan dilakukan Start jam 16:30 waktu jerez atau sekitar pukul 21:30 waktu Jakarta hari sabtu 5 Mei 2018 ini . . stay tuned di tmcblog untuk hasil updatenya nanti ya sob . ..

Taufik of BuitenZorg

24 COMMENTS

  1. Pembalap ina mungkin betul kata puig, kurang nekat. Hohe, mm itu bisa cepat karena berani push limit
    .

    Guest
    • Tergantung bagaimana kita melihat. Sebagai halangan atau sebagai tantangan.

      #jarkoni iso ujar raiso nglakoni

      Guest
  2. Yamaha berani lepas galang hendra gak ya? Untuk prestasi Indonesia? gimana komen fby atau blog pro yamaha.ayo donk bikin artikel panas2 in yamaha.move on donk kalian jangan ngebantai artikel blog terkenal.ekeke

    Guest
  3. Riders di generasi sekarang sudah mengaplikasikan elbow down dan sampai sekelas Rossi sekalipun mau belajar meniru gaya tsb untuk mengejar ketertinggalan perlapsnya.

    Masa Riders kita masih mengaplikasikan era jadul ya tertinggalnya pastinya

    Guest
  4. Paling tua dan satu-satunya yang dikasih kelonggaran. Sturla Fagerhaug aja terpaksa naik ke GP125 karena udah 18 tahun lebih dikit, ini udah mau 21 tahun masih dibolehin main di RBRC. Gak menang malu

    Guest
    • Dan ente paling SOK TAU..

      apa urusannya paling tua, gak menang malu ?? Itu Rossi jadi nya gak menang malu??? ..

      ahh entit juga lu

      Guest
    • iya dari potongan muke uda kliatan tuwir sendiri, pembalap lain masi kliatan bocah , kalo ampe kalah malu malu in

      Guest
  5. Kayaknya berat langkah Para Pembalap gen1 AHRT.. .. Dimas, Gilang, gerry di ranah Eropa..

    Harapan selanjutnya Gen2: Mario, Adenanta, agung Didu, dkk..

    Guest
  6. kalo ane udh bersyukur jaa rata” Pembalap AHRT di ajang Eropa lolos kualifikasi & tidak urutan Buncit.. ..

    apalagi liat catatan waktu masih 1,sekian detik.. ..yaa masih dibilang bisa balap lah,..

    emang dasar persaingan nya ketat & butuh cepat adaptasi.

    ane aja yg terlalu tinggi ekspektasi nya 😂😂😂

    Guest
  7. karena persaingannya yg ketat
    dan gaya balap jaman now dah makin ciamik, pembalap kita masih perlu mentor jaman now buat generasi2 muda lainnya
    semoga gerry taun depan ikut moto3,
    buat pengebrak semangat pembalap indo yg lain
    ketika gerry pindah lagi dri moto3 sudah ada pengganti mgkn yg lebih baik lagi
    seperti regenerasi pemabalap malaysia di moto3 dan moto2 (contohya syahrin yg sdh sedia peggantinya ktka ia ke tech 3)

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here