TMCBLOG.com – Bro sekalian, Di race MotoGP Jerez 2018 akhir pekan lalu, Mika Kalio Hadir sebagai KTM Tercepat dan Bisa finish di jajaran Top 10 . . . Dan FYI, Motor yang dipakai Oleh Mika Kalio saat race boleh dibilang sebagai ‘ KTM RC16 Prototipe 2019 ‘ dan berbeda dengan mesin Yang dipakai Pol Espargaro dan Bradley Smith kala itu . . Nah akhirnya di saat Jerez test yang berakhir kemarin, Pol dan Smith juga ikutan mencoba motor yang awalnya memang dikembangkan untuk Musim 2018, namun agak mundur waktunya ini . .

Tidak ada pernyataan resmi KTM mengenai eprubahan yang dihasilkan, namun rumor yang berkembang, KTM RC16 yang digunakan Mika Kalio saat race dan Juga akhirnya dipakai Pol Espargaro dan Bradley Smith di #JerezTest adalah KTM RC16 yang sudah menggunakan Counter Rotating Crankshaft ( Backward Rotating crankshaft – Honda ) . . .

Mengenai Couter Rotaring Crankshaft ini sudah pernah beberapa kali kita bahas di artikel sebelumnya dan bahkan sudah semenjak 2016 . . Pada dasarnya Backward Rotating Crankshaft adalah sistem mesin dimana arah putaran/rotasi dari Crankshaft/Poros enkol itu berkebalikan dengan arah putar ban. Sedangkan kebalikannya dan menjadi sistem dari kebanyakan motor harian adalah Forward Rotating Crankshaft. Pada sistem Forward Rotating Crankshaft arah putar Crankshaft/Poros engkol adalah searah dengan arah putar roda saat maju ke depan.

Backward Rotating Crankshaft Yang lagi heboh dibicarakan pecinta MotoGP

di sistem Backward/ Couter Rotating Crankshaft, maka arah putaran dari Crankshaft yang berkebalikan dengan arah putar roda akan menghasilkan efek giroskopik yang ‘mengurangi’ efek giroskopik yang dihasilkan oleh Putaran roda. . . . artinya Motor dengan Backward/ Couter Rotating Crankshaft akan dihasilkan effek Giroskopik yang lebih kecil bila dibandingkan dengan motor yang mengunakan sistem Forward Rotating Crankshaft.

Artinya keluaran Motor seakan ‘ di kurangi’ oleh putaran berkebalikkan dari Crankshaft ( poros engkol ) dan ini dapat mengurangi efek dari ‘ keliaran ‘ KTM RC16 dan Juga mengurangi efek wheelie. . atau boleh dikatakan bahwa RC16 bisa semakin friendly . . Seperti yang TMCblog baca tambahannya di Crash.net, Counter Rotating Crankshaft punya sisi Negatif juga. Negatifnya adalah, berkurangnya grip ban belakang akibat berkurangnya beban yang arah ban belakang. . . Yap ada Positif dan negatif, Kalo sudah begini jelas diambil akumulasi, apakah Positif lebih besar dari negatif atau sebaliknya .. . Namun Bukti empirik yang dikatakan oleh Pol espargaro adalah, dengan Counter Rotating Crankshaft, RC16 bisa lebih cepat 1 detik-an . . woow . .

KTM sebagai Pabrikan dengan Konsensi sebenarnya bisa dengan serta merta mengganti secara langsung mesin di tengah berjalannya Musim. Artinya bisa saja kapan kapan mereka ganti Mesin RC16 V-4 Big Bang Forward Rotating crankshaft mereka saat ini dengan RC16 V-4 Big Bang Backward/ Counter Rotating Crankshaft dan nggak perlu menunggu Musim 2019 . ..

Taufik of BuitenZorg

69 COMMENTS

    • Kelingan MV Agusta F4 RR palian… 😍
      Panigale V4 udh pke jg… 😘

      Duit… Mana duit… 😱😁

      Guest
    • Tinggal sasis RCV yang belum dicontek KTM, masih malu-malu nampaknya, kecuali VR46 bersedia masuk ke KTM πŸ˜€

      Guest
    • Ktm kemarin kayaknya di pengapian big bang juga sudah ngikutin rcv,, berarti sekarang backward crankshaft juga ngikutin rcv lagi.

      Guest
  1. Yamaha masih telaten pkai nih rotate dah lama
    dan Semenjak Cruclow pindah dr Yamaha …Honda lngsung juga merombak pkai ini rotate…
    KTM ini pakai juga krn next pembalapnya cocok pakai Backward rotate…

    Guest
    • klau saya gak salah, honda mengubah arah rotating crankshaft jadi berlawanan arah dengan roda motornya(backward rotating crankshaft) semenjak dorna mewajibkan semua tim/pabrikan harus pkai ecu mm atau tepatnya tahun 2016 yg lalu. sedangkan cc35 cerai dengan tech3 yamha akhir musim 2013. jadi ketika cal crutclow pindah dari ymha honda tidak langsung mengubah arah rotasi crankshaft rcv nya

      Guest
    • penjualan seret, QC juga enggak bagus. liat aja masalah di aprilia RSV4, banyak banget yang terkait QC.

      kalau ducati masih bagus walaupun sesama Italian penjualan Ducati lebih moncer dibanding aprilia.

      Guest
    • Maklum dibuat handmade semua,MV Agusta aja sering meleduk
      Eh,semua motor MotoGP kan dibuat handmade semua ya,berarti ada yg perlu dipertanyakan emang sama QC nya

      Guest
    • Aprilia baru di geber sampai limit oleh pembalap baru sekelas aleix espargaro mesinnya sudah sering jebol. Apalagi kalo di geber sekelas marquez atau dovi (dua pembalap terdepan yang sering fight dan ngepush motor).

      Guest
    • aleix espargaro kok dibilang pembalap baru,…
      aleix espargaro udah termasuk lama lalu lalang d kls motogp sblm gabung dengan aprilia. pernah membela forward yamha, crt, dan suzuki. abis dari suzuki baru pindah ke aprilia

      Guest
    • Paton [email protected] maksud saya pembalap “baru sekelas”,, bukan “pembalap baru” sekelas. Artinya baru sekelas aleix espargaro saja udah sering jebol, apalagi kalo yang geber sudah SEKELAS dovi marc atau vinalez pasti motornya lebih di push to the limit.

      Guest
    • om paton… itu maksudnya ” digeber sampai limit oleh pembalap yang hanya sekelas aleix belum sekelas markues atau dovi.. ” gitu kali ya…

      Guest
  2. Semakin ke rcv rcv an,untung rcv nggak pake saladbox,kalo rcv pake saladbox pasti ikut ikutan πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest
  3. masih inget dulu pede gembar gembor pengen melampaui rcv, bilang kami ini beda, eh malah jadi tim medioker πŸ˜‚

    Guest
    • Alamat dipecat Lin jonpis ,karna dianggap suatu aib yg memalukan ama Yamaha Jepang,kalo jonpis orang Jepang paling disuruh harakiri karna disono kan harga diri lebih berharga dibanding nyawa sekalipun πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      Seumpama,masih seumpama moga aja bs didepan lagi biar lebih seru πŸ˜‚πŸ˜‚

      Guest
    • boleh idenya,

      biar tambah seru moto gp,

      idenya team pabrikan yg loyo otomatis punya konsesi dithn berikutnya,

      balik ke semula jika dah kompetitip, loyo lagi balik lagi konsesinya

      Guest
    • dari 4 seri pertama motogp musim ini ymha secra keseluruhan telah mengumpulkan 4 podium, 1x podium 3rd dan 3x podium 2nd, sedangkan nilai point konsesi untuk podium 3=1 dan nilai point konsesi untuk podium 2=2. so, dari ke 4 podium yg d raih ynha d 4 seri pertama musim ini point konsesinya sudah 7. sedangkan peraturanya adlh jika pabrikan/motor meraih point konsesi minimal 6 point mka sudah masuk kategori pabrikan tanpa konsesi. jdi musim depan ymha akan tetap sbg pabrikan tanpa konsesi walaupun d 15 seri tersisa musim ini semua motornya tidak pernah finish
      itu sih setau saya

      Guest
  4. dah langsung ganti backward rotating crankshaft z biar KTM ada di papan tengah n cari data sebanyaknya tahun ini, trus thn depan jarwo bisa jozzZzz figh dgn barisan depan, ocre browwww….

    Guest
  5. oh thn 1987 hrc sdh oake teknologi ini toh

    https://www.bikesmedia.in/reviews/counter-rotating-crankshaft-technology-explained.html
    Counter Rotating Crank In MotoGP:

    At present, the entire manufacturers competing in the Premier class of racing run their engines backwards with the use of counter rotating crankshafts. Yamaha and Suzuki were the ones to use this technology regularly since a very long period of time, though Honda and Ducati have joined a year ago. Honda Racing Corporation (HRC) were the pioneers in the Grand Prix racing in the 1980’s, as they were the first to introduce a counter rotating crankshaft on their 1987 NSR 500, and then won eight of the last thirteen 500cc Championships.

    Guest
    • Biasa, bro… Fby kn suka ambil celah.
      Paling ntr d sanggah dg jwb era 4T… Era jadul g d anggap πŸ˜„ tp kjayaan Rossikin d zaman old ttp d anggap πŸ˜‚

      Guest
  6. Counter Rotating Crank In MotoGP:

    At present, the entire manufacturers competing in the Premier class of racing run their engines backwards with the use of counter rotating crankshafts. Yamaha and Suzuki were the ones to use this technology regularly since a very long period of time, though Honda and Ducati have joined a year ago. Honda Racing Corporation (HRC) were the pioneers in the Grand Prix racing in the 1980’s, as they were the first to introduce a counter rotating crankshaft on their 1987 NSR 500, and then won eight of the last thirteen 500cc Championships.

    Guest
    • Huss!!! Dharmo kan jadi malu udah terlanjur komen diatas itu
      Uda diem aja!, pura2 aja kagak tau! Biar senengπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…

      Guest
    • yach share info kan boleh aja,

      kan ngk semua komentator sempet cari info di mbah google

      bisa jadi pulsa abis atau ngak sempat.

      mungkin mbah dharmo pulsa nya habis atau nga sempet cari info

      Guest
    • wakakaeakawak…honda mah gitu,pake kalo emang dicurangi penyelenggara kepepet dan mentok
      klo misal balik ke inhouse ecu & sofware mah pada dibuang tuh teknologi mubazir macam backward rotating yg butuh tambahan gir & shaft atau FO big bang yg bikin geter mereduksi power

      Guest
    • Husshh.. darmo mah ga bakal habis akal.. ntar paling bilangnya HRC plin plan.. ahahha

      Guest
    • Semua itu ga bakalan kepake kalo penyeragaman ECU dipaksakan… Karena ECU Dorna masih dibawah level ECU hondah, terpaksa hondah pake teknologi KUNO…

      Guest
  7. mungkin suatu teknology ditemukan pertama kali oleh pihak B,

    tpi bisa jadi yg mengaplikasikan pihak C, dan menjadi lebih bagus teknologinya.

    yach spt kodak lah, penemu digital kamera,

    tapi yg maju nikon dan canon

    Guest
    • Yamaha pabrik suling trus ngikut bikin pabrik motor…. itu maksudnya…

      Guest
  8. mau tanya wak, kalau test gini pake mesin yang jadi jatah setahun atau pake mesin diluar jatah (untuk semua) tapi spek sama (khusus tim tanpa konsesi)? kalau diluar jatah kan mesin yang buat balap bisa tetep rendah kilometernya, tapi untuk non pabrikan?.

    Guest
    • yg baru saya dapetkan adalah alokasi ban untuk test itu dibatasi
      sedangkan untuk alokasi mesin test biasannya nggak campur dalam list alokasi mesin untuk race

      Administrator
  9. 2-3 tahun lg ni motor mungkin bakal kompetitif n merusak persaingan trio Jepang nih, bener2 sebegitunya gk suka sama honda sampe rc16 dibuat sedemikian rupa spt rcv, mungkin utk rookie di motogp yg mw nyobain rcv bs di rc16 dlu yg versi lemah syahwatnya si rcv
    πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest
  10. KTM dah bener,

    ikuti aja jalan kompetitor yg sejenis dan dah bagus, ngak ada larangn kok

    tinggal cri rider sekelas MM aja agar bisa di depan.

    minimal ambil dp lah, cal kurang terkontrol emosinya, atau dovi.

    kalu MM sptnya kurang tertarik eke ktm jikapun cari tantangan baru

    plg ke ducati, utk membuktikan bisa jurdun dgn merk lain dan cuma stoner yg bisa jurdun dgn ducati.

    artinya kalu jurdun dgn ducati, dia sdh lebih dari vr, walu jumlah jurdun kalah sekalipun, kaena sdh tidka ada lagi yg perlu dibuktikan

    Guest
    • tapi kalau gak apes sih kayaknya untuk melewati rekor rossi, marquez punya kemampuan untuk itu

      tapi kalau ngejar mbah ago itu yang susah, perlu konsisten juara tiap tahun sampai usia setua rossi sekarang
      tapi gak apple to apple lah kalau bandingin dengan mbah ago soalnya di jaman mbah ago bisa ikut balap di semua kelas di musim yg sama

      Guest
    • Ktm dh bener kok kontrak zarco yg secara emosional kek dp26 n cenderung kalem, tinggal asah kemampuan zarco supaya useable di mesin v4

      Guest
    • @bro semoga ktm makin kpmpetitif, sepertinya zarco orgnya bisa menganalisa motornya dan menyesuaikan riding stylenya. Ktm – zarco semoga josss

      Guest
  11. Yah namanya jg bontot, mo pake apapun jg d bilang pollower
    Yg dah riset duluan d bilang inovator
    Tp apa jadinya klo si bontot bisa gebuk si inovator…..inovativ!!!
    Yg namanya teknologi makin berkembang, mau ga mau harus ngikutin dan untuk kedepan nya siapa yg bisa menggunakan kombinasi yg tepat dia yg maju
    Jangan jadi katak dalam kotak yg ga bisa melompat lebih tinggi

    Guest
  12. apa cuma gw yg malah lebih excited nungguin musim 2019 ketimbang musim bergulir ini..?

    back to topic..
    gak sesimpel itu untuk bilang rc16 itu contekan rcv, walaupun mungkin pngembangan mengacu ke rcv..

    so tinggal liat, apa diferensiasi KTM di motornya selain sasis..
    masih diasapi sang ‘predecessor’ atau terbukti mampu menjadi ‘successor’..

    jadi gregetan nungguin musim 2019

    Guest
    • Dengan kontraknya dgn tech 3 apakah mampu mempengaruhi idealis ktm yg kekeuh dgn sasis trallis bs berganti ke sasis twinspar?? Tpi ngeliat kekonsistensi ktm dlm pengembangan sasis lbh kuat dibanding ducati yg berubah2 skrg mengikuti pabrikan lain,klo pengembangan kan ktm sendiri pernah bilang klo acuan dia ke honda jd gk salah sih, pasti dri tahun ke tahun improve ktm mengikuti improvenya rcv n perkiraan ane ktm seiring waktu mengincar pembalap / engineer honda, tinggal masalah waktu aja πŸ‘Œ, yg bikin penasaran lg, dgn direkturnya zarco ke ktm apakah pengembangan rc16 bs berkali lipat lbh cepat dibanding pol or smith ? Krn bergantung kompetitifnya itu motor yg bantu develop n buat data motor sana sini kan si ridernya

      Guest
    • kelebihan lain KTM adalah, dia pake suspensi merk sendiri (suspensi WP), jadi suspensi bisa disesuaikan dengan chassis, sedangkan ducati pake ohlins, walaupun prototype, tapi riset ohlins umum… CMIIW…

      Guest
    • Kalo di level race shock aja di perhatiin banget ya,, sampai salah satu jadi barang paling penting. Mungkin kalo buatnya akan sangat sulit ya mungkin meliputi pengaruh diameter dan tinggi shock terhadap kelincahan dan rigiditas, terus ukuran terhadap transfer gaya , terus ukuran terhadap transfer beban, terus nentuin bahan, dan disamakan dengan konfigurasi sasis untuk nentuin beban sudut.. Hahaa wes mesti kobar nek melu ngitung..

      Guest
    • zarco + tech 3.. gw rasa 2 faktor ini yg bakal bawa banyak perubahan di proses development KTM..

      benar memang, rider itu ujung tombak development motor, namun terkadang beberapa team kelas ‘atas’ (kita sebut saja yamaha.. #eh) seperti lupa sama faktor sukses nya manusia di muka bumi.. yaitu adaptasi.. kbnyakan mereka ‘memaksakan’ motor supaya sesuai dengan ridernya.. yg seharusnya.. development motor beriringan dngan development rider..

      zarco, mengetahui benar yamaha M1 lebih menyatu dengan gaya butter hammer dan berusaha menyesuaikan gaya balapnya dengan acuan gaya butham.. dan dngan konfigurasi dan spek RC16 yg 180Β° beda dengan M1.. ntah seperti apalagi gaya balap seorang zarco.. karna saya yakin jelas akan berbeda.. (bisa jadi push over the limit style ala MM jadi acuan hehe)

      dan tech 3, yg seolah bisa membungkam tim dan pembalap pabrikan yg punya begitu banyak alasan, alibi, atau apalah yg menutupi kemunduran mereka dalam hal development..
      sebuah tim independent.. dengan motor spek uzur.. mampu tampil lebih kompetitif dri tim utama..

      dan imho, ini yg buat gw lebih gregetan nungguin musim 2019..
      kejutan dan kenyataan apakah sesuai ekspetasi..

      Guest
  13. untuk admin sekedar masukan :
    TMCBlog.com 2017 | Hosting by JuraganWP8
    diupdate dong jadi 2018, biar tmbh enak liat webnya.

    Guest
  14. Ini lho ya yg bikin saya pengin nabokin tiap crew nya. Luamban. Ga imbang dng slogan/gembar gembor nya waktu awal masuk GP.
    Valencia 2016 kaget ternyata ga sanggup ngasih perlawanan. Lha R&D setahun sambil nonton (analisa) race 2016 apa hasilnya?
    COTA 2017 baru ikutan aerodinamis, Jerez 2017 ganti ke bigbang, msh jg blm bs ngasih perlawanan.
    Jerez 2018 baru aplikasi backward rotating camshaft oleh test rider dng embel embel basis motor 2019? Kok kelihatannya sampe skrng msh RC16 yg lama yg dipaksa diutak atik? WTF?? Itu duit RedBull lari kemana? Kyaknya perlu rotasi SDM deh, ganti aja sama yg di Moto2 ato klo perlu yg di F1.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.