TMCBLOG.com – Bro sekalian dalam 5 tahun terakhir bisa kita lihat upaya Dorna untuk membuat gap performa antara masing masing team dan Masing amsing brand menjadi Cukup dekat dan berimbang sehingga muaranya akan membuat race makin kompetitif dan enak dilihat karena menjanjikan fight antara rider dalam mengendalikan Motornya dan membuat motornya tercepat lebih kepada kemampuan / skill dan talenta sang pembalap . . . Dorna memulai dengan limitisasi spek Mesin, ukuran Bore 81 mm merupakan upaya pertama, dilanjutkan dengan limitisasi Penggunaan ECU Inhouse pabrikan . . . Semua team menggunakan ECU yang sama yakni dari Magneti Marelli . . .

Lalu setelah itu diperoleh hasil bahwa tidak ada perubahan signifikan, masih ada ditemukan perbedaan Performa yang bagaikan kayak langit dan bumi diantara pabrikan, Yap karena Softwarenya masih inhouse buatan pabrikan tersebut. Lanjut setelah itu hadirlah regulasi pembekuan software inhouse dan penggunaan Software Championship yang sama yang juga dibuat oleh Magneti Marelli . .. Semua Pabrikan menggunakannnya . .. semua pabrikan struggle, merasakan kemunduran performa dari motor bahkan sampai Rossi mengatakan bahwa Yamaha M1 mengalami kemunduran beberapa tahun ke belakang semenjak pertama Kali menggunakan Software Championship dari Magneti Marelli . ..

ECU MagnetiMarelli di Yamaha M1

Satu-dua Tahun berjalan . . Pabrikan Mulai berbenah dalam mencoba memaksimalkan penggunaan Software ini . . . ada yang berusaha mengutak atik software ini dengan kekuatan teknisi sendiri seperti Yamaha yang membuat upaya terlihat lama dan mulai membuat Rossi geregetan sampai meminta Iwata agar sesegera mungkin mencari solusi permasalahan yang menurutnya lebih ke masalah elektronik ( maksimalisasi software ) . .. Selain itu ada pula Yang mengguankan cara lain yakni mencoba mencari dan memperkerjakan mantan karyawan Magneti Marelli seperti yang dilakukan Honda ( silahkan baca artikel fenomena Fake firing )

Fake Firing Yang jadi BackFire Buat Ducati MotoGP di 2017

Yap berbeda beda sob . .. menurut yang tmcblog baca dari tulisan Mat Oxley ada satu hal yang di cermati juga ternyata Oleh Dorna . . . Mereka sepertinya mensinyalir, Bukan hanya upaya upaya teknis . . melainkan mereka melihat ada satu celah yang terbuka dan sepertinya sudah terbukti empiris bisa membantu pabrikan menemukan kembali kendali terhadap motor walaupun dikebiri oleh pembatasan penggunaan ECU dan software ECU . . . Celah tersebut adalah IMU atau inertial measurement unit . . . Kenapa dorna membidik ke IMU dan memperkirakan IMU sebagai celah terbuka itu ?

Jadi Gini Kita contohkan saja problem ban belakang sliding sehingga traksinya berkurang dan membuang buang waktu serta durabilitas pemakaian kompon karet. Jaman 2010 misalnya, Hal seperti ini dapat dengan Mudah di Handle oleh ECU plus Software Inhouse pabrikan dengan state of the art algoritma anti wheelie . . . namun Pas ECU dan Software Inhouse dicabut dan digantikan oleh Software Magneti marelli, team tidak bisa menggunakan Software ini seperti hebatnya software Inhouse meng-handle Wheelie dikarenakan software tersebut tidak dapat menghubungkan antara sensor yang mendeteksi keadaan pembalap (miring, akselerasi, deselerasi Dll ) dengan sistem pengaturan Torsi dari Throttle.

kawasaki ZX10R

IMU sendiri adalah sebuah sistem yang memiliki software tersendiri dan terpisah dari sistem ECU, fungsinya adalah sebagai ‘pembantu’ dari ECU . IMU ini memperoleh data dari sensor acclerometer dan Gyroscope, menghitungnya dan mengirimkan ke ECU . . dan topnya adalah, Tidak seperti ECU dan software yang berada dalam pengawasan Dorna, Sistem IMU beserta softwarenya tidak dalam pengawasan dorna ( sistemnya tidak diawasi ) . . Nahhh

Pict : IMU dari ZX-10R

Nahhh Jadi setelah memperoleh hambatan yang signifikan di Software dan ECU . . . pabrikan memperoleh celah lain Via IMU yang baik komputer dan software didalamnya tidak di awasi penggunaannya oleh Dorna . . . MotoGP Director of Technology Corrado Cecchinelli sendiri pernah bilang bahwa IMU adalah sebuah Box penuh dengan sensor dan ada Firmware yang mengaplikasikan perhitungan matematika disana. jadi ada proses pengukuran dan perhitungan disana yag sama sekali lepas dari pengawasan / diluar wewenang Dorna untuk mengawasinya . Ini lah yang disinyalir berlaku sebagai ‘ ECU dan Software Kedua ‘ dari Motor . . Yap sepertinya Dorna akan membekukan Part ini . .

” . . no other engine and chassis control software strategies may be used on the machine at race events “

Untuk Membekukan IMU di 2019 nanti, sebenarnya dasar regulasinya sudah Kuat sob . . . ada regulasi di buku kuning MotoGP yang berrbunyi : “The use of the Official MotoGP ECU software for engine and chassis control is mandatory for all machines, and no other engine and chassis control software strategies may be used on the machine at race events.” . . . Yap kata kata yang di miringkan ( italic ) menegaskan walau tak menyebutkan nama IMU bahwa tidak ada mesin, software ataupun sistem lain yang digunakan untuk mengendalikan Motor selain ECU dan software yang diperbolehkan ( ECU dan software Magneti Marelli )

Perkiraan tmcblog, bila jadi MotoGP 2019 Dorna membekukan penggunaan IMU Inhouse beserta software softwarenya dan digantikan sesuatu lain yang lebih basic maka apa yang terjadi ? . . Jika sinyalemen dorna benar bahwa IMU Inhouse yang menjadi celahnya dan akan membuat pabriakn kembali seperti ‘Di-reset’ ulang . . Maka bisa jadi nanti Yamaha akan jadi yang paling menguasai soal elektronik karena menurut mat Oxley saat ini sepertinya Tinggal Yamaha Yang benar benar memberdayakan sdm internal mereka untuk memecahkan teka teki algoritma ngejelimet dari Magneti Marelli .. sehingga Imho, menurut tmcblog boleh dibilang, Mekanik dan insinyur Yamaha disinyalir paling banyak jam terbang ngulik software Pirelli eh Magneti Marelli ini . .

Sobat sekalian punya pendapat, atau prediksi yang lain? silahkan share dan didiskusikan di kolom komentar, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

219 COMMENTS

    • Ini pasti ulah mewekan rossok ke bapake (di baca dorna,) yang sehingga jadi bapake oprek2 gas lagi eh……

      Guest
    • Ini pasti ulah sang legenda mewekan rossok bin bosok ke bapake (di baca dorna,) yang sehingga jadi bapake oprek2 gas lagi eh……

      Guest
    • Setiap honda mulai mendominasi ngga lama pasti akan ada oprek regulasi lagi,.. apakah ini salah satu pesanan yamaha?

      Guest
    • IMU diganti akankah membahayakan safety rider (selama masih underdevelopment), sing penting saling kompetitif? kalo diganti gara2 suatu pabrikan overpowered ya suru pabrikan lain ngejar, masa ga bisa? semua pabrikan besar masa mental oprek regulasi?

      Guest
    • SAYA HERAN KENAPA SELALU ROSSI YG DI KAMBING HITAMKAN OLEH PARA KOMENTATOR, DON’T TALK ABOUT MOTO GP IF YO DON’T KNOW, JUST WATCH AND KEEP YOUR COMMENTS
      SEMUA PABRIKAN PASTI PUNYA RENCANA MASING-MASING SESUAI DENGAN KEMAMPUANNYA BEGITU JUGA DORNA SEBAGAI PENYELENGGARA

      Guest
    • Yah ini sih pasti ulah Yamaha k*mpret
      klo kalah pasti dioprek regulasinya

      Guest
    • Kalo di WSS 300 mau 300,400,500 CC,,,RPM udah di sesuaikan yg paling keong ya CBR500R,,,Ekekekekekekekek

      Guest
    • Emmhh.. bakalan seru ini.. menurut ayas ni ya waak.. HRC pasti masih jadi actor terkuat.. walau banyak regulasi baru yg muncul.. dari sejarah.. opa Soichiro Honda membangun Motor2nya (HONDA) untuk selalu menang dalam semua kejuaraan dgn semua kegilaannya.. dgn motor2 yg fenomenal yg selalu di benturkan dgn berbagai regulasi baru.. kehebatan dan kecerdasan sumberdaya HRC dan juga Honda company sudah teruji dlm berbagai situasi.. “lihat sejarah dari awal hingga sekarang” Honda selalu ngotot dlm kompetisi..
      Jadi saya kira HRC ttp akan jadi actor tangguh di motogp.

      Guest
    • @boigokil
      Lorengjo masuk yamaha ga pke ke satelit dlu. Kok Cnagkem mu meneng bae?

      Guest
    • yang salah markes….dua seri cuman ngebut doaaank….jadi ketahuan itu motor sudah enak….siap2 dibkin gak enak lagi

      Guest
    • Ayo selesaikan di lintasan balap. Jangan cucuk-cucukan di kolom komentar saja..
      Fun Race D EVENT ‘Halal Bihalal’ tanggal 24 Juni 2018 di Sentul Karting, Bogor, Jawa Barat.
      Pendaftaran mulai dari 250.000 sampai 500.000 rupiah tergantung kelas yang diikuti.

      πŸ˜€

      Editor
    • @om Nugie, diselesaikan dilintasan balap lebih fair kayanya biar tau gimana rasanya masuk gravel, tinggal nunggu undangan dari yang banyak bacot aja nih om.
      sory om kalo kata2nya terlalu kasar

      Guest
    • Susahh klo yg satu udah Rossicentris vs Hondacentris,,πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      Sama sama batu pula,, saling menguatkan Pendapat,, intro dong intro

      Guest
    • Comment:
      haduh Yamaha.
      kalo ga bisa bersaing pasti regulasinya yg diubah.
      seperti tahun 2014 ga bisa bersaing, 2015 Oprek regulasinya dan juara.

      Guest
    • Ini sih pasti ulah si Tua Bangka
      Segala cara dihalalkan utk gelar ke 10
      Lemot ya lemot aja

      Guest
    • Jadi inget komengtator bule (yg layak kita dengarkan) bahwa : saat ini tidak diragukan lagi hanya β€œdirinya” yg akan menjuarai musim ini (2018) diluar faktor non-teknis (lucky-non lucky).

      Kalo kita tarik ke belakang, semanjak orang itu naik kelas ke kelas MotoGP, segala macam rekor dia yg mematahkan/memecahkan. Sosoknya dianggap seperti alien dari planet Namex yg menawarkan segala ke-superioritas-an nya, and we know bisa kita tebak gelaran MotoGP PASTI akan sangat boring kalo dia terus berbicara dengan prestasi2nya.

      Dan aturan semakin kesini, semakin di setel supaya orang yg godlike itu tidak terlalu menonjol. Fans pembenci orang itu bilang kalo motornya yg superior. Fans pembenci motor orang itu bilang kalo justru orangnya yg superior. Entahlah yg mana yg benar. Yg jelas. sikap Dorna yg tau akan hal itu, seakan melihat semua harus terlihat balance agar berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

      Saya pikir, alasan Dorna masuk akal juga sih.

      Guest
    • Aturan sebetulnya sudah cukup jelas, setelah ada kasus di buat penegasan dan akhirnya semua dikembalikan keaturan yg berlaku. Disini Pihak-pihak yg terlalu polos akhirnya seolah menjadi pecundang.

      Klo bisa di perumpamakan. Lawan arus tuh jelas salah, namun dengan berbagai argumen menjadi seolah-olah benar, sehingga klo akhirnya ditilang atau ketabrak malah lebih galak dari yg benar. Tapi klo ga ada kasus, lo yg harus muter jauh, bakal terlihat seorang orang bego.

      Penggunaan IMU klo diperhatikan kayanya mirip Piggyback ya?

      Guest
    • Mendingan yg suka bikin rusuh tabrak sini tabrak sono langsung DNF setengah musim,,,ekekekekekekekek

      Guest
    • Dnf stengah musim apa ga boleh start stengah musim?
      Bacot skolahin dlu dnf itu beda dgn ga dibolehin start.

      Guest
    • Dan akhirnya pun Yahama mengajukan oprek IMU ke dorna dan disetujui oleh Dorna….
      Jurus oprekan maut dipakai oleh Yahama

      Guest
    • Makin eneg sama pabrikan yg satu ini
      Tiap kalah langsung nyalahin regulasi
      Langsung mewek minta oprek regulasi

      Guest
    • Lama2 ga ada itu ciri khas (DNA) pabrikan :

      1. Yamaha dengan sasisnya jago long cornering
      2. Suzuki dengan agility/kelincahan
      3. Honda dengan ergonomi

      Sejauh ini cuma satu yg masih menonjol :

      4. Ducati dengan powernya

      Guest
    • Tenang, nggak mgkn lah bro, mesin dari pabrikan berbeda dan masih ada perbedaan konfigurasi (Inline4, V4, dan L4)

      Guest
    • Ini pasti ulah sang legenda mewekan rossok bin bosok ke bapake (di baca dorna,) yang sehingga jadi bapake oprek2 gas lagi eh……

      Guest
    • @Petrux
      Siapa lagi bro
      Mau di ARRC, IRC, WS300, dll klo kalah langsung mewek minta oprek regulasi

      Guest
    • @Salam20detik May 16, 2018 at 14:17
      Omr moto gp sungguhan ada. itu lho ada di moto 2
      —————————————————————
      Tetep beda om, selain chassis.. yaa sticker team nya… :p

      Guest
    • Dari ecu pabrikan yang kelewat canggih seperti hrc 2014, lalu dibekukan saja, tinggal mesin dan sasis yang membedakan setiap motor di motogp. Padahal yang namanya ecu itu termasuk salah satu aset yang besar sebuah pabrikan motor, tapi gimana lagi demi kepentingan penonton agar tidak bosan klo yang menang sudah bisa diprediksi.

      Guest
    • @gastee dan anehnya ducati selalu saja protes kalo ada wacana pelarangan aero device (winglet) secara total dengan alasan sudah keluar banyak biaya riset, padahal ECU Inhouse pabrikan itu kan jg termasuk salah satu aset yang besar sebuah pabrikan motor dan sekarang sudah tidak dipakai lagi karna sudah digantikan ecu dan software MM yg menguntungkan ducati

      Guest
    • @jbat nambahin gan
      lebih jauh lagi, ECU dan software itu kedepannya bisa diaplikasikan ke produk2 mass production, istilahnya bisa turun ke jalan raya yang efeknya itu kemana2, bisa nambahin safety, konsumsi bahan bakar jadi irit, emisi gas buang bersih, dll. jadi biaya RnD yang besar itu bener2 kepake dan bisa balik modal.
      Sedangkan aero device (apalagi yang bentuknya aneh2 macem hiu martil) itu gak mungkin bakal diaplikasikan ke mass production, misalpun mau dijual ke umum pasti produk limited edition, soalnya mana ada sih yang di jalan raya mau ngejar top speed, pasti pembuat kebijakan aka pemerintah lebih mengedepankan sisi safety dan keramahan lingkungan.
      Itu 50 cents dari ane gan.

      Guest
    • Satu2nya cara agar race nya kompetitif adalah..pisahkan honda dengan marc marques!
      Klo cuma oprek regulasi teknis kayaknya honda dan marc selalu punya jalan keluar..

      Guest
    • Kalau mau menang ya menanglah secara ksatria,berusaha mengejar motor honda yang memang kenceng…mendingan marc suruh balapannya sambil boncengan aja,siapa tahu ada yang bisa ngejar..

      Guest
    • Ini pasti ulah sang legenda mewekan rossok bin bosok ke bapake (di baca dorna,) yang sehingga jadi bapake oprek2 gas lagi eh……

      Guest
    • 2014 MM93 mendominasi, tahun berikutnya ECU pabrikan langsung bekukan gantu ECU Magneti Mareli.
      2015 MM93 jadi gagal jurdun.
      2018 ini MM93 makin mendominasi, tahun depan IMU inhouse dibekukan.
      Pasti usulan pembalap berpengaruh pabrikan yg sekarang ga kompetitif.

      Guest
    • 2014 MM93 mendominasi, tahun berikutnya ECU pabrikan langsung bekukan gantu ECU Magneti Mareli.
      2015 MM93 jadi gagal jurdun.
      2018 ini MM93 makin mendominasi, tahun depan IMU inhouse dibekukan.
      Pasti ini usulan pembalap berpengaruh dari pabrikan yg sekarang ga kompetitif.

      Guest
    • @Yamaha K*mpret

      Lu semangat amat nge bece bre wkwkwk puasa dulu sebulan bre. Semua pabrikan & semua pembalap pasti pernah menggunakan atau paling tidak ‘berusaha’ menggunakan pengaruhnya untuk “oprek” regulasi. Jadi biasa yak aja nge bece nya.

      Kalo mau jujur ane sih juga sebenernya ga setuju sama regulasi2 yang membatasi inovasi, bener tadi di atas ada yang bilang kalo si H bisa mendominasi karena kecanggihan ECU + software inhouse ya pabrikan lain harus bisa ngimbangin lah, jangan si H nya yang disuruh jalan mundur.

      “Tapi kan H duitnya banyak banget bro, ngga adil lah, dia RnD nya bisa jor jor.an ngeluarin duitnya, pasti lebih canggih lah”

      Yaudah kalo gitu yang diregulasi itu total biaya maksimal RnD yang di perbolehkan berapa. Jangan hasil RnD nya yang dilarang.

      Guest
  1. pengalaman ane pernah pake sensor imu(ngebaca gyro sama accelero) versi pasaran dan sekitar 50 rban, emang sensor imu itu susah dikalibrasi, kecuali yang bener2 mahal, buat ngebaca nilai dari sudut dan dikonversiin ke bidang pole, make pid ataupun konpensator buat ngolah sudut2 yang dibaca imu. hasil olahan dari itu dapet nilai yang diolah buat nyari pole sama zero agar jadi stabil. ibaratnya ngakalin ilmu mekanik ke ilmu elektro dan ini mungkin salah satu yang paling susah buat transfer data mekanik ke elektro. analisa ane, ecu magneti marelli mungkin dalam sensor gyro dan accelero agak kurang mungkin ya buat nyari kestabilan makanya dipakai otak ke dua (akumulator, kalo di elektro pake kontroller tambahan bisa pake konpensator, pid, fuzzy, bisa jadi pake Neural network (ngebaca prilaku sistem), yang semuanya emang tingkatan engineer levet dewa parah.. CMIWWWWW

    Guest
    • Mungkin bukan software di ECU marellinya yg kurang mampu, tapi gimana ngemanfaatinnya sesuai keinginan teknisi. Tau sendiri lah gimana susahnya pelajari sofware buatan orang banding buat sofware sendiri

      Guest
  2. Upaya melemahkan Honda lagi kah,karna udah mulai ninggal yg lain lagi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Tapi yg kasian Yamaha,udah masalah software MM belum selesai ketambahan masalah IMU

    Guest
    • Hehe sepertinya begitu, mirip mirip 2014 honda mendominasi. 2015 pake single ecu. Setara lagi tim tim pabrikan, 2016 honda mulai dapet celah nya, dan kaya nya bakal mendominasi lagi. Eh di jegal lagi 2019 😁

      Guest
  3. He..he..dlu siapa yaa pencetus..ecu pirelli,..yg pernah comment di sni,..udah lama siih,..wak haji masih inget aje…he..he..he..

    Guest
    • itu si nick : petrux om kalo gak salah deh…
      hahaha.. iye si wak topik masih inget aje

      Guest
    • Segala hal tentang regulasi mengarah pada pabrikan italia ini ya kan..

      Pas banget mereka MENOLAK pelarangan aero-fairing padahal pelarangan karena alasan keamanan dst dst. (Tapi alasan Ducati nolak pelarangan tadi karena udeh banyak biaya RnD yg telah keluar)
      Ealah… elektronik dan sebagainya yg gak ada kaitannya sama alasan keamanan malah kudu banget di oprek LAGI (emangnya untuk ngurusin elektronik gak makan biaya RnD?)

      Guest
  4. Benar2 dilema, balap motor prototipe tapi harus dibatasi agar penonton bisa terhibur dengan persaingan yg lebih ketat di lintasan.
    Tapi apapun yg dibatasi oleh regulai, pada akhirnya team dengan dana besarlah yg paling mudah untuk kompetitif.
    Seandainya dorna mampu menerapkan pembatasan dana riset dan membiarkan pabrikan bebas berkreasi, maka yg paling kreatif yg akan unggul.
    Idealnya balap prototipe ya adu kreatifitas bukan adu finansial

    Guest
    • Kreatifitas untuk merealisasikannya juga butuh dana bro,bukan modal kertas kosong terus jadi barang temuan baru
      Profesor2 yg riset rekayasa genetika aja biasanya butuh sokongan dana dr pihak lain

      Guest
    • @kevin jelly spotter
      Maksudnya dana riset diseragamin bro, percuma kalo teknologinya mahal. Cuma jadi prototipe yg ga akan ada di produksi masalnya, kan ga guna banget tu teknologi

      Guest
    • Maklum temanya rossok ini Mah, otaknya ikutan jadi rossokan alias bosok ekejkeee

      Guest
    • Membatasi gerak kelompok yg superior untuk membantu kelompok inferior mengejar ketertinggalan agar tercipta kesetaraan biar kompetitif?

      Hmmm… ketawa aja lahπŸ˜‚

      Guest
    • Dan sponsor pun nggak bakal jor jor an nyodorin kontrak fantastis,pokoknya cukup gitu aja kayak ngasih uang bulanan ke istri,karna takut di keroksi yg enggak 2,buat apa wong dana risetnya udah tertulis segitu
      Jadi timnya tinggal milih sponsor pake benda bendi siapa yg jadi ,karna nilai kontraknya sama semua
      Kepala insinyur nya lah jadi pecah,mikirin pengeluaran sekaligus mecahin masalah motor biar nggak setragel

      Guest
    • @var
      Yang namanya prototype yaa untyk kalangan terbatas, kalo mau kesebar yaa massal product namanya..
      Yaa gak percuma juga dan bukan gak berguna, namanya trknologi prototype yaa gitu gak bakal masspro, kalopun masspro itu cuma ekstrak doang .
      Karna setiap prototype yang ada diciptakan bukan selalu untuk kepentingan massal
      Satu lagi, kreatifitas tanpa dana yang besar dan jor joran hanya akan jadi ide, apalagi ini urusan teknologi, bakal cuma jadi sebuah rancangan..
      Project macem gini gak akan bisa hemat

      Guest
    • @rian
      “kreatifitas tanpa dana yang besar dan jor joran hanya akan jadi ide, apalagi ini urusan teknologi, bakal cuma jadi sebuah rancangan..”
      Thanks bro rian, ane dapet pencerahan dari komen ente 😁

      Guest
    • tapi sayang bro…kemarin udah dikasih tontonan bagus tpi legend mewekan n fumiyem jg ikutan gara” disenggol n jatuh…kl legen buat ulah sanggahnya inilah racing…jadilan oprek regulasi aja…yar yg didepan trus bisa klh..

      Guest
    • @VAR nahh cakep nih ane sepemikiran sama ente

      @Kevin Schwantz @petrux pirelli, baca yang bener makannya, yang bilang kertas kosong doang itu siapa -_-”
      Kan disitu ditulis

      – P E N Y E R A G A M A N D A N A R I S E T –

      bukannya ga boleh ada dana riset sama sekali, tetep ada dana nya, tapi diregulasi maksimal berapa pertahun, perpabrikan. Kalo gitu kan jadinya ada keadilan buat pabrikan yang dananya kecil dan sponsornya masih sepi. Tinggal gimana mekanik & engineer nya pada kreatif ngga ide2nya.

      @Rian, prototype emang bukan mass pro, tapi arahnya ke sana. menurut lu ngapain perusahaan2 tiap tahun ada dana RnD terus bikin prototype (salah satunya motogp) kalo hasil risetnya ngga diaplikasikan ke mass pro? cuma buat marketting doang? terus yang jual apa kalo bukan produk hasil riset? Tahu bulat?

      Guest
    • Nggak ah,buktinya Crutchlow ndlosor juga nggak save
      Pedrosa malah ada fitur ketapel angry bird,kasian tuh anak

      Guest
    • Ya Allah, ane ngakak baca fitur ketapel angri pret.. huehuehuehue
      Emang kasian nih Daped.. berarti fix nih 2019 bkn ancaman serius buat hrc team, ngerepotin sih iya..

      Guest
  5. Juozz,motor prototipe makin kalah canggih ama superbike yg dijual pasaran sendiri
    Abis ini MotoGP jadi ngonthel gp

    Guest
  6. Ini pasti ulah mewekan rossok ke bapake (di baca dorna,) yang sehingga jadi bapake oprek2 gas lagi eh……

    Guest
  7. Maka bisa jadi nanti Yamaha akan jadi yang paling menguasai soal elektronik karena menurut mat Oxley saat ini sepertinya Tinggal Yamaha Yang benar benar memberdayakan sdm internal mereka untuk memecahkan teka teki algoritma ngejelimet dari Magneti Marelli
    ——————————————————————
    Kalo nanti bakalan jadi yg paling menguasai Yamaha, tapi kenapa Yamaha masih strugle Wak? Apakah nanti justru Yamaha yg paling repot karena belum kelar masalah ECU eh ini mau dateng IMU. Dan bisa jadi malah Ducati, Honda yg paling siap. IMHO ya Wak

    Guest
    • Gw juga pikir begitu..
      Krn bagaimana pun ducati n honda lebih mengerti algoritama mm drpd yamaha

      Guest
    • Mas Heri…
      Mgkn maksud wak Haji…ymh saat ini strungle krn di motornya justru ketinggalan IMU..dan kuat otak atik software MM only…maka saat lainnya diprotolin tuk ninggalin IMU..mk ymh telah start duluan dlm mengenali jerohan MM.
      Maaf klo salah..

      Guest
    • yah klo mengenali duluan jeroan ECU MM ngapain masih strugle elektronik, dan mungkin honda juga tidak bodoh ngebiarin filippo tadosi menguasai ECU MM Honda sendirian pasti ada 1-2 org jepang yang ikutan nimbrung ngurusi elektronik nimba ilmu di filippo tadosi

      #myopinion

      Guest
    • Justru wak haji ngasih clue bahwa yamaha terlalu fokus ma ICU MM,, dan lupa akan IMU ini,, padahal ini adalah celah yg belum tercontrol oleh dorna,, dan ketika IMu ini sudah di bekukan otomatis yamaha brada didepn dalam urusan ICU MM,, dan akhirnyaa Honda ama Ducati harus mengejar ketertinggalan ini,
      Setuju ama @JoSan

      Guest
    • pada gak lulus sd yah? baca ulang deh tong. bacaan segini aja gak paham ckckckc

      Guest
    • Kalo gak salah dulu juga ketika penyeragaman ECU, kata nya yamaha paling di untungkan karena yamaha dah pake duluan di tim satelit nya, tapi ko malahan struggle sekarang

      Guest
  8. memang semua pabrikan jadi ter-reset dengan penggunaan IMU seragam. tapi bisa jadi yamaha makin terpuruk, karena dari fungsi utama nya IMU sendiri kan hanya mengambil data dan mengkonversi untuk diolah ke ECU. kalau yamaha belum selesai urusan nya dengan ECU, ditambah permasalahan IMU yang ntar belum jelas kaya gimana, yamaha bisa makin terpuruk. Kalau masalah penggunaan IMU, kok saya lebih condong ke Honda lebih advance.

    Guest
    • Belum tentu juga om.. lihat aja sumberdaya HRC dan Honda company.. they are so stroong.. and smart.

      Guest
    • Honda kuat disemua lini, pembalap bagus, teknologi oke, dana besar, manajemen no.1, so, yahhh…mau digimanain juaranya MM93

      Guest
  9. Abis ini pneumatic Valve dan SSG dilarang terus CC dikurangi alasannya untuk keamanan dll, dan diganti hybrid dan turbo alasannya menjaga lingkungan tapi tetap kencang dan omong kosong lainnya
    Mampus dah,mesin naturally aspired makin punah

    Guest
  10. terlalu banyak penyeragaman juga ga bagus buat kejuaraan…

    bisa-bisa cuma sasis sama mesin aja yang beda kalau semua diseragamkan..

    diawali dari suplier ban tunggal, lalu mesin dibatasi, trus ecu, kemudian software, berikutnya imu, setelahnya mungkin entah itu pelek, knalpot, setang atau bahkan bodi pun harus seragam…

    Guest
  11. ‘MotoGP ajang memamerkan sebera canggih teknologi tiap pabrikan’..
    Pernyataan tersebut makin ‘kabur’ karena banyak penyeragaman diadakan untuk membantu pabrikan yg struggle ngejar ketertinggalan.. atau mungkin ‘pesanan’?

    Guest
  12. semakin jelas bahwa juara sang markes yg terhebat!!! di babat ecu jozz .. sekarang imu … juara dalam persaingan yg keras!!!! bersama honda bisa!!!!

    Guest
    • Nah semakin kesini semakin meyakinkan MM93 untuk terus bertahan dgn hrc.. krn dgn tim inilah dia bs koleksi semua kejuaaraan, setidaknya sampe sekarang (dgn segala macem pembatasan ini itu dr dorna).
      Jadi fix motogp modern bukan lagi balapan “prototype” dgn pengertian tempo doeloe..

      Guest
    • Udah kayak aturan presiden dan kepala daerah lain aja maksimal 2x menjabat.. huehuehuehue

      Nice comment bro

      Guest
  13. klo mau liatin motor hebat dan dijual dipasaran kluarin di wsbk aja. motogp seh buat hiburan saja. santai aj lagi…

    Guest
  14. 2014 MM93 mendominasi, tahun berikutnya ECU pabrikan langsung bekukan ganti ECU Magneti Mareli.
    2015 MM93 jadi gagal jurdun.

    2018 ini MM93 makin mendominasi, tahun depan IMU inhouse dibekukan.
    Pasti ini usulan pembalap berpengaruh dari pabrikan yg sekarang ga kompetitif.

    Guest
    • saya kayak honda yg dulu oprek batas jumlah mesin per season, & limit bahan bakar per race ya ?

      Guest
  15. mulai membuat Rossi geregetan sampai meminta Iwata agar sesegera mungkin mencari solusi permasalahan yang menurutnya lebih ke masalah elektronik
    .
    Lho gmna sih, katanya dewa rosi yg penting itu skill ridernya bukan motornya? Kok sekarang mewek minta motornya di oprek? Harusnya dengan skill dewanya bisa lah langsung jurdun, apa mungkin dia lagi sandiwara yak? 😁

    Guest
    • Iya bener pernyataan terkenalnya the man behind the gun. Ternyata itu pernyataan dengan makna bercabang.

      Guest
  16. Jadi inget Regulasi Bulutangkis Internasional..
    10 tahun Indonesia ga pernah ngelepas piala Thomas.. eh sepertinya negara Eropa merasa kalau peraturan mainnya ga menguntungkan sampai beberapa kali revisi peraturan main, akhirnya setelah itu Indonesia ga pernah nyentuh lagi piala Thomas.

    ah ini cuma berandai-andai

    Guest
  17. Jaman sekarang motor udh ky HP
    Lama” dikasih kuota tu motor biar bisa lari…πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest
  18. Rossi T#i…bisanya mewex!!! πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘Ž dasar kacung gp!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest
    • Lulus gimana wong baru kelas 1 SD,
      Karna pintar jdi menganggu kegiatan belajar, gurunya mungkin ga sanggup jdi di kluarkan kurang lbihnya bgitu tuk lbih jlas googling ja

      Guest
  19. Aero kit itu Lo urusin,malah ngurusin imu
    Ducati vangsat itu,gegara dominecalli jadi panitia kali ya jadi gini

    Gitu dulu pas Shuhei direkrut Dorna banyak yg berprasangka buruk buat bantu Honda dr dalam,buktinya enggak ada apa apa
    Malah dominecalli yg ngacak ngacak peraturan 😑😑😑😑
    #terorisJancuk
    #DornaJugaJancuk

    Guest
  20. jadi kontradiktip sebebnarnya,

    ini lomba prototype, yach di situ lah tempat pabrikan berkreasi ,

    mengaplikasi dan mengembangkan tekbology.

    bisa di test di lomba ini,

    kalu segala sesuatu mesti sama, namanya tdk adil.

    justru adil itu yach sesuai kodrat dan kemampuannya.

    kalu mau sama, yach udah lomba aja di wsbk pake motor standar pure.

    dgn mesin dan segala tetek bengkeknya dibuat seimbang mungkin.

    tergantung skill ridernya

    Guest
    • Mudah2an hrc mau turun di kejuaraan wsbk, biar nasipnya honda gk kayak ktm/aprilia di motogp jd penggembira aja hehehe

      Guest
  21. ini bukan rossi cuk, tapi ini ducati lo tau oenguasa smansa nya sekarang dari mana, dari jaman dahulu ducatrok kan ingin menang….pakai segala cara!

    Guest
  22. Oprek terussss, sekalian aja tuh injeksi dijadiin karburator atau kayak jaman 2 tak minim elektronik

    Guest
    • Jaman Hockenheimring masih dipake Sinichi itoh sudah makek Injection bro..tapi kayaknya cuma satu seri itu doank…
      Dan jadi semacam trial…

      Guest
  23. masamu sudah habis yamaha, 2 taon ngutak ngatik gak kelar2 tuh ECU….pelit nyewa seh
    sudah saatnya para fbeyek migrasi jadi ngepbeha zaza

    Guest
  24. Masing amsing brand menjadi Cukup dekat dan berimbang sehingga muaranya akan membuat race makin kompetitif dan enak dilihat karena menjanjikan fight antara rider dalam mengendalikan Motornya dan membuat motornya tercepat lebih kepada kemampuan / skill dan talenta sang pembalap . . .

    =====
    bangcat,,, gara2 markes solo riding ini siiih…

    Guest
    • Dorna’s control software narrowed the performance gap between the motorcycles and most importantly gave control back to the riders, so when you see Marc MΓ‘rquez or Johann Zarco smoking the rear tyre, that’s their right wrists playing the game of risk versus reward, rather than a little black box playing rhythms with its algorithms. Up to a point, anyway.

      Paragraf awal tulisan mat oaxley yang jd acuan thread ini…

      Guest
  25. “Badut-badut berisik dari Hollywood” adalah julukan untuk pengisi paddock eh bench FC Bayern Munich…

    No more natural entertainment in Motogp.. yang ada adalah survival ala film hunger games.

    Ya seandainya badut-badut itu tidak berisik….

    Guest
  26. yach udah sekalian ngak usah pake sensor sensor segala,

    cukup sensor injeksi bahan bakar aja.

    salah satu tugas algoritma membantu rider menjinakan hp motor yg gede,

    alasannya juga safety

    Guest
  27. Lucu aja sih wak, balapan prototype tapi dibatasi inovasinya. Orientasinya udah nerubah kali ya, dri yg balap prototype dengan ide2 gila yg dihadirkan menjadi yg penting banyak penontonnya atau cari untung aja bagi penyelenggara

    Guest
  28. Horeee… Oprek lagi…
    Maknyuusss dah… ada yang kelihatan mulai mendominasi langsung oprak oprek lagi… padahal Marc baru touring 2x loh…
    Entar klo kompetitif pada cucuk2an ada yg ndlosor mencak-mencak lagi… serba salah

    Guest
    • Gk akan berhenti oprek klo belum juara. Mending oprek tuh mesin, ecu sama pembalap sendiri wkwk

      Guest
  29. kalau 2019 honda masih mendominasi, ntar tahun 2020 disuruh turunin cc-nya..
    atau justru yang inferior naik 5cc..
    kata-kata stoner jadi makin terlihat soal rossi dan pengaruhnya di motogp..

    Guest
  30. Jangan pada tubir ya gaes…
    Berpendapat bebas kok, tapi gak perlu pake urat gitu toh.. Hahahaiy,,,

    Intinya, semakin dibatasi peraturan, motor MotoGP akan semakin kencang.
    Buktinya tiap tahun catatan waktu lap/circuit record, beberapa bisa diperbaharui kan?

    Engineer atau tukang insinyur pabrikan juga bakalan semakin cerdas untuk ngakalin regulasi yang ada.
    Lagipula, regulasi/peraturan dibuat oleh manusia pasti ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak pabrikan.

    MotoGP pakai unified software juga tetep seru kan?
    Jadi HEPI aja ye gak yee.. Hehehehe

    #2019GantiPeraturan

    Editor
    • mungkin belum pada ngopi, ngopi dulu lah sore2 gini sebelum besok puasa, mohon maaf sekalian menjelang puasa semoga dilancarkan aminn

      Guest
  31. Ntar kalo IMU sudah diseragamkan dan masih ada gap performa yg jauh antar Tim dan pembalap, apalagi yg bakal dibidik wak? Apa mungkin semua mesin harus inline?

    Guest
    • Kl sdh bgitu, mendingan Honda mundur saja dari MotoGP.
      Apa2an, balapan kelas prototype tapi harus mengebiri teknologi pabrikan?
      Mestinya… Honda yg jadi tolak ukur… dan yg tdk bisa ngikut teknologinya Honda ya lari ke WSBK aja.
      atau mestikah Honda hijrah ke WSBK, fokus disana dan menggampar pabrikan motor massal lain?

      Guest
    • @dornamaho
      boleh tuh,terus kalo pas test barengan,kayak yg pernah dilakukan di Jerez atau test private secara sengaja bareng motor MotoGP ,langsung laptimenya kalo bisa tabokin sampe 2 detik,nyahok nyahok dah tuh yg ngaku2 motor prototipe
      Itu kalo Honda nggak pelit kasih semua teknologinya di motor superbike nya

      Guest
  32. Berani taruhan, riset meriset ulang motor, Pabrikan yg di atas angin ataupun pabrikan maju dan apalagi memiliki pabrikan selain motor punya mobil entah Honda dan suzuki., mereka pasti mampu memecahkan segala perubahan regulasi di motogp.., terutama honda mereka memiliki tim riset yg handal dan paham akan elektronik., lihat 10 th mendatang di obrak abrik sama motor utama jepang ini (Honda)., utk pabrikan eropa, tidak diragukan lagi kualitas motor kuatnya, pelan namun pasti, mereka bisa mengikuti regulasi elektronik ini., good job Dorna, spekulasinya Dorna mendengar keluhan semua pembalapnya.,πŸ‘

    #Sang_Pengamat

    Guest
  33. Karena bertambahnya tahun, tegnologi semakin canggih, pabrikan yg tertinggal siap” aja tertinggal, sulit utk semakin di depan., bukti pabrikan yg sudah maju apalagi memiliki pabrik mobil, tak akan terkalahkan dimata dunia., karena tidak memikirkan motor saja, mereka mobil sudah banyak yg laku dipasaran utk riset utk balapnya., entah mobil atau motor itu sendir itu sendiri, maka dari itu pabrikan yg di atas angin atau pabrikan yg sudah maju tenang” saja utk menghadapi pabrikan” yg masih berkembang.,

    #Sang_Pengamat

    Guest
  34. Makin modar tuh Movistar Yamaha, cuma punya pembalap tukang komplain dan drama queen, udah kehilangan sosok penting yang kasih masukan pengembangan M1 versi 1000cc hingga bisa jadi motor paling sempurna dari 2012-2016. Mana Zarco juga dilepas… pertahankan 1 orang tua cuma buat maskot jualan tapi bikin prestasi di kejuaraan dunia anjlok drastis. Lorenzo dilepas, Zarco dilepas… selamat buat Movistar Yamaha, masa surammu menunggu hahaha

    Guest
  35. Comment:
    penjagalan dominasi Honda
    tahun depan akan banyak pembalap yg pensiun dini bahkan tewas

    Guest
  36. Waahhh…klau memang bgt, brarti musim 2019 bs terlihat sp yg bertalenta dalam mengendalikan motornya, bkn elektronik yg mengendalikan motor. Dengan begini Apakah Casey Stoner akan kembali ke motogp??

    Guest
  37. Btw kasian vr klo sampai imu di kebiri coz skill dan insting pembalap yg jdi utama pdhal vr mkin brumur skrng klo g di bntu teknologi bkl susah kyax coz di bntu aja msih ksulitan apa lg g di bntu
    Mungkin seru iya macam moto2 yg mepet2 ga jauh jarakx tpi jdi seperti bukan moto gp yg berlomba kretifitas motor prototyp krna bnyakx penyeragaman

    Guest
    • Dikebiri ga dikebiri, rossi tetep susah menang.
      Tapi intinya, biar gap antar pembalap jadi lebih rapet, biar ada tittle contender selain mm93. Entah itu zarco,dovi atau lainnya

      Guest
    • Soal rossi ya mang semua ada masax, yup lama2 macam moto2 motor sama persis cuma di kreasiin dikit2 sesuai selera tim dgn bgitu skill yg menentukan dan ini juga sbnarx makanan marq coz masih inget ni anak ngacak2 moto2
      Yg disayangkan esensi moto gp sebagai ajang lomba prototype makin dibatasi

      Guest
  38. sampai saat ini penonton masih terhibur rasanya dengan Aksi Pembalap MotoGP,.. Marquez,Dovi, Zarco, Crutchlow, Pedrosa, Iannone,Petrux, Miller,Rabat, bahkan Lorenzo.. . memang Pembalap YFR kurang menghibur awal musim 2018 MotoGP bagi penonton, terlebih VR46 yang kesusahan ..

    Guest
  39. sampai saat ini penonton masih terhibur rasanya dengan Aksi Pembalap MotoGP,.. Marquez,Dovi, Zarco, Crutchlow, Rins, Pedrosa, Iannone,Petrux, Miller,Rabat, bahkan Lorenzo.. . memang Pembalap YFR kurang menghibur awal musim 2018 MotoGP bagi penonton, terlebih VR46 yang kesusahan ..

    Guest
  40. Di atas komengtatorr ada yg ngajak Race ????

    Hayoooo tapi di event ARRC… gimana??? biar pas di wawancara setelah podium bisa sindir sebutin tuh FBY or FBH.. wkwkw..

    ada yg mau ngontrak ane Wildcard ?? wkwk..

    Guest
  41. Kayaknya segala perubahan regulasi by Dorna gak nyentuh, nyerempet, nyenggol bagi ke kompetitifan Aprilia,, atau satelit Ducati,Marc VDS, ktm . . .

    kayaknya loh !??…

    Guest
  42. Kasian bener Yamaha sama VR selalu jadi kambing hitam FBH, dibilang tukang oprek regulasi dll.
    Lihat sejarah broo sebelum VR angkat Yamaha dari team gurem jadi juara, Yamaha terakhir kali juara tahun 92 (Wayne Rainey), setelah puasa gelar selama 11 tahun, ditahun 2004 VR mampu membawa Yamaha jadi juara dunia. (adakah juara dunia lain selain VR yang berani masuk team gurem yang sudah 11 tahun kaga juara).
    Seorang MM juga mungkin berpikir 1000x untuk masuk team gurem yang sudah puasa gelar sampai 11 tahun.
    Suzuki terakhir kali juara dunia tahun 2000, berarti sudah 18 tahun tidak juara, adakah juara dunia yang berani pindah team ke Suzuki?.

    Yamaha oprek regulasi,,,, haloo dari jaman dlo juga hanya honda yang bisa oprek regulasi motogp, mulai dari nurunin cc ke 800, sampe ngancem mau hengkang dari motogp,,, pabrikan yang lain selalu adem adem aja,, kalo kaga kuat paling off dlo kaya suzuki, kawasaki off karena kaga kuat perang dana… Lah ini honda sampe ngancem mau cabut, kalobyamaha paling bilang tahun ini tahun yang sulit, kita akan coba tahun depan (sesulit apapun tetep dijalani).

    Saya tw Honda pabrikan bagus, dana tidak terbatas, tp sayang selalu ngancam panitia kalau kendraan mereka tidak kompetitip.

    Guest
    • Valeban akut, atau penyembahan garpu karat?
      Semua juga dioprek regulasinya sama Yamaha KLO Yamaha ga kompetitif
      Lihat IRS, ARRC, WS300.
      Klo Yamaha kalah langsung mewek minta regulasi diubah.
      Udah biasa Yamaha spt itu.

      Guest
  43. Saya pikir akan ada pasal baru, ternyata sdh ada. Lantas “celah” apa yg digunakan sehingga IMU saat ini msh beredar?
    Btw, soal ECU, apakah ada update scr periodik ato msh sama seperti awal ada dulu?

    Guest
  44. meski Honda memperkerjakan orang Magnetti marelli,bukan berarti Honda Jepang lepas tangan, jadi si orang Magneti ini sebagai guide buat kalangan internal HRC, justru karena mereka orang Magnetti akan ngerti kultur Magnetti seperti apa,jika dimodif akan seperti apa, berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Yamaha (tanpa orang Magneti ibarat mau modif tapi gak ada manual booknya,jangankan mereka,kita mau utak atik kelistrikan motor jaman now kalo gak ada manual book juga cuma meraba raba,try and error,karena gak ada yang meng-guide kita)
    Dalam sebuah kompetisi ada istilah “peraturan dibuat untuk disiasati”, HRC,Ducati melakukan dengan baik,dan mungkin Suzuki, sedangkan Yamaha mumet,KTM juga belum sampe kesitu teknologinya,tapi sebagai pabrikan besar,seharusnya bukan masalah buat mereka semua.

    Guest
  45. dari sekian banyak komen yang komen hanya oprek regulasi, ini mengebiri pabrikan kebanggannya, bully pabrikan lain dan sejenisnya

    Teknologi makin advance. kalau dibagian elektronik tidak di batasi. AI akan merajalela. apa yang terjadi pada saat AI merajalela?

    tak perlu skill pebalap. ibu2 pemotor matik aja bisa juara dunia dengan bantuan teknologi AI atau bahkan tak perlu pengendara. team mana yang bisa paling cepat saja yang akan menang dengan riset gila2an.

    Sayangnya komentator terlalu terfokus untuk membully pabrikan/ team/ pebalap/ bahkan komentator lainnya.

    Guest
  46. Nah tenan to dijegal regulasi, intinya dorna ingin melihat persaingan pembalap bukan hanya motor dominan, rossi membawa m1 juara dunia sedangkan rc213v membwa marc juara dunia wkwkwk

    Guest
  47. apa karena motor yamaha kalah melulu ya akhir sofware IMU pabrikan di hapuskan dan di ganti sofware independen tujuan rosi bisa juara dunia lagi ya

    Guest
  48. Maka bisa jadi nanti Yamaha akan jadi yang paling menguasai soal elektronik karena menurut mat Oxley saat ini sepertinya Tinggal Yamaha Yang benar benar memberdayakan sdm internal mereka untuk memecahkan teka teki algoritma ngejelimet dari Magneti Marelli .. sehingga Imho, menurut tmcblog boleh dibilang, Mekanik dan insinyur Yamaha disinyalir paling banyak jam terbang ngulik software Pirelli eh Magneti Marelli ini . .
    Kalau menurut saya dgn adanya engineer MM di HRC, mereka jadi lebih memahami seperti apa software dan ECU MM bekerja. Jadi mereka mendesign IMU agar sesuai/cocok dgn ECU MM. Jadi kalapun IMU dibekukan, keunggulan HRC hilang atau akan sama dgn tim lain. Atau mungkin masih unggul sedikit karena minimal mereka sdh mengerti ECU MM itu sendiri IMHO

    Guest
  49. Gara2 rider tua yg udah merosot skillx..mewek n merengek ke dorna supaya ganti regulasix demi keuntungan dia doang…lama2 motogp jadi 1 pabrikan saja..pakai motor lemot n letoy pabrikan jepun merk Y buat balapan…rider tuo jaman old udah gak layak jd rider jaman now sebaikx mundur karena dah gak memungkinkan buat bersaing…gaya balapanx ja udah ketinggalan jaman…keputusan terbaik buat rider tuo adalah mengundurkan diri supaya tidak merugikan pembalap jaman now..

    Guest
  50. Tuh kan ketar ketir fansnya robot… Bisanya menang pake motorobot doang siiih.. Pake alesan yamaha yg minta perubahan regulasi…. Pada baru nonton motogp yak? Ga liat Honda menguasai regulasi? Inget ga pade pas penurunan regulasi ke 800cc tahun 2008 agar pedrosa & honda kompetitif? Rookie rules diubah demi marquez? Winglet ducati dilarang? Itu smua perbuatan honda… Merem lu pade

    Guest
  51. Ya lu ga malu apa jagoannya menang cuma krn motornya paling canggih?? Kalo motor setara mana mungkin mendominasi??? Makanya coba motor satelit/ merk motor lain bisa ga menang? Pindah aja kaga berani… Ya paling takut ga bisa menang lg

    Guest
  52. Sampai nanti yg membedakan hanya mesin sasis dll, kreatifitas tim dalam elektronik di standarkan semua. Entah agak aneh jga saat honda dan ducati mendominasi, kalau yamaha sudah mulai belajar tentang magneti mirelli brarti bisa jadi th 2019 yamaha yg akan mendominasi.. tapi kembali lagi.. tidak ada yg bisa di prediksi di moto gp, aturan2 yg ada malah akan membuat tim yg kreatif semakin kreatif lagi memncari jalan keluar dari strugle nya motor cepat atau lambat.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.