TMCBLOG.com – Bro sekalian, akhir akhir ini kostelasi pembalap 2019 memang cukup dinamis dan sempat dirumorkan berkutat pada nama nama seperti Lorenzo dan Iannone . . . Lorenzo dirumorkan sedang dimuluskan jalannya menuju Suzuki untuk tahun depan oleh Brand Perusahaan Minuman Moster Energy dengan dasar strugglenya Pembalap Spanyol ini bahkan saat memasuki tahun kedua dirinya menggunakan Ducati Desmosedici ..

Sedangkan di Pihak suzuki Andrea iannone yang memperoleh double Podium di dua Race terakhir juga disebut sebut punya kans untuk come back ke Ducati dan berkemungkinan akan kembali bertandem dengan Andrea Dovizioso yang kabar kepastian deal dengan Ducatinya direncanakan akan hadir di seri Mugello 2018 . . Namun Bagaimana penuturan Andrea iannone sendiri ?

Andrea Iannone

kepada sky Iannone berkata : ” mengenai kembali balik ke Ducati, Kami harus memiliki proposalnya sebelum mengevaluasi situasi ini. Untuk saat ini, Ini ( info yang menghubungkan Iannone dan Ducati ) hanya sekedar rumor belaka. Saat seperti ini dimana segala hal belumlah jelas, Jurnalis dan media bercerita apapun.”

Tentunya, Seperti yang sering saya katakan, Prioritas dan tujuan akhir saya saat ini adalah untuk tetap bersama Suzuki dan Kami sedang mendiskusikan masa depan Kami, berusaha melihat bagaimana ini bisa terlaksana. Itu saja, karena nggak ada banyak hal lagi juga yang harus ditambahkan. . . .

Sepertinya Sudah ada moment Click antara Andrea Iannone, Suzuki Ecstar Family dan Juga Suzuki GSX-RR .. . mudah mudahan untuk Iannoen semuanya bisa berlangsung cepat dan jelas, Biar kedepan ia bisa lebih konsentrasi dan fokus hanya kepada race weekend . . .

taufik of BuitenZorg

36 COMMENTS

  1. tapi kedua pembalap suzuki ini belom benar benar teruji, takutnya ketika konsesinya dicabut jeblok lagi kaya tahun kemarin. jadi kayanya nunggu 3 poin lagi konsesinya dihapus baru keliatan kali yak potensi iannone yg sesungguhnya diatas suzuki ketika mesinnya disegel disetarakan sama yamaha, honda dan ducati.

    Guest
    • walaupun misalnya akhir pekan ini duo suzuki naik podium dan menggenapkan point konsesinya jdi 6, tetap aja status suzuki musim ini sbg tim full konsesi. itu baru diperbaharui mulai musim depan lgi klau suzuki meraih 6point konsesi musin ini

      Guest
    • iya memang seperti itu peraturannya, makanya saya bilang kan belom teruji. baru teruji ketika pas konsesinya dihapus nanti, 2 suzuki bener bener dituntut harus pinter memilih mesin mana yang cocok buat dipake musim balap nanti karena bakalan disegel dan disetarakan kaya honda, ducati dan yamaha. jangan sampe blunder lagi kaya tahun kemarin yang salah memilih mesin untuk mengarungi musim balap.

      Guest
    • Makanya suzuki bner” perlu pembalap yg penuh pengalaman sm bisa kembangin motor, rasanya untuk long term lorenzo pilihan yang tepat, pengalaman ada, bisa devlop motor jg

      Guest
    • Lorenzo ngga bisa develop motor bro, sepengetahuan ane yg bisa develop motor di MotoGP adalah: VR46, Collin Edwards, Loris Capirossi, dan ada bbrp lagi.. pernah baca di TMC atau Iwan kalo Lorenzo hanya bisa bawa motor kenceng aja gitu katanya

      Guest
    • sebenernya kemarin aturan itu suzuki pertahanin aleix espargaro yg udah menyipi banyak pabrikan, bagus pengalamannya buat develop motor. sayang malah dibuang sama suzuki dan langsung terasa ketika suzuki memakai 2 pembalap baru yg belom tau seluk beluk suzuki. salah memilih mesin buat mengarungi musim balap.

      Guest
    • @handri: jiakakakakak cukup dijelasin pake penjelasan ini aja. ketika M1 ditinggal pergi rossi ke ducati, lorenzo masih bisa juara bahkan juara dunia dengan M1. ketika M1 ditinggal lorenzo, boro boro buat juara dunia. buat menang aja itu M1 empot empotan.
      liat aja itu motor peninggalan lorenzo ditangan zarco, masih meragukan kemampuannya ? sampe lin jarvis kemarin bikin pernyataan bahwa zarco itu pakai motor yg sama kaya rossi dan vinales karena saking bosennya dia ditanya wartawan kenapa M1 pabrikan kalah sama M1 satelit

      Guest
    • @Handri:
      justru Rossi yg dicurigai “nyontek” settingan Lorenzo. Di buku Lorenzo “What I’ve Learned by 30” doi ada curhatannya

      Guest
  2. Ianone sama rins masih akur2 aja, sama sperti marquess & Pedrosa. Biarlah tim merah sama tim biru satunya yg saling gontok gontokan.. Jangan nambah episode baru.

    Guest
  3. Udh mau di depak baru dh bang ian memperbaiki posisi.. Cba klo gak ada rumor di depak paling ya dia asik mesum sma nenk bellen

    Guest
  4. Kayaknya bakal diperbarui 1 tahun sama kayak Lorenzo mungkin,sambil Suzuki dan Ducati evaluasi mereka berdua,Kalo nggak berkembang ya tukar guling,tapi kayaknya yg lebih tertarik sama Ian si Aprilia deng

    Guest
  5. lebih baik ianone tetap di suzuki walau sebenarnya dai masih tertarik ke ducati, tapi ga akan semudah itu apalagi gara2 lorenzo dia pindah dari suzuki dan saat ini ianone lebih memiliki nilai jual karean performanya di ducati lebih baik dari pada lorenzo. Ianone tipikal pembalap agresif akan sangat bisa bersaing saat setelan motor sudah sesuai

    Guest
    • Klo suzuki di iming imingi monster energy ya kemungkinan bsa sepakat paduka hohe ke suzuki.. Berkaitan dana pengembangan seponsor sangat perlu.. Apalagi team ini sangan terbatas financial

      Guest
  6. Yg penting kami butuh race ! Tontonan seru nan menarik g usah ada intrik2 g jelas atau skenario diluar race !

    Guest
  7. Kalau benar Monster Energy jadi sponsor team Suzuki tahun depan, maka kayaknya livery buat GSXR150 jadi cakep..aseekk..tul ga???

    Guest
  8. Bos yang komen soal konsesi dan accident….
    Melek ya brooooo
    Podium Ianone dan Rins bukan keberuntungan….
    tolong melek ya….hilangkan rasa kebencian ente ke Suzuki….
    tolong melek….
    Saat di Qatar itu VR46 bisa podium 3 kan juga karena Alex Rins Crash….
    bener apa bener…. VR46 bisa no, 4 jg kan karena Dov, JL dan Pedreo Crash… bener apa bener….
    Zarco podium 2 kan itu karena Pedro Crash di tabrak dia (Zarco)…. melek dan mikir dong.
    Jadi Crash saat race itu bukan salah pembalap dibelakangnya yang di ending masuk menggantikan yang Race….
    Banyak yang sudah posisi terdepan lalu Crash,… tetep saja yang kedua ketiga dst hebat bisa gantikan posisi pertama kedua dst…
    Balapan itu bukan faktor keberuntungan, walaupun terdepan klo Crash bisa jadi karena dia betot motor terlalu ngotot, dan yang belakang itu bukan motornya lemah bisa juga karena dia ingin finish tanpa crash jd tak terlalu ngotot..
    KOnsesi, karena rider depan crash dll itu bukan alasan….
    Poin per poin itu sudah di hitung Fair…. walau tinggal 1 tikungan trus crash dan ga bisa melanjutkan balapan tetep aja nilainya NOL…
    Kalau dalam sepak bola, walaupun penguasaan bola mencapai 80% berbanding 20% klo pas endingnya kalah ya kalah…. no ego ego konyol bin mau lo sendiri.
    Yang bilang soal konsesi dan faktor keberuntungan karena yang depan crash…ralat deh otak ente

    Guest
  9. Klo Suzuki mampu bersaing karena konsesi, kok KTM sama Aprilia ga nanjak….
    Lagian klo konsesi di lepas kan mesin GSX-RR sudah mampu bersaing sama yang lain.
    Kayaknya Mesin GSX-RR itu sudah top dari tahun 2017, tapi saat itu duo pembalap Suzuki malah pake mesin yang salah (atau salah pilih mesin) makanya 2017 tanpa podium dan di ending balapan Bos Suzuki langsung bilang 2017 Suzuki salah pilih mesin.
    Nah klo 2018 sudah pas pilih mesin, 2019 dan seterusnya ya tinggal Jokinya aja…, Joki jos yakin Jurdun, joki memble motor kenceng tiada guna

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.