TMCBLOG.com – pekan yang sulit masih menaungi pembalap Indonesia dari Astra Honda racing team yang berlaga di Kejuaraan Moto3 CEV Junior world Championship – Gerry Salim. Setelah tanpa masa pengenalan Track karena langsung masuk dua sesi Kualifikasi yang akhirnnya mengantarkan Gerry salim start dari Posisi 26 atau grid start ke 9 . .

Selama jalannya race, Alex Viu yang semenjak sesi Kualifikasi pertama memang mendominasi, terlihat terus menerus mayoritas memimpin dalam 17 Lap yang dilangsungkan dalam satu satunya race untuk kelas Moto3 CEV di akhir pekan ini . .. Akhirnnya Alex Viu berhasil finish Podium pertama hampir 1,7 detik di depan raul fernandez. Pit Box Mate Gerry Salim seperti Somkiat Chantra dari Thailand, Ai Ogura dan Yuki Kunii dari jepang menjalani Race yang sangat positif dengan hadir di posisi Top 10 sepanjang race berlangsung . ..

Sedangkan Buat tmcblog sepertinya target dari Gerry Salim kali ini setelah melihatnya di race adalah Finish dan mengambil sebanyak banyaknya jam terbang Race di Sirkuit yang baru kali ini ia jajaki.

Gerry salim finish 1 posisi lebih tinggi dibandingkan saat ia start yakni finish di Posisi 25 . . Jika dibandingkan dengan best lap yang dicapai, Gerry salim hanya sanggup torehkan 1:45,092 sedangkan Team matenya lain dari team asia Talent bisa berada di angka laptime 1:43,3 sampai 2:43,8 . . . Usut punya usut ternyata Gerry mengalami masalah di suspensi depannya sob, padahal sempat naik ke posisi 16 di awal race .. semoga race mendatang lebih meningkat lagi . .

Taufik of BuitenZorg

27 COMMENTS

  1. Wiiih kesusahan di trak yg belum hapal kayanya, semoga kedepan nya lebih baik lagi, gooo merah putih . . .

    Guest
  2. Mesin motor dan tim mekanik untuk pembalap indonesia dr ATC sepertinya kualitas di bawah pembalap Jepang dan Thailand dah, semenjak Andi Gilang sampai Gerry Salim kok mentok gas kayaknya, seandainya mesin sama dengan tim mekanik sama dengan pembalap ATC lainnya, sy kira masih mampu bersaing, terbukti wktu masih di ATC pembalap Indonesia cukup bagus….

    Guest
    • sama aja kok, emang tergantung ridernya. tuh si booth-amos yg satu tim sama gerry finishnya malah di bawah gerry

      Guest
  3. cara suscribe di blog ini gimna ya? biar ada notifikasi gitu kalo ada new pos. infonya ya gan gara”ganti hp, email jadi ketingalan berita terus

    Guest
  4. Babat alas emang perjuangan yg sangat susah bro!tapi kalo udah ada jalur,yg lain lebih mudah untuk menuju tujuan
    Kalo Gerry,Galang,Dimas ibarat babat alas
    Doni tata,dan Rafid topan,ibarat klub kerang ajaib yg terlempar secara tiba2 ketengah hutan

    Guest
  5. 3 motor yg sama di pack depan, chantra, ogura dan kunii…semoga gerry bs cpt beradaptasi dan fight di pack depan jg

    Guest
    • Untuk ukuran dunia Gerry(1997/21 thn) sudah agak tua mas bro…Somkiat juga lumayan tua (1998/20 thn). Penting nantinya utk masuk ke level moto3 motogp…

      Denis Oncu lumayan masih muda (2003/15 thn)…
      Yah semoga kedepanya ada wakil dr kita di CEV yg seumuran Denis Oncu..

      Guest
  6. ini akibat terlalu di elu elukan sebelumnya karena gerry juara ap250, pembalap perlu adaptasi lebih, dengan tim baru, mekanik baru, sirkuit baru, semoga kedepan bisa lebih baik gerry

    Guest
    • Gery terlalu cepat naik kelas, sebelumnya kan di aprc dapat motor yg superior sehingga bisa menang mudah, sekarang speck motornya bisa d bilang seimbang dengan team lainnya, sehingga butuh adaptasi & jam terbang yg lebih
      Semoga lagu Indonesia Raya bisa berkumandang di balapan kelas dunia

      Guest
  7. melihat balap dia ga seagresif dan sekonsisten andi dulu..
    btw, bang haji bisa dibuat artikel khusus ga mengenai pergantian pix box antar kelas.
    misalnya dari moto3 lalu ke moto2 lalu ke motogp, itu proses dan lamanya waktu bagaimana ya ?
    banyak yang masih belum ngeh..

    Guest
    • masing2 punya pitbox sendri bro. ngga gantian. sekatnya kecil kalo moto3, moto2 ga sebesar motogp 1 paddock 1 orang.

      Guest
  8. Well kok ancur2an gitu ya…
    Best lap :
    Somkiat eks juara ATC 2016 1.43.700
    Denis Oncu eks juara ATC 2017 1.44.577
    Gerry 1.45.092

    Gap yg lumayan jauh dibanding kedua rider asia diatas…

    Sebagai gambaran Somkiat di ATC 2015 kalsemen akhir posisi 12, masih dibawah Gerry (klas. Akhir 6)
    tapi 2016 Somkiat juara ATC, sementara gerry posisi posisi 5 klasemen akhir…
    Artinya ada perkembangan pesat dr Somkiat…dan 2017 Somkiat nyemplung di CEV meski gak full (absen 5 race dan klasemen akhir 20), tapi thn ini lsg menyengat ke posisi klasemen 5…
    Progress yg sangar dari Somkiat, thn pertama practise tahun kedua menyengat. Jadi de javu ketika Somkiat di ATC(2015 struggle, 2016 juara ATC)

    ya semoga Gerry bisa mengikuti jejak Denis Oncu dan Somkiat…jangan melempem Gerry…buktikan!

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.