TMCBLOG.com – Bro sekalian, tmcblog mau share ke sobat sekalian, temuan di situs web patent dimana Suzuki Motor Corp jepang mendaftarkan File Patent dari sistem mesin 1 silinder dari varian Trail yang mengunakan detail yang unik yakni hadirnya sistem balancer dengan tuas tuas lengan tambahan selain conrod  . . Cekidot deh

Entah ini sebuah penemuan baru ataukah sudah ada sebelmnya, silahkan sobat sekalian share semua. Namun yang mau tmcblog share disini adalah ide dari Desain Patent balancer menggunakan ‘lengan conrod tambahan’ yang dilakukan oleh suzuki ini . ..  Secara umum, ide utamanya sih nggak jauh dari Balancer biasa yang bisa kita lihat di Mesin mesin mainstream, namun di patent suzuki penggunaan lengan mirip conrod ini lah yang berlaku berlaku sebagai balancer

 

yap Putaran Crankshaft mesin 1 silinder yang digunakan selain akan menghasilkan gerakan ke roda belakang juga akan menghadirkan getaran, nah getaran ini diupayakan untuk dikurangi atau maksimal dihilangkan dengan cara penggunaan putaran koneksi dua lengan ini  . . . dimana nanti gerakan lengan ini diseting untuk menghasilkan gaya yang berkebalikan dengan gaya gaya yang dihasilkan oleh pergerakan Crankshaft.

Suzuki bilang di patantnya, sistem ini tidak hanya terbatas untuk motor Trail, Namun bisa digunakan di Motor 4 tak apapun . . namun tmcblog melihat ada beberapa kerja fisika tambahan, ada beberapa titik sentuhan logam yang riskan menghasikan friksi dimana friksi ini selain akan mengurangi efesiensi dan juga bobot karena ada part tambahan ..  Kalo sobat ada pendapat lain silahkan share di kolom Komentar . . Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

40 COMMENTS

  1. Untuk mesin hi rev kyknya kurang cocok
    Nambh beban inertia, cocok untuk mesin overstroke atau trail trabas, lmyan bawa trail lari 100km/h d aspal gak terlalu bikin kesemutan

    Guest
    • Setuju, balancer ini juga lebih halus, tdk ada bunyi ketukan2 atau Desingan, atau getaran pada rpm tertentu.

      Guest
  2. hmm… ini kayak niru V engine 90 derajat tapi dengan satu silinder, buat ngurangi fluktuasi momen inersia.

    tapi apa bisa seefektif V engine?

    Guest
  3. Masih berharap suzuki buat Bandit 4 silinder dan dijual lokal juga. entah itu 250cc atau 400 cc.

    Guest
    • Elu klu gebleg tolong Jan sampe ke DNA 😁, klu elu emang gablek duit udah Sono beli hayabusa sekalian… atau minimal Suzuki carry…. ngayal Mulu loe…

      Guest
    • Beda wak, kalo di infinity sih baca2 sebagai variable compression, bukan sebagai balancer. Mungkin fungsinya beda, tapi dilihat2 secara mata awam mirip2 hehe

      Guest
    • Bukan beda itu, itu untuk geser tma piston, jdi bsa d buat seolah2 rasio compresi bsa d kontrol, vcr (variable compression ratio) namanya udh ada d infinity G35 klo gak salah

      Guest
    • kalo ga salah ada recal gsx di indo yg diganti bautnya waktu itu entah baca dmana , itu pengecatan sasis apa ada efek ke baut kendor?

      Guest
  4. Balancer yang benar2 pakai counterweight yang sama, bukan komponen yang berbeda.
    Jika pakai komponen beda (counterweight bentuk bulat ada tonjolan) gaya counter yang terjadi tidak sama persis karena umumnya jari2 balancer beda dengan jari2 crank dan titik beratnya. Padahal gaya sentrifugal/sentripetal dipengaruhi jari2 dan rotasi (rotasi berubah, gaya berubah).
    Pada crank, titik berat berubah2 krn posisi conrod yang selalu berubah. Jika pk balancer biasa, masih menyisakan getaran. Dan ada kerugian ketukan pd celah antar gear penghubung (counter gear).
    Itu sebabnya banyak countergear diberi peredam pegas atau karet.
    Jika menggunakan balancer dengan komponen yg sama (bentuk dan gerakannya), gaya counter lbh sempurna (getaran tereduksi lebih sempurna).
    Meski long stroke putaran rendah gejala klotok2 akibat benturan antar gigi penghubung tidak ada. Mesin smooth dan halus.
    Selama sy pake engine 1 silinder dgn balancer biasa, masih ada getaran, yg kadang muncul di rpm tertentu, termasuk desiran/klotok halus pada rpm tertentu. Tanpa balancer lebih halus, tapi getaran lbh besar, dipakai pd short stroke saja.

    Guest
  5. Lebih sempurna mengatasi getar, dan lebih halus, tidak ada ketukan antar gigi counter. Misal ketukan dihilangkan pakai scissor gear, bisa timbul dengung (seperti pd pulsar), dan pd rpm tertentu tetap ada ketukan karena tekanan pegas kalah kuat (tidak mungkin pegas dibuat keras, krn efisiensi berkurang, keausan tinggi, bunyi nyaring).
    Mesin ini smooth layaknya tanpa balancer, dan bebas getar melebihi mesin dengan balancer.

    Guest
  6. Naaah…mirip pmikiran sya bro dik2,klo misal tu msin mau modif v-twin tinggal tambahin las babet buat daging dudukan silinder

    Guest
  7. ditunggu pengaplikasiannya, btw ap ad kabar lg soal trail 150 suzuki n yamaha nih wak?? blm ad indikasi khusus kah??? barangkali mw reborn TS ato bkin baru mke DR series, ngeliat line up trail suzuki kek kurang lengkap n mendominasi

    Guest
    • Iya Wak Haji mirip bgt sm supermono, bedanya supermono mesinnya tiduran, si juki silindernya tegak

      Guest
  8. mesin V4-90 derajat sama mesin Inline-6 gak perlu balancer tambahan.
    cuz setau ane untuk mesin 4 silinder yg punya balancer alami ya mesin v4 bersudut 90 derajat, sudutnya yg siku2 itu sebagai natural balancernya, makanya di era MotoGP modern banyak pabrikan yang pake mesin jenis ini karna terbukti mampu berkitir tinggi dengan aman CMIIW.
    kalo mesin inline/sejajar yg balance ya 6 silinder sejajar, tidak seperti mesin inline 3 yg ganjil silindernya yg artinya pincang/unbalanced CMIIW

    Guest
    • Yang natural gk butuh balancer itu v8, v4 masih butuh balancer atau tanpa balancer tapi dengan counterweight yg sesuai.
      Mesin 1 silinder juga bisa kn tanpa balancer? Tp naturalnya tidak balans, meski counterweight dibuat seperti apapun masih menyisakan getaran,

      Guest
    • Mesin v4 getarannya malah lebih kompleks dibanding inline4. Tapi getaran bisa diatasi dengan counterweight. V4 unggul di bobot, efisiensi mekanis, dan dimensi yang slim/ramping buat motor. Sehingga penempatan komponen yang lain macam chassis ke samping, bisa lebih luas/bervariasi dibanding i4.

      Guest
  9. Ini teknologi jadul jiplak dari DUCATI SUPERMONO 550

    Benar, fungsinya semacam balancer biar bikin mesin halus bebas getaran dengan mengemulasi gaya inersia yg dihasilkan V twin 90°.

    Ini penjelasannya dari wikipedia

    A horizontally placed 550cc cylinder utilized a “dummy connecting rod” that acted like a second piston in terms of making the dynamic balance equivalent to a ninety degree Vee twin. This ingenious engineering was the key to overcoming vibration problems typically handled with either balance shafts or the incomplete solution of only having a crank counterweight.

    Guest
  10. Loh bukannya motor bebek & matic modern gak pake balancer mesinnya halus bro?
    *kecuali mesin selonjoran yg durasinya in close 36°abdc saat low camp vva (nmax, aerox, lexi) terutama jika stelan klep/keteng kendor.

    Guest
    • This……
      Mesin bebek, mesin matic ditujukan utk komuter bukan utk digunakan performa tinggi, ini utk patent mesin trail kan bro ?
      Terus gunanya dummy connecting rod itu buat ngilangin inersia yg memudahkan kitiran rpm.

      One more, setau ane bebek matic yg mesinya halus itu dari honda, dan sejauh yg ane tau kenapa bisa halus, damping dan mounting mesin ke sasis, honda paling bagus sehingga lebih halus ke sasis. kalo saja motor yg bro sebut nmax, aerox atau motor yg geter punya damping dan mounting yg bagus pasti gak geter

      Guest
    • Semua matic kasar, ketika idling tetap saja getaran terasa, getaran baru tereduksi pada rpm tertentu, misal rpm sudah naik.
      Getaran matic banyak tereduksi karena mesinnya jadi 1 dgn cvt yang jauh lebih berat dari mesin bebek/sport. Gaya crank/piston mengguncang2 mesin jd lebih kecil.
      Gaya itu makin kecil krn engine langsung ke roda belakang, getaran ke aspal lewat roda. Sementara yang ke body lewat perantara engine mounting (ada karetnya) baru ke chassis. Bandingkan sama bebek/sport, getaran diterima chassis langsung.

      Getaran matic juga besar, kalau mau coba, standar tengah, terus rasakan getaran di lantai, bandingkan dengan sport atau bebek.

      Guest
    • Mesin bebek masih berasa lebih getar dibanding matic, kalau tidak di setang, ya body, atau footstep. Apalagi rpm tinggi. Sementara matic relatif lebih halus saat beroperasi.
      Tapi ada beberapa yg halus, seperti shogun fl, atau beberapa tipe sport macam byson.
      Kalau matic pk balancer akan lebih halus lagi,

      Guest
  11. Konsep nya mirip di mobil 3 silinder yg pake crankshaft “siluman” silinder ke 4. Itu kepunyaan suzuki ibaratnya mesin twin kan ya? Ditambah stang piston tambahan mungkin dengan harapan bisa meraih balance dari mesin twin dan torsi bawah melimpah

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.