TMCBLOG.com – Bro sekalian, Dapat Info bagus lagi dimana Pembalap Indonesia kembali menorehkan hasil positif di ajang balap Di Luar negeri. Pebalap Astra Honda Racing School (AHRS) kembali mengharumkan Bangsa Indonesia dan mengibarkan Bendera Merah Putih di Chang International Circuit, Buriram, Thailand. Herjun Atna Firdaus meraih podium kedua pada ajang Thailand Talent Cup (TTC) Seri ke-2 Race 2, Minggu (17/6/2018).

Herjun finish dengan catatan waktu total 18 menit 19,927 detik. Raihan itu hanya beda sangat tipis, yaitu 0,007 detik di belakang pebalap Thailand, Piyawat Patoomyos, pada balapan yang super ketat.

Pebalap yang baru menginjak usia 14 tahun itu mengawali balapan dari posisi ke-3. Di awal balapan, Herjun langsung memisahkan diri dari rombongan depan bersama satu pebalap Thailand dengan nomor motor 9.

Sepanjang balap yang berlangsung selama 10 putaran itu, mereka berdua bersaing sangat ketat. Namun sayang, di tikungan terakhir, Herjun kalah late brake dan harus rela menyerahkan podium tertinggi.

Usai balapan, Herjun mengaku kalau sejak awal dirinya berusaha membalap dengan lebih sabar. Hasilnya memang baik, mampu memisahkan diri dari rombongan. Dia pun menyatakan sangat menikmati pertarungan dengan pebalap Thailand untuk menjadi yang terbaik.

”Di tikungan terakhir posisi line dia lebih menguntungkan untuk melakukan braking lebih dekat. Saya berusaha akselerasi secepat mungkin tapi tetap belum mampu mengamankan posisi 1. Terima kasih atas dukungan PT. Astra Honda Motor. Semoga di seri berikutnya saya mampu meraih podium 1,” ujar Herjun.

Sementara itu, dua pebalap AHRS lainnya, Muhammad Hildan Kusuma dan Abdul Gofar sejak awal Race ke-2 ini terjebak dengan rombongan banyak pebalap. Mereka dan banyak pebalap lain saling berebut posisi. Ini yang membuat Hildan dan Gofar tertinggal dengan grup depan.

Hildan di lap akhir mampu maju hingga posisi 5. Gofar yang awalnya berada di posisi ke-4 turun ke posisi 8 karena manuver pebalap lain. Sayang sekali, pada akhir balapan, pengawas lomba memberi penalti 10 detik untuk Hildan karena alasan ”exoeed track limit”. Karena hukuman itu, posisi final Gofar jadi naik di posisi ke-7. Sedangkan Hildan harus turun peringkat ke posisi 14.

GM Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor, Agustinus Indraputra mengatakan perjuangan pebalap belia hasil binaan balap berjenjang yang dilakukan perusahaan ini menunjukkan peningkatan tajam dan patut diberi apresiasi. ”Kami bangga dengan pencapaian ini. Pengalaman para pebalap pada seri ke-2 Thailand Talent Cup ini diharapkan mampu memberikan pelajaran berharga untuk meraih hasil yang lebih baik lagi,” ujar Indraputra.

Dengan hasil itu, Herjun naik peringkat untuk mengisi posisi keempat dengan raihan 50 poin. Sementara Hildan masih mantap di posisi kedua dengan total poin sementara 56. Sedangkan Gofar ada di posisi keenam klasemen dengan 44 poin.

Hingga saat ini, TTC 2018 Sudah melakukan dua seri dan masih menyisakan lima putaran (seri) hingga akhir tahun. Putaran berikutnya akan dihelat pada 12-15 Juli 2018. Peluang para pebalap Indonesia siswa AHRS menjadi kampiun masih sangat terbuka. setelah juga positif di seri pertama yang lalu

Based on AHM Info

13 COMMENTS

  1. Bibit unggul baru,Herjunot Ali eh herjun atnan harus lebih bisa late braking lagi,minta ajarin Andi Gilang tuh yg dulu di atc jagonya Late brake

    Guest
  2. Widiihhh.. ..mantap .. ..terus berprestasi, .. .. terus bermunculan ex alun alun .. .. ..

    Ruaarrr biasaaa gak ada Anissa nyeee

    Guest
  3. Widiihhh.. ..mantap .. ..terus berprestasi, .. .. terus bermunculan ex alun alun .. .. ..

    Ruaarrr biasaaa gak ada abiss nyeee

    Guest
  4. seneng rasanya wak, banyak lah bibit kalo Indonesia mau ke gp.

    emang bagusnya gitu, jadi cetak terus talenta muda, kalo bisa stay di motor non mass pro ya

    Guest
  5. AP HondaThailand aja bisa ngeborong puluhan Honda Nsf 100 dan 250 buat kompetisi rider usia dini kenapa AHM Indonesia yg lebih “keras daganganya” gak melakukan hal yg sama

    Guest
  6. AHM buat borong nsf sangat mudah.. .. tapi secara perhitungan rugi.. lagi pula AHM udah beli nsf rasanya untuk latihan anak didiknya.. ..

    Kenapa rugi ??

    1) Sentul tidak cukup kompetitif dari infrastruktur
    2) tercipta gimmick-gimmick OMR
    3) Juara OMR Sentul dengan nsf ?? gak ada pride
    4) lawan tidak bervariasi antar negara
    5) Sentul kurang perawatan jika AHM buat OMR disentul maka otomatis AHM yg rawat, pemilik nya Hitung duit sewa
    6) secara hitungan lebih murah kirim Pembalap ke ajang tetangga dan jika menang lebih ada pride , juara di Asia,lawan Pembalap Asia .. menjadi barometer tertentu.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.