TMCBLOG.com – Bro sekalian, Selesai Bicara soal Ducati dan Jorge Lorenzo, Gigi Dall Igna Juga bicara soal Andrea Dovizioso dan Juga pembalap masa depan Ducati Peco bagnaia . . Berikut adalah Yang disampaikan Oleh Gigi kepada manuel Pecino

Tanya : Bagaimana Kabar Dovizioso? Posisi Andrea seperti telah berubah dari awalnya tersorot menjadi kembali ke posisi bayang bayang, Bagaimana pendapatnya ?

Gigi : ” Jujur, saya melihatnya sangat sangat baik. Dovi telah sangat kompetitif di kebanyakan race. Ia menang di Race perdana dan Finish posisi kedua di Mugello . . . Ya benar ia Crash dua kali, satu di Le Mans ketika ia sedang memimpin race dan juga di Barcelona ketika sedang adalam Posisi ke tiga “

Tanya : Apakah anda Khawatir bahwa kepercayaan dirinya akan terganggu oleh Crash crash ini ?

Gigi : ” Saya rasa tidak, Ia mengerti kenapa ia melakukan kesalahan ini dimana itu adalah yang terpenting “

Tanya : Di Barcelona, Dovizioso bersikeras bahwa karakter ban telah berbeda dibandingkan tahun lalu. Itulah latar belakang dari kesalahan yang ia buat, ia berusaha berkendara seperti tahun lalu dimana menurut pendapatnya tidak mungkin dilakukan dengan ban tahun ini. Menurut pendapat anda ? ”

Gigi : ” Jujur, Menurut saya Ban Belakang tidak sama dengan ban belakang tahun lalu, walaupun begitu, seperti juga yang anda katakan, di atas kertas mereka sama. Perasaan saya sesuatu telah berubah, saya bicara soal perubahan kecil, bukan perubahan besar “

Tanya : Anda memiliki data mengenai hal ini, atau hanya feeling dari pembalap ?

Gigi : ” Kita bisa melihatnya dari data yang kami miliki, Ada juga feeling, Namun juga angka angka sebagai pendukungnya. “

. . . . Hal terpenting di Motor adalah ban

Tanya : Sebagai teknisi, Anda bekerja dengan elektronik, Anda dapat bereksperimen dengan wind tunnel, anda bisa melakukan apa saja, namun akhirnnya itu semua berantung pada dua donat karet yang jadi ban di motor . . Bagaimana fustasinya hal tersebut bagi anda ?

Gigi : ” Jadi Gini, Saya telah melakukan hal ini semenjak 1992 dan itu lama banget, pada dasarnya semenjak awal banget. Saya akhirnnya mengerti bahwa Hal terpenting di Motor adalah ban, jadi hal ini bukanlah sesuatu yang baru. Tinggal pilih mau pake atau nggak ikut bermain, apa yang bisa dilakukan adalah mengerti ban dan mengadaptasikan Motor dengan ban “

Tanya : Jadi pada saat mendesain Motor, titik awalnya adalah Ban ?

Gigi : ” Selalu “

tanya : Apakah isu isu belakangan ini ( dengan Michelin ) sama dengan bridgestone ?

Gigi : ” Tidak, situasi di akhir era bridgestone lebih stabil, Namun saya berharap di satu saat kita akan memperoleh kestabilan dengan Michelin. Ketika kita start dengan sesuatu yang baru, seperti kasus Michelin, Kita harus mencari tahu kompromi terbaik. Saya rasa mulai saat ini, situasi akan lebih stabil “

tentang Masa depan Ducati

Tanya : Mari bicara soal Masa depan, mulai dari 2019 : Honda dengan Marc, Lorenzo dan Crutchclow. Yamaha memiliki Rossi, Vinales dan Mungkin Pedrosa. Ducati memiliki Dovizioso dan pembalap ini adalah pembalap pembalap Juara. Apakah bagi anda hal ini terlihat exciting ?

Gigi : ” Di atas kertas, Lorenzo dan Dovi terlihat lebih penting bagi team dibandingkan Dovi dan petrucci. Namun di hidup saya , saya selalu berusaha yang terbaik dengan apa yang kami punya. Tidak akan berubah musim mendatang bagi kami. Seperti yang telah diperlihatkan tahun lalu, Dovizioso adalah pembalap yang punya kans memenangkan MotoGP 2017 dan saya pun cukup percaya Petrucci adalah pembalap yang bagus. Apakah ada orang yang memperediksi Dovizioso segitu bagus di awal tahun 2017? Menurut saya kami akan kompetitif, Kami bisa bertarung dan ini adalah yang paling penting “

Bagaimana mengenai Miller dan bagnaia? Kamu mempercayai mereka ?

Gigi : ” saya Bukan hanya percaya pada mereka, namun menurut saya mereka akan jadi masa depan buat Ducati “

Sobat mungkin bisa membedakan antara jawaban Gigi Dall Igna dengan misalnya Paolo Ciabatti yang super panjang lebar . . jawaban jawaban Gigi ini biasa pendek, simpel dan etrkesan tidka memuaskan ya? namun ia adlah seorang teknis tulen dan Mungkin backgroundnya ini yang menyebabkannnya selalu menjawab yang penting penting saja dalam interview

Manuel Pecino

39 COMMENTS

    • Oooo . . ini dia udah mulai mulai ya . . bertamu mulai yampah di rumah yang ditamuin
      baiklahhhh hehehe
      😉

      Administrator
    • Mambu bawang#sok bocor#
      Sekarang udh prosessor corei7 generasi 9,,itu otak kok masih pentium II
      😁😁😁😂😂😂

      Guest
    • @Prompt saya browsing tadi belum nemu core i generasi 9, kayaknya belum launching deh itu prosesor.
      Hmmm…. Ryzen effect

      Guest
    • Robin#
      Hehehe…sampai dibrowsing krn penasaran…td ngetik 8 kepencet 9 saking jengkel lihat kolom komen,,,piiiiss xixixi

      Guest
  1. saya fokusnya komentar Gigi ” situasi di akhir era bridgestone lebih stabil, Namun saya berharap di satu saat kita akan memperoleh kestabilan dengan Michelin. Ketika kita start dengan sesuatu yang baru, seperti kasus Michelin, Kita harus mencari tahu kompromi terbaik. Saya rasa mulai saat ini, situasi akan lebih stabil.”

    kelihatannya Ducati lebih stabil pake Birdgestone terlebih di era stoner

    Guest
    • Ban Bridgestone,michelin,dunlop,irc,swallow, dll. Itu tetep dipasang di mio tetep geol-geol soalnya pelg / as roda nya mio jelek Ngah! Ngah! Ngah!

      Guest
    • 2007 kebetulan ban bs kebih baik dari ban mc dan ban dn, itu juga yg bikin rossi mencak2 minta ganti ban saat itu. sekarang ban sudah seragam, jadi kompetisinya adalah bikin motor yg paling ideal untuk karakter ban itu.
      Ane punya dugaan dorna akan ganti peyedia ban jika suatu saat tiap pabrikan udah bisa adaptasi dengan ban saat ini, ini seperti mereset level kompetisi supaya ga ada yg terlalu dominan dan bikin bosen penonton

      Guest
    • lah kalau tiap pabrikan sudah beradaptasi dengan ban saat ini bagus dong, karena gak ada pabrikan yang terlalu dominan. ngapain diganti supplier bannya?

      Guest
    • @profit
      Karena dengan karakter ban yg belum dikenal, pabrikan yg dominan akan direset pengembangan motornya, misal pabrikan yang dulu untung dengan karakter ban depan yg gripnya relatif bagus, sekarang harus adaptasi dengan yg ban belakangnya relatif punya grip yg bagus. Dulu terkenal paling efisien penggunaan ban, sekarang sebaliknya

      Guest
    • @var
      Yang digaris bawahi si @profit kan kalau semua sama kompetitif dalam hal ban, kenapa ban harus diganti lagi, kan penentu kemenangan bukan di ban lagi, tapi ada di faktor lain

      Guest
  2. Italiano… mama mio lezattoo…
    pantesan markes hampir selalu prioritas testing ban bkn time attack atau breaking the record, eh bahas dovi ya ?

    Guest
    • Ada yg bikin heran..di assen..bahkan HARD pun terasa Soft. Sehingga MM93 lebih memakai SOFT disaat yg lain pilih HARD…
      Dan sebaliknya di race sebelumnya..

      Guest
  3. open brand lagi kayak dulu,mxgp aja masih open brand ban walaupun mayoritas dikuasai Pirelli dibanding Dunlop
    tapi mxgp keknya emang ga neko neko,yg penting ban tahu nya bisa ngebajak tanah ya bejek aja gasnya

    Guest
    • Kelenturan juga ada pengaruh, selain bentuk tahu yg memang wajib buat garuk tanah. Kalau masalah grip ga diperhitungkan kayaknya,
      serius nanya nih, di mxgp ada pilihan ban hard, medium, soft juga gak?😹😹😹

      Guest
    • @Var kalau ga salah di MX yg diutamain itu model atau pola tahu nya itu menyesuaikan dengan kontur tanah. Jadi saat tanah kering cocok nya pake apa saat tanah lembek cocok nya pola apa tanah berpasir cocok nya pola apa. CMIIW

      Guest
  4. Nahh.. ini dulu yg jadi polemik rossi vs lorenzo mngenai adanya tembok pembatas(pitwall) di musim 2008-09′. pdahal bukan mksud hati rossi alergi dgn teammate barunya. mlainkan ide furusawa(director teknik YFR) yg mmutuskan buat tembok pmbatas biar data ga ketukar, karna dua pbalap pke ban berbeda. rossi(BS) dan lorenzo(MC). rossi mulai bereksperimen dgn ban baru yg mnurut furusawa mngganti merek berarti jg mngganti set up dan teknis motor hmpir scra keseluruhan. dan kyaknya furusawa ini sma pmikiran ama gigi yah.. hhehe

    Guest
    • emang data bisa kecampur lewat udara,kalo udah dalam komputer masing masing ya udah aman,ga ada hubungannya dgn sekat ikan cupang 😂😂😂

      Guest
    • Kayaknya lebih ke Rossiii deh, tidak mau di contek, karena setiap yang dilakukan loren selalu dibilang plagiat.

      Guest
    • @KRS
      Kan yg bilang furusawa bro.. mntan technical directornya YFR. klo sy mne ketehe urusan bgituan. kcuali mungkin situ yg prnah jabat technical director wkwkwk#peace

      Guest
    • Tapi semenjak ban one make tyre dan sama-sama pakai BS itu dinding masih ada, malah terkesan 48 dan 46 beda tim. Alasan sebenarnya Rossi takut kesaingan Lorenzo

      Guest
  5. Di Tavullia, kampung halaman Valentino Rossi, ada satu ritual yang selalu dilakukan ketika The Doctor menang.

    Ritual itu adalah lonceng gereja dibunyikan oleh pastur kota tersebut, Don Cesare Stefani.

    Sayangnya, Don Cesare Stefani meninggal di usianya ke-96.

    Pastur yang merupakan penggemar berat Rossi ini sudah tak lagi membunyikan lonceng gereja untuk menyambut kemenangan Rossi.

    Pantesan Rossi gak juara lagi…

    Guest
    • Yups saya tau mengenai kebiasaan Pastur itu (sempat saya sebutkan pada kolom komen salah satu artikel di blog ini selepas race Assen), cuma baru tau kalau Beliau ternyata sudah meninggal.
      Tapi asal tau aja, si kakek legend ini (klo berdasarkan statistik) dia seringkali menang di Assen di tahun Ganjil di era 4 tak (kecuali di 2011 karena dia naik Ducati saat itu).
      Jadi Tahun depan masih ada kesempatan besar si kakek legend untuk menang lagi di Assen

      Guest
  6. di Ducati ini lebih banyak yg bicara ke publik ya (Gigi, Domenicalli, Ciabatti).. di banding pabrikan lain, Di Yamaha paling Lin Jarvis, sesekali Meregalli. Di HRC, Puig malah jarang, dulu zaman Nakamoto juga palingan dia aja. Suzuki paling Brivio… IMHO, klo bnyak yg bicara, maka akan lebih bnyak yg di ketahui publik, baik itu rencana mau pun yg sedang terjadi saat ini, bahkan hal yg baru di dalam pikiran pun bisa ikut keluar.
    Ucapan Domenicali di Le Mans ga seharusnya di umbar ke publik, lihat Vinales di Yamaha yg jauh di cibiran bos di media… dan karena ucapan itulah Lorenzo bergegas cari Tim Baru di saat masih banyak kemungkinan (Suzuki, Petronas,HRC)

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.