TMCBlog.com – Viar Motor Indonesia sebetulnya sudah lama memperkenalkan motor listrik dengan tipe trail yang mereka beri nama E Cross, dengan dua spesifikasi diberi nama E Cross Lite dan E Cross Advance.

Dan pada pameran otomotif terbesar di Indonesia Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 (GIIAS 2018), Viar Motor memamerkan kendaraan listrik yang seperti sepeda MTB tersebut untuk tipe tertingginya yakni E Cross Advance. EV yang satu ini bikin salah fokus orang ramai karena tergolong ke motor listrik atau sepeda listrik yah? Simak ulasannya yuk sob..

 

Memang agak bingung sih mau nyebutnya, ini motor atau sepeda, karena dimensinya kecil banget seperti sepeda namun nihil keberadaan pedal sehingga membuatnya seperti sebuah motor, mending kita sebut EV (Electic Vehicle) trail aja deh. Sayangnya tidak ada sesi test ride untuk E Cross Advance ini di GIIAS, jadi TMCBlog hanya bisa melakukan cek fisik dan review ergonomi dalam keadaan statis saja nih sob.

EV trail dari Viar ini secara fisik sangat mirip sekali dengan Sur-Ron MX Electric yang telah lebih dulu beredar di daratan Amerika utara dan juga Australia. Ditenagai oleh motor listrik yang sumber tenaganya memakai Baterai Lithium dengan kapasitas output 60V/32AH. Waktu pengisian daya sekitar 3 jam untuk varian Advance sedangkan varian Lite sekitar 6 jam dan sanggup menempuh perjalanan hingga 100Km. Bobot kering 50 kg [pasti kering wong gak ada oli sama BBM-nya] dengan perpaduan dimensi panjang 1870 mm, lebar 780mm dan tinggi 1040mm dengan ukuran jarak sumbu roda 1260mm didukung jarak celah ke tanah (ground clereance) yang tinggi yaitu sebesar 270mm menggunakan sasis Pressed Alluminium Alloy frame.

Impresi fisik di body menarik seperti sepeda Downhill MTB dengan sasis utama dan sub-frame memakai full aluminium, termasuk juga bagian swing arm sehingga membuat Viar E-Cross Advance ini hanya 50 kilogram doang sob, enteng pisan!!!

Menegok ke bagian kaki-kakinya, roda depan dan belakang menerapkan ukuran yang sama yaitu: 70/100-19 dengan size velg atau rim yang juga terbuat dari aluminium 1.40×19 depan dan belakang .. Sedangkan urusan suspensi sudah mirip dengan sepeda Downhill spek profesional nih Sob. Front fork bertipe upside down merk FastAce yang bisa disetel rebound,compression dan pre-loadnya dengan diameter tube cukup besar.

Dan pada bagian buritan dikawal Monoshock dengan merk yang sama bertipe Coil gas suspension, dijamin bikin anteng ketika melibas medan terjal berbatu.

Sedangkan impresi berkendara statisnya sangat sangat mirip dengan sepeda MTB Bro. Asli, identik banget, bedanya ya cuma lebih berat dibandingkan dengan sepeda gowes dan juga tidak ada pedal. Sisanya persis, mulai dari lebar handlebar, posisi dan jarak duduk dengan handlebar. Bahkan sampai pada handgrip dan pegangan tangan dan jari ke tuas rem pun persis sama dengan sepeda MTB. Jarak jok ke tanah sih sekitar 800 mm lebih, namun suspensinya akan ‘ambles’ ketika diduduki.

Sayang sekali TMCBlog tidak bisa me-review performanya karena tidak ada unit untuk test rider selama pameran berlangsung. Mau tau harganya? Akan dijual di angka 50 jutaan Rupiah nih sob. Mahal? Wajar sih kalau menurut TMCBlog mengingat teknologi baterry Lithium dan juga konstruksi rangka dan swing arm dari aluminium grade terbaik secara keseluruhan.

Lalu yang menurut TMCBlog menyumbang kekurangan pada EV dari Viar Indonesia ini adalah adanya sptbor depan dan juga plate number yang menyerupai motocross, karena akan lebih indah ketika dua item tersebut ditiadakan sehingga akan mirip kepada sepeda MTB. IMHO

Meski mahal harga per unitnya, ternyata saat gelaran GIIAS 2018 lalu sudah laku sekitar 4 unit langsung kepada salah satu perusahaan korporasi Tv Media dan Theme Park terbesar di Indonesia. . . Selamat merayakan hari kemerdekaan NKRI sob !

Nugi TMCBlog

15 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.