TMCBLOG.com – Bro sekalian, Kawasaki secara Global sudah mengumumkan varian superbike mereka yang etrdiri dari Kawasaki ZX-10R, Kawasaki ZX-10R SE dan Spesial Homologasi WorldSBK ZX-10RR untuk MY 2019 nanti ..  Nahhh Yang menarik, Untuk varian basenya sendiri Yakni Kawasaki ZX-10R power dan torsi Maksimum Naik dibandingkan Versi Model year 2018 sob . . wah resepnya apa tuh ?

Yap Untuk Versi Model year 2018 Power maksimum On Crank dari kawasaki ZX-10R adalah  147,1kw(200PS)/13.000rpm dengan Torsi Maksimum 113,5Nm/11.500rpm . ..

Nah untuk kawasaki ZX-10R MY 2018 Power maksimum 149,3kw(203PS) diperoleh pada Kitiran mesin 13.500rpm yang artinya 500 rpm lebih tinggi dengan torsi maksimum 114,9Nm @ 11.200rpm . . .

Sobat bisa lihat bahwa Kawasaki mencoba membuat ZX-10R base model Meraung 500 rpm lebih tinggi . . ini jelas nggak sembarangan, butuh material yang kuat dan tentunya sistem Valvetrain ( per-kelp-an) yang lebih ringan  . . . dan ternyata memang itu Resepnya sob . . btw, Kawasaki ZX10R MY 2018 memiliki sistem Valvetrain sebagai berikut sob  . .

Yap dari Diagram part cataloque ZX-10R MY 2018 di atas diketahui bahwa  ;

  • 12005 : Valve / Klep
  • 16007 : Seat Spring
  • 49078 : Spring/ Per klep
  • 12009 : Reatainer Valve
  • 92180 : shim
  • 12032 : tapped

Nah Di Sistem Klep Kawasaki ZX-10R 2018 di atas, Profil camshaft ( lobe kem) langsung ‘ketemu’ sama yang namanya Tapped sedangkan Untuk kawasaki ZX-10R Profil kem tidak lagi ketemu tapped karena tappednya sendiri sudah dibuang jauuuuhhhhh . . . melainkan dihubungkan melalui sebuah finger follower/ rocker arm  . . seperti Gambar berikut

Nahh, menurut klaim kawasaki Penggunaan Finger follower seperti di atas dapat menekan bobot sistem valvetrain menjadi 20% lebih ringan. Dan pengurangan bobot 20% ini lah yang memungkinkan mesin dikail teriak lebih tinggi lagi sekitar penambahan 500 rpm dan memperbolehkan kawasaki memberikan profil kem yang lebih agresif . . .  hasil akhirnnya adalah power maksimum ZX-10R MY 2019 naik 3 hp dibanding ZX-10R MY 2018 . . wow, DOHC pake Roller Rocker arm nih bro . . Varian lain Yang telah mengadopsi ini adalah Suzuki GSX-R1000 yang baru dan Juga BMW S1000RR mulai dari MY2010  . . Ini sekali lagi membuktikan bahwa dohc kencang bukan hanya dominasi sistem tapped, Pake finger follower/ rocker arm pun bisa kencang asal ditunjang mekanika yang detail dan terukur ..

Taufik of BuitenZorg

PS :

Selain ZX10R kawasaki Juga mengumumkan varian ZX-10R SE :

dan Juga ZX-10RR Homologasi WSBK 500 unit ;

 

35 COMMENTS

  1. biar bagaimanapun mesin jepang masih punya cara untuk menandingi mesin eropa khususnya ducati yg pakai desmodromic
    dan sekali lagi kualitas dan perhitungan partnya benar2 harus presisi

    Guest
  2. keren..
    di motor kecil udah dipakai cbr duluan, cuma di honda ada bearingnya..
    penggunaan sistem rocker arm di dohc memang memungkinkan motor punya keunggulan sohc dan dohc disaat bersamaan..
    akselnya dapet, power pun dapet..

    Guest
    • bener cbr150r k45g juga menggunakan finger follower tapi masih menggunakan roller. kalau di superbike bisa tanpa roller karena menggunakan DLC coating.

      Guest
    • Tapi sayangnya k45g nggak unggul dari DOHC (gsx) maupun SOHC(R15), lalu mana yang disebut punya keunggulan dari keduanya ?

      Guest
  3. padahal dari segi fisika mekanika
    rocker-arm lebih loss power drpd shim/tapped
    karena lebih banyak parts yg bergerak, alias noken ga langsung nyentuh klep :mrgreen:

    Guest
  4. tambahan wak, R1 MY 2015 juga menggunakan finger follower. kalau RSV4 masih menggunakan tappet, sedangkan Panigale V4 sudah pasti menggunakan Desmodromic Valvetrain. fungsi finger follower sendiri adalah untuk menambah lift dari noken as, jadi misalnya lift 5 mm, tebal finger follower 2 mm, total liftnya 7 mm. jadi tidak perlu profil noken as yang terlalu extreme untuk mendapatkan performa tinggi.

    Guest
  5. Segitu digdayanya kawasaki masa mau balap di bumi terus..ayolah masuk lg dihabitat balap di kahyangan, racikan mesin bakarnya udah ok

    Guest
  6. Wak taufiq mau tya apakah sistem valve train nya hmpir mirip2 New Cbr150? Kan cbr/cb 150 jg rangkaian klepnya pakai roler rocker arm. Thx wak infonya

    Guest
    • CB pake roller bro, kalo yg ini kawasaki tanpa roller, disebut finger follower, kalo pake roller tujuannya biar irit bbm lah intinya, kalo yg ini tujuannya supaya bisa pake profil kem yg lebih agresif, sudah diterapkan pertama kali oleh BMW S1KRR, kemudian Yamaha dg New R1, lalu Suzuki New Gixxer 1000 CMIIW

      Guest
  7. Nah loh, gsxr1000r, s1krr, zx10 msing2 mjd superbike yg terkencang saat ini lohh, gsxr1krr delivery power low-high merata, bahkan melebihi catatan aksel s1krr atas data review mcn, s1krr dgn napas kitiran rpmnya yg tinggi, zx10 dgn top end nya yg gila gilaan diluar

    Guest
  8. Apakah ini solusi terhadap performa stop n go (Sykes) thn ini krn limiter di WSBK atau sekedar upgrade teknologi scr periodik utk kepentingan eksistensi di pasar?

    Btw, agak OOT, klo si Panigale V4 utk thn dpn, apakah langsung kena limiter jg (krn tim tetap) atau msh ada toleransi krn dianggap motor baru?

    Guest
  9. itu finger follower bukan pake roller Om opik, kalo DOHC yg pake roller rocker arm ya mesin overstroke DOHC CB 150 series

    Guest
  10. duh super sprot macem ini tak cocok lah sama berbi
    berbi dikasi ninja 1000 aja udah seneng banget..
    sayang di indonesia tercintah ga dipasarin ninja 1000
    nyang dipasarin cuma super semprot zx 10r
    #kayakbakalbeli

    Guest
  11. R1 sudah lama pakai, KTM di mocilnya juga sudah pakai tuh.. cbr250r juga sudah pakai sejak awal keluar, bahkan bisa dibilang lebih oke karena sudah pakai roller dan cukup 1profil cam lobe untuk 2 klep /silinder. bedanya kalau R1 dan KTM sudah pakai DLC.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.