TMCBLOG.com – WorldSBK sejatinya merupakan kejuaraan tertinggi balap Road race yang menampilkan Motor Produksi Massal tercanggih di muka Bumi. Namun sepertinya Image WorldSBK atau WSBK kini Kian meredup. Padahal Mungkin race nya sendiri boleh dibilang seru, Dorna sendiri sudah melakukan berbagai macam perubahan agar terjadi dinamika di Grid dengan cara merotasi posisi start sampai regulasi mengenao pembatasan RPM mesin Buat Team yang superior . . Namun Nyatanya memang Kombinasi Jonathan Rea dan kawasaki ZX-10RR Mungkin sudah seperti marc Marquez dengan Honda RC213V saat memenangkan 1 Kali race seri secara berturut turut ditahun tahun lalu . ..  Best rider di best Bike . ..  alhasil, Podium jadi terlihat 4L alias Loe Lagi Loe Lagi . . . Namun apakah benar turunnya Image WorldSBK karena 4L tersebut karena fenomena 4L ini . . .?

WorldSBK Sporting director Gregorio Lavilla merespon apa yang ditanyakan Oleh Eurosport mengenai apakah WorldSBK akan melakukan sesuatu hal yang baru lagi di masa depan untuk merespon turunnya Image Kejuaraan ini. Lavilla menjawab bahwa pertanyaan Eurosport tersebut menarik karena di Liga Lain ( sepertinya lavilla menunjuk MotoGP ) jika ada pembalap terbaik maka semua orang sangat memberi perhatiannya ke pembalap tersebut. Lavilla menunjukan bahwa di WorldSBK hal tersebut tidak terjadi walau memiliki pembalap terbaik dikarenakan Pembalap terbaik di WorldSBK bukan pembalap yang kharismatik.

Mengenai apa yang dikatakan Oleh Lavilla ini akhirnnya Via GPone Jonathan Rea memberikan Respon. Menurut Rea ia seharusnya tidak disalahkan atas apa situasi yang terjadi pada worldSBK ( turunya Image ). Rea merasa agak nggak nyaman personalitasnya diserang.

Menurut Rea ada yang tidak berjalan baik Di WorldSBK, dan tidak seharusnya WSBK menyalahkan aktor dalam Hal ini Pembalap. Yang harus dievaluasi adalah yang mengatur kejuaraan ini. Rea mengaku hanya bisa menjadi Pembalap yang profesional . .. Rea berkomentar . . ” Ini adalah World Superbike, saya di sini untuk menang, Bukan untuk mencari teman atau mempengaruhi orang lain . . Tugas saya adalah untuk menang “

Bagaimana Menurutmu sob ?

Taufik of BuitenZorg

91 COMMENTS

  1. saya rasa rea kurang memberi tontonan buat penonton wsbk. seperti apa yg dilakukan Rossi saat dimotogp,yg bisa menaikkan pamor motogp.saat kapanpun disorot kamera memberikan tingkah yg nyeleneh, saat merasa kuat dilintasan sengaja memberi hiburan saling salip sebelum bbrp lap akhir melaju,saat menang slalu ada selebrasi unik,saat kalahpun masih bisa senyum”.Mungkin beda dengan rea yang terlalu kalem.

    Guest
    • Wsbk ga konsisten ditayangin di TV nasional indonesia…

      MotoGP juga dulu pernah berjuang bersama tv7 dimana pasti diawal2 penayangannya penonton engga langsung kepincut semua.

      Tapi Wsbk/tv nasional kita ga mau melakukan start perjuangan.

      Guest
    • Bukan salah Rea lah.. doi atlet bukan badut. Salahin kaoskaki yg ga mau bikin live wsbk di trans7 wakakakaka.

      Guest
    • WSBK kurang pamor bukan hanya krn pembalapnya, tapi emang motor2 wsbk bukanlah motor terkencang. Tambah lagi, ga semua pabrikan jor2an di wsbk, jadi persaingan tidak terlalu ketat. Ibaratnya sepakbola, wsbk adalah liga kasta kedua (liga europa alias bukan champions league). Sehebatnya dorna bikin drama, atau ada pembalap yg sangat2 menghibur/ jago, tetap aja belum diakui.

      Guest
    • Menurut opini Pengelola pasti begitu, karena memang rata2 pembalap gak pinter jual diri dlm konteks positif. Para pembalap tanah air contohnya, kurang banyak kenal temen temen media dan ekosistem media digital, baik media otomotif ataupun Blogger, vlogger, selebgram. Menurut sy kenal dgn media memang diperlukan utk mendongkrak popularitas. Gimana mau rame klo gak dikenal orang.

      Guest
    • sy setuju komen diatas. Tayangnya motogp ditv lokal juga berpengaruh. jgn anggap remeh netizen yang berselancar di dunia digital ,aplgi google. ini akan menjadi seo bagus disaat orang menggunakan search engine ttg balap. padahal wsbk dulu sempat mulai tenar saat motogp tenar. Memang berharap ada sponsor utk ditayangin ditv lokal”.

      Guest
    • Pembalap ya buat bakapan, gk bisa di salahin karena kepribadian nya abcd(kecuali bad atitude) pembalap gk di latih buat punya kharismatik kaya artis. Tugas dia ya balapan dan menang. Rea gk bisa di salahin karena dia kurang kharismatik kaya rosi dan marquez, ya kepribadian nya memang begitu mau gimana? Harus nya penyelenggara punya terobosan sendiri buat naikin pamor wsbk, jangan cuma ngandelin pamor pembalap aja

      Guest
  2. Setuju dengan pendapat Rea.
    Tak setuju dengan pendapat Lavilla,..
    kecuali Lavilla dulu pernah bekas direktor
    “Sinetron Anak Jalanan” atau “Warkop”.
    Hehehe.. XD

    Guest
  3. mgkn krn rider wsbk lbh berumur, sehingga lbh dewasa… selebrasi setelah menang jg tidak gt heboh… 3x ke wsbk sepang, rider yg pandai buat sensasi cm jordi torres saja… sisanya kalem2 saja… jd acara meet rider n lainnya terasa monoton aja…

    Guest
    • gak nyambung, malah justru kalau mikir duit duit duit, dorna bakal mikir gimana caranya wsbk juga rame
      dan sudah sewajarnya kalau pengusaha itu mikir gimana cara bikin duit

      Guest
  4. gimana mau populer tayang di tv indonesia aja tidak padahal balap motor yg paling suka orang indonesia orang barat sukanya nonton f1

    Guest
    • Postur Galang kayaknya kurang mendukung buat balap 600cc massal apalagi 1000cc, kalau Gerry Salim sangat mendukung bahkan di ARRC sempat tarung di front row sayangnya malah dia diturunin ke 250cc. Kalau Galang, sorry to say selain secara postur juga attitude dia yang supet parah. Alternatif buat Galang ya stay di kelas kecil, kecuali punya attitude bagus dan skill alien kayak Pedrosa. Pedrosa aja di MotoGP yang motornya lebih kecil dari 600cc dan bisa di set up 100% sesuai kemauan pembalap kesulitan buat jurdun kan. Di era 90an kebawah mungkin postur 1 setengah meter lebih dikit bagus karena motor dulu kecil2, tapi sekarang ini trennya postur 170 keatas. Kecuali alien (Pedrosa, Marquez, Stoner, Biaggi)

      Guest
    • Pabrikan besar lainnya juga harusnya nayangin ya. meskipun g juara. yamaha saja tetap setia nayangin meski bbrp tahun trakhir gak juara.

      Guest
  5. mungkin KMI mau sponsorin wsbk supaya bisa tayang di tv nasional atau dorna kasih hak siar sementara dulu di sini sampai populer

    Guest
    • KMI fokus sponsorin Amar Zoni dkk bro, karena sasaran konsumen mereka adalah pihak alay. Dan itu berhasil, sekarang banyak bocah bau kencur masih belum bisa pake celana selain abu2 bawa Ninja 250 maupun KLX

      Guest
    • Kawasaki pelit, gimana jualan mau laku. Harga overprice ,keluarin budget buat iklan setengah hati. Ngakunya premium motor sport tapi kok gak ada Team Moto GP nya yak.

      Guest
    • Premium itu kan cuma alasan mereka aja, aslinya takut saingan sama Honda dan Yamaha, makanya cari pasar sendiri dan cenderung nyeleneh, yang penting laku walaupun dikit. Disinggung kenapa gak mau turun di pasar mainstream kayak bebek/matic atau sport 150cc, alasan mereja karena mereka cuma jualan di segmen premium, aslinya cuma takut aja. W175 aja mesin kelas CB125 70an bisa-bisanya dijual seharga sport 150cc, kalau Honda ikut main disana pakai basis verza ataupun Yamaha pakai Byson atau Suzuki lahirin lagi mesin Thunder 250 di segmeb klasik Kawasaki bakalan 0 penjualan di segmen ini.

      Guest
  6. Ya gak bakal populer kalo gak ada yg bikin drama, kalo ada drama kan banyak yg berminat, mulai dari media yg dapet banyak bahan berita heboh, orang yg doyan perang di sosmed, dll.

    Dari dulu orang selalu tertarik dengan drama 😹😹😹 buktinya sinetron yg gak mendidik malah laris

    Guest
  7. Comment:Sarannya cuma 2, pertama regulasi dirubah terus menerus sampai menemukan formula yg dirasa paling pas agar peta kekuatan team berimbang sebagaimana Moto GP. Kedua hak siar diberbagai negara dipermudah dan dipermurah (*termasuk Indonesia#hehe)agar promosi gelaran WSBK bisa terus berlangsung dan berkesinambungan.

    Guest
    • Bener, salah satu sebabnya adalah MotoGP punya penonton di Indonesia yang notabene sumbang angka penggemar. Kalau WSBK juga disiarin di Indonesia, bukan tidak mungkin WSBK penggemarnya naik walaupun sedikit. Apalagi nama2 motornya mirip produk massal disini, pasti yang awam pada penasaran kayak “eh ada kakaknya R15, eh ada Ninja versi 1000cc, eh ada Ducati juga ternyata”. Dan endingnya penonton bertambah.

      Guest
    • ngelawak kau cong wkwkwk
      yg muda di suru pindah ke wsbk ???
      mendingan suru tuh engkong lu pindah ke wsbk buat jualan tshirt ama topi ama nyari “tantangan” dan bantu ngiklanin wsbk,
      kan udah legend people champion tuh dan lebih besar dr motogp itu sendiri,
      jadi buat apa ngeyel di motogp jadi mainan bocah mulu
      wkwkwk

      Guest
  8. Saya sbg rakyat biasa yg hanya bisa menonton dr televisi gratis menyayangkan wsbk tdk disiarkan lagi di tv nasional yg umum di tonton masyarakat..dulu wsbk dan f1 saya bisa nonton gratis..skrg sdh g nonton lagi..akhirnya hilang dr perbincangan di warung kopi…

    Guest
  9. dulu motogp aja pernah sepi ketika casey stoner digdaya dengan ducatinya tanpa perlawanan. lalu jaman jorge lorenzo juara dunia juga sepi. itu karena mereka tipe pembalap lurus tanpa drama.

    mulai rame lagi setelah muncul marc marquez dengan segala dramanya vs rossi

    Guest
  10. kayaknya sih banyak faktor deh wak, cuman pebalap emang salah satunya. dari sisi pabrikan juara (dalam hal ini kawasaki) juga kayaknya kurang memaksimalkan momentum juara wsbk mereka sendiri selama 3-4 tahun ini. iya gak sih?

    Guest
  11. Setuju dengan Rea. Tugas pebalap adalah untuk menang.

    Masalah sbk kalah pamor itu karena memang kastanya dibawah moto gp. Sehingga pebalap yg menang di sbk,saat di moto gp tak akan bisa bicara banyak. Dan ini sudah banyak contohnya. Coba saja moto gp dihilangkan,pasti sbk akan populer.

    Guest
  12. mari bermain logika…
    Rea juara WSBK 4 kali diatas Kawasaki

    apakah performa motor secara umum (yang dijual massal) pabrikan Kawasaki lebih unggul dari Ducati Honda Yamaha BMW ??

    atau memang Rea yang jago bawa motornye??

    Guest
  13. Sbk kurang pamor bukan krn ga ada badut penggembira spt si rossi…..tapi krn pesaing rea dan pesaing motornya kurang mumpuni….

    kalo pesaing (pembalap dan motor) cukup kuat maka akan ada tontonan seru dan akan ada istilah “never say never in wsbk”…ga masalah kalo yg akhirnya si rea yg juara krn yg seru adalah prosesnya , pemenang dari kompetisi sengit akan memunculkan idola baru.

    Guest
    • Setuja, hehe, emang itu yang perlu ada, bukan masalah mencari kemenangan, kemenangan tanpa perlawanan, yakin, deh, pasti bakal bosen, ibarat kata ngegame tapi menang terus, dan lawannya gak bisa nyaingi, pasti bosen. Makanya muncul 4L, kalo mau pamor WSBK naik, mungkin adalah buat berbagai cara agar pabrikan lain mau nurunin tim pabrikan di situ, di beberapa tahun terakhir, cuma Kawasaki dan Ducati yang serius, yang lain pada gak nurunin pabrikan, paling cuma satelit, atau Independent, jadi jelas motor masih kalah sama pabrikan.
      WSBK paling seru, menurutku pribadi ya 2012.

      Guest
    • mungkin juga (imo), WSBK perlu memperbanyak jumlah race dan menghilangkan race pada hari sabtu.
      Race sabtu & minggu terasa ga sreg aja.
      Buat event race WSBK yg selang seling dengan event Motogp tiap minggunya (jgn sampe bentrok)
      jangan lupa perbanyak advertising WSBK ke asia terutama (Indonesia) agar pabrikan motor jd bener2 mau serius untuk ikut

      Guest
  14. Pembalap wsbk banyak veteran jadi g jiwa muda banget, y bgt2 saja ahkirnya
    Mgkn penjenjangan program dari kelas 300,600,1000 di buat cepat yg kliatan skillnya bagus mungkin dikelas 1000 byk anak muda berprestasi jd agak norak dikit yg membuat daya tarik ( macam selebrisi rossi muda kan menarik byk pihak )

    Guest
    • SANGAT SETUJU! Kalau perlu kasih ke penyelenggara BSB, pasti rame. Dorna di MotoGP aja kelihatan gak adilnya walaupun samar-samar dan masih bisa ditutupi, apalagi di WSBK yang jelas-jelas sejak awal sebelum dipegang Dorna adalah ajang rivalnya.

      Guest
  15. Kompetisi apapun selalu melibatkan banyak pihak dan banyak hal, penyelenggara, tim, official, pembalap adalah yg terlibat didalamnya… Ketika kompetisi mnjadi kurang peminat bisa jadi ada peran yg kurang pula dr salah satu ato bahkan seluruh pihak yg twrlibat… Baiknya di cari lah solusi secara bersama sama tanpa saling menyalahkan ato merendahkan apa dan siapapun…saya rasa bisa saja wsbk menjadi salah satu tontonan favorit, hanya saja mungkin belum ketemu format yg joss…

    Guest
    • Kalo gw, dri pd nongton wsbk jaman now. Mending rally gurun lebih seru plus etape nya puanjanggg meskipun rada2 mbosenin juga

      Guest
  16. Bayliss juga gak kharismatik dan cenderung ngebosenin kalau udah didepan, tapi buktinya masa itu WSBK justru lagi rame2nya bahkan hampir kalahin MotoGP. Ini bisa2nya penyelenggara aja mau cuci tangan, padahal mereka sendiri yang turunin level WSBK biar gak makan pasar MotoGP dan ini yang jelas2 menurunkan pamor WSBK. Jaman sebelum dipegang Dorna, biaya bangun motor dan operasionalnya lebih mahal tapi peserta bisa sampai 30an. Ya karena itu tadi, Dorna selalu berusaha bikin WSBK lebih rendah dari MotoGP bukan setara dengan MotoGP tapi beda basis motornya aja. Semoga kedepan Dorna jual WSBK biar mereka gak terus2an monopoli balapan. Gedek aja liatnya, kayak liat Pert*mina mainin harga BBM mentang2 dia yang bebas atur semuanya demi keuntungan sendiri. Begitu dikritik salahin sana sini.

    Guest
    • Sampai kapanpun wsbk ga akan pernah setara,seimbang ataupun sederajat dengan motogp. wsbk itu cuma motor produksi masal,sedangkan motogp itu motor prototype. jangankan ngomongin lap time,ngomongin rem nya aja udah jauh beda… kasta motogp itu cuma setara dengan F1.

      Guest
    • Sampai kapanpun? Ke tukang loak bro, cari tabloid dan majalah motor maupun yang khusus balap tahun 2005-2009. Kalau udah ketemu, baca sampai khatam, abis itu balik kesini lagi buat sangkal statement lu sendiri.

      Guest
  17. redup karena kurang kompetitifnya pabrikan lain, misal ada 2-3 pabrikan yg bersaing sengit hingga last lap & championship mungkin akan lebih menarik

    Guest
  18. Ya jelas bukan salah si rea lah, salahin team2 lain yg gak bisa nandingi kawasaki. Yamaha dan ducati sesekali nyodok, honda gak jelas, suzuki kabur ke bsb/motoamerica, aprilia & mv agusta cuma penggembira, bmw cuma numpang lewat.

    Guest
  19. ini juga pernah terjadi di GP500 era 1994-1998 saat Mick “dominator” Doohan menguasai race…waktu ditanya mengenai keperkasaannnya,langsung dijawab:”setiap kemenangan itu adalah sakral”

    Guest
  20. Ngawur komentar-nya Lavilla. Dia dulu jg ga bagus2 jg jd rider. Ini Dorna inginnya ada drama, sayangnya rider SBK menolak. Lbh baik pikir cara narik dan push pabrikan utk jg serius di event ini. Kan motto nya race hari ini, besok jualan. Jng hny mengandalkan utak atik regulasi aja.

    Guest
  21. Gimana pamornya gak menurun lha wong yg nonton aja cuma yg punya tv berlangganan. Coba kayak moto gp konsisten tayang di tv swasta nasional ditambah drama yg membuat seru

    Guest
  22. ga salah rea sih, salahnya yang bikin regulasi
    coba ganti supplier ban dan ecu, biar semua direset dari awal, semua team learning lagi dengan settingan baru

    Guest
  23. Bener yg bilang kalau pamor WSBK gak kalah sm MotoGP
    Era tahun 90an sampai 2010an WSBK seru buat diikuti, zaman2 itu tiap hbs balapannya nunggu liputannya di OTOMOTIF sm MotorPlus, baca beritanya jg seru, rasa2nya malah pamornya sama2 kuat antara WSBK dan MotoGP, ibarat McD sm Pizza Hut, beda jualan tp tetep sama2 byk peminat
    Kyknya emg Dornanya yg salah ngelola, bisa2nya nyalahin pembalapnya, juara dunia kok malah disalahin, gila aj tu lavilla, dulu balap buat Kawasaki jg prestasinya biasa aj tu orang
    Bisa jadi emg sengaja tu WSBK digembosi dari dalam sm Dorna biar jualan MotoGPnya aja yg laku, kan gt strategi perang,kalau gak bisa ngalahin dalam perang terbuka ya kalahin dari dalam
    Buat yg kelahiran 2000an mungkin gak ngalami serunya WSBK

    Guest
    • Bener banget, apalagi jaman2 ditayangin di TVG (sekarang GTV), seru dan selalu gak sabar buat nunggu race 2 kalau jagoan ane kalah.

      Guest
  24. Pengen WSBK kompetitif,,,,
    bikin performa motor hampir imbang, lah race WSBK Seringnya gap antara 1 2 3 aja jauh banget,mau Rea ditaruh paling belakang juga tetep aja gampang overtake pembalap lain

    Guest
    • Itulah kenapa saya dan akun2 klonengan saya lebih suka follow WSBK ketimbang MotoGP, tapi tetep aja gak ngaruh banyak hahaha

      Guest
  25. diWSBK kurang gesekan, tar juga Motogp bakalan seperti WSBK kalau pembalapnya akur-akur aja, belum lagi diMotoGP perang FB akan segera berakhir, ketika kubu R sudah tidak bisa memberikan perlawanan terhadap Kubu H/M, maka kubu R akan mundur teratur, siapa yang bakalan digoreng MotoGp ketika R memutuskan pensi.
    Sosok M yang digadang-gadang bisa menggantikan sosok R oleh Dorna ternyata kurang bisa membuat suasana balapan menjadi panas, karena sosokl M tidak suka untuk masuk dalam drama Dorna.

    Guest
  26. Rea sama sekali ga salah sama redupnya WSBK. Orang Dorna aja yg ga becus ngelola WSBK, kalo MotoGP ga ada Rossi jg ga akan seseru sekarang. Makanya mereka kelabakan kalo Rossi pensiun.

    Belajar dari atau rekrut orang2 dari Nascar/IndyCar, mereka udah terbukti bisa bikin olahraga yg seru dan pendukungnya militan

    Guest
  27. Semenarik apapun balapannya, selama hanya sedikit tim pabrikan yang turun, maka prestis dari balapan juga tidak akan tinggi, contoh: WSBK.

    Semembosankan apapun balapannya, selama banyak tim pabrikan yang turun, maka prestis dari balapan akan naik, contoh: F1

    IMHO

    Guest
  28. kalo WSBK diselenggarakan di Indonesia dan ada pembalap Indonesia, pasti pamor WSBK naik seperti Asian Games kemarin.

    Guest
  29. sadar ga sih, sebenernya ini juga lagi settingan dan bagian dari drama,
    yang ini bilang salah itu
    yang itu bilang salah ini,
    biar kita ngeh, oohh,, ada ya wsbk,, kemudian nonton deh dan rating pun naik

    Guest
  30. Jangan salahin pembalap, salahin penyelenggara yg ga bisa manyakinkan pabrikan2 seperti Suzuki, Honda, Ducati, BMW, Aprilia dll untuk turun full factory. Karena saat ini yg disuport full factory cuma Kawasaki sama Yamaha, Kawasaki terlalu kuat, sementara Yamaha belum bisa mengimbangi, kurang sengitnya persaingan menjadi wsbk kurang menarik

    Guest
    • Hahaha yamaha udah habis2an pul suport aja cuma jadi rempeyek di wsbk….lebih malu2in ikut balap dari 1988 sampe skrg cuma bisa juara sebiji…masih kalah banyak sama gw punya wkwkwkwk

      Guest
  31. kalo mau naikin pamor WSBK secara instan gampang…
    musim depan Rossi suruh balap di WSBK, langsung melonjak tuh penontonnya…

    Guest
  32. Jadi inget omongannya Rossi, pembalap di sirkuit bukan cuma jadi pembalap, tp harus bisa jadi “entertainer”, penghibur, biar yang nonton juga seru, gak bosen, memacu adrenalin, dan lain2. Nah, yg kurang di WSBK yaa itu.. kurang greget, aksinya kurang “ngegigit”…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.