TMCBLOG.com – Bro Sekalian, kepada Motorsport-total Pembalap LCR Honda yang terkenal jujur dan Blak blakan – Cal Cruthchlow mengaku tidak ambil pusing dengan Hal hal detail teknis di MotoGP. Sepertinya Cal Tidak telalu menyukai hal hal yang detail dalam MotoGP. Menurut cal, akhirnnya hal hal detail tersebut tidak telalu ‘ ngaruh ‘ . . .

Cal Mengatakan bahwa ia heran dengan permintaan spesifik pembalap ” Pembalap selalu bilang kita butuh ini kita butuh itu. Saya heran karena mereka pikir semua itu bisa membuat perbedaan besar. Semisal mereka Makan siang telalu banyak Lalu setingan ini ditambah 4mm atau mereka melibas tikungan dengan gaya Yang berbeda dengan seri sebelumnya sehingga ada hal yang ditambah 5mm. Nggak masuk akal ! ”

Cal mencoba mengkomparasi dengan Fakta : ” ada dua pembalap dalam satu team dimana salah satunya 10 kg lebih ringan dari Yang lain Namun keduanya masih bisa sama sama mengkopi setingan masing masing. Coba Bagaimana itu bisa terjadi ? “ Cal Crutchlow seakan mencoba membuat anti-tesis dimana perubahan hanya beberapa mm bisa mengubah sesuatu yang besar.

” yang penting adalah apa yang ada di Kepala “ Begitu Cal percaya, sementara pekerjaan detail Hanya akan menhasilkan Efek Psikologis belaka untuk Pembalap. Ini lebih merupakan Opini Dari Cla Crutchlow saja dan tentunya bisa berbeda dengan pembalap pembalap lain . . ini adalah sebuah ungkapan Cal Dari sebuah ungkapan singkat “just drive the bike.”

Taufik of BuitenZorg

52 COMMENTS

  1. terlihat carl kyknya kecewa dg posisinya cm dpt motor satelit… pdhl klo doi msk tim hrc gk bakal rcv sprt skrg “93 centris”…
    secara 35 ude ngrasain 3 motor lintas pabrikan untuk input tentu lbh dibutuhkan drpd katak dlm temfurung

    hoaaaammm

    Guest
    • Super comment nya!

      Ada katak dlm tempurung dan ada pembalap multi pabrikan.

      Semuanya jadi ga penting, apakah lintas pabrikan atau setia 1 pabrikan.

      Hasil adl yg utama, meskipun hasil tidak selalu sama dengan bergantung pada usaha.

      Guest
    • ahhhh crutclow dapet motor satelit ? lo kira yamaha yang harus nunggu sponsor besar buat ngasih pembalap satelitnya motor pabrikan hahahaha.

      Guest
    • 100% gaya bahasa jimoo.. gua kira ude tobat, ternyata masih sakit hati sama ngondah dan mm

      kasian ohhh kasian

      Guest
    • Lebih baik jadi Katak dalam tempurung tapi bisa juara walaupun motornya tidak selalu mendukung dari pada jadi kutu loncat yg begitu tahu motornya tidak bagus malah loncat lagi cari aman.

      Guest
  2. akhirnya kita tau, itulah alasan knp dia cm bs jadi penantang juara dunia, bukan kandidat juara dunia (diluar faktor motor pabrikan tentunya)

    Guest
    • setuju gan, pantas saja cal tidak konsisten, sering banget crash, dari opininya bisa dinilai bahwa feeling cal kurang tajam untuk merasakan perubahan2 kecil pada detail motor, dan ujungnya dia bukanlah developer rider yang baik

      Guest
  3. Makanya prestasinya naik turun jika begitu prinsipnya.

    Markespun pasti butuh yang spesifik buat dirinya, misalnya untuk mendukung elbow down, dll.
    Cuma di blowup media atau tidak. Kalo markes cenderung keep info, dan kakek lejen menggunakan media pressure untuk minta ke pabrik

    Guest
  4. Prinsipnya kaya stoner .. bikin lah motor sekencang mungkin dilintasan pembalap yg nakluk.in ..

    Nyampe bongko tuh perutπŸ˜‚

    Guest
    • rusak salah satu ginjalnya si Stoner makanya muntah2 (bukan sakit perut). Mungkin efek kerja terlalu keras + kurang berhasil mengelola stress

      Guest
    • Wkwkwkw. Betol

      Maling teriak maling, Cal kemaren menggerutu, gabisa menang dari Marc karena ga dikasih carbon swing arm

      Guest
    • tergantung sudut pandang juga sih, bagaimana kita melihat dan memdefinisikan, apakah carbon swing arm termasuk hal yg detail, atau termasuk hal besar (yg masuk kategori unsur pembeda)?

      nah.

      Guest
  5. mungkin level sensitif carl yang tidak sebaik pembalap lain,
    motogp ada kumpulan detail detail kecil,
    mungkin perbedaan akan terasa setelah melewati garis finish πŸ˜‚

    Guest
  6. Sealiran sama Stunner nih Om om.. cuma si Stoner ngamuk juga pas depannya RCV chatter hebat.. Ampe penyakitnya kambuh

    Guest
  7. Mas Cal ini kalo komen mesti unik…hal hal yang antimainstream…wis pokoke ngomong saksenenge…

    Tapi kadang yang penting juga kritikannya…eh…siapa sih wak yang suka terlalu detail…? He…he

    Guest
  8. Setelah denger ginian mekaniknya iseng2 nyeting ban depan belakang ga centre. Abis itu Cal ndlosor, dan pas ditanya ga tau kenapa.
    πŸ˜…

    Guest
  9. oot nih wak, gak bahas WSSP 300 lagi nih ? pabrikan anu kena bully tuh hahahaha.
    pembalapnya gagal menuhi target karena regulasinya yang gak jelas dan ngegantung katanya. wkwkwkek
    sudah kuduga regulasi jadi kambing hitam wkwkwk

    Guest
  10. Betul ! Konsumen sini jg g ambil pusing sm hal2 teknis maupun non teknis, mau ini lah itu lah lemot lah berisik lah powernya paling gede lah ttp g urusan, yg penting kontak on, starter ckeerrr… cklek, brooom broommm

    Guest
  11. There is no sit back and buckle up when you ride a bike Cal.
    Titah sang author blig dear kanjeng pembaca sekalian sazha.

    Guest
  12. Kayak stoner….
    “Daripada nunggu motor yg bagus, mendingan adaptasi cari kelebihan yg ada pada motor yg sekarang ini…”

    Guest
  13. Dan hal yang sangat kecil itu sangat works di performanya lorenzo, perubahan kecil efeknya besar banget, biarpun cmn di anggap sikologis tapi dengan perasaan yang lebih aman manusia bisa berbuat lebih

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.