TMCBLOG.com –  MotoGP Thailand 2018 boleh dibilang sukses dari Segi Penyelenggaraan, Penonton 100.000 saat race day, segala kegiatan Off Track di sekitar Thunder castel memmang melambungkan nama Thailand sebagai calon penyelenggara terbaik MotoGP 2018 ini. Dan Jika sobat sekalian ingat, Race nya sendiri walaupun termasuk Kencang dan rapat Namun Dari segi Laptime Boleh dibilang Turun-Naik dan ini lah yang cukup menarik untuk dianalisis. Naik Turunnya Laptime Pembalap memunculkan Opini bahwa Sepertinya di race pertama MotoGP Di Thailand ini semua Pembalap terutama yang berada di Posisi pack terdepan berusaha Untuk aware, terus mempelajari seperti apa situasi dan Kondisi Ban yang ia pakai dan Juga kondisi Lawanya . ..  Mirip Balapan Sepeda gowes, cmiiw

Yap dari Grafik Laptime 4 pembalap terdepan di atas terlihat sangat menunjukan bahwa Laptime sangat bergantung pada siapa leader Race saat itu. Seperti Kita ketahui dari 26 Lap total, 4 Lap pertama dan lap terakhir dipimpin Oleh Marquez, Lap 5 sampai 10 dipimpin Oleh Rossi, Lap 11 sampai 25 dipimpin Oleh Dovizioso. Siapapun leadernya, Maka Pembalap Dibelakang akan mengikuti Pace sang leader.

Hal ini di Iyakan Oleh Valentino Rossi : ” Everybody waiting, sometimes one rider will push for two laps and all the other guys follow,  . . .  Now you never push for all the race . . “ ( Semua orang menunggu, sesekali satu pembalap geber untuk dua lap Lalu pembalap Lain mengikuti . . . Tidak pernah ada yang memaksa kencang di sepanjang race )

Mulai di FP4 dimana waktunya sama dengan waktu race dan suhu Track 53 Celcius boleh dibilang hampir semua pembalap sudah mulai Fokus menggunakan Kombinasi ban Hard-hard. Di sesi Warm Up ahad pagi Harinya dimana Suhu Track masih 43 Celcius Pembalap Juga sudah menggunakan ban Hard hard.

Melihat dan menganalisis efek Panasnya Chang Circuit Thailand terhadap ban Khusus Buriram yang dibawa Michelin, akhirnnya Michelin memberikan saran kepada semua Pembalap agar menggunakan ban Belakang hard saat race berlangsung ( suhu 49 celcius ) dan walaupun awalnya ada semacam perkiraan Bahwa Marc kan kembali mengahdirkan ‘Ide Gila’ Penggunaan ban Soft Setelah ia telah menggunakannya di Sepanjang FP2. Namun akhirnya saran Penggunaan Ban hard ini diikuti Oleh mayoritas pembalap. . . Marc Sepertinya tidak Sedang berfikiran radikal. Ia Ingin Battle dengan Safe.

Yamaha Tetap Menghadirkan Performa yang cukup mebelalakan mata Bila dibandingkan dengan Race Aragon. Rossi dan Vinales selalu hadir membayangi Dovizioso dan Marquez di Time sheet teratas. Pace Rossi Maupun Vinales di atas Ban Hard sebenarnya sudah Mulai saat FP4 dan warm Up boleh dibilang cukup untuk menggaransi keduanya hadir di Barisan depan dan Itu terbukti saat race berlangsung.

Seperti yang tmcblog tulis kemarin Belum ada kejelasan Resmi mengenai Penyebab Meningkatnya Performa yamaha Ini. Apakah Karena Setingan Elektronik baru, Ataukah Dikarenakan kombinasi ban dan Karakter Asphal Track Chang Circuit yang Cocok Buat Yamaha M1. Banyak yang Takut bahwa peningkatan Performa Yamaha di Buriram Malah menambah masalah baru. Kasar kata begini, Penyebab Struggle akhir akhir ini dengan low grip Ban belakang saat Akselerasi saja Secara Official sama sekali belum di ketahui akar permasalahannya, ketambahan lagi sekarang mereka Tidak tahu apa Penyebab Utama Peningkatan Performa Yamaha M1 di Thailand yang boleh dibilang secara basis setingan sama dengan M1 Aragon.

Menurut Valentino Rossi, Chang International Circuit – Buriram Bukan lah Sirkuit yang Bagus Buat Yamaha sehingga apa yang terjadi sepanjang race weekend di Buriram sama sekali tidak ia sangka. Berkebalikan dengan kasus Misano di mana awalnya Rossi Yakin dan memperkirakan Yamaha akan Kuat, namun kenyataannya Yamaha suffer di sana. Rossi sendiri mengaku pada Debrief Pasca race di Buriram bahwa menrut pendapatnya Peningkatan performa yamaha lebih kurang dikarenakan dua Faktor : Layout Track dan Karakter grip dari Asphal . . . Mengenai Info anomali Kombinasi Ban dan Sirkuit sudah sama sama kita diskusikan di artikel sebelumnya 

” Jika Yamaha Ingin Kompetitif, Maka harus kuat di semua tempat Karena Sekarang Honda dan Ducati Kuat di manapun  . . . “  Begitu Kata Valentino Rossi. Terkesan Skeptis, Namun Kalau menurut tmcblog ini adalah bentuk kehati hatian dan sikap  Tak mau terlalu Jumawa terhadap hasil yang diperoleh Yamaha di Buriram Oleh seorang Valentino Rossi.

Kita Harus lihat hasil 4 race mendatang Untuk bisa mengerucutkan kesimpulan mengenai Kondisi Yamaha M1. Dengan Kata lain Peningkatan Performa Yamaha Di Thailand untuk sementara ini belum bisa dijadikan Patokan . . Namun paling Tidak race di Buriram kemarin Menunjukan Bahwa Jika Yamaha M1 Tidak bermasalah terhadap grip ban Belakang saat berakselerasi, Maka Baik Rossi maupun Vinales Punya Kans Kuat hadir di Depan. Secara Mendasar, ini Juga berlaku Untuk team Yamaha tech3 dimana Zarco Bisa finish di belakang valentino Rossi

Maverick Vinales di Buriram menggunakan ‘ Direction ‘ yang berbeda dengan Apa yang dilakukan Di Motor Yamaha M1 valentino Rossi . . walaupun tanpa Info lebih dalam mengenai apa saja yang diubah, namun Dikabarkan Modifikasi yang dilakukan Maverick untuk Yamaha M1 besutanya Sepanjang Race weekend lebih banyak dari apa yang dilakukan Kubu Valentino Rossi. Dari Grafik Laptime Yang bisa tmcblog jembreng, terlihat bagaimana walaupun Punya Trend Naik Turun yang sama seperti Balapan Gowes Sepeda, namun sebaran laptime Maverick agak berbeda dengan Marquez, Dovi dan Rossi ( Grafik Pertama ) di Lap awal sampai sekitar lap 19-20  . .

Namun Setelah Lap 20 terlihat Laptime Valentino Rossi tidak lagi bisa mengikuti Ritme dari Laptime Marquez dan Dovizioso sedangkan Malah Pace Maverick-lah yang bisa mengikuti. Laptime Vale di Lap 19 sampai 23 seperti Kalah sekitar 0,2 sampai 0,3 detik per-lap ketimbang Dovi, marc dan Maverick.

Nah sekarang Jika Kita Bandingkan Dua Grafik dari dua pembalap berbeda riding style, berbeda karakter Motor  walaupun sama sama bermesin V-4 yakni Marc Marquez dan Andrea Dovizioso . .. Semenjak Lap 6 sampai Lap terakhir laptime Keduanya Boleh dibilang nempel plek kayak perangko dan Amplop surat . .

Sedangkan Apa yang Terjadi di Lap terakhir memang penuh dengan Strategy. Semenjak Dovizioso Kalah set dari Marc Menjelang dua sektor terakhir di lap terakhir , Dovi berusaha fight Back di T6 . . Yap Karen Dovi tahu Karakter sirkuit Buriram Setelah T6 sampai T11 adalah Sebuah Single File Track di mana Badan Tracknya sempit, twisty sehingga sulit untuk memperoleh Overtaking Space yang leluasa.

Dovi Ngerti Bahwa Kesempatan terakhirnnya menghentikan Marc Yang sudah berada di depannya jelang T12 adalah menggunakan Superioritas Ducati Gp18 dalam hal Pengereman . . super stabil . .  Bro Bisa lihat betapa Dovi Berhasil mengcover Posisi dari kalah beberapa Meter menjadi side-to side jelang Apex. Walaupun tahu Harga yang harus dibayar jika Ia melakukan Late Brake masuk dari dalam maka akan wide, namun Dovi tidak Putus harapan saat itu . . ia mencoba Melancarkan Strategy Block pass di Tikungan terakhir dengan tujuan ‘ membawa ‘ Marc Marquez bersamanya. Namun Marc Sepertinya Tahu . .

kalo bro Sekalian Lihat Video Video Slow Motion di T12 Lap terakhir Bisa sobat Lihat betapa Kalemnya Marc mengahdapi Strategi Dovizioso ini. Ia Lihat Dovi ada di sebelah kanannya, Marc Seperti tahu Persis apa yang akan dikerjakan Oleh Dovi,  Ia seperti berusaha melihat Milimeter demi milimeter dimana Posisi GP18 Merah bernomor 4 berada . .

Sobat bisa lihat Marc terlihat sedikit mengendurkan Pace jelang Apex Sengaja Untuk membiarkan Dovi ‘ nyelonong ‘ sedikit   . dan ketika Persis Buritan Dovi sedikit melewati bagian Ban depan Motornya, Ibarat kata saat itu Marc melihat Celah pintu terbuka sedikit . . Marc Seperti melihat Cahaya fajar Kemenangan menyingsing . . I

a pun lalu Arahkan Setang Stir depannya Ke kanan dan membuka Throttle gas lebih dahulu Untuk berakselerasi . . patut dicatat semua kejadian ini mungkin hanya berlangsung sekelebatan mata, seakan memperlihatkan kepada kita betapa Aliennya mereka dalam memutuskan sebuah aksi dalam kesempatan hanya 0,0 sekian detik.

Sepertinya Marc tahu Akselerasi RC213V Mungkin sedikit Kalah dari Desmosedici GP18, Sehingga Momentum Lah yang harus ia manfaatkan lebih dahulu . . dan akhirnnya Marc Bisa Mulai mengangkat Roda depan untuk menampilkan Wheelie Elegan bahkan sebelum menyentuh garis Finish untuk selanjutnya memenangkan Race

Overall race di buriram terlepas dari fenomena Anomali Kombinasi Ban dan Tarck Yang Terjadi memang menyuguhkan Sense balap yang berbeda . . Mirip Balap Sepeda Gowes di velodrome hehe, namun dibalik itu banyak tersimpan strategi, Mulai dari strategy managemen Kondisi ban sampai Strategi Attack dan Defence yang di lakoni Dovi dan Marc. . dan Khusus strategy attack dan Defence sekali lagi mengulang Austria 2017  ..  Defence yang menang  .  silahkan dikunyah kunyah sob . . sampai berjumpa di race weekend Motegi

Taufik of BuitenZorg

125 COMMENTS

    • Laptime Vale di Lap 19 sampai 23 seperti Kalah sekitar 0,2 sampai 0,3 detik per-lap ketimbang Dovi, marc dan Maverick.

      Kyok’e boyok g kuat wisan… Xixixi…

      Guest
    • Ada yg ngeh g mnjelang finish Marq njengatin tuh motor?
      Ece2 kh? Pamer power kh? Ancurin mental lawan kh? 🤣cah gemblung😂

      Guest
    • Udah bisa podium aja udah syukur broo

      Kalau Yamaha udah 2 atau 3 kali mendingan performanya dia pasti ngepush.

      Btw disini keliatan ucapan Rossi dulu (Balapan 70% rider sisanya motor) ga relevan lagi.

      Lebih relevan ucapan Rabat (kalo ga salah, di spesial interview dng motomatters) yg bilang rider motoGP alien semua pada dasarnya, dgn pembatasan aturan seperti sekarang, dan tingkat kompetisi begini, motor yg lebih dominan.

      Kebukti ujug ujug Vinales Rossi Zarco nyodok ke depan.

      Guest
    • @rian
      Betul sekarang sdh nggk berlaku,itu berlaku s3belum elektronik sekomplit dan secanggih sekarang,btw ttp angkat topi buat rossi dg usianya yang sekarang,s3lamat ,peraih podium…

      Guest
    • Wkwkwk ujung2nya balik lagi ke si tua bangke yg selalu jadi badut mainannya bocah marq….marq umur 19 tahun baru pertama kali ikut motogp aja udah bikin si tua bangke ga berkutik…dan terus2an tuh tua bangke di tabok2in bolak balik terus sampe mewek ke valebannya….

      Guest
  1. ya kayak balap sepeda di Asian games yg 100km atau berapa itu,dempet2an terus ngikutin ritme dan line nya si leader,1km akhir baru digeber sampe digaris finish banyak yg muntah2

    sayangnya Pedrosa crash,padahal udah mulai kuat Pace nya buat meramaikan

    Guest
    • Sbtulny stlh race udh mlai rame bisik2, pas Marq sblm finish udh wheelie… Coba jd judul artikel Juara dg ngevoor wheelie, psti moncrottt! 🤣😂

      Guest
  2. Analisanya mantepp, tapi jujur saya kok kangen era bridgetone yang langsung full throtle sejak awal lap..!
    Kasar kata saat ini kita ngga harus stay sejak awal lap di depan TV, tapi cukup tunggu aja 5 lap terahir untuk melihat the real motogp..

    Guest
    • Sepertinya di era Michelin the real motogp mulai dr free practice kang, gimana rider riset ban, management ban waktu race, race yg penuh perhitungan sampe last corner. Emang sih kalo jaman BS bisa gas polllll mulai lap pertama, kadang juga jd bosen kalo jarak leadernya sekelurahan 😅😅😅

      Guest
    • saya belum bisa simpulkan, Namun Dani Percaya ia dalam Pace yang cukup untuk yakin mesuk ke barisan depan

      Administrator
  3. Bener wak…di T12 terakir kelihatan kelemahan M1 di mata RCV dan gp18…selain aklerasi, pengereman honda dan ducati sangat sangat superior…efek desain mesin kah wak?

    Guest
    • Tikungan 12 adalah tikungan Stop n Go . . . Dan Seperti yang eprnah saya deiskusikan Di T7 . . . Mesin Inline lebih Strong di Flowing/ Speed corner dimana mereka mengandalkan kestabilan saat melakukan Rolling, sedangkan Mesin V-4 Seperti lebih superior di strategy tikunga stop n Go terlebih dengan gaya berkendara Mengotak ala ducati atau ‘Kotak – kombinasi’ ala Marc , cmiiw

      Administrator
    • Pak topik…lha itu marc banyakan belok dengan gaya roling speed ditikungan, kelihatan banget antara dovi, rossi (terutama turn right) dan vina malah lebih tajam, tapi diujung exit corner malah marc bisa mepet

      Guest
    • Gambling/radikalnya marquez itu terukur …dia cukup cerdas untuk melakukam gambling di aragon.

      Karena aragon sirkuit berlawan arah jarum jam yg dia suka …dimana tikungan kekirinya banyak…marq kalo tikung ke kiri punya kemampuan mengontrol baik walaupun bannya sudah botak ala crosser.

      Aragon itu sirkuit nya dia (homenya dia)…dia kenal dalam tuh track…kenal baik suhu kondisi aragon..

      Aragon itu titik vital psikologis yg harus di menangkan marq …sebab jika dovi menang lagi di aragon maka tidak bagus secara strategic perlombaan….makanya dovi ducati menjadikan aragon sebagai titik balim penentuan peluang juara dunia……begitu kecewanya dovi dan duc saat kalah dgn marq di aragon dan mengibarkan bendera putih.

      Kalo di aragon marq ga gambling/radikal pake ban soft itu adalah cerdas…krn ini sirkuit baru, cuaca suhu juga ekstrim , dan pertempuran sebenarnya di aragon sudah di menangkan…dan juga di buriram ada pesaing tambahan di depan yaitu yamaha

      Cmiiw

      Guest
    • Berarti Rav membaca dengan baik seksama teliti apa yg saya tulis sehingga tau ada yg perlu di koreksi.
      …terima kasih from the legend doc holyday

      Guest
  4. Dulu sy sempat baca MV milih mesin yg lebih keancang dr VR. dan kemarin kelihatan VR ngepush diawal awal sehingga kehabisan ban blkg.terlihat saat kluar tikungan spin dan disalip DV,MM secara bersamaan. Bisa jadi M1 ecunya sdh lbh baik tapi belum maksimal.Atau MV masih belum PD ngepush M1 krn belum yakin dgn pas nya setingan ecu. sehingga main aman diposisi ke tiga.takut habis grip kyk rossi. imho cuma pendapat

    Guest
  5. Wah sayang tidak ada pembahasan per sektor…..mau lihat performa mesin inline vs mesin V di sektor 3 dan 4 yg notabene seharusnya sektor keunggulan mesin inline/yamaha….dan di bandingkan sektor 1 dan 2 keunggulan power mesin V…sehingga dari total akumulasi dapat di ketahui settingan optimal untuk ke semua sektor

    Guest
    • Karena lagi hot issue di motogp 2018..
      Semua org penasaran semenjak ducati bisa membuat mesin v jinak….sudah mesinnya powerful tapi jinak…beda dulu spt banteng yg ga bisa belok 😁

      Guest
    • Sampe sekarang pun tetep g bisa belok. Buat belok harus manfaatin ban belakang untuk koreksi arah. Kl kekeuh pake gaya JL99, dipaksa sampe rebah malah nyelonong, harus sedikit tegak terus lgs akselerasi. Si Dovi sampe make thumb lever brake buat alat bantu. Dan JL99 pun nyerah maksain pk gaya balap ya d M1 dan akhirnya mau menyesuaikan. Ya, itu lah kompromi terbaik Ducati buat GP series saat ini. Motor kenceng, susah belok

      Guest
    • aneh jg klo bawa m1 di pake buat dukati atau rcv, dan sebalik gaya rcv atau dukati buat m1, bahkan bahkan gaya rcvpun sulit buat menang klo di pake di dukati.

      Guest
    • jangan terlalu dalam sampai ke analisa Ban Sepeda Velodrome segala
      ‘Mirip balap sepeda’ ini hanya Kiasan melihat dinamika dan Pace yang terjadi tidak seperti balap biasannya

      Administrator
    • Balap sepeda kan ga mesti di velodrome, Tour de France misalnya. kalau di velodrome biasanya mode time trial CMIIW

      Guest
    • Balapan sepeda lebih ke menjaga stamina, bukan menjaga ban. Itu kenapa larangan penggunaan dopping sangat diperhatikan di sini.
      Strateginya menjaga ban dan stamina ini yg mirip2 kalo dilihat dari sudut pandang penonton.
      Cmiiw

      Guest
    • kalo balap sepeda bukan kombinasi ban masbro, tapi kombinasi ritme napas dan pacu jantung…hrus di manage sedemikian rupa buat ngepush jelang finish…mirip balap kuda sih

      Guest
  6. Sepertinya di era Michelin the real motogp mulai dr free practice kang, gimana rider riset ban, management ban waktu race, race yg penuh perhitungan sampe last corner. Emang sih kalo jaman BS bisa gas polllll mulai lap pertama, kadang juga jd bosen kalo jarak leadernya sekelurahan 😅😅😅

    Guest
  7. Di tingkungan terakhir emang gitu, dovi Block dari kanan dan masuk ke sisi kiri, pas motor dv depan mm, langsung mm banting ke kanan dan ambil sisi dalam menjelang keluar tingkungan sambil ngengas, kalu ngak gitu, mm akan kalah spt race sebelumnya, yg mana mm selalu coba salip dari sisi kanan menjelang akhir tikungan, tapi kalah akselerasi dgn dovi pada saat keluar tikungan. Dan emang mm melakukan sekelebatan dia banting kanan, dv Block, mm langsung banting kanan.

    Guest
  8. U tk pertarungan spt itu, Umur ngak bisa bohong, butuh reflek cepat. Palagi badan kecil kaya dp, susah lakukan itu

    Guest
  9. Kalo dilihat dari screen shot menjelang garis finish, Marc duluan wheelie mas bro sebelum menyentuh finishing line, doi dh tau pasti menang.. brahhhhhhh

    Guest
  10. Marc sepertinya memang merencanakan attack tikungan terakhir dari awal strategi, bisa dilihat di sesi Qp Marc lebih menguasai sektor 4 dibanding Dovi, Dovi lebih cepat d sektor 3 krna power of Ducati. Dan sedikit catatan, Marc duluan wheelie sebelum menyentuh garis finis, salute pokoknya utk brilian strategi Marc Marquez. Prediksi saya Marc bakal kunci jurdun di PI, krna dari riwayat Motegi race Dovi lebih dekat ke podium 1 drpd Marc. Kalo PI mah Marc tutup mata pun bisa podium 1 😂..

    Guest
    • Bisa juga sihh…😁
      Tapi yg patut di ingat itu Motegi sirkuit nya Honda,dan sebagai tuan rumah sebisa mungkin akan melakukan yang terbaik,dan riwayatnya Motegi hanya tempat duelnya sesama Honda dan Yamaha,
      setahu saya sih baru musim kemarin Dovi dengan Ducati nya menang di Motegi ini,, opini pribadi aja yahh, koreksi kalau salah dan jangan di bully yah…😁✌😂

      Guest
    • kalo menurut saya Di T12 Marc Tidak Attack, Ia defence . . yang Attack Dovi
      ini kebalikan Austria 2017, cmiiw

      Administrator
    • Bisa juga sih begitu, Marquez akan mengunci gelar di PI…
      Tapi perlu di ingat juga kalau Motegi itu rumahnya Honda,dan sejarah nya juga hanya Honda dan Yamaha yang sering duel di baris depan…
      baru musim kemarin aja Dovi dan Ducati nya bisa menang di Motegi ini…
      Koreksi ya kalau salah,ini opini pribadi aja…

      Guest
  11. Wak nanya serius.. strategi antisipasi block pass marq ini apa bisa diterapin oleh lorenzo pas tikungan awal aragon kemarin?

    Guest
    • Kl pun bisa, y buat ap? Ngapain make strategi ky gt d lap awal dan untuk satu orang, sementara ban masih harus dipelihara buat modal fight d lap akhir

      Guest
    • Bisa, Namun masalahnya Jorge Tidak berada di Racing LIne, Ia berada di Line yang sebenarnya Tidak umum dipakai oleh karet untuk menggerus . . pembalap Bilang Dirt area .. jadi Untuk akselrasi ia akan berhadapan dengan spin ban belakang karena ‘licin’ . . dan kalo dipaksa akan Hi-side

      Administrator
  12. Sebenernya yang juga patut disoroti dari GP Thailand adalah tingkah laku fans nya. Kalau nyimak twitter banyak jurnalis MotoGP yang kagum dg respek yang ditunjukkan oleh fans Thai. Menarik juga menurut saya, apalagi kalau dibandingkan dg kelakuan fans orang sini hhihih

    Guest
    • Iya ternyata dari sini jadi tahu kalau booing ternyata agak lumrah di Europe. Masalahnya kalau di sini gak cuma booing beberapa fans olah raga sampai meregang nyawa. Terlalu jauh sih tapi naudzubillah jangan sampai terjadi di ajang motorsport Indonesia

      Guest
  13. Kita Harus lihat hasil 4 race mendatang Untuk bisa mengerucutkan kesimpulan mengenai Kondisi Yamaha M1. Dengan Kata lain Peningkatan Performa Yamaha Di Thailand untuk sementara ini belum bisa dijadikan Patokan . . Namun paling Tidak race di Buriram kemarin Menunjukan Bahwa Jika Yamaha M1 Tidak bermasalah terhadap grip ban Belakang saat berakselerasi, Maka Baik Rossi maupun Vinales Punya Kans Kuat hadir di Depan. Secara Mendasar, ini Juga berlaku Untuk team Yamaha tech3 dimana Zarco Bisa finish di belakang valentino Rossi.
    ——————————————————————————————-
    Jika memang setting ECu yang sudah mulai membaik akan menjadi suatu ke khawatiran team2 lain, tapi jika tidak atau belum tau akar masalahnya makan akan menambah PR untuk M1.

    Strategi marq di last corner itu bisa dia lakukan, karena memang sebelumnya dia pernah beberapa kali mengalami hal yang sama kurang lebih.
    logikanya dalam berkendara sehari2 pun pasti pernah ada yang mengalaminya.
    Jika dovi lebih tenang dan bisa mengontrol dia seharusnya berupaya minimal posisi motornya sama dengan posisi marq agar tidak kalah momentum saat buka trothel gass tapi memang ini sulit dilakukan CMIIW.

    Guest
    • itu udah dijelasin sama wak haji juga, dibaca makanya atuh bro. dovi sudah bermaksud mensejajarkan motornya dengan marquez biar marquez out dan ketika keluar tikungan kalah akselerasi. tapi apesnya marquez langsung menekuk motornya masuk kedalam sehingga strategi dovi gagal membawa marquez out wide bersama dia. begitu bro boisgokil penyuka rossi netral wkwkek

      Guest
    • ya bro Kejepit sleting ( aww sakit pasti ) hehe kidding
      ya hanya memastikan saja sih dan sekedar memaparkan
      intinya marq dan dovi sudah sama2 membaca pikiran lawan, kira2 seperti itu

      Guest
  14. yuppp memang tidak bisa menjadi patokan yamaha karena lorenzo juga gak tampil, kalopun lorenzo tampil apa bisa yamaha merusak dominasi 3 pembalap lorenzo, dovi dan marquez ?
    kalo misalnya yamaha bisa merusak dominasi 3 pembalap tersebut, istilahnya mengusir dari podium. baru yamaha benar benar mengalami peningkatan 😂

    Guest
    • Andai Lorenzo ikut, mungkin peta persaingan kemarin agak memanas krn lorenzo demen kabur sejauh-jauhnya, lalu maksain Dovi dan Marquez geber throttle lbh dalam dan pack kedua pun agak tertinggal. So, curhatan rossi soal balapan sepeda itu ndak bakal kejadian.

      Guest
    • hmm.. saya juga nunggu ini..
      setelah itu sy perhatikan mv lebih agresif..
      sampe turunin kaki kanan.. padahal lagi belok kiri

      Guest
  15. nungguin seri MOTEGI aja deh, biar tau apakah kebangkitan YZR M1 memang nyata?
    dan semoga Jorge bisa ikutan nimbrung…
    kalo bisa GSXRR pun nimbrung..

    Di negara produsen mayoritas Motor motogp , gak afdol rasanya kalo cuma Honda dan Yamaha yang bisa berjibaku lawan Ducati, harusnya Suzuki GSX RR
    bisa nimbrung…sambil meliat talenta-talenta lokal jepang apakah ada generasi yang sepadan dengan Abe, Haga, Itoh, Okada, Aoki brothers dan Gaijo. Semoga aja ada wilcarder yang mencuat di gelaran seri Motegi.
    #BosenRacerItaly
    #BosenRacerSpain
    #RacerAsiaKapanMencuat
    #CountDownMotegiGP2018

    Guest
  16. kalau tidak salah yamaha sudah menemukan basis setting pada saat FP1, makannya FP2-Q2 bisa kompetitif. lalu pada saat free practice terlihat usaha tidak membohongi hasil, dovi, marc, dan vinales melakukan simulasi race, namun rossi tidak. alasannya rossi tidak melakukan simulasi race kira2 apa ya?

    Guest
    • nanya satu lagi wak, kemarin saat rossi memimpin lalu saat keluar tikungan 1 terjadi spin yang sangat parah, apakah cuma terjadi sekali atau setiap lap? kalau terjadi setiap lap, berarti masalahnya masih sama bae

      Guest
      • kejadian 1 lap saja, Namun sepertinya setelah itu vale lebih Hati2 jadi Nggak terulang
        secara umum Vale mengaku kehilangan 0,2-0,3 detik di akhir Lap yang bisa jadi karena degradasai grip Ban . . Namun masih belum jelas apakah dikarenakan amsalah lama ataukan Degradasai biasa karena pemakaian

        Administrator
  17. motegi sepertinya mirip2 sama thailand karakter sirkuitnya ya kang, tinggal cuaca yg menentukan (musim lalu hujan), Pillip Island ducati kacau balau musim lalu

    Guest
  18. Oooo ternyata Yamaha masih tetap boosooook….!
    Finish ke-4 saja simbah Rossi senangnya serasa juara seri, apalagi klo bisa podium 1 mungkin serasa jadi juara dunia lagi

    Guest
  19. Yg komen dikit apa ane gk update yak..

    Intinya, carbon copy sukses dilakukan marc terhadap dovi sekaligus sengaja ato nggak juga “balikin” perasaan yg sama saat dirasakan marc di race austria 2017.. huehuehue ngiluu gaannn.. nyeseekkk

    Guest
  20. harus diakui rcv dan gp18 emang powerfull tp tetap bs menjaga grip ban sampe akhir race

    winer
    rcv gp18 99%
    rider 1%

    😁😁😁😁😁😁😁

    Guest
    • Valeban sedjati akan bilang seperti itu
      Tetap anggap Rossi yg terbaik, Marquez juara karena motornya.

      Beda dgn FBY sedjati macam Paidi, Shock Mletot, Dharmo, dll yg bilang faktor Marquez 99%, motor 1%

      Oceania penyembah engkong Rossi
      Paidi cs penyembah garpu karat

      Guest
    • Tepok Jidat gw ama bro @OCEAnia
      Heran ama cara berpikirnya, ini jaman 2018 tpi knpa masih ada aja orang macam begini

      Guest
    • slow aja bro jgn dibuat serius
      iya emang antara motor dan rider saling melengkapi
      jd gk bs dibilang hebat satu sisi

      ibarat harga gorengan 1000 kalo uangnya 900 jg gk cukup
      begitupun motor yg superior kalo gk ada rider jg gk bs jalan

      hmmmm

      Guest
  21. Pada akhirnya Marquez dan Dovi bisa seperti itu karena mereka percaya dengan kemampuan motornya. Motornya mampu untuk mengimbangi skill mereka, menerjemahkannya. Dan jangan lupa org2 dibalik itu, yaitu kerjasama anggota tim yg dicurahkan.

    Guest
  22. di artikel latihan bebaspun aq dh koment klo mm93 hanya dolanan, krna dia PD bs menang, dan itu terbukti dengan selebrasi di akhir lap. ngangkat sebelum finis dan musuh msh dekat. bocah gembleng PD banget.

    Guest
  23. Pak betul gak kalau marc di race thailand cara beloknya banyak paraboliknya…apa karena dia tau grip bagian tepi lebih awet dari pada tengah??

    Guest
    • Marc menikung parabolic udah dari tahun lalu, namun parabolic nya berbeda dengan yamaha,,
      Mirip setengah cangkang telur kalo menurut saya

      Jadi marc tahu keunggulan dia bisa ngerem lebih dalam, dan marc tahu rcv gak bisa berakselerasi sebaik ducati,
      Tapi, keunggulan marc mengerem lebih dalam tidak dipake untuk mengerem lebih telat seperti era BS, titik pengeremannya sama seperti pembalap lain, tapi marc bisa lebih lambat lebih dulu, lalu marc banting setir untuk menikung lebih dalam habis itu marc speed corner parabolic sambil berakselerasi sedikit sedikit sebelum buka gas full,
      Nah karena marc sudah mencuri akselerasi di tengah tikungan dia bisa ngimbangin ducati di trek lurus

      Cara menikung ini mirip2 mobil2 WRC

      Guest
  24. Yang gendeng finis aja bloom da wheelie bener bener alien instingnya tp seneng lah liata M1 bisa menari2 lagi berarti ng sia2 tes rider di asia cocok buat ngumpulin poin di sisa seri mudahan berlanjut trus sampai sepang terserah si MM93 mau ngunci gelar dmana haahaha

    Guest
  25. Yang gendeng finis aja bloom da wheelie bener bener alien instingnya tp seneng lah liata M1 bisa menari2 lagi berarti ng sia2 tes rider di asia cocok buat ngumpulin poin di sisa seri mudahan berlanjut trus sampai sepang terserah si MM93 mau ngunci gelar kapan aja haahaha

    Guest
  26. gw bertanya-tanya apakah fisik vale masih fit untuk menyaingi race pace dari awal hingga akhir seperti pacenya marc dan dovi. yg jelas ketahuan dia makin tua, makin kurus, urat2nya makin menonjol saat geber kyk nguotot bgt

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.