TMCBLOG.com – Bro Sekalian Jika sobat kenal duo Kembar Pembalap turki Can Oncu – Deniz Oncu  . . nama keduanya mulai naik ke permukaan semenjak keduanya mengikuti Ajang Balap kadet Asia talent Cup yang menimba ilmu balap di atas Motor Prototipe NSF250R selama dua tahun 2016 dan 2017 . . .  Tahun 2018 Oncu Mulai naik ke penjenjangan selanjutnya di RBRC menggunakan Motor KTM RC250R Protipe tahun 2018, sampai akhirnnya menjadi Juara RBRC 2018 diikuti saudaranya Deniz Oncu di posisi Runner Up . . .

Karena prestasi Can Oncu ini Aki Ajo tanpa pikir pikir lagi langsung menarik Can Oncu untuk Membalap di Kelas Moto3 World Championship untuk 2019 nanti, namun sebelum masuk ke Musim 2019 terlebih dahulu Can Oncu ikut race weekend di valencia, Kualifikasi berhasil menempatkan diri di posisi 4 dan akhirnya bisa finish sebagai Juara  .. .  Lebih spesial Lagi, Dengan kemenangan ini , Can Oncu menjadi pembalap Termuda yang memenangkan race GP diusia 15 tahun 115 hari . . . Sudah tentu Aki ajo Gembira Bukan kepalang, Pit barrier sudah pasti bangga Luar biasa ..  calon pembalap Kuat KTM sudah mulai terlihat . ., Calon Bintang Turki mulai menampakan sinarnya . .

Namun yang jadi pertanyaan buat tmcblog adalah, kenapa saat itu Honda melepas dua pembalap potensial yang sudah belajar dua tahun bersama mereka di motor Prototipe . . padahal saat itu sudah ketahuan banget gimana talenta kedua Oncu bersaudara ini, tmcblog termasuk yang melihat dari dekat  seperti apa kedua oncu ini lumayan menampakan performa saat meliput langsung Asia talent Cup 2016 dan 2017 . .

alih alih Oncu, HRC Malah melihat sosok sosok seperti Ryusei Yamanaka dan Kazuki Masaki  . . Infact bertahun tahun HRC dan Dorna terlihat sangat beraura jepang banget dalam pemilihan Pembalap .. mengenai hal ini silah simak komentar salah satu pengunjung fenomenal tmcblog :

Kejepit sleting : ” 2016 itu oncu brother belom ada apa apanya di ATC alias lebih sering diposisi bawah. 2016 itu adalah pertarungan seru antara ai ogura, masaki, chantra & andi gilang buat memperebutkan juara ATC. baru setelah 2017 sponsor berganti jadi idemitsu dan pembalap yg saya sebutkan di atas pada keluar, oncu brother berjaya di ATC.

pembalap yang ditampung HRC bermain di redbull rookies cup & cev.
jepang : ayumu sasaki, kazuki masaki, kaito toba, ai ogura, yuki kuni.
non jepang yg bermain di cev:
chantra, nakarin, andi gilang, dan gerry “

, .  hmmm, memang sih nama nama ini juara di ATC sedangkan nama nama diluar pembalap Jepang minim  … apakah memang sebegitu beda performa talenta asia jepang dan asia yang lain ? sayang sekali  . .

Taufik of BuitenZorg

83 COMMENTS

    • Betul..rider2 Ahrt banyak yang potensial..bisa langsung diangkat jadi rider moto3 moto2 jika kepepet 😂👍

      Guest
    • Klo dilihat sih prioritas HRC adalah regenerasi pembalap Jepang, dan ini terbukti ketika Nakagami naik kelas kesannya dipaksakan
      Tapi kalo gak gitu regenerasi pembalap Jepang akan mandeg, cz klo ngadepin pabrikan sebelahnya cuma dengerin si legend doang

      Guest
    • Jangan ke HRC, marquez masih menjadi momok yang menakutkan, baguslah ke redbull ktm 4-5 taun lagi bakal muncul pesaing markez.

      Time will tell lagh

      Guest
    • Gapapa wong performa nya cuma lumayan kok… Ga outstanding gitu wak. Coba dibaca penuturan wak taufik di atas

      Guest
  1. Kalu menang di kondisi wet sich blm jaminan. Kadang wet itu banyak hal di luar matematika. Mungkin juga emang dah niatan hrc mulai mendidik anak Jepang.

    Guest
    • smua blm jaminan. tpi itu dbut perdana dan era elektronik skrg gk ada isitilah rider spesialis trek basah. klo mnurt aq calon walaupun tdk spt mm93

      Guest
  2. Jack miliar juga podium.1 waktu hujan, selebihnya yach gitu. Itu juga mungkin dasarnya. Jack miller kan dulu juga bagus. Mesti pembalap yg bisa podium.dari belakang dan kondisi normal, baru keliatan.

    Guest
  3. maaf wak cuma mau sedikit meluruskan 2016 itu oncu brother belom ada apa apanya di ATC alias lebih sering diposisi bawah. 2016 itu adalah pertarungan seru antara ai ogura, masaki, chantra & andi gilang buat memperebutkan juara ATC. baru setelah 2017 sponsor berganti jadi idemitsu dan pembalap yg saya sebutkan diatas pada keluar, oncu brother berjaya di ATC.
    dan ryusei yamanaka itu gak termasuk dalam rider HRC wak, ryusei yamanaka saat itu langsung dilempar ke redbull rookies cup gak ke CEV melalui HRC.
    bahkan untuk turun wildcard dicev seri kemarin saja yamanaka turun sama tim privater italia team 3570 MTA pake ktm rc250gp.
    pembalap yang ditampung HRC bermain di redbull rookies cup & cev.
    jepang : ayumu sasaki, kazuki masaki, kaito toba, ai ogura, yuki kuni.
    non jepang yg bermain di cev:
    chantra, nakarin, andi gilang, gerry terus juara british talent cup itu saya lupa namanya.

    Guest
    • Bantu nambahin, yg dari Inggris namanya Thomas Booth-Amos, dia titipannya British Talent Cup, sama kayak Gerry yg dititip AHRT dan Chantra yg dititip AP Honda Thailand. Selain si Tom masih ada lagi rider lulusan BTC, tapi entah kenapa gk ikut dititip di ATT, doi malah dititipin di Estrella Galicia

      Guest
  4. yang pernah saya denger, minat menjadi pembalap di kalangan anak muda Jepang menurun jauh,padahal negeri itu raksasa pabrikan motor, kalo inget di era 90an, pembalap Jepang rame menyerbu Grand Prix bersaig dengan pembalap Eropa,kelas GP125 (Kazuto Sakata,Takeshi Tsujimura,Noboru Ueda,Haruchika Aoki dll ) dan di GP250 (tetsuya Harada,Daijiro Kato,Tadayuki Okada), beberapa tembus ke level GP500 seperti Okada (prestasi paling tinggi runner up GP500 1997) dan Aoiki bersaudara (Nobuatsu dan Takuma) , Tetsuya Harada,Daijiro Katoh (alm),Norick Abe (alm) dan mereka bukan level pembalap papan bawah seperti sekarang yang terjadi pada Nakagami

    Itulah makanya HRC getol mencari bakat pembalap dari Jepang,meskipun ya memang susah kalo mencari yang sehebat era Okada di masa lalu

    Guest
    • Jepang budaya berkendaranya udah mulai punah, krn kbnyakan pake transportasi umum terutama kereta. mungkin itu salah satu penyebabnya.

      Guest
    • Yg jadi masalah mungkin kalau mereka gagal bersinar, mereka mau makan apa pas gak balapan? Akhirnya disuruh cari kerjaan ya masuk akal.
      Ciri khas orang tua asia yg ngatur2 cenderung memaksa hidup anaknya. Karena awal karir pasti atas persetujuan orang tua mereka.
      Pas udah dewasa, kerja keras bagai kuda, gak kawin2, gak kuat trus bunuh diri deh

      Guest
    • selain karna angka kelahiran makin menurun (gegara “Tenga” mungkin 😏),banyak juga yg setelah lulus cuma mau cari jalan aman yaitu jadi salary man (kantoran)
      jadi sekarang Mereka juga lagi kekurangan sosok yg revolusioner layaknya Soichiro Honda dll yg bisa menciptakan sesuatu yg baru atau lapangan kerja baru

      Guest
  5. kesalahan HRC dikelas capung adalah memaksa khairul idham pahwi main dimoto2.
    padahal saat itu statusnya rookie di moto3 dan sedang berkembang, sayang honda team asia yang saat itu ditangani tadayuki okada langsung buru buru menaikan idham pahwi walau saat itu diprotes sama pemilik SIC saya lupa namanya.
    KIP ini skillnya oke punya dan diatas rata rata pembalap asia tenggara terutama malaysia.
    kenapa ? bayangin aja waktu pas ikut CEV dia cuma bermodal honda nsf250r yg dituning ulang sama HRC memakai knalpot undertail tapi mampu berbicara banyak dan podium mengalahkan motor ktm rc250gp dan honda nsf250rw 😂

    Guest
    • Saya sih takutnya kasus seperti KIP ini terulang lagi dengan naik nya Somkiat Cantra ke Moto2, padahal Cantra belum mengikuti secara reguler di kelas Moto3 musim, hanya sebatas wildcard di Thailand kemarin,dan lebih aktif di CEV Spanyol, memang sih konsisten di 10 besar, tapi menurut saya itu terburu buru

      Guest
  6. oncu twin ini emg didikan kenan sofuoglu,, di debut ATC mereka terlihat struggle. tp thn kedua mulai meningkat pesat, bahkan di RBRC si Can ini skillnya rada jomplang drpda yg laen.. si deniz kenceng bgt pas lurusan krn mungilnya.. keren adik beradik di ktm factory. yah sdgkn rider2 kita utk masuk top 10 di CEV aja sulit bgt.. msh bagusan apiwath..

    Guest
  7. Wktu oncu menang kmren..msh byk yg pesimis dgn alasan kondisi hujan dll,blom terbukti saat race kering…hallo bro,bagaimana pun rokie lgsg juara itu udh hebat banget…seorang marquez aja,yg prnh jumpalitan saat moto3,start dr belkang bisa juara…begitu jg di moto2 prnh start dr belakang bisa podium msh disangsikan skillnya dgn alasan dia cuma jago di HRC….pdhal byk pengamat jg blng,HRC juara krn skill marquez.bisa dilihat pedrosa apa kabarnya di HRC…next bisa dikomparasikan lorenzo vs marquez di HRC….

    Guest
    • menang dalam kondisi hujan itu belum bisa jadi patokan kalau menurut saya, karena balapan dalam kondisi hujan pasti pembalap tidak dalam 100% kemampuan nya,beda kalau menang nya dalam kondisi race normal yaitu saat kering…
      cuma meluruskan kan aja, Marquez tidak menang di Moto3, tapi kelas 125cc

      Guest
  8. Yg pesimistis dgn oncu bersaudara krn ga prnh liat mereka balap sblmnya.. Pdhl emg gila skill kakak beradik ini,diatas rata2 pmblp seumuran lainnya. Cara blpnya rada nekat ky MM93

    Guest
    • Dulu kalo lihat Miller di Moto3 malah banyak yg menggadang2 The Next Marquez.. Quartararo juga..

      Marc Marquez 93 itu bukan sekedar kenekatan dan agresivitas belaka..

      Guest
    • Comment: saya sih bukan pesimis dengan skill oncu brother,dia punya skill bagus tapi baru terbukti di atc dan rbrc, dan di CEV makin kelihatan lagi skill nya, tapi belum bisa terbukti di kelas yg sebenarnya, yaitu kejuaraan Moto3 dunia

      Guest
  9. Penglihatan dan Sense of Talent HRC jauh lebih hebat dari kita-kita yg sekedar cuma melihat result.. Apalagi cuma result dari 1 race, itupun wet race

    So far, saat ini belum ada rider2 capung yg prestasi dan bakatnya menyamai Marc Marquez.. Jebolan VR46 juga masih so-so aja..

    The Next VR buanyak.. The Next JL juga bisa kita lihat di Zarco.. Tapi belum ada The Next Marquez.. Seperti halnya belum ada The Next Messi

    Guest
    • The next messi banyak, contohnya dybala tp dia bersinar dgn cara sendiri jd gelar itu hilang sendiri

      Tau kan dl gelar messi apa sewaktu muda? The next maradona

      Guest
    • sebenernye ga pas kalo the next rosi, the next marc, the next lorenzo, the next messi, the next ronaldinho.

      masing2 punya karakter sendiri. yang bener top atlet berikutnya.
      rekor2 itu akan selalu dipecahkan oleh atlet2 berikutnya.
      rossi dulu, uda mulai dikejar oleh marc, marc sekarang akan dikejar oleh orang baru nanti.

      sama halnya maradona -> ronaldo -> ronaldinho -> messi
      tidak akan ada rekor yang abadi.

      Guest
  10. Menyesal sebagai tim penemu talent iya, cmn kalah dgn nasionalisme. Coba ktm bisa ikut ATC, pasti akan rame. Dan pembalap sebelah pasti akan ikut dgn KTM. Harga diri bro, masak yamama naik honhon. Kateem dong mirip vr46academit

    Guest
  11. HRC sepertinya tidal akan menyesal wak. HRC itu pintar nyari bibit pembalap bagus… Kenceng di trek basah belom tentu kuenceng di trek kering lho, contohnya udah banyak 😁

    Guest
    • nah ini benar,
      karena balapan dalam kondisi hujan itu, tidak bisa jadi patokan pembalap itu bagus atau tidaknya, karena mereka juga pasti tidak membalap dengan 100% kemampuannya, beda kalau dalam kondisi kering, baru lah boleh di nilai bagus tidaknya

      Guest
  12. can oncu ada hubunganya dengan ruben oncu….
    perbedaan pembalap asia timur itu kebanyakan makan teori, padahal kalau balap itu 85% keberanian, sisanya, suka – suka !!

    Guest
  13. Sependek pemahaman saya. Justru track hujan/licin yg membuat motor2 jd selevel semua dan membuat faktor penentu dominan di pembalapnya. Balap bukan sekedar betot gas kan, brader

    Guest
    • Lalu kenapa yg suka tiba2 menang P1 di trek basah, di trek kering tidak begitu bertaji? Penglihatan saya justru trek kering akan terlihat si rider piawai bawa motor.

      Guest
  14. kalo melihat pabrikan sebagai korporat sih gak bakal ada penyesalan
    semua korporat baik Honda, Yamaha, Ducati, KTM, Suzuki
    kalo HRC melepas oncu bersaudara menurut ane gak ada yg aneh
    mereka sudah melepas miller dan mir untuk generasi sebelumnya
    trus bradl yang notabene juara moto2
    (satu2nya jurdu moto2 yang pernah ngalahin marquez/pembalap utama mereka)
    di plot sebagai (cuma) test rider
    apalagi oncu bersaudara…
    ane bukan meremehkan loh yah…
    tapi gini oncu bersaudara masih sangat muda, masih punya banyak ruang untuk berkembang
    investasi yg dikeluarkan untuk menjaga dan mendidik oncu akan sangat besar
    kalo sekarang dilepas dan ternyata oncu bisa berkembang (let say) menjadi pesaing marquez 5-6 tahun kedepan
    yah tinggal di rekrut lagi kan…

    logisnya lihat saja rider mereka yang banyak berperan setelah marquez untuk saat ini… crutchlow kan…
    berapa investasi hrc atas diri crutchlow?
    atw berapa invetasi untuk pembalap “back up plan” hrc tahun depan lorenzo
    hampir gak ada
    makanya kalo ane melihat sebagai korporat akan lebih simpel melihat ini
    karena yg berlaku adalah sistem
    sistem yang akan menunjang keberlangsungan dr pabrikan itu sendiri
    bukan masalah siapa pembalap atau teknisi

    nah kalo misalnya hrc mendahulukan orang jepang di kelas capung itu lain cerita
    ane rasa soal itu gak perlu panjang lebar

    Guest
  15. Menurut sy, can oncu posturnya kegedean dgn umur yg masih 15 tahun dan itu sgt berpengaruh ketika umur matang di kisaran 20an yg postur yg lebih besar lagi di MotoGP. Jorge Martin lebih oke, itupun jg ke KTM.

    Guest
  16. Wak, nobrolin HRC, kok saya jadi penasaran, siapa saja yang bakal test RC2113V besok? Crutchlow cidera kaki, Lorenzo Cidera jari, Marquez ada masalah bahu. Pedrosa ngetes KTM.

    Guest
  17. Orang jepang cukup hebat bikin motornya aja jgn sampe jago nungganginnya jg ntar kalo semua pabrikan jepang pake pembalap jepang JAV tutup ntar pada beralih jd pembalap semua . Hehe

    Guest
  18. Agak heran kenapa wet race sma dry race jdi perbandingan talent..
    Toh 2 tipe race itu juga butuh skill pngendalian motor yg hebat.. Hebat dry race kdang juga ndolosor di wet race..

    Cuma benar kalau 1 result belum bisa mengukur talent seseorang.. Jdi mngkin ukuran talent oncu brother baru bisa diukur setelah beberapa result race day nanti..

    Hebat bukan cuma bakat, ada variabel lain seperti pengalaman juga kontrol emosi.. Jdi masih bnyak kmungkinan

    Guest
  19. Can Oncu akan menjadi bintang selanjutnya, tidak lama lagi KTM akan punya rider kuat calon juara, Can Oncu ini termasuk rider yang agresif dan punya nyali lebih tetapi mampu mengontrol saat balapan basah, kalau di lihat dari track record sebelumnya pernah tidak can oncu balap di track basah dana gimana hasilnya.
    Pembalap yang bagus itu memang harus oke di kering atau basah dan yang bisa menang di race basah sudah pasti punya skill lebih

    Guest
  20. Tanya aja langsung ke HRC… Aku mana tau… Biar aku tau.. Bukan biar aku suka atau biar aku tidak suka… Typo 😀😀😀😀

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.