TMCBLOG.com – Bro sekalian, di tengah makin ketatnya regulasi penyegelan mesin motor untuk team dengan status tanpa konsesi, semakin sedikitnya waktu pengetesan dan segala macam pembatasan fisik termasuk elektronik dengan kehadiran single IMU di 2019, maka pengetesan Pra-musim 2019 boleh dibilang sangat krusial terlebih di dua kali pengetesan akhir tahun 2018 yakni di Valencia dan Jerez . . Bukan apa apa, walaupun memang secara cuaca Valencia dan Jerez saat saat ini sedang dalam panca roba menuju musim dingin dimana secara suhu rata rata lebih rendah dibandingkan saat race weekend sebenarnya, namun pengetesan di tanah Eropa sangatlah penting dan boleh jadi tidak lebih rendah pentingnya ketimbang pengetesan di Sepang dan Losail Februari-Maret 2019 nanti  ..  Kenapa ?

Yess,, yang pertama adalah karena karakteristik Track dari sirkuit Valencia dan Jerez sedikit banyak menyamai karakteristik dari kebanyakan sirkuit di Eropa yang punya tipikal sempit, sehingga jika motor bisa dibawa lincah dan menghasilkan potensi saat test di Valencia dan Jerez, besar kemungkinan race day di sirkuit Eropa nggak terlalu banyak kekagetan yang dirasakan team/pembalap soal setingan motor dan lain lain. .

Yang kedua adalah soal cuaca Sepang . . . Sudah bukan rahasia lagi jika Sepang itu panas dan Humid/punya kelembaban tinggi . . seperti yang sudah TMCBlog tulis di analisa pasca race Sepang . .  efek dari humid dan panasnya Track Sepang yang secara teori memang bisa mengebiri performa mesin secara umum.

Teori umumnya ( bisa dilihat dari Grafik di atas ) , udara yang humid/ kelembaban tinggi memiliki kandungan AIR ( water/ H2O ) yang lebih tinggi dan kehadiran air yang lebih tinggi ini menyebabkan oksigen yang masuk bersama udara ke air box filter kurang padat ( dense ) . . Kurang oksigen akan mengakibatkan ledakan di ruang bakar menurun yang muaranya akan menurunkan performa ouput mesin . . So ibarat kata jangan buru buru senang dengan setingan di Sepang jika hasilnya sip karena ada beberapa variabel yang ‘tertutupi’ berkat karakter dari klimat sirkuit Sepang nanti . . . Bukan saja karakter power dari motor sendiri, kita pun agak susah untuk mengukur dan mengambil benchmark karakter dan kekuatan motor lawan karena ke-agresifitas-an motor mereka pun seperti ngumpet dibalik panas dan lembabnya cuaca.

Honda

Semenjak hari pertama pengetesan HRC sudah menyuplai dua mesin 2019 yang berbeda baik untuk Marc Marquez maupun Jorge Lorenzo . . Jorge Lorenzo sendiri karena klausul kontrak dengan Ducati, masih belum dapat diketahui feedback-nya ke publik. Namun terlihat bahwa untuk Jorge Lorenzo sendiri sudah hadir beberapa perbedaan bila dibandingkan dengan RC213V tunggangan Marquez seperti tank pad dan hadirnya Rear thumb Brake. Mengenai mesinnya sendiri, Marc Marquez cuma bisa berkata feelnya berbeda dibandingkan dengan RC213V 2018.

Apakah Honda atau lebih khususnya Jorge Lorenzo butuh Thumb Brake tersebut ? Hal ini jelas bergantung pada preferensi Jorge . . sepertinya permintaan thumb Brake itu dilayangkan Jorge sebelum dilakukan test hari Selasa, mungkin permintaan dilayangkan via rapat Pra-test Repsol Honda yang dihadiri oleh mekanik yang paling setia dengan Jorge yakni Juan Llansa di hari Ahad setelah race usai. Seperti kita ketahui Ducati sendiri butuh ‘ cara khusus ‘ untuk bisa belok . .

Dovizioso dulu pernah bilang caranya adalah pada dasarnya membuat slide ban belakang dan membuat posisi motor siap menghadapi tikungan . . Pada dasarnya baik GP18 dan RC213V sama sama motor dengan model V-4 dimana Marc Marquez pun butuh menggunakan pengereman ban belakang untuk membantu RC213V bisa nikung dengan propper di setiap corner . . .

So sepertinya Lorenzo sudah melakukan studi banyak mengenai RC213V tentang bagaimana menghandle ini motor terutama bagaimana bisa membuat RC213V menikung dengan maksimal . . So rear thumb brake adalah salah satu bentuk dari well prepared-nya Lorenzo terhadap proses adaptasi ini . .

Dari sisi box Marc Marquez kita bisa melihat sedikit lebih banyak soal pengembangan HRC untuk RC213V musim 2019. Meskipun Marc menahan sedikit rasa sakit akibat dislokasi bahu kirinya, namun Marc sanggup tampil dengan cukup baik dalam pengetesan Valnecia ini. Hari pertama Marc menggunakan motor spek 2018 race terakhir dengan revisi dan juga di akhir sesi sebelum Red flag karena hujan, dirinya sempat mencoba hanya 1 spek motor terbaru. Nah di hari kedua Valencia Test, Honda mengeluarkan RC213V full spec motor 2019 [tahap awal] yang beberapa perubahannya bisa terlihat secara kasat mata seperti bentuk lubanng Ram Air yang sedikit berubah. Salah satu tanda bahwa adanya revisi yang cukup signifikan pada area mesinnya.

Motor yang sudah ia uji di Aragon ini mengalami beberapa update sejak saat itu namun dirasa perlu adanya pengembangan yang lebih jauh lagi. Dengan kondisi badan yang tidak fit 100% Marc mengaku puas dengan jalannya sesi tes di Valencia ini karena HRC bekerja dengan fokus pada area mesin sesuai dengan yang dirinya harapkan musim 2018.

“Semua rider bila ditanya pasti akan berkata bahwa hal yang bagus kalau kami memiliki lebih banyak torsi karena pada waktu motor di straight akan memberikan keunggulan. Tapi untuk sekarang kami bekerja lebih fokus pada mesin. Namun kami juga terus mencoba memahami sektor depan motor, yakni ban depan karena kami [di musim 2018] harus selalu menggunakan ban dengan kompon yang lebih keras dan kini kami mencoba untuk mengubah gaya itu tetapi pasti akan sulit.” jelas Marc Marquez.

Honda mempunyai beberapa kelemahan di satu sisi dan di sisi lain motor ini adalah motor yang memenangi kejuaraan, maka HRC mengaku akan melakukan perubahan selangkah demi langkah agar arah pengembangannya tidak kehilangan arah.

Yamaha

Baik Maverick Vinales dan Valentino Rossi memperoleh dua spek Yamaha M1 2019 dengan perbedaan yang tidak diumbar ke publik. Namun yang pasti ada dua spek motor yang berbeda. Secara umum respon Maverick dan Vale adalah positif untuk kedua spek Yamaha M1 ini  . . . Baik Maverick maupun Vale sama sama mengatakan hal yang sesuai dengan yang pernah di informasikan Lin Jarvis mengenai power delivery yang lebih lembut di RPM awal dan menengah..

Secara khusus Maverick adalah yang paling antusias mengekspesikan positifnya mesin Yamaha M1 2019 ini. Ia mengatakan bahwa M1 baru ini 1 langkah lebih baik dari mesin M1 2018. Menurut Maverick lagi, salah satu kelebihan M1 2019 adalah di Engine Brake yang menuntunnya untuk bisa memasuki tikungan lebih baik. . Mesin baru dengan engine Brake lebih ini bisa membuat load roda depan berkurang sehingga ia bisa melakukan Speed corner lebih cepat dan stabil . . Walaupun begitu Maverick bilang masih ada variabel lain yang kurang di Yamaha M1 2019, yakni akselerasi setelah keluar tikungan.

Secara umum Valentino mengatakan impresi yang sama dengan Maverick Vinales mengenai Yamaha M1 2019 dimana seperti di injeksikan Engine brake yang lebih baik dibandingkan M1 2018 sehingga membuat Vale pun bisa lebih mudah melakukan pengereman dan memasuki tikungan. Soal akselerasi Vale juga mengatakan bahwa belum ada progress yang lebih baik ( lebih cepat ) dari akselerasi Yamaha M1 2019 di Valencia test dibandingkan dengan versi 2018 . .  Namun begitu Vale masih mengindikasikan persoalan lama Yamaha M1 yakni soal degradasi ban belakang. Indikasi ini diperoleh vale setelah merasakan hadirnya slide slide setelah ia melakukan beberapa kali Semi Long Run di test Valencia . . Secara umum Vale melihat arah pengembangan M1 untuk 2019 sudah cukup sesuai dengan ekspektasinya.

Maverick dan Vale menjelaskan bahwa Yamaha M1 2019 pada Valencia test ini praktis hanya mesin yang baru sedangkan pada sektor lain hanya dilakukan beberapa penyesuaian. Test Valencia ini terbilang masih sangat premature untuk menentukan spesifikasi mesin untuk dipakai musim depan, maka sesi Jerez nanti Yamaha sepertinya akan menghadirkan mesin versi [spek] ketiga akan dihadirkan beberapa update untuk menutupi apa yang kedua rider Yamaha factory ini rasakan kelemahannya pada dua hari di Valencia ini. Mesin dengan power delivery yang lebih smooth dengan tidak mengorbankan tenaga sehingga diharapkan mampu mengurangi degradasi ban belakang terutama saat race pada track dengan tingkat grip aspal yang rendah, cocok jika diuji di Jerez karena track tersebut bukan termasuk sirkuit yang cepat dan juga Jerez dirasa cocok untuk tolok ukur trek Eropa lainnya.

Ducati

Andrea Dovizioso menghabiskan waktu test Valencia dengan bolak balik mencoba Ducati GP18 dan juga GP19, dirinya yang kali ini ditemani oleh Petrucci mengaku cukup puas dengan pengembangan yang Ducati lakukan untuk persiapan musim 2019. Namun untuk Valencia test Dovi merasa tidak bisa menjadikan performa yang Ducati GP19 hadirkan di sana sebagai patokan dalam menentukan mesin seperti apa yang akan dipakai musim depan. Dovi merasa perlu untuk melihat performa Ducati GP19 saat berada di track lain yang berbeda karakternya dibandingkan dengan sirkuit Ricardo Tormo.

Sepertinya Ducati masih pede dengan spesifikasi motor GP18, dengan hanya melakukan beberapa ubahan detil pada  Desmo GP19 tahap awal, Dovi merasa sudah menemukan kenyamanan pada saat menghadapi tikungan. Sementara dari sudut pandang Petrucci, yang baru merasakan dua hari sebagai rider pabrikan mengaku bahwa Ducati GP19 merupakan motor dengan perbedaan yang cukup signifikan. Informasi yang didapatkan dari garasi Ducati cukup sedikit karena kedua rider masih memilih tidak terlalu banyak mengumbar spesifikasi awal dari Ducati GP19. Tapi kita semua bisa menilai bahwa Petrucci yang merasa sangat nyaman berada di atas GP19 pada saat melahap tikungan, mengindikasikan bahwa Ducati selepas peninggalan Jorge Lorenzo musim depan, masih tidak bisa dianggap remeh oleh para pabrikan Jepang.

Hal tersebut seperti di-amin-kan oleh Jack Miller yang tahun depan kedapatan jatah Ducati GP19. Miller menyebut mesin Ducati GP19 sebagai motor yang luar biasa dengan segala kelebihan parts yang setara dengan tim pabrikan. Terbukti dengan capaian ia di Valencia Test ini berada di posisi ke 4 yang menghabiskan 66 laps untuk menyesuaikan diri dengan GP19. Bagi Miller, kedua motor yang dia pakai [GP17 dan GP19] merupakan dua motor yang sangat-sangat berbeda terutama pada sektor handling dan gearbox. Motor GP19 jauuh leboh mudah dikendalikan pada saat memasuki di dalam dan keluar tikungan, kecepatannya juga luar biasa terutama akibat dari penggunaan gearbox yang sangat spesial sehingga membuat Miller lebih merasa percaya diri di atas motor.

Suzuki

Pada hari pertama sesi uji coba Valencia, Suzuki Ecstar hanya menghadirkan update kecil dari spek terakhir GSX-RR mereka. Baru lah pada hari kedua, Alex Rins diberikan motor dengan mesin terbaru 201p tahap awal yang ia rasakan pada mesin baru tersebut sebagai sesuatu yang sangat positif. Rins melakukan banyak lap dengan kedua versi motor dan ia dapat membuat perbandingan antara keduanya dengan sangat baik. Namun Rins pada akhirnya sanggup mencatatakan best laptime-nya dengan dengan GSX-RR spesifikasi lama [2018].

Menurut Rins; “Mesin baru memiliki lebih banyak tenaga [Hp], yang jelas saya rasakan bahkan dalam rentang Rpm mesin yang rendah, dan itu selalu merupakan suatu hal yang baik. Perbedaan terbesar adalah output teanaga saat berada di tikungan. Mari kita lihat apa yang bisa kita lakukan dengan yang berikutnya tes di Jerez. Tapi kesan pertama saya atas mesin terbaru ini adalah positif.”

Dengan hasil seperti ini Suzuki akan melakukan banyak revisi pada spesifikasi motor 2019 mereka, yang paling dekat adalah sesi test Jerez nanti. Sektor mesin dan elektronik masih menjadi fokus utama dari Suzuki. Di sisi lain, Joan Mir yang tahun depan membela Suzuki masih berada dalam masa adaptasi, namun Mir mengaku sangat puas atas capaian yang ia raih pada 2 hari sesi test Valencia ini. “Jika saya mengatakan saya telah beradaptasi, itu tidak akan benar, karena masih harus mempelajari racing line dengan motor ini dan hal hal lainnya. Perbandingan performa dengan Alex Rins, cukup penting bagi saya terutama pada tes pertama. Jadi kita bisa melihat di area mana Rins lebih baik. Tapi saya juga kuat di area lain. Saya sangat senang.”

Suzuki yang kehilangan status konsesinya tahun depan harus bekerja lebih keras karena pengembangan mesin yang dibekukan selama musim kompetisi berjalan akan membuat mereka harus menentukan mesin dengan spek mana yang akan mereka pakai. Kejadian pada tahun 2017 tidak boleh terulang, kesalahan seperti itu sangat krusial karena akan menyebabkan hasil yang buruk selama satu tahun, mirip dengan yang Yamaha alami tahun ini. Pressure yang lebih lagi karena saat ini Suzuki memakai jasa seorang Rookie yang boleh dikatakan minim pengalaman dengan motor full-prototype, maka menurtu TMCBlog Rins dan juga para insinyur di Suzuki berperan jauh lebih besar dalam memutuskan spesifikasi mesin seperti apa yang akan cocok dengan beragam karakter sirkuit selama musim kompetisi 2019, karena rival tidak berdiam diri di tempat.

KTM

Menarik bila melihat perkembangan pabrikan KTM di MotoGP. Karena pabrikan asal Austria ini lah yang paling melakukan perubahan besar-besaran di MotoGP. Rekrutmen yang KTM lakukan bisa dibilang luar biasa, Johann Zarco sebagai rider factory, lalu penambahan team satelit yang juga tim kuat yakni Tech3 racing dengan bekal 2 motor yang sama dengan motor factory team. Dan terakhir mereka merekrut seorang Dani Pedrosa sebagaii test rider dan developer RC16. Nah, dari dua hari Valencia test hasil yang ditunjukkan memang tidak jauh dari kebiasaan KTM sebelum sebelumnya. Satu hal yang menarik perhatian adalah apa yang Zarco lontarkan kepada media.

Zarco mengaku cukup frustasi atas capaian yang ia raih saat debut bersama KTM dan ia mengaku KTM RC16 lebih buruk dari yang ia sangka sebelumnya. Berada di posisi 20 terpaut sejauh 1.752 detik dari Maverick Vinales pada time sheet, membuat Zarco harus jatuh bangun demi memperbaiki laptime nya namun sayangnya sampai sesi berakhir dirinya tidak bisa tampil lebih baik lagi.

“Saya ingin memperbaiki catatan waktu agar lebih banyak tetapi saya tidak bisa melakukannya. Kami meningkatkan feeling pada motor dan kami mendapat control motor yang lebih baik dari motor tapi sayangnya kami tidak pnya kecepatan untuk tampil lebih baik. Saya kecewa dengan hasil ini. Sangat memalukan, saya mengalami dua kecelakaan tetapi tidak ada cedera, itu yang penting, dan hal itu membantu kami untuk benar-benar memahami dimana titik lemah motor kami dan saya juga memahami hal-hal tentang riding style saya dengan KTM yang mungkin harus saya ubah. Selangkah demi selangkah, saya membangun petualangan baru bersama KTM. “ Jelas Zarco . .

Berbeda hasil yang ditunjukkan oleh Pol Espargaro yang pada sesi Valencia test mampu menyelesaikan 47 lap pada Hari ke 2 dengan bertengger di posisi 13 waktu terbaik dan berjarak 0,871 detik dari Vinales. Pol yang berhasil meraih podium pertamanya dan KTM di MotoGP sudah melakukan test untuk motor spek 2019, terlihat dari bodywork RC16 miliknya yang sudah menerapkan regulasi 2019 untuk sektor aerodinamika. Insyaallah nanti akan TMCBlog bahas terpisah dan mendetil deh sob.

Pol secara puas menjelaskan hasil 2 hari test Valencia dengan KTM; “Sangat sulit tetapi itu positif. Selalu saja ada sebuah ujian, bahkan jikasesuatu berjalan tidak sesuai harapan, kami mash bisa mengambil bagian positif dari mereka. Kami telah mencoba banyak hal pada motor kami, terutama fokus pada sektor elektronik karena kami harus memperbaikinya lebih lanjut. Hasil ini sebenarnya sudah cukup bagus. Pada akhirnya, kami ingin melakukan lap time yang cukup cepat karena itu yang dilihat orang, tetapi kami memiliki beberapa masalah dengan motor. Bagaimanapun, saya pikir kami telah melakukan pekerjaan dengan baik. Kami mencoba banyak hal di motor terbaru kami. Semua orang di team senang dan masih banyak hal yang harus dicoba. Kami akan melanjutkan di Jerez.”

Pindah ke team satelit KTM MotoGP, Tech3 Racing yang tahun depan akan berganti nama menjadi Red Bull KTM Tech3 masih mempertahankan Hafiz Syahrin yang diduetkan dengan Miguel Oliveira sebagai bagian dari project KTM. Tech3 dan Syahrin mengaku gembira dengan hasil yang mereka raih selama test meskipun Syahrin harus jatuh pada hari kedua. Motor yang mereka coba adalah mesin RC16 spesifikasi 2019, merata di semua rider KTM kecuali Pol yang ketambahan bodywork baru. Menurut Syahrin, apa yang ia rasakan pada dua hari di Valencia bersama KTM merupakan permulaan yang baik. Masih banyak yang perlu dilakukan pada setup motor untuk menyesuaikan dengan dirinya seperti bagian depan RC16.

Dikutip dari Motogp.com , Syahrin mengakui bahwa penyesuaian diri dengan motor KTM perlu dilakukan lebih jauh lagi; “Kami melakukan perubahan setup pada suspensi belakang. Ini waktu yang cukup singkat bagi saya untuk mengerti karakter motor tetapi kami merasa lebih baik dan lebih baik lagi. Kami juga hanya menggunakan dua ban baru untuk pagi ini, kemudian kami mengubahnya pada sore hari dan mencoba untuk melakukan running dan memahami motor lebih lanjut. Yang penting adalah mencoba membiasakan diri dengan RC16 ini. Inilah yang benar-benar diinginkan oleh tim dan kami juga ingin bekerja keras pada sisi elektronik terbaru dan juga suspensi baru dimana hal hal itu sangat berbeda dibanding dengan motor lainnya. Saya mengalami kecelakaan kecil di sore hari karena ban, ketika suhu agak dingin dan grip menjadi kurang pada sisi kanan. Tidak ada hal buruk yang terjadi. Kami akan mencoba bekerja selangkah demi selangkah sebelum tes di Jerez dan kembali dalam kondisi yang baik untuk tampil sedikit lebih cepat.”

Aprilia

Aprilia hadir dengan semangat baru di Valencia, kedatangan Andrea Iannone dan juga test rider baru mereka, Bradley Smith seperti membawa angin segar bagi Aprilia untuk bisa lebih bersaing dalam kompetisi musim 2019 mendatang. Andrea Iannone dan juga Bradley Smith diharapkan mampu membawa arah pengembangan yang baik bagi Aprilia. Iannone yang sempat terjatuh karena kehilangan grip pada roda depan menganggap itu adalah hal yang sangat normal karena saat rider bekenalan dengan motor baru [pabrikan lain] mereka tidak mengetahui sejauh mana batasannya.

Seperti kebalikan dari yang Zarco alami, Iannone mengaku bahwa motor Aprilia tidaklah seburuk yang ia sangka. Masih banyak hal positif dari RS-GP yang bisa ditingkatkan lebih jauh lagi. “Ada banyak hal positif dan ada juga yang negatif, tetapi poin negatifnya sangat jelas bagi saya – dan sekarang juga bagi para insinyur, saya pikir saya datang ke Aprilia dengan banyak informasi dan banyak pengalaman. Kami tahu di area mana kami perlu bekerja dan meningkatkan kemampuan motor, ini benar-benar jelas,” kata Andrea Iannone yang memakai setup Aleix Espargaro di RS-GP nya.

Iannone menggunakan dua spesifikasi RS-GP yang berbeda sat Valencia test. Merasa dirinya perlu beradaptasi lebih jauh dengan motor, Iannone mengaku perlu waktu sebelum menentukan spek mana yang lebih baik untuk Aprilia gunakan pada musim 2019 nanti.

Sedangkan informasi yang dilontarkan dari Bradley Smith pun cukup positif bila kita melihat dari sudut pandang outsider; “Kami sangat fokus pada elektronik dan sedikit di set-up, suspensi. Saya pikir saya dalam situasi yang menguntungkan mengendarai RS-GP milik Aleix [Espargaró] dan [bekas] Scott [Redding]. Saya merasa cukup nyaman dengan posisi dan filosofi motor ini. Saya hanya perlu mengubah hal hal kecil pada setup detail di motor. Jika kami memiliki lebih banyak waktu lagi, kami akan melakukan fine-tuning.” Ujar Smith. “Secara keseluruhan, saya senang dengan semua pekerjaan baru saya. Kami tahu apa yang harus kami lakukan dan apa yang ada di masa depan. Kami siap untuk pergi ke Jerez untuk menguji lebih banyak hal pada motor dan memastikan para insinyur dan orang-orang di Aprilia memiliki arah pengembangan yang baik dan jelas selama musim dingin dan untuk musim kompetisi 2019.”

Dari sini Aprilia terlihat menjanjikan dan langkah yang mereka putuskan untuk merektru seorang Andrea Iannone sebagai rider utama dan Bradley Smith selaku test rider akan membuahkan hasil yang nyata di musim kompetisi mendatang. Pengalaman menggunakan motor yang ‘enak’ seperti Suzuki [Iannone] dan Yamaha [Smith] akan memberikan input input positif bagi pengembangan Aprilia RS-GP selama pabrikan sanggup memenuhi kebutuhan update parts untuk ridernya dalam kompetisi yang super ketat di grid MotoGP 2019.

Kesimpulan singkat, 2 hari sesi Valencia test ini hanya merupakan awalan bagi para rider menyongsong musim MotoGP 2019 dimana masih banyak yang berkenalan dengan motor dan juga team baru mereka, lalu juga beberapa rider ada yang cidera seperti Jorge dan Marc sehingga belum bisa tampil maksimal selama sesi test. Jerez test selama 2 hari akan menjadi serial lanjutan dari sesi test pra musim MotoGP 2019 yang akan berlangsung tanggal 28 dan 29 November 2019. Untuk artikel rookie akan TMCBlog siapkan di artikel terpisah ya sobat.

TMCBlog

82 COMMENTS

    • Kang T4ufik, tulung gaweknya artikel tentang Morbidellong “vs” Rossidah dan Vinyalong. Kayane Morbidellong juga apik Kang. Suwun.

      Guest
  1. To Mr. JL99…
    Sepertinya masih ada yg di sembunyikan dari hasil tes kali ini, coz untuk menghormati Ducati jadi tidak full gass… Lihat dari gestur tubuh dan mukanya agak sumringah dan bercahaya Wak setelah jajal CR-V 😁

    Guest
  2. Kalau kata Hafizh Syahrin di YouTube, dia merasa RC16 ini lebih terasa prototype dan pure motor balap ketimbang M1. Kok kebalikan sama Zarco ya? Mungkin ada beban psikologis juga di Zarco, sempat hampir naik RC213V eh malah dapat RC16. Sempat ngira bakalan langsung kompetitif diatas motor yang udah jadi, malah harus naik motor yang “masih dibikin”.

    Guest
  3. Semakin kesini fairing depan KTM semakin mirip Ducati, padahal awalnya malah kayak RC213V KW yang pakai rangka tubular. Semoga datangnya Pedrosa dan Zarco bisa bikin KTM sesuai target awal mereka, lebih cepat dari Suzuki. Suzuki udah berkali-kali podium tahun ini, bahkan di seri terakhir hampir menang seandainya gak ada redflag atau redflag-nya setelah lap 18

    Guest
    • iya ni mudah2an cepet KTM di papan atas jadi

      Honda Yamaha Ducati Suzuki KTM berebut podium.

      ini jauh lebih seru. daripada cuma Honda YAmaha atau Honda Ducati aja

      Guest
  4. Kesimpulan
    Honda
    -Marq: Perubahan Detail Kecil Agar Mengurangi Degradasi Ban Depan Agar Motor Lebih Ringan Dalam Cornering
    -Jorge: Masih Perlu Adaptasi, Karena Kita Tau Ducati Seperti Memiliki Kelebihan Fairing 10% Dari Honda Yang Terlihat Ramping

    Yamaha:
    -Vale: Masalah Utama Yamaha Sedikit Teratasi Namun Masalah Ban Belakang Masih Stuck, Mungkin Tes Losail Nanti Bisa Teratasi
    -Vina: Masalah Mass Efect Sudah Sedikit Teratasi, Tinggal Tunggu Pengembangan Masalah Roda Belakang

    Ducati
    -Dovi: Saya Rasa Ducati Masih Superior Dari Tahun Ini Dan Tahun 2019 Nanti, Tinggal Melihat Seberapa Lincah Ducati 2019 Nanti Dalam Cornering
    -Petruci: Masih Adaptasi, Walaupun Dari Ducati Satelit Tapi Perbedaan Spek Mempengaruhi Feeling Rider

    Suzuki
    -Rins: Cukup Menjanjikan Potensinya Ditahun Ini, Suzuki Hanya Kekurangan Dalam Hal Straight Yang Sering Tertinggal Walau Sesama Pabrik Jepang
    -Joan: Rider Moto2 Yang Masih Perlu Banyak Adaptasi

    KTM
    -Zarco: Masih Sama Dalam Hal Mental, Zarco Perlu MoodBooster Karena Zarco Rider Yang Punya Potensi, Dan KTM Memang Perlu Banyak Ubahan Karena Sasis KTM Sendiri Yang Menganut Tabular
    -Pol: Sama Hal Nya Zarco, Tapi Rider Ini Seperti Setengah Test Rider, Balapan Tapi Sambil Beradaptasi Dengan Motor

    Aprilia
    -Ianone: Salah 1 Rider Kuda Hitam, Berawal Dari Rider Ducati V4, Ianone Punya Sedikit Pengalaman Dalam Hal Itu, Berbeda Dirinya Di Suzuki Dengan Karakter Inline

    Guest
    • Menurut saya terlalu cepat menyimpulkan seperti itu.
      Honda masih punya beberapa spek mesin untuk di test di Jerez yg paling dekat.
      Begitu juga dengan Suzuki, Yamaha, Aprilia dan KTM.
      Malah, KTM punya bekal sasis yang banyak barunya untuk 2019. hehe

      Editor
    • ok boss hehe memng msh dini untuk menyimpulkan bahkan saat racepun msh banyak perbaikan.

      Guest
    • Beneran itu infonya Oom, KTM bakal pny sasis baru? Klo mesinnya? Itu sdh motor 2019 kah? Nama msh RC16 ya? Mau alasan baru adaptasi ato apalah, menyedihkan gini hasilnya. Ga beda dng sebelumnya, apa yg dihasilkan KTM blm mencerminkan keunggulan yg mereka miliki berkat kucuran dana Red Bull..

      Guest
    • Jangan lupakan juga..saat tes ini hanya Marc yang jadi tumpuan 😂 lorenzo masih adaptasi..nanti jika si Cc udah bisa turun..barulah ada perubahan signifikan 👍😂 terutama bagi Marc.
      Andai Marc mengeluarkan limitnya dites awal ini dan crashh…maka tiada lagi rider yang bisa memberikan masukan ..ke Hrc khususnya buat rcv mereka😂

      Guest
  5. pengen liat Rossi juara lagi “juara dunia” . tapi kok malah ?
    masih pakai cara lama Rossi?
    buanglah cara lama pakde Rossi
    sekarang jamannya telah berubah
    biar elektronik yg bekerja
    kamu tinggal ikuti mekanisme nya
    semoga jadi Juara

    Guest
    • wkkk. tapi pgn ketawa kalo bc komentnya rossi tpi mkin emg benar apa kta rossi soal mesin ymha mash klh ma tim lain. rossi msh mnta mesin yg lbh baik. mnrt aq jg mv gas pol scra max. sdgkannyg laìn blm.

      Guest
    • Yach dulu kan msh muda, bisa bilang yg sisa 10% biar mereka yg selesai kan. Sekarang kan level kompetitor juga seimbang, mesin juga.

      Guest
  6. Penjelasan yang sangat lebar, sungguh mengagumkan kn nih Wak haji, boleh dibilang 2019 nanti bakalan banyak tim yang bertempur dengan rider top, semoga nnti gak monoton pabrikan yg ada di depan, mungkin bisa lah kaya tahun 2016, seru euii..tapi saya tetap menjagokan MM93 dengan Honda ..jos grandos.. salute tmcblog Ulasannya.

    Guest
  7. KTM makin ke rcv rcv an,Aero fairingnya aja letaknya kayak Joker
    Mau ngelak gimana lagi,tralis tubular nya aja yg beda dan kayaknya itu momok penyakit nya yg bikin Zarco kurang confidence masuk tikungan(katanya),tapi entahlah saya hanya netizen

    Guest
    • Mereka kepaksa bawa Syahrin karena duit dari IMI nya Malaysia, harapan utama di Oliveira tapi dia kan rookie jadi penampilan mungkin bakalan 11-12 sama syahrin di 2019. Paling cepat 2020 mereka jadi tim satelit terkuat lagi.

      Guest
  8. kenapa yamaha factory di post season test ini tetep pakai livery movistar ya? apakah untuk ‘menghormati’ sekaligus perpisahan dengan sponsor? soalnya tahun2 kemarin kayaknya pakai item2 juga

    Guest
  9. Panjang wak artikelnya cukup untuk menghabiskan 1 batang rokok dan secangkir kopi… Tp tetep mantab wak semoga sukses slalu

    Guest
  10. Serasa udah makan makanan faforit sepuasnya, plus masih ada bunus cemilan (kolom komentar), dan yg paling ok dari semuanya adalah ini gratis 😀

    Baca tabloid mingguan aja belum tentu dapet yg enak kayak gini 👍👍

    Sukses selalu TMCblog

    Guest
  11. Artikel ini sepi karena gak bisa diakses disemua browser. Opera mini g bisa. Ini aku buka lewat chrome baru bisa. Sayang ya. Padahal bikin artikel kaya gini g mudah dan perlu banyak riset

    Guest
  12. Pembalap dg badan besar spt vale petruci miller..sangat di rugikan dg aturan ukuran fairing depaan yg era skr lbh ketat dimensinya…bhkn lebar tinggi dll ketat,,
    Cb tengok sblm 2011…fairing lbh bongsor,,,lbh bebas..
    Jd kesimpulan sy moto gp era skr cm khusus mnguntungkn rider yg mungil,,bs tuckin smpurna..
    Spt mm93, jl99, rins..dll..
    Mm93 juara karena rule,bkn skill..kompetitor d lemahkn dg rule,

    Guest
  13. Wak, kok bendera indonesia dan tulisan semakin di depan berubah jd bendera thailand dan tulisan thailand? Apakah yimm udh ga sponsorin m1 lg? Dan 1 lg apakah livery movistar masih di pakai di musim 2019?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.