TMCBLOG.com – Ducati Corse terutama Divizi MotoGP sepertinya Juga tidak habis habisnya berinovasi . . Ducati terkenal sekali getol berinovasi di Sektor Aerodinamika. Mereka lah Yang kembali membangunkan Trend Aero Part seperti Winglet, Inner Winglet dan lain lain . . . ketika regulasi terhadap pemakaian Wing semakin diperketat, Ducati melakukan  diversifikasi inovasi ..  dari yang awalnya di Depan, Kini diperkaya menjadi Di Belakang . . Lahirlah Desain Buritan yang memiliki aero part menyerupai Bilah wing . .

Bilah wing di kendaraan Darat Biasannya memiliki fungsi untuk mengahsilkan downforce / gaya tekan ke bawah . . nah jika wing di bagian depan Untuk bisa membantu ban depan agar tetap menjejakkan Grip karetnya di Tarck saat melaju dalam kecepatan tinggi dan meminimalisasis wheelie saat berakselerasi, maka kira Kira apa yang dituju Ducati dengan membuat Desain Buritan belakang mirip wing ?

Kehadiran Wing di Bagian belakang Ducati desmosedici GP19 yang dicoba di jerez test Pra-Musim  2018 kali ini yang masih belum ada kepastian apakah disetujui oleh Direktur teknis MotoGP atau tidak . . namun begitu secara umum karena ini test, Pembalap dan team sah sah saja melakukan pengetesan . .

Mengenai Fungsinya sendiri, Mirip di F1, IMHO,  tmcblog mencoba menerka bahwa Ducati sedang menguji efek downforce pada bagian belakang Motor apakah Punya efek yang signifikan dalam mempertakankan grip ban belakang ke Track atau dalam kata lain bisa meminimalisasi slide dan membantu kerja elektronik khususnya traction Control pada era dimana IMU Juga makin dibatasi dan dikendalikan Oleh Dorna . .

Taufik of BuitenZorg

63 COMMENTS

    • Ducati Tanpa bantuan dorna gak ada apa2nya..
      Coba ECU Dan IMU gk dibatasi…ducati makin tertinggal…
      KrNA ECU Dan IMU made in Italy jadi ducati lebih mudah “mencerna” data…
      Aneh aja sih katanya motoGP motor proto…
      Proto kog dibatasi…

      Guest
    • setuju bro ducati tanpa dorna gak ada apa apanya wkwkwk.
      banyak peraturan yang menganak emaskan ducati, paling extreme mungkin magneti marelli. terus winglet yang awalnya mau dihapus setelah petinggi ducati masuk ke jajaran jabatan penting dimotogp malah tetap diperbolehkan tuh winglet dengan berbagai revisi.

      Guest
    • dan yg masih bikin saiya tanda tanya?? apakan HRC masih mengembangkan motor prototipe dgn ecu sendiri (tanpa ada batasan),, ga kebayang kalo d tes oleh markuntet

      Guest
    • kalo masalah dana menurut ane Ducati Corse kurang lebih HRC kyknya, yg membedakan mungkin hanya SDM nya,,, beda dgn YFR yg dibawah kedua tim tsb,,

      Guest
    • kalau semua dibebasin termasuk ecu, bisa dibayangkan honda akan ngacir sendirian. dengan dukungan sdm serta uang yg melimpah milik honda. tim2 lain bisa dipastikan undur diri dari moto gp.

      Guest
  1. Dari pada semua tim melakukam riset aerodinamika yg sangat mahal, kenapa ga Magnetti Marelli bikin software yg lebih oke aja.
    Wong software inhouse pabrikan aja lebih bagus masa iya MM ga bisa bikin selevel.

    Guest
    • masalahnya klo inhouse bisa fokus pengembangan dan sebanding dengan inputan dari pebalap serta dana, klo global khn harus common dalam artian basic semua pabrikan bisa beli en teknologinya yg dibeli ke pakai gak mubazir, klo yg lain baru bisa pakai kirim text message yo mubazir klo dikasih MMS, dan bakal ada ketimpangan jika ada yg sudah bisa pakai MMS, atau tau cara pakai MMS tapi gak ada dana cukup, persaingan gak akan kompetitif lg, sebenernya ini tantangan buat engineer buat nemuin ide gila lagi dimana text message bisa buat MMS

      Guest
    • iyo yo bro…aku mikiri yo ngono kui…ban e mburi malah cepet entek…nek ra kui aspale malah do katut ban

      Guest
    • Tergantung, kalau sirkuit licin, downforce malah bikin ban awet, karena jika licin ban malah spinning terus. kalau sirkuit sudah ngegrip, tergantung hasil tes juga, apakah selama puluhan lap/fight ban bisa tahan. kalau tahan, catatan waktunya bagus yang mana. nanti ditentukan pakai yang mana. itulah gunanya tes.
      yang jelas, ducati punya keuntungan, karena memiliki power yang besar. meski ditambah aero part banyak (hambatan udara besar), tapi tertutupi oleh powernya. kalau power kecil, pakai banyak part aero akan terhambat di straight.

      Guest
    • @dinsyams ga juga sih.. lorenzo pernah bilang desmo pake part aero yg mana itu lupa malah mengorbankan raihan top speed di staight

      Guest
  2. kayanya drpd ningkatin down force
    tujuannya lebih untuk mengatur aliran angin sehingga mengurangi tubulensi
    krn bagian tersebut lebih sering tertutup badan pebalap
    just opinion

    Guest
  3. segitu mah kurang berefek,kasih spoiler Segede mobil pikes peak tuh baru nempel senempel2 nya,bahkan shock belakang langsung ambles kena downforce 😂😂😂

    Guest
  4. nggak jadi rakus ban belakang tuh?atau buat ganggu angin yg mau slipstreaming tapi ane rasa winglet depan aja udah cukup ganggu angin orang yg mau slipstream,menurut penuturan Pedrosa

    Guest
  5. Kalo winglet depan buat mengurangi ban depan terangkat saat berakselerasi, apa winglet belakang ini berfungsi menjaga ban belakang tidak terangkat saat mengerem?

    Guest
  6. seperti prediksi ane…motor motoGp akan mirip mobil F1… awalnya pake winglet depan, sekarang wing di belakang…

    mungkin bentar lagi buritannya dikasih rudder biar belok lebih mudah…

    Guest
  7. Ducati bentuk motor yg paling aneh nieh bentuknya pendapat ane,
    Tambah winglet bebek belakang tambah aneh lagi nieh . . .
    Ducati bentuk paling cakep thn 2007 (stoner) warna jg merah maroon garang

    Guest
  8. Mereka hrs meniru balapan sini, biar ga spinning apa ngangkat2 dikasih beban aja dpn beras 25kg blkg boncengin cabe

    Guest
  9. oia wak, kenapa artikel tmcblog kalau dibaca lewat hape cuma sampe artikel “suryanation” ?ga update istilahnya. beda dengan yg di web desktop.

    Guest
  10. Dugaan saya itu bukan utk hasilkan downforce, tapi utk memuluskan (smooth/laminar) aliran udara di area belakang yg cenderung vortex/turbulence.
    Vortex/turbulence ini cenderung menimbulkan drag (gaya hambat).
    Mungkin drag inilah yg ingin dieliminir oleh Ducati, meskipun saya belum kebayang besaran drag akibat vortex ini pada motor Desmo GP ini.
    Bisa saja hasil riset aerodinamka Ducati ini “cuma” memperuncing laptime 0,01 second/lap

    Guest
  11. Minimal buntut Desmo jadi enakam dikit diliat. Gak kayak tahun ini yang jelek banget nungging tapi kecil dan bentuknya cuna segitiga kaku kayak modifan bengkel fiber pemula.

    Guest
  12. Minimal buntut Desmo jadi enakan dikit diliat. Gak kayak tahun ini yang jel ek banget nungging tapi kecil dan bentuknya cuma segitiga kaku kayak modifan bengkel fiber pemula.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.