Bro sekalian, Kaget bin takjub setelah membaca tulisan bro sabdo sebulan yang lalu , asli di artikelnya terpaparkan fakta bahwa hasil uji Dyno On wheel Motor Pulsar 135 LS di MotoTech Jogjakarta menunjukan angka Power Peak 13,5 hp pada 9562 RPM dan Torsi 11,29 nm pada 6705 rpm lha nilai ini nggak jauh beda dengan spek pabrikan yang ditulis di brosur yang menunjukan nilai Power max 13,5 hp pada 9000 rpm dan torsi  11,4 nm pada 7500 rpm whooow

Lha Jika data ini benar adanya, maka menunjukan bahwa data performa yangd ditulis pada brosur merupakan data Hasil pengukuran On whell bukan data pengukuran on CrankShaft. Untuk diketahui mayoritas data performa dari motor motor resmi pabrikan yang tertulis di Brosur merupakan data hasil pengukuran On Crank yang umumnya memiliki nilai lebih tinggi dari Nilai dyno on Wheel (sebagai contoh Ninja 250R data performa brosur 30-an hp On whell menjadi sekitar 24-25 hp saja ) . . . artinya apa? . . .  jika memang betul ini On Wheel maka Data Power max On Cranknya bisa jadi lebih gede dari 13,5 hp  . ..  whuiiih . . . silahkan dikomentari dan semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

70 COMMENTS

  1. Nah begitu yg bener, pabrikan sebaiknya mencantumkan 2 info on crankshaft dan juga on wheel, jadi konsumen dapat info yang lebih jelas dan tidak merasa tertipu disaat membaca spec di brosur. Mantabs buat BAI…

  2. Kang Haji kasih info yg berimbang.

    Tadi kritisi ttg metode brosur sales ttg komparasi.

    Skrg beri info yang obyektif dg data2 dynotes.

    Mantabb… (pake B bukan P)

  3. Apapun merknya tidak perlu ragu dan malu menggunakannya, asalkan sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat untuk kehidupan, bagi yang merasa malu menggunakannya tanya kenapa?

  4. 18. vixionred – Oktober 16, 2011
    hasil wes di modif iku ngono
    ======================
    Habis di modif jadi 18,5hp cuy…

  5. sayang paten mesin Dtsinya belum di akui di Indonesia krn d tuduh nyontek mesin honda,,, pdahal mna ad mtr honda yg d jual di indonesia yg pake mesin dtsi ato 2 busi

  6. kapasitasnya dijadiin 158cc tembus 18.5 hp on wheel !!! (di crank mungkin 20hp an)

    mungkin standart nya on crank setara vixion (on crank 14.8hp) atau bisa jadi lebih.

    Hebat dah bajaj…
    Walaupun cc lebih rendah. Tapi bisa saingan dengan cc yg lebih besar.
    Seperti
    p180 vs tiger
    p220 vs scorpio
    p135 vs byson

    sayang pwr nya lbh rendah. Jadi cuma unggulin top speed.

  7. “sebagai contoh Ninja 250R data performa brosur 30-an hp On whell menjadi sekitar 24-25 hp saja”

    saran kang Haji…yang di atas bisa multitafsir…
    ditambahin koma saja, hehehe, menjadi…

    “sebagai contoh Ninja 250R data performa brosur 30-an hp, On whell menjadi sekitar 24-25 hp saja”

  8. realita ini hrs diakui bahwa teknologi sudah global , bukan hanya jepang saja semua jg bisa menjadi lebih baik dan terbaik. jd memang hrs bnyk pilihan.

  9. yg lebih salut ya itu, jujur..
    Walaupun tembus 13.5ps, tapi ga perlu pertamax, coz kompresi nya cuma 9.8:1, cukup premium.
    Dibanding pabrikan sebelah yang ‘harus’ minum pertamax.
    Xixixixi
    tembus 55km/liter premium.
    Klo Mx, brp km/liter premium?
    Dan Cs1, berapa km/liter premium?
    Xixixixixi

    tapi bajaj kurang 3s nya.
    Tapi bisa di kanibalin partnya,
    seperti kampas rem blakang pake thunder 125,
    head lamp pake vixion.

  10. Go Bajaj …. Semakin banyak pilihan konsumen makin diuntungkan, sudah saatnya jadi konsumen yang tidak brand minded.

  11. @sams : emang bener kok bro, jadi pembandingnya dengan komparasi hasil dyno motor lain :
    di Mototech Jogja, rata2 hasil dyno adl :
    Pio : 18-19 HP,
    P200 : 16-17 HP (kondisi prima),
    P220 : 19 HP,
    P135 :13,5 HP
    silahkan buka di FB nya mas Londo TRB.

  12. Aduuuh bajaj pulsar tampilanya ituloh…
    aw aw aw aw….

    mending beli minierva atau tiger 2005 lah…
    atau engga bebek..

  13. yo wis kono gek ndang do tuku, mbok menowo eneng sing gelem tuku, lha mbok yo pulsar ki eneng sing digawe enduro, mungkin rodo payu

  14. Berdasarkan pengalaman belasan kali melakukan dynotest pada motor dan mobilku, setauku, mesin dyno utk motor mis. Mototech Jogja, Ultraspeed Jkt, Sportisi Jkt, FP5A Jkt, Global Motorindo dll itu memang semuanya mengukur tenaga dan torsi on wheel, bukan pada crankcase. Hanya ada perbedaan pada kalibrasi masing2 mesin dyno.

    Kesimpulannya :
    1) angka2 tenaga/torsi dlm brosur Bajaj adalah angka2 “on wheel”
    2) kalibrasi mesin dyno Mototech dan mesin dyno yg dipake oleh Bajaj Auto India kurang lebih adalah sama.

    Beda dng mesin dyno utk mobil misalnya Rev Engineering Jkt, Gut Motorsport Sby, Sigma Speed Jkt, semuanya mengukur tenaga/torsi pada crankcase. Kecuali Khatulistiwa Suryanusa (KS) Jkt yg mengukur on wheel.

    Motor yg udah dipake setaun atau lebih, dan blum pernah dilakukan pembersihan kerak di ruang bakar (skir klep), biasanya power turun sekitar 1-2 hp dibandingkan power motor saat kondisi masih baru/prima.

    Pertanyaannya : gimana caranya menjaga performa (power/torque) mesin agar slalu dalam kondisi prima ? mungkin Kang Dadang bisa membuat penelitian utk kemudian dilaporkan di blognya ?

    Misalnya, gimana hasilnya jika kita lakukan pembersihan kerak di ruang bakar dengan cara :

    – bongkar cyl head (skir klep) setiap 20.000 km, di bengkel.

    – menyemprotkan cairan pembersih ruang bakar mis. merek DCS, 3M, GSox, dll secara berkala mis setiap 5000km, langsung pada lobang busi (busi dicopot).

    – mencampurkan cairan mis Red Line Sl-1 complete fuel system cleaner pada bbm (10cc setiap 15 liter bbm)

    – mencampurkan Tora2 pada premium (10cc setiap 10 liter premium)

    Untuk mengetaui cara mana yg paling efektif dalam menjaga kekinclongan ruang bakar (kepala piston, payung klep, dan valve seating) serta dinding ruang bakar pada cyl head…..

  15. kalok ada yg meragukan hasil dyno Mototech, brarti dia blom pernah dynotest dan blom paham gimana dynotest di Mototech. Sedangkan hampir semua tim balap / drag resmi maupun liar di Jateng banyak banget yg memanfaatkan mesin dyno Mototech dlm rangka setting final mesin2 balapnya….

  16. Pulsar 135 ls mmg mantabb, ana punya sjk 24 april 12 perlahan tp pasti rasanya makin muck newssss (maknyuus) skrg gigi 3 udah tembus 82 kmph, syng jalan di daerah saya tdk terlalu panjang trek lurusnya, jadi gigi 4 baru nembus 90an kmph keburu harus belok bbrp kali, padahal baru mulai terasa terbang tuh…………

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here