460x110_sep13

899_panigale_11

Bro sekalian, akhirnya Confirm juga ‘supersport’ 899 cc Nya ducati dinamakan mirip dengan tetuanya Yakni Panigale. Kepastian ini setelah TMCBlog confirm via pengecekan ke site Ducati berdasarkan info cepat dari seorang rekan di Spanyol bro Jose. Secara Umum Ducati 899 Panigale ini juga menggunakan Mesin senada dengan Ducati 1199 Panigale yang pernah tmcblog test di Sirkuit sentul yakni mesin Supersquadro dengan perbedaan dimensi Bore dan Stroke saja dan Bahkan jenis sasisnya pun sama yakni sasis Monokoq . . . Panigale 899 menghasilkan power maksimum 148hp (109kW) dan Maksimum Torsi 73lb-ft (10.1kgm) dengan bobot ringan untuk ukuran superbike – supersport yakni 169 kg saja (dry weight)  . . . wet weightnya 193 liter dengan kapasitas tangki bbm 17 Liter

banner-cb150r-440x100_2

899_panigale_2

Selain wajahnya yang memang mirip banget sama Panigale 1199, calon motor bengis ducati ini juga dibekali Ride By wire di perkuat dengan teknologi ABS tiga tingkat, Ducati Traction Control (DTC) dan Engine Brake Control (EBC)  . . . Untuk sementara ini Tersedia dua warna Merah Ducati dengan Roda Hitam dan Putih Artik dengan Roda warna merah

899_panigale_7

Ride By wire (RbW) artinya bahwa trotel (antara bejekan  handle trotel dengan bukaan Trotel body) dari Panigale 899 ini dibuka dan ditutup full secara elektronik, tidak lagi sevcara mekanik . . . bukaan trotel di kendalikan sepenuhnya oleh ECU berdasarkan riding mode yang dipilih. Riding Modenya sendiri mirip seperti Hyperstrada yang tmcblog cobain di bali pekan lalu  dengan nama dan konfigurasi ecu berbeda tentunya yakni : Race, Sport dan wet riding Ketiga riding mode ini juga berbeda penyaluran powernya yakni : full power dengan Respon throttle yang cepat (Race Mode), full power Respon Trotel yang ‘halus’ (Sport Mode), dan Power dibatasi dengan with Respon Trotel yang ‘halus’ (Wet Mode) . . . asli mirip sama Hyperstrada !!

899_panigale_9

Ducati Traction Control adalah tenologi yang memonitor dan mengendalikan gejala spin dari ban belakang. Spin dari ban belakang tentu digunakan berdasarkan tingkat ke ahlian ridernya . . . pada waktu hujan kita tentu sangat tidak menginginkan Spiun roda belakang banyak kan . . . sehingga DTC akan diset pada angka tertingginya yakni 8, DTC tingkat rendah membutuhkan skill rider yang mumpuni, dan bahkan kadang dibutuhkan untuk beberapa racing style pembalap misalnya saja menggunakan Rear wheel steering dimana ban belakang akan mengalami gejala spin

899_panigale_1

Secara Keseluruhan 899 Panigale hampir mirip dengan 1199 Panigale . . . beberapa hal yang secara kasat mata membedakan keduanya adalah pengaplikasian Swing arm double ‘banana look’ pada 899 Panigale. double-sided swingarm ini terbuat dari Full Die-Cast Alumunium. Penempatan Knalpot mirip yakni underbelly (dibawah mesin) plus ada subframe depan yang menopang fairing, dashboard dan headlight terbuat dari alumunium  . . . ini semua membentuk Panigale 899 sehingga memiliki wheel base 142,6 cm dengan pembagian proporsi bobot 52% kedepan dan 48% kebelakang.

899_panigale_13

Suspensi depan 899 Panigale menggunakan Showa Big Piston Fork (BPF) dengan kendali lendutan (damping control) sedangkan untuk suspensi belakang lagi lagi mempercayakan pada produk Sach yang fully adjustable. Adjustable ini artinya Suspensi ini memiliki 3 setingan yakni setingan Preload, Kompresi dan Rebound damping semua tergantung kemauan sang rider berdasarkan riding style dan kondisi Race Track

Pengereman Motor ini pun dijamin joss Rem depan menggunakan twin radially-mounted Brembo 4 piston dengan kaliper monoblok M4-32 plus Radiam Master Silinder . . . semua ini digunakan untuk menjepit dua piringan kembar 320mm. rem belakangnya cuma satu piston brembo yang menjepit piringan 245mm . . . ini belum setingan ABS nya bro yang menggunakan 3 tingkat.

Level 1 ABS digunakan untuk Penggunaan 899 Panigale Berorientasi Balap (track Oriented) . . mungkin ABS nya kecil yaa? . Level 2 ABS digunakan untuk mode sport dimana kegunaan ABS untuk menghindari ngangkatnya ban belakang saat rider mengerem dengan rem depan sekuat kuatnya  . . . contoh saat menikung setelah straght di R1 sentul. Level 3 ABS digunakan untuk mode riding basah dimana ABS full banget disini. Akan tetapi Setingan ABS ini Independen artinya di sa di Off kan pada tiap ridng mode . . . so bisa aja di riding mode Race, sport maupun wet kita tidak menggunakan ABS atau menggunakan ABS level tertinggi . . . so Customable  dan bisa di save untuk digunakan dikemudian hari . . .mantebb, canggih

Untuk Ban Ducati kembali mempercayakan kepada Pirelli yakni jenis ban dengan struktur, profile dan compound (multi Compound) yang sesuai dengan habitat alami road dan terutama race track yakni Pirelli Diablo Rosso. FYI Pirelli Diablo Rosso ini memiliki 3 zone compound ban pada ban belakangnya . . . dimana memberikan feeling ngegrip ke aspal karena compound side wall lebih lunak dibandingkan compound pada sisi tengah ban . . . so nikung lebih pede

menurut berita, Ducati rencananya memang mengundang banyak jurnalis ke Italia tanggal 12 September besok untuk sebuah Conferensi Pers . .hmmm mungkin ada hubungannya dengan 899 Panigale ini . . . mungkinkah tmcblog bisa lihat lebih dekat dengan sang 899 panigale ini? kita lihat saja nanti ya 😉

Semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

899 Panigale Technical specification
Chassis
Frame     Monocoque aluminum
Front suspension     Fully adjustable BPF Showa forks. 43 mm chromed inner tubes
Front wheel     10-spoke light alloy 3.50″ x 17″
Rear suspension     Fully adjustable Sachs unit. Aluminum double-sided swingarm
Rear wheel     10 spokes light alloy 5.50” x 17”
Front brake     2 x 320 mm semi-floating discs, radially mounted Brembo Monobloc M4.32 4-piston callipers with ABS as standard2 x 320 mm semi-floating discs, radially mounted Brembo Monobloc M4.32 4-piston callipers with ABS as standard
Rear brake     245 mm disc, 2-piston calliper with ABS as standard245 mm disc, 2-piston calliper with ABS as standard
Fuel tank capacity     17l (4.5 gallon US)
Dry weight     169kg (372,5 lb)
*Wet weight     193kg (425,5 lb)

Engine
Type     Superquadro: L-twin cylinder, 4 valve per cylinder, Desmodromic, liquid cooled
Bore x Stroke     100 x 57.2 mm
Power     109 kW (148 hp) @ 10.750 rpm
Torque     99 Nm (73 lb-ft) @ 9.000 rpm
Exhaust     2-1-2 system with catalytic converter and 2 lambda probes. Twin stainless steel mufflers with alumimum outer sleeves

Transmission
Clutch     Wet multiplate clutch with hydraulic control

*Wet weights indicate total bike weight with all operating consumable liquids and a fuel tank filled to 90% of capacity (as per EC standard 93/93).

64 COMMENTS

  1. Waduh, gambar yg kemaren sempat beredar bener berarti.. 😀
    ini keliatanya masih varian standar, munkin atau bahkan pasti keliatannya Ducati bakal buat yg versi full ohlins untuk suspensinya dan velg marcessini forged rims..

  2. Mantabb Bore 100×57…… Buat bikin Asbak. Bagus tuh,….. Exhaust 2-1-2……. Anak buah sinto gendeng….. Kalo masuk sini bikin sableng, di Batam lagi ada. Promosi Dukati kredit 3 tahun bunga 0% tetep aja Ngimpi….. Hatur Nuhun kang haji… Semangat…

  3. Aneh… desain di samain persis sama Panigale. -_- Walaupun beda kelas tetep aja secara gak langsung mencedrai Panigale itu sendiri. -_-

  4. 1198 & 848 bukannya jg sama aja.. knp yg ini di protes.. keren… cuma syg mesin 2 silinder kyk ninin aje.. wkwk, walo L, tp kurang joss suaranya kyk 4S

  5. secara tampilan memang panigale 899 seperti kehilangan jiwa ducati nya… akibat swingarm double sided… tapi kalo balik lagi ke performa dan handling… double side cope much much better than single side… bisa saja Ducati 899 ini akan mengulang daya magis 848… yaitu lebih fun and preferable untuk track day…

    kita lihat saja bagaimana bila dibandingkan dengan MV Agusta F3 800… apakah akan memberi poin lebih…

  6. ayo ducati jangan sekedar mengumbar performa dalam angka2.. Buktikan ketangguhan engineering mu di ajang superbike supersport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.