460x110_rev (2)

GT125Garuda_460x140

trip-gps-3-reset

Bro sekalian, kemarin kan tmcblog sudah mengukur konsumsi bahan bakar Honda CBR150R dengan alat satuan panjang tripmeter OEM nya Honda CBR150R . . . pasti banyak yang nanya akurat nggak Tuh Trip meter? sekalian lagi akurat nggak tuh spedometer ? . . . untuk diketahui trip meter berbeda dengan spedometer baik dimensi dan satuannya dan cara kerjannya pun punya mesin masing masing walaupun tidak jarang sumber datanya sama . . . nah sekarang dari pada banyak pertanyaan, mari kita Membandingkan pembacaan Spedometer dan Trip Meter Honda CBR150R dengan Garmin GPS Map 60CSx . . . Yap selain racelogic, untuk pengukuran parameter motor tmcblog melengkapi diri dua alat lain yakni yakni Handheld Garmin GPS Map 60CSx dan GPS garmin zumo 550 Khusus buat Motor . . . namun kali ini kita cuma pake GPS Map 60CSx, karena memang mudah pemakaiannya. Note : TMCBlog bukan mau mencounter, akan tetapi mencoba membuka wawasan kita bersama

banner-mbtech-tmcblog

pasang-gps

Garmin GPS Map 60CSx termasuk haldheld High-sensitivity GPS receiver  .  . GPS ini sangat recomended buat para petualang karena chipsetnnya menggunakan SiRF Star III yang masih bisa akurat bahkan bila beraktifitas  dibawah naungan kanopi pohon yang lebat. Nah bagaimana Hasilnnya? TMCBlog menempel GPS menggunakan bracket yang penggunaannya sama dengan saat tmcblog mencobanya pada Ninja 250R . . . okeh tapi mentok fairing saat mau belok ke kanan . . . jadi deh posisi GPS menjadi lebih luar . . . dan tentunnya nggak bisa kepoto saat riding secara realtime . . . namun  perbandingan hasil pengukuran Speedometer dengan pengukuran Garmin GPS Map 60CSx adalah sebagai merikut berdasarkan pengamatan tmcblog, ( silahkan dicoba sendiri dengan alat yang sama )

  • 30 km/jam Spedometer  | 27,1 km/jam Garmin GPS Map 60CSx
  • 40 km/jam Spedometer | 36,1 km/jam Garmin GPS Map 60CSx
  • 50 km/jam Spedometer | 45,2 km/jam Garmin GPS Map 60CSx
  • 60 km/jam Spedometer | 54,1 km/jam Garmin GPS Map 60CSx

Terlihat memang sepertinnya, apa yang di baca pada Garmin GPS Map 60CSx  kira kira rata rata lebih kecil sekitar 10% dibanding yang diukur oleh speedometer Honda CBR150R

Bagaimana tentang keakuratan Trip meter ? . . . paling tidak 3 kali tmcblog melakukan perbandingan pembacaan jarak tempuh pada trip meter Honda CBR150R dengan pembacaan jarak tempuh pada Garmin GPS Map 60CSx

Percobaan pertama :

Baik pengukuran trip meter di Garmin GPS Map 60CSx maupun di tripmeter CBR150R sama sama di reset jadi 0,0 km

trip-gps-1-reset

lalu motor yang di ganduli Garmin GPS Map 60CSx diajak jalan jalan . . . lalu setelah beberapa ment berhenti, jepret pembacaan tripmeter keduannya .  . diperoleh

trip-gps-1-akhir

Pembacaan di spedometer baru saja berpindah ke 3,6 km dan penunjukan di tripmeter GPS Map 60CSx  adaah 3,67 km . . . pembacaan Di GPS lebih 70 meter 😀

Percobaan Kedua : Nggak  puas, lalu tmcblog reset lagi keduannya untuk pengukuran kedua kalinnya

trip-gps-2-reset

lalu kembali setelah beberapa lama , berhenti dan menjepet ahsil pembacaan tripmeter keduanya . ..

trip-gps-2-akhir

Pembacaan di spedometer baru saja berpindah ke 3,6 km dan penunjukan di tripmeter GPS Map 60CSx  adaah 3,75 km . . . pembacaan Di GPS lebih 150 meter 😀

Percobaan ke tiga : TMCBlog masih kurang puas . .  lakukan pengukuran ketiga . ..  reset lagi kedua alat ukur ini

trip-gps-3-reset

lakukan perjalanan lebih sedikit, nggak sampe 1 km bro . . . tepatnnya di GPS tertera 818 meter, sedangkan di trpmeter motor 0,8

trip-gps-3-akhir

ternyata di tripmeter CBR150R tertera 0,8 km . . . artinya pembacaan di GPS kelebihan alias lebih lebay 18 meter dibanding tripmeter CBR150R

Keingetan mata kuliah Fisika dasar, biasa nyari gradien garis lurus jika dapat dua persamaan  . . . lalu buatlah data grafik dari 3 data tersebut

grafik-gradien

disana terlihat ada persamaan garis y =1,0329 x -0,0083

atau 1,0329 x – y – 0,0083 = 0

baca deh disini ( mabok dah malem malem suruh belajar matematika wkwkwkwk )  . ..  maapp ya biar lebih mantebb

gradiengaris

maka gradien garis diatas adalah 1,0329 . . . ingat gradien mendekati satu (1)  adalah gradien yang linear atau boleh dibilang perbadingan pengukurannya cukup klop . . . artinnya pembacaan tripmeter Ori CBR150R sudah cukup menyamai hasil pengukuran GPS garmin 60CSx


Nah sekarang apabila pembacaan tripmeter di GPS adalah yang benar, maka jika kemaren konsumsi bbm CBR150R 44,7 km/liter . . . maka kalo diukur dengan ukuran jarak tempuh GPS maka angka konsumsi bahan bakarnnya menjadi  . . . 44,7 x ( gradien garis ) = 44,7 x 1,0329 = 46,17 km/liter .  . ealahhh malah jadi lebih irit . . . nah sekarang pilih mana . . . pembacaan jarak tempuh tripmeter CBR150R atau GPS garmin 60CSx?

banner-kuiz

nahhh masih nggak percaya silah diukur sendiri, jangan disuruh ulang, ini ngerjainnya malem malem . . . motor besok dah mau diambil sama AHM kwkwkwkwk  . . . yang penting tmcblog sudah terbuka menggunakan alatnnya apa saja, datannya apa saja. Speedometer biasanya memang menyimpang lebih besar dibanding pengukuran GPS karena ini untuk kepentingan safety . ..  sedangkan Trip meter dan odometer, biasannyamemang lebih sering akurat atau  mirip pembacaan pada GPS karena dibutuhkan untuk mengukur jarak tempuh kapan kita service, kapan kita mengisi bahan bakar dll . . . Silahkan dikunyah kunyah lagi  . . . semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

 

242 COMMENTS

  1. wahhh merek sebelah tambah ndak trimo iki, di ukur lewat GPS malah lebih irit…….haaaaa
    AWAS….
    di ulang
    di ulang
    di ulang

    Guest
    • Gak trimo lah, kan singkatan triat momok om

      Wkwkwkwkwk

      Btw mana ada gps akurat kalo belom di jampe jampe lagee sama dukun mazapahit om

      Guest
    • untuk menyadarkan para maho, agar supaya sadar bahwa motor paling nungging dan spakbor miring ga lebih kencang dan ga lebih irit dari motor ndangak yang katanya culun.

      Guest
  2. Mana Mbah Darmo n FBY yg sok pinter??..nih FAKTA baru lg d tampilkan oleh wak kaji topik..masih mau ngebacot lg woi Mbah Darmo n FBY???,mikirrrr..

    Guest
    • Lagi mewek minta artikel tandingan dari mazapahit

      Sama ke dpr tandingan, ada blogger tandingan yg kayanya divisi bc

      Dimana blogger lain mengulas secara obyektif, baik brand, hysk, tapi kalo ini blog tandingan yg di ulas adalah brand y saza

      Sementara hsk, di buat adu domba ala kerajaran mazapahit

      Guest
  3. punten atuh wa’ ngarepotkeun wae.. jewer aja wa’ para fby hese d bere data teh kudu pakai ini itu lah ngalieurkn yah…

    oke fix ternyata pakai gps malah irit,honda dilawan ngora ngiso ngcoyy
    ngoahahaaaa

    mana darmo dan rdy beserta baladnya,iki lho woconen mo darmo…
    gek ndang isuk2 kramas… ngoahahahaaaa

    Guest
  4. Berikut daftar dosa2 Mbah Darmo n FBY:
    1.FBY bilang CBR motor sport abal2 mesin cebong, faktanya r15 yg gak berani nyentul..
    2.FBY bilang CBR boros, faktany diuji oleh wak kaji topik r15 lbh boros, FBY masih gak yakin dg metode wak kaji, maka artikel ini jawaban tak terbantahkan.
    KESIMPULAN: JANGAN MENGAKU SPORT SEJATI KALO NUENTUL AJA GAK BERANI, HONDA DILAWAN ORA ISO COY, LIHAT TUH MOTO GP, WSBK, IRS adakah motor sesembahan FBY yg ngisi podium 1..???, ada klo MM93 dlosor doang!!!

    Guest
  5. mas taufik.. mau tanya nih.. mungkin udh dijelasin cm sy mungkin lupa.. tentang tes konsumsi kan bensin disedot abis.. nah antara r15 dan cbr apa mereka akan mati ketika bensin habis bis atau sisa beberapa mili di tangki.. kalau misalkan sisa tangki beda sampai motor mati.. bisa jd gak akurat. soalnya pke selang.. mnrtq cara paling ideal yaitu bensin disisain dikit n motor dinyalain sampai mati sendiri dengan kondisi tegak.
    soalx bbrp motor ada space yg dia nampung bensin tp motor mati bensin tsb tidak bs kesedot krna lbh rndh dr penyedotx.

    Guest
    • Ini masih aja ayan, gak terima r15 lebih boros

      Wak haji testnya pake selang, terus di stater sampe mesin mati

      Wah emang penyembah momokisme selalu cetek otaknya

      Makanya cepet ubanan

      Duit haram hasil fitnah di makan sih

      Guest
    • saya nggak bisa ngeliat ke dalem tangki, cuma memang carannya, untuk semua motor, pokoke di start berulang ulang samaio bener2 yakin habis . . . cara lain yg bisa lebih akurat yakni, pake kamera mikri yang berbelalai jadi bisa masuk ke dalam tangki melihat kondisi tangki abis atau belum bensinnya, tapi saya nggak punya alat ini, nyarinnya dimana ya?

      Administrator
      • yang jadi uap plus yang tertinggal di gelas ukur dihitung sekalian aja boss biar detil…..arep mumet yo mumeto…wkwkwkwk…

        Guest
    • kayaknya gak perlu pakai kamera micro deh wak,
      sifat bensin kan menguap, mungkin kalo cuma mau mastiin bensin bner2 kosong/hilang/lenyap dari tengki.. cukup di blower atau hairdryer aja, tp klo gak punya itu, cukup di tiup2 sampai 2-3 jam lah (untuk memastikan si bensin bener2 abis)…
      tapi kalo gak mau repot2, cukup buka tutup tangki si cbr150 nya selama 2-3 hari di luar rumah. mudah2n bensin + motor nya juga hilang 😀 hahhaha
      #dah gitu aja wak saranku

      Guest
      • bensin bner2 kosong/hilang/lenyap dari tengki.. cukup di blower atau hairdryer aja, tp klo gak punya itu, cukup di tiup2 sampai 2-3 jam lah (untuk memastikan si bensin bener2 abis)…

        Haaahhhh???! Hairdryer??! Kering nggak, yang ada tuh motor mleduk gosong terbakar. Tangki di hairdryer??! Solusi dari ente benar2 sesat dan menyesatkan…ya udah, ayo kita nyasar bareng….wakakakakakak

        Guest
    • Wak haji, nantang performa cbr tuh, test aja, di kira cbr = r series, yg doyan sunat

      Versi r25 yg cover di bawah jok kaya plastik ember itu gak sunat, yg ada motif kulit jeruknya itu yg sunat

      Gitu aja gtw

      Kena kibul ala momok ente sih yah

      Guest
  6. 179. rdy – November 6, 2014

    1. sensor spedoo cbr150 lokal ada di roda disinyalir penyimpangan spedo besar maka akurasi jarak ada margin error bndingkan dgn R15 yg lebih akurat sensor ada di crank…hheehe
    2. waktu test R15 tidak running sekaligus siang run berhenti lalu sore run lagi sehingga saat stop habis running siang , bbm telah memuai lebih dahulu krn panas walupun cbr ini ada stop run namun sekaligus di habiskan sore itu juga
    3. time running setelah azhar maka kondisi temp. tidak cukup tinggi krn disinyalir waktu setelah pelepasan panas bumi( jam12-3 pm)..hhehe
    4.kondisi setelan motor itu apakah di set irit
    5. sakitnya tuh disini (nunjuk repsol honda one heart) motor sport repsol honda ketika mogok ditengah keramaian dilihati banyak orng…..
    6. dlll yg mau nambahin …think again hhehe

    ane gak suruh ngulang loh wak haji ..itu memang apa adanya tuh josss gandos pokonya namun test jangan sampai konsumen terkecoh hasil gak sama …hheheh

    ___________________________

    Bro sekalian, kemarin kan tmcblog sudah mengukur konsumsi bahan bakar Honda CBR150R dengan alat satuan panjang tripmeter OEM nya Honda CBR150R . . . pasti banyak yang nanya akurat nggak Tuh Trpi meter, sekalian lagi akurat nggak tuh spedometer . . . untuk diketahui trip meter berbeda dengan spedometer dan cara kerjannya pun punya mesin masing masing walaupun tidak jarang sumber datannya sama

    __________________________

    nama rdy,fby yang satu ini emang cerdas sekali,
    ngoahahahaaaa

    Guest
  7. disinyalir cbr 140 km/h di GPS 135. hahaha lha tiap kmh dispido selisihe 5 kmh di Garmin. woala mbuh wes. motor kenceng nih kok irit banget. honda emang jos

    Guest
      • Eh tong, gak tau tabiat r series aja

        Versi indianya aja lebih kencang dan irit daripada veris eko prabowo feat momok tong

        Ngoahahahahah

        Btw itu kalo r25 gak pinjem yamaha ane yakin sama nvl aja kalah, di cek aja dah

        Nvl gear 4 aja nabokin r15 versi asli, bukan pinjaman atpm

        Guest
  8. nek aku jadi FBY mau disuguhi data apapun kalo itu keunggulan honda pasti tak bilang hoax.. soale mikire pake dengkul..

    Guest
  9. Wak haji emang bloger otomotive pling joss…!! FBY maaf dugaan kalian klo tripmeter cbr lokal ngibul krn speedometer yg emng bnr ngibul terbantahkan dan selamat buat FBH krn cbr kalian jd terlihat lebih superior

    Guest
    • fby emang pada oon ya bro… ngoahahahaaaa
      speedo ngibul,emang pabrikan mana yg speedonya gak pakai ngibul?

      ngoahahaaaa mak jleb,untuk fby doank kok bro tenang aja.

      Guest
    • Tenang bray, fby ayan jilid 2 bakalan di hilangkan dengan artikel tandingan dari republik tandingan mazapahit alias momok genessis

      Guest
  10. ini kesimpulan ane
    pembacaan gps selisih 10 % lebih lambat dibanding speedo ( angka lebih kecil)
    pembacaan gps 3 % lebih jauh dibanding tripmeter ( angka lebih besar)

    seperti yang kita ketahui, gps memakai acuan jarak gps untuk menentukan speed, dan speedometer memakai acuan jarak tripmeter untuk menentukan speed nya.
    kalo jarak di tripmeter dan gps disamakan, maka selisih gps dan speedo ( 10% -3% ) = 7%
    7% adalah selisih angka gps yang memakai acuan jarak trip meter, karena kalau membandingkan maka acuan nya harus sama
    mau pake acuan tripmeter atau pun gps, hasilnya akan sama, dan 7% adalah real selisih speedo dengan gps, kalau diukur dengan acuan yang sama

    topspeed cbr yang terukur di speedo adalah 148 km per jam, jika angka 7 % dimasukkan, ketemu angka 137 km per jam. hasil 137 ini bisa dibilang valid, karena mempertimbangkan hasil pengukuran jarak antara gps dan tripmeter.
    dan angka 137 ini juga pas dengan hasil pengukuran gear ratio oleh motogokil.com

    masih ada yang menyangkal???

    Guest
    • Pertanyaanya paling simpel kenapa r15 kalah sama motor lemot ini adalah

      Apakah r15 versi jalanan itu gak pake jurus sunatan masal? Mengingat r25 di sunat juga, kayanya r15 juga di sunat 12 bhp

      Btw ada yg bisa jelasin kmp r15 bisa kalah telak aksel dan top speed dibandingkan nvl?

      Padahal beda 1 speed

      Guest
    • sik sik sik aku masih bingung, koq digabung gabung . .?
      Speedo dan trip independen mas bro,
      satuan dan dimensinnya beda
      tapi bener kalo speedo cbr memang 10% lebih besar dari GPS
      dan tripmeternnya 3% lebih kecil dari gps . . . tapikalo saya kesimpulannya cukup sampai disana

      speedo lebih besar dari GPS dengan alasan Safety

      tripmeter ometer dan odlebh cenderung akurat karena orang menggunakan ini ntuk benchmark kapan waktu service, isi bbm, jadi memang harus akurat, cmiiw, imho

      Administrator
      • untuk menentukan kecepatan, dihitung jarak yang ditempuh oleh gps maupun tripmeter dalam 1 detik. misal dalam 1 detik tripmeter menunjukkan 10 meter, sedang gps 10,3 meter, berarti kecepatan nya beda dalam hasil nya, kecepatan di gps 10,3 m/s, di speedo 10 m/s. nah anggap tidak ada error di speedo, hasil nya sudah beda. padahal real nya kecepatan nya sama karena jarak yang ditempuh sama 10 m, hanya beda dalam menginterpretasikan jarak yang 10 meter tersebut.

        apa bisa kita langsung bandingkan kalo acuan jarak nya beda? makanya disamakan dulu acuan nya.
        satuan dari speed adalah jarak/ waktu. waktu sudah pasti sama, tinggal jarak nya
        begitu kan

        Guest
  11. Ngoahahaha, apa kata ane deviasi mau manual mana analog itu semua terstandart

    Jadi ragu nih,mjangan jangan yamaha yg lebe, inget kasus sunatan masal r series, karena standar r series ya sunatan

    Fby makin terguncang ternyata soedometer cbr lokal akurat

    Gak kaya r15 yg deviasinya lebay tingkat india

    Guest
    • Makasi wak, bisa dibuktikan bahwa odometer new CBR cukup akurat sedangkan speedometernya ada penyimpangan10%.
      Masuk akal klo hasil tesnya bisa sampe segitu karena bobot rider dan tes speednya hanya di kisaran 50/60km/jam. Kalau pengalaman ane, diatas speed itu baru kerasa beda borosnya new CBR150 karena pengalaman ane keluyuran bareng dengan R15, CBSF dan CBR150. Btw, waktu ngetes R15 kenapa wak haji pake pertamax campur premium ya?

      Guest
  12. Apa mungkin unit yang dipinjamkan ATPM sudah diseting sedemikianrupa oleh ATPM biar terlihat sempurna wak haji? Apa gak bisa unit pinjam dari user (unit maspro) bukan ATPM (unit tes). Masalahnya merek H, Y, K maupun S pingin terlihat sempurna, gak bener” apa adanya.
    Mohon pencerahanya wak haji..
    Haturnuhun

    Guest
    • kalo sinyalemen seperti itu tentu bisa saja terjadi
      tapi saya selalu positif thinking sama semua pabrikan yang meminjamkan motornnya ke tmcblog untuk di test

      Administrator
      • Ada benernya wak, menurut saya sebaiknya mungkin setiap new produk testnya diambil dari motor milik konsumen langsung dalam keadaan standard ting ting hehehehe. Hari gini apapun bisa dilakukan pabrikan buat ngangkat omset lho….Saya sendiri bisa mengerti hasil tes irit2an ini karena cara tesnya juga riding irit, klo ridernya tambah berat and bawa motornya rada kenceng pasti hasilnya beda juga. Terus terang saya masih yakin klo sama2 dibawa rada kenceng, new CBR ini pasti lebih boros dari R15 berdasar dari pengalaman temen2 komunitas biker. Tapi yg jelas sudah terbukti bahwa new CBR150 juga cukup irit gak seboros di perkiraan awal. Bukannya saya memihak lho, saya sendiri sekarang ninin rider dan berminat juga minang new cbr150 berdasar dari review wak haji.

        Guest
    • bisa ajarin kita ga cara setting iritnya bagaiman? Tolong dong buka aja terang2an, jangan malu2….n malu2in gitu….

      Guest
  13. Aripitstop mn nich, Nivikolo, mbah darmo. Ko g pd sowan Rawuh. R15 cuma menang nungging bikin boyok nyeri.
    Yamaha semakin ngibul.

    Guest
  14. Sepertinya merek H dan Y berusaha membuktikan mana yang terbaik dan terlihat sempurna, tapi kita gak tahu cara pembuktianya jujur apa tidak. Kita sebagai user/biker jangan terlalu fanatik (fanboy) dan mudah terprovokasi oleh ATPM. Pilih motor sesuai keinginanmu, keperluan dan budgetmu

    Guest
  15. Waduh. Sori banget nih wak haji. Ulasannya kurang ilmiah. Lihat aja alat ukurnya. Tripmeter motor ketelitiannya 100 m masak mau dibandingin dg gps yg sanggup menampilkan ketelitian sampe di bawah 10 m dg jarak ukur cuma bbrp km? Kl mau bandingin ya hasil gps harus dibulatkan ke skala 100 m. Kalo kayak gini hasil tripmeter sama gps akan sama terus sampai suatu saat ada perbedaan misalnya setelah 20,2 km ada selisih 0,1 km maka penyimpangan tripmeter adalah 0,1/20,2=0,5%.
    Memang bisa jadi cuma sekecil itu tapi saya tergelitik dg tes yg cuma bbrp km sama wak haji yg bilang hasil gps lebih sekian meter dari tripmeter.

    Guest
    • iyah saya juga mensinyalir akan ada pertanyaan seperti ini dan siap mempertanggung jawabkannya dengan cara : saya menjepret tripmeter tepat setelah tripmeter berpindah misalnnya test pertama dan kedua . . . itu saya berhenti dan menjepretnnya tepat setelah tripmeter pindah dari 3,5 ke 3,6 km . . . hanya itu yang saya bisa lakukan dengan keterbatasan satuan tripmeter OEM CBR yang hanya satu digit dbelakang koma dengan tujuan itu adalah pembacaan di angka 3,60, punten kalo belum sempurna, namun saya berusaha mendekati sempurna dalam pengambilan data 🙂

      Administrator
      • Menurut saya wak haji sudah benar. Yang dijadikan pengukur kiritan krmarin adalah trip meter, yang dua angka belakang koma pasti selalu nol.

        Kalau dalam konteks itu masuk akal menyimpulkan gps lebih lebay sedikit dari trip meter, karena kalau angka gps dimasukkan, hasil konsumsi bbmnya jd lebih irit dr pengukuran kemarin

        Guest
      • karena tripmeter cb cuma satu digit dibelakang koma maka akan lebih baik jika dijepret di km 10,1 spedo = km brp di gps 😉
        aye yakin lbh dr 3% deviasinya aka lebay 😈
        odo lebay itu biar interval servicenya bisa diperpanjang loh 😉

        Guest
    • Sama test ala anak jalanan saza ilmiyah mana?

      Ngoahahahah

      Gak ada angka di belakang koma seperti gps aja nyolot, emang sesembahan situ ada angka di belakangnkoma?mapa jngn jngn spedonya di hack yah?

      Ngoahahahah

      Guest
    • welehhh.. emang yg beli motor tu anak profesor. sampek ngitung sejlimet itu kang… kalo deviasi segitu ya wajar. kalo spido mau seakurat GPS bisa tekor ATPM buat riset.wkwkwkwkwk

      Guest
  16. Kalo misalnya bannya diganti dengan profil yg lebih tipis gimana ya wak? Otomatis kan lingkar luar keseluruhan roda diameternya dan kelilingnya lebih kecil juga,misal ban 120/90 dengan 120/70, nah apa itu berarti penyimpangan tripmeter dgn GPS jd tambah kecil? Sedangkan penyimpangan speedometer jd tambah gede ?

    Guest
  17. artikel BBM kebakaran sudah biasa,artikel jarak tempuh kebakar lagi,soalnya senggol2 BBM.memang kalau menyangkut BBM biar diMotor atau Politik pasti gampang terbakar.

    Guest
  18. Wkwkwkwkkkwwk

    Maklum bosss,kaum tukang ngirit kegirangan

    Krn sproket gear belakang ϑ¡ gedein

    Tp topspeed kok super ngibul tuh selisihnya 10%

    Berarti topspeed gk ada 120kpj dong

    Ngoahahahahah

    Guest
  19. Pak topik sm iwb kan prnh janji [m̲̅][a̲̅][u̲̅] adu nih motor sm muka lele

    Kok gk jd

    Apa takut cbr dibantai sm muke lele

    Itu speed_nya super ngibull

    Ngoahahahahah

    Guest
    • soale nggak sempet dapet R15 dengan kondisi standar, R15 punya temen temen saya sudah di custom beberapa part jadi nggak standar dan head to head nanti, cmiiw

      Administrator
      • Hahahaaha….wak kaji topik keceplosan membenarkan kang iwb bener punya erlimolas…. awas wak, ko diseneni kang iwb lho….

        Guest
    • Coba pake r15 punya irpan aja wak

      Atau bisa minta pembaca blog pinjemin r15 standartnya, atau minta pinjem yimm aja wak

      Btw adu ginian daripada drag, mending adu segala aspek aja wak, drag bareng mah bonus, karena hasil pasti jelas lah

      Guest
  20. bhahahhaha….. pakai statistika dasar….. 😀

    aku yakin mas topik dah persiapkan ini sejak pengukutan holokenyugo…..

    asli lucu mas…. 😀

    Guest
      • sante wae mas…. sampeyan urung kenal aku wis pasang nada tinggi…. kheheh..

        yang lucu iku, mas topik dah persiapkan ini sejak holongkenyugo… berarti si empunya blog dah gemez sama yang suka counter artikel…. 😀

        ya sampeyan aja yg nulis statistika dasar dan lanjut mas…. saya yang baca…. oke.

        Guest
  21. tripmeter di cb150r jg akurat bang haji, sya pernah test rambu2 jarak antar kecamatan dari patok’an A ke patok’an B.
    sya liat tripmeter ma tulisan jarak yg di patok’an terakhir sama angkanya.

    Guest
  22. bakal sepi dari fby kayanya
    artikelnya kumplit bgt susah di cari celahnya tuk di bc
    media mainstrem musti liat tulisan artikel kaya gini biar artikelnya jadi lebih berbobot, nambah wawasan yg baca bukan malah pembodohan pembaca

    Guest
  23. Gak semuanya fby muka codot, cuman di sinyalir beberapa gelintir saja, dan itupun pak topik jelasin pakai pelajaran fisika dasar opo ngerti ?, wong ngerti ne setiap pagi nguras selokan di pinggir jalan ngoahahaha

    sebelum ane di katain kuli, mending ane ngaku duluan kalo ane kuli, gpp wong kuli penghasilannya juga halal ngoahahaha yg penting ora gedabruuuuuuus ngomong kaya kismin

    Guest
  24. Blog yg bisa dipercaya dan dipertanggung jawabkan di indo cuma ada dua:
    1. Tmcblog (ir. H. Taufik h) melalui pengetesan REAL
    2. Motogokil (dosen iwan) melalui perhitungan mekanik
    blog yg laen cuman penggembira saja

    Guest
    • Ane rasa blogger bahkan blogger yg ente bilang blogger fby garis keras ane rasa tetep bisa di percaya, cuma di percaya kebohonganya

      Ngoahahahaah

      Belakangan ini gak ada blogger fbh. Tapi isi blognya selalu hasil bagus merek h, tapi merek y ada kekurangan selalu di tutupi oleh bc fansboy, padahal mah kekurangan banyak

      Biasa lah pengiringan opini, jurus fby ter ampuh

      Guest
  25. Blog yg bisa dipercaya dan dipertanggung jawabkan di indo cuma ada dua:
    1. Tmcblog (ir. H. Taufik h) melalui pengetesan REAL
    2. Motogokil (dosen iwan) melalui perhitungan mekanik
    blog yg laen cuman penggembira saja.

    Guest
  26. jadi tergelitik buat coment :-),
    kenapa mas taufik gak pake metode full to full aja, cose mungkin ketinggian selang didalam masing2 tangki moter bisa beda2 tho (saya bilang mungkin karena saya jg gak tau pasti). bisa saja motor A sudah mati padahal masih ada sedikit BBM karena selang didalam tangkinya lebih njendol mungkin, atau bisa saja motor A kekuatan pompanya lebih lemah (who know?) atau bisa jadi desain daleman tangkinya berbeda. dengan metode full to full semua kemungkinan tersebut bisa dimentahkan. (saya gak bela sapa2 lho, cuma sekedar beropini saja)

    Guest
    • ah full to full juga gak jamin 100% lebih akurat kok, metode full to full selalu saya lakukan dalam menghitung konsumsi bbm unit tes. Malah kilometernya wajib mencapai jarak minimal 100 km agar hasilnya tidak bias.
      Knp full to full gak lebih baik dari mengosongkan tangki? karena siapa yang jamin bentuk daleman tangki bakal sama semua? kelihatan sudah mentok tapi ternyata jalan sedikit ketinggiannya turun… alasan yang sama seperti yang om kemukakan di atas…
      conclusion…You Can Not Please Everyone…
      Usaha wak haji ini sudah 4 thumbs up banget, mau merek apapun, apalagi untuk merek ini beliau rela menghitung lebih rumit hanya karena keabsahannya dipertanyakan…
      —————-
      http://kobayogas.com/2014/11/06/the-merinding-series-diganggu-penghuni-toilet-rumah-sakit-saat-ramadhan/

      Guest
    • kenapa?
      1. Karena R15 saya ngetest dengan metoda serupa, . . . so kalo saya ngetest CBr150R pake metoda beda pasti banyak yang bilang nggak bisa dibandingkan karena metodannya beda . . . begitu pula kalo nanti GSX 150 RR keluar #upss keceplosan

      2. kalo bro baca blog ini dari 2008, bro akan tahu bahwa full to full adalah metoda yang tmcblog lakukan dari tahun 1 blog ini dan merupakan mayoritas metoda yang dilakukan untuk mengukur konsumsi bbm . .. silahkan cek deh atu satu artikel dengan tag test ride . . kebanyakan full to full, metoda ini ( 1 liter till drop) sebenarnnya lebih cape karena harus ngosongin, kalo full to full mah guampanggg bro karena cuma ngisi sampe top, tapi siapa yang bisa yakin kalo itu benar benar sempurna pas di posisi pengisian awal dan top up? semuannya kembali lagi . . . perkiraan

      3. saya menjaga mutu metoda ini dengan cara sangat meyakini bahwa tangki benar benar kosong dengan cara menstarter nya berulang ulang sampai benar benar yakin gak ada bensin yang masuk ke jalur /pipa menuju injector , plus itu motor digoyang2 untuk mendengan acannya cairang yang ‘oclaq’ di dalam tangki, dan itu saya yakini nggak ada lagi ‘oclakan’ itu. . . kalo masuk disini jelas masalah rust, percaya apatu nggak, tapi silahkan dicobain sendiri sih 🙂

      4. paling buruknnya gini, jikapun masih ada sisa pada level tertentu dan motor mati karena inlet fuel pump hanya bisa nyedot pada level segitu, setelah diisi 1 liter dan dipakai muter muter maka maka pada saat mogok, level fuel pump juga akan berada pada state yang sama seperti saat pertama dikosongkan, imho

      Administrator
      • Saya punya data nya wak, metode full to full R15 (cuma foto struk sm odometer aja), klo mau bisa sy share lewat email ato wa nya wak haji.
        R15 biasa sy pake kerja tiap hari PP 70 km an (ciamis-tasik), dan rata2 isi full tank setelah menempuh minimal 400 km.
        Klo pemakaian santai dan diurut gasnya max 90 kpj, untuk 1 L bisa dapet 51 km. klo pakenya gasspoll terus mentok di 46 km untuk 1 L.
        dari awal beli smpe skr odometer udah mau 8rb, sy slalu isi full tank premium dan slalu sy foto buat dokumentasi pribadi.
        alhamdulilah klo untuk konsumsi bbm nya R15 sy puas banget wak, tinggal cara bawa nya aja.
        klo topspeed cuma baru nyampe 125 kpj on speedo, masih di gear 5, mungkin masih kalah sm cbr150, tp klo buat dijalan raya topspeed buka segalanya, banyak faktor yang berpengaruh.
        salam roda dua dan salam nungging forever…

        Guest
      • Yaelah bro, jalur luar kota jangan di samain sama dalem kota yah tong

        Ente test r25 kalo di panteng di rpm tempat torqi max ada aja bisa nembus 1:35-37 km/l

        Sekarang gini aja deh. Itu motor 2cyl dohc, 250cc

        Coba bandingin sama yg 1 cyl, dohc, 250cc, katakanlah, cbr, rr mono, dll, bandingin aja, di panteng di rpm torqi tertinggi, speed di dapat bisa nyampe 90-100an, bansinya pasti abis sekitar 1:40-45 km/l

        Bandungin aja sama pulsar 200ns

        1 liter luar kota kalo di panteng di rpm yg dimana torsi paling gede pasti hasilnya ya mayan nampol 1:45-50 km/l

        Justru ane heran, kok dapet 51km/l? Untuk luar kota bisa lebih irit

        Standart dalem kota motor 150cexe ya sekitar 45km/l, kalo luar kota bisa lebih irit 30%

        Kudunya r15 sampeyan ya 1:60an

        Lah kmp bisa boroe? Ente pantengnya di 90km/h,

        Coba turunin dikit rpmnya

        Ngoahahahahahah

        Guest
  27. saya pinjem dong mas gps map 60 nya,, hehe..
    mo cobain di new cbr thai..
    ———
    btw kalo nanti tes lagi pake metode tangki kosong,,
    c mas balikin aja motornya biar bensin tumpah sampe tetes terakhir,,
    becanda mas.. :p

    Guest
  28. Pak topik hati hati di cegat darmo sambil bawa linggis di tengah jalan hehehhehe maap pak becanda

    Darmo gak kelihatan batang hidungnya, mosok panglima terdepan fby mentalnya jd mental tempe ngoahahahha

    Ngalamat si darmo sedang dimaki maki sama juragannya and gak bisa beli nasi kfc, kene melu aku mangane gae sego aking lho ya, ra usah jaluk nasi kfc, dadi fbh ki dompet te cupet ngoahahaha

    Guest
      • yaelah bro jozz gandos, itu kan jalur yang biasa sy lewatin tiap hari, lagian ciamis-tasik jalurnya segitu-gitunya, ga ada macet2an kaya kota2 gede.
        saya bicara data yang saya punya, kalo ente punya data2 motor tersebut silahkan share dan jangan pake kira2 ya.
        ini udah real saya alami selama hampir 8rb km (bukan cuma tes sekali dua kali), sy hanya menyampaikan data yg sy punya dan jalur yang tiap hari sy lewatin pke R15. sy percaya ko pasti bisa nyampe fc motor2 yg ente sebutin itu, tp mana ada ga datanya?
        kan biar adil sama2 luar kota, alangkah baiknya ente juga punya data2 motor yg ente sebutin itu, biar ente ga jadi dukun ramal…

        Guest
      • Yaelah tong. Ane pake n250 karbu jadul aja di jalan jogja-solo sekitar 120km aja bensin abis cuma 3 liter lebih kale

        Guest
  29. Oke deh infonya wak haji sayang ilmuku ga nyampe kuliah,, tapi jadi bertambah juga wawasan,, hatur nuhun pisan..

    Guest
  30. paman taupik Jozz lhaa

    demi rengekan eFBenYek rela pake test lagi

    dan masiiihh saja orang yg sudah ketutup hatinya penyembah merk garpu karat tidak menerima kebenaran..

    naudzubillah

    Guest
  31. josss kang infonya, cm matematikanya hora mudeng blas maklum ws suwe ga sekolah, yang ga percaya biasanya orang yg emang waton suloyo, dan punya hati jelek

    Guest
  32. kemarin ada panglima fansboy yang klaim koar koar trip meter cibeer lebay, gak telitilah, ini itu, padahal dia ngomong gitu gak pake praktikum, tanpa fakta dan data….. sekarang malah trip meter cibeer anti-teori dari lebay (istilah kalo timbangan, timbangan muda)… justru tambah lebih irit lagi dong konsumsi bbm nya…. dia suruh orang praktikum tapi giliran dia sendiri kalo bacot gak pake praktikum? emang dia siapa? punya symptoms inflated sense of self importance? sengkuni juga punya karakteristik yang sama tuh! 🙂

    ngoahahahahaha!

    Guest
    • lah, jendralnya aja dungu begitu? apalagi cecunguk2nya yang cuma rengek sana rengek sini minta paket kfc paling murah?

      Guest
  33. waduh, baca2 komentar kok banyak yang comment ini itu ya wak..

    #maaf agak oot wak
    besok2 kalo mau tes konsumsi bbm…
    tangki motornya di copot dulu wak, dah gitu ganti dengan GELAS UKUR yg 1 literan / 1000ml dengan akurasi 100,1% wak.. hahaha
    trus untuk ngukur akurasi trip meter, bisa dengan muterin lapangan bola kaki yg sudah di ukur kelilingnya dengan JANGKA SORONG (biar greget wak).
    nah nanti tinggal di ukur dalam 1 liter bensin bisa berapa kali (X) muter lapangan bola + kelebihan berapa sentimeter dari check point nya

    termasuk nanti pada saat pengetesan GSX 150RR ya wak 😀

    Guest
    • Wah boleh tuh wak..minta izin ke ATPM utk melepas tanki terus diganti pake botol/gelas ukur bening yg sudah didesain utk dihubungkan dg selang bensin (plug n play), jd proses berkurangnya bahan bakar akan terlihat real time by second..weeeh ribet ora ki, opo malah nyusahno…

      Guest
    • kalo motor karbu iya bisa dicopot tangkinya, lah ini motor injeksi yg pompanya di dalam tangki, gimana motornya bisa hidup bro.

      Guest
      • @modar : gpp ribet bin nyusahno, biar gak ada dusta diantara wak haji dengan para fans
        @yellowduck : pasti bisa di akalin, ntar juga ada ide cemerlang dari para fans2 cerdas dimari bang…
        mungkin salah satunya fuel pump bsa di ganti dengan pompa tensi meter 😀

        Guest
    • Halah….sebenrnya klo masih gak puas jg… tinggal tes lg pake metode yang sama tp dua motor sekalian… jalan pada kecepatan yang sama sampe mogok…ntar kan keliatan tu siapa yang mogoknya paling jauh…yo ra…hahahahahaa

      Guest
      • ya gak bisa lah…. rider beda, bobot beda, kebiasaan dan reflek betot gas beda, mana bisa akurat… kecuali test ridernya bisa kage bunshin no jutsu 😆

        Guest
  34. Disinyalir Darmo sedang belajar buku fisika tentang rumus2 yg wak kaji tampilkan, soale waktu sekolah si Darmo sering telat masuk karena pake motor sesembahannya yg macet waktu berangkat sekolah..MODARO KOE MBAH!!!!

    Guest
  35. Tmc blog bela mati”an majikan’y…..
    si kobayogas apalagi, dia sales honda yg naik pangkat jdi bloger ternakan honda,,

    #salam blog boneka#

    Guest
  36. Ngoahaha ono fby muka codot bilang tmc blog bela mati matian juragannya,

    Tramadol tramadol wes ra ketulungan koplak lan keplek ke, sana antri nasi kfc pake bon bc ente ciakakaka

    Guest
  37. @tramadol :klo gak suka blog ini jgn dibaca …baca aja blog majikan lo si momok majapahit ..#salamkomengakbermutu

    Guest
  38. mental fby langsung down baca artikel ini.
    semoga nanti ada artikel tandingan kalo R15 nabokin CBR 10x, R15 10x lebih irit dari CBR, atau penjualan R15 10x lebih banyak dari CBR.

    Guest
  39. Tramadol, wes jian ra umum fby yg satu ini

    Membikin sensasi

    Karena hasil tesnya gak sesuai kata hati

    Dan blogernya pun di caci maki

    Seng sabar pak topik, kadang fansboy ono seng nyleneh koyo ngene iki

    Guest
  40. Ayo poro FBH n FBY yg muslim podo jumatan sek..habis jumatan adu argumennya bisa d mulai kembali atau mau ke KFC dl buat nuker BC dg 1 porsi paket hemat ya monggo…

    Guest
  41. Guys. Tramandol itu triatmono yg gak terima kalo hits blog kalah sama tmc

    Sakit hari

    Sakitnya tuh di sini. (Nunjuk uban )

    Guest
  42. alah wak, saya percaya aja. FB diturutin ntar ttp aja gk akan deal, dg alasan ini itu intinya motor sesembahan FB itu sendiri yg plg jozz, plg irit, plg kncang, plg murah, plg kualitas, plg modis, pokoknya plg wah, motor lain itu inferior

    Guest
  43. intinya

    ”hargai org yg sudah bersusah payah menyenagkan hati org lain”

    dah itu aja yg diminta.

    ngak ada yg lain.

    Guest
  44. nich artikel tandingan dari otomotifnet…
    dulu sy pernah baca nich berita pas rame2nya berita cbr…
    sekarang dimunculin lagi….
    wkwkwkwkwk

    panas..panas…

    Guest
  45. =========================================
    4. paling buruknnya gini, jikapun masih ada sisa pada level tertentu dan motor mati karena inlet fuel pump hanya bisa nyedot pada level segitu, setelah diisi 1 liter dan dipakai muter muter maka maka pada saat mogok, level fuel pump juga akan berada pada state yang sama seperti saat pertama dikosongkan, imho
    ==========================================

    ini superb banget, kalo masih gak percaya kurang ini itu, gak yakin ini itu….waktu wak haji tes NEVIL…malahan gw sekarang dalam kota keiritannya bisa mendekati wak haji….beda 1, -2 liter….

    Guest
  46. GLODAK…
    bagaimanapun aku gak terima dg hasil yg ditest tmcblog. Besok senin aku GUGAT ke MK krn prodak yama aha selalu kalah dr hon da.

    Guest
  47. untuk menyadarkan para maho, agar supaya sadar bahwa motor paling nungging dan spakbor miring ga lebih kencang dan ga lebih irit dari motor ndangak yang katanya culun.

    Guest
  48. Tetangga abah Minta caranya biar irit cbr150nya…sebab dia punya kok tidak seirit artikel kemarin katanya????? Tolong dijelaskan….

    Guest
  49. Wak haji sudah membagikan pengalamannya ke dalam artikel ini dg segala upaya. Salut buat wak haji.
    Ya tetap tak ada yang pasti, kembali kepada selera. Kalau saya sih lebih condong ke CBR, aslinya lebih racy dr pd jepretan.

    Guest
  50. Kalo sudah ada buktinya gini, jadi kudu ngubah mindset DOHC = lebih boros, rasa-rasanya bakal banyak yang ambil CBR setelah baca artikel wak kaji

    tapi semua kembali ke point terakhir, Selera….

    Guest
  51. wak mau diskusi dikit ya semoga berkenang. Memang pengujian keiritan seuatu motor tak luput dari yang namanya margin of eror. dan metode yang wak haji gunakan sudah sangat bagus yaitu dengan real how far to 1liter pertamax? dan hasilnya adalah 44 km/liter. polemik terjadi karena engine DOHC lebih irit dari SOHC dan memang head to head adalah motor yang terkenal rival abadi yaitu honda dan yamaha. Teringat beberapa konsep dasar antara irit dan boros bukan tergantung dari jarak tempuh yang dihasilkan, Namun seberapa besar rider main di RPM motor tersebut. Contoh : semakin rendah penggunaan RPM pada motor maka semakin irit. riding dengan rata – rata kecepatan 50 km/jam dengan gigi 4 dan rpm motor maksimal hanya nyentuh 4000an maka akan lebih irit daripada riding dengan kecepatan yang sama 50 km/jam dengan gigi 3 dan rpm nyentuh 7000. Kebetulan saya juga pernah melakukan test namun dengan metode full to full. Ketika saya main di RPM tinggi diatas 7000 maka seliter premium hanya bisa tembus 37 km/jam. Namun hari berkutnya saya hanya main di RPM 4000 – 5000 seliter premium bisa tembus 42 km/jam. Note kecepatan sama hanya permainan di gigi motor. RPM semakin tinggi maka putaran mesin semakin cepat dan membutuhkan asupan bensin lebih banyak. Sedangkan RPM rendah purtaran mesin tidak terlalu tinggi dan asupan bensinpun juga minim. IMHO wak.. thanks atensine wak.. hehehe

    Guest
  52. Dan DOHC akan cenderung menggunakan gigi lebih rendah dengan RPM lebih tinggi, sementara SOHC akan cenderung gigi lebih tinggi dan RPM lebih rendah. Secara logika DOHC lebih boros. Tapi fakta berbicara lain. Artinya SOHC gak selalu lebih irit, dan sebaliknya.

    Guest
  53. Ini lg FBY oon, gak mudeng udah dijelasin pke hukum fisika sama wak kaji jg bloony gak ilang2..begini nih FBY kelakuannya IQny pd rendah utk memahami sesuatu..udah jelas2 di MotoGP, WSBK, n IRS motor sesembahannya pd keok dikamplengi HONDA, KAWASAKI n SUZUKI..tinggal bilang “sakitnya tuh disini” aja repot…

    Guest
  54. @rdy
    bro satu ini membuktikan bahwa, derajat ketololannya sudah pada level luar biasa, gak pernah mencium bangku kuliah, kalaupun ngaku pernah kuliah, sudah pasti beliau ini membeli ijazah! konsep “garbage in garbage out” terlihat jelas dari cara pengambilan kesimpulan. mari kita lihat “garbage in” dalam hipotesa awal,
    – kayaknya…bla bla bla (pastinya berapa?)
    – cbr150 gak akurat lihat tuh spedo (brp yang akurat?)
    – …..biasanya semakin tinggi kecepatan semakin lebay (setiap pertambahan kecepatan berapa? dengan deviasi berapa?)
    – …..katanya banyak di ……
    gak usah orang pinter lah buat menilai sebuah kesimpulan yang dasar hipotesa/argumen awalnya ada kata kata: biasanya, kayaknya, katanya dst. dst….sudah pasti bubar/rusak “garbage out” atau kesimpulan macam itu!!!

    orang yang mencari kebenaran pasti lebih percaya wak haji, setidaknya ada teori (landasan ilmu) dan praktiknya (yang akuntabel), lha ini sampah halusinasi dijadiin kesimpulan??

    anda pernah dengar konsep “ceteris paribus”? aspek aspek eksternal yang dikenai pada dua objek yang diamati, apabila secara qualitatif dan quantitatif besarannya sama, maka dapat diabaikan!

    miris melihat cara anda mempertontonkan kedunguan anda, hanya demi paket kfc dari a yampaha!!!

    Guest
    • @rdy
      kesimpulan itu harus mempunyai kepastian, gak mungkin ada kepastian dari dasar: kayaknya, katanya, biasanya….!!!
      kesimpulan harus mengikat dan akuntabel/dapat dipertanggungjawabkan, anda pikir sendiri bagaimana mungkin kesimpulan anda bisa dipertanggungjawabkan??
      dan masih banyak lagi, tapi ya sudahlah….

      kebodohan dan kebebalan memang kombinasi yang sangat mematikan!!! hanya teori dan praktikum yang lebih holistik/lebih a to z (dengan dasar metodologi penelitian) yang bisa memunculkan flaw dan atau menggugurkan kesimpulan sebelumnya….

      Guest
  55. org pinter harusnya gk merendahkan yg gk pinter, jgn smata2 udah merasa pintar truz bsa menghina seenaknya, lw gk trima dg post wak haji bkn lbh baik lw yg pinter2 praktekin sendiri, it jg klo bneran bisa sperti bacotnya yg segedhe gajah, amit2 sombong bgt jd org.

    Guest
  56. wih rame, nah tu skrg mau komplen apalagi, di uji pake tripmeter laen malah jd lbh irit tuh

    keren wak haji

    berita dr blog ini selalu jujur tdk memihak salah satu pabrikan

    Guest
  57. R15 Aja on
    November 7, 2014
    at 9:26 am
    Saya punya data
    nya wak, metode
    full to full R15
    (cuma foto struk
    sm odometer aja),
    klo mau bisa sy
    share lewat email
    ato wa nya wak
    haji.
    R15 biasa sy pake
    kerja tiap hari PP
    70 km an (ciamis-
    tasik), dan rata2 isi
    full tank setelah
    menempuh minimal
    400 km.
    Klo pemakaian
    santai dan diurut
    gasnya max 90 kpj,
    untuk 1 L bisa
    dapet 51 km. klo
    pakenya gasspoll
    terus mentok di 46
    km untuk 1 L.
    dari awal beli smpe
    skr odometer udah
    mau 8rb, sy slalu
    isi full tank
    premium dan slalu
    sy foto buat
    dokumentasi
    pribadi.
    alhamdulilah klo
    untuk konsumsi
    bbm nya R15 sy
    puas banget wak,
    tinggal cara bawa
    nya aja.
    klo topspeed cuma
    baru nyampe 125
    kpj on speedo,
    masih di gear 5,
    mungkin masih
    kalah sm cbr150, tp
    klo buat dijalan
    raya topspeed buka
    segalanya, banyak
    faktor yang
    berpengaruh.
    salam roda dua dan
    salam nungging
    forever…

    ———————-
    idiihh motor sport minumnya premium, motor ente vega zr kali yg minumnya premium buat ngojek di pasar? sanggup beli motor seharga 29jutaan udah mengindikasikan ente orang mampu. malu ah sama salah satu angkot di bogor. liat tuh beritanya di pasangmata.com

    Guest
  58. masih pada ribut aja nih, padahal gak dapet apa-apa dari semua ini

    mbok ya seng akur gitu lho gak pake jelek-jelekin pihak manapun karena gak ada yang jelek, malu tuh diketawain orang-orang AHM ama YIMM

    Guest
  59. Kalau saya lebih percaya tripmeter di bawaan sepeda motor. Perlu anda ketahui, penggunaan jarak tempuh menggunakan gps ada margin errornya. Besarannya sih sekitar radius 10meter. Kalau mau perbandingannnya coba tripmeter konvensional. Jangan menggunakan gps

    Guest
  60. Bos pengukuran gps di pesawat aja ada error nya yang cukup besar, sehingga tidak pernah digunakan utk primary. Belum lagi refresh rate dari signal gps ke satelite itu pasti ada delay nya walaupun 0.000 sekian sec.

    Tidak pernah dibenarkan untuk menjadi acuan primary sob.

    Btw gw biasa makai prodak garmin di kit gw ketika lg terbang deviasi nya kecepatan semakin besar deviasi semakin besar btw itu gps pakai satuan kts jg kan.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.