460x110a-okt14

460x131REVSYOURBIKE

blue-core

Bro sekalian, Mio 125 Mungkin sebentar lagi akan dirilis oleh yamaha Indonesia. Segala gembar gembor serta teaser sudah mulai digulirkan untuk membangun serta mempertahankan awareness yang sudah ada akan kehadiran Calon Skutik Entry level yamaha yang menurut banyak indikator akan memulai era baru yakni era 125 cc air force cooled. TMCblog melihat move yamaha ini cukup strategic jika memang mencoba menaikkan Value for the money dari Mio series . . . atau dengan kalimat yang sederhana, Yamaha mencoba berkata ” duit segitu ngapain beli skutik 110 cc kalo dapet skutik 125 cc ”   . .  jegerr

440x100 (7)-nop

banner-mbtech-tmcblog

Namun Yamaha Musti ingat, sebenarnnya hal semacam beginian  sudah dilakukan oleh Suzuki dengan varian Spin 125  yang memulai penetrasinnya pada Agustus 2006 yang lalu  . . . menjadi yang paling tinggi secara Kubikasi nya dibanding Vario 110 cc dan Mio yang 115 cc ( honda beat baru dirilis 2008) . Diposisikan sebagai skutik entry level, walaupun Spin punya keunggulan kubikasi, namun tak kuasa menahan, menyamai atau bahkan mengalahkan Yamaha Mio saat itu, karena menurut tmcblog spin digelontorkan tanpa dibekali kekuatan image possitioning yang tepat . . . spin menyasar ke tagline sport matic . . . padahal kita tahu . . . embel embel tagline sport itu udah milikknya yamaha  .. . mungkin harusnnya spin pakai tagline/ jargon lain saat itu . . . entah lah … mungkin elegan, atau yang lain, cmiiw

banner_spin125nr_1

So walaupun Mio Punya mesin yang 10 cc lebih rendah dibanding Spin, Mio tetap berjaya kala itu . . . spin terlihat didesain mencoba menyamai mio mulai dari headlamp di batok setang, lampu sen di tebeng, you name it deh . . . pokoke menurut tmcblog spin di desain mencoba head to head memerahkan samudra biru yang saat itu hanya Mio sendirian yang berkuasa . . . Nyamain desain produk, jelas Halal halal saja, toh nggak sama pleq ini . . . namun sebuah new Product jelas tetap butuh diferensiasi yang kuat sebagai jati diri

Nah Sekarang Mio dalam Upaya mencoba kembali menggoyang varian Beat (penguasa pasar)  dengan mencoba membuat desain yang benar benar signifikan berbeda dari grand desain awal Mio yakni Headlamp di batok lampu . ..  next Mio M3 125 akan menggunakan desain headlamp di tebeng . . . banyak teman teman komentator entah itu punya kepentingan dalam membela produk ( fan boy ) atau bukan melihat Next Mio 125 ini akan mencoba mendekakan desain nya dengan Honda Beat. Kalo menurut tmcblog sih kembali halal halal saja selama nggak sama persis . . . namun jelas kembali lagi, diferensiasinya apa ?

Mio-125-bluecore-teaser-kor

TMCBlog melihat, roman romannya ( bahasa betawi ) Yamaha Mio M3 125 BlueCore akan mencoba menggoyang Image IRIT dari skutik Honda . . . ini jelas sebuah PR besar . . . bukan artinnya, pesimis yamaha bisa menyamai iritnnya skutik skutik Honda . ..  tmcblog yakin , Upaya insinyur insinyur yamaha di Iwata sana sudah bekerja dan riset sangat keras membuat mesin 125 cc ini bisa irit . . . namun menurut tmcblog, jangan Jadikan JARGON utama yamaha . . . Silahkan cek di teaser iklan diatas . . . EFESIEN jadi varabel paling atas dibandingkan BERTENAGA, kenapa nggak dibalik ? tmcblog bertanya demikian karena , IMHO, DNA yamaha bukan disitu !

DNA Yamaha antara lain adalah Power, performance, fast, top speed, cepat, bertenaga dan kawan kawannya . . . oleh karena itulah Judul artikel TMCBlog adalah Rejuvenasi Varian Skutik Yamaha Indonesia . . . yang artinnya sebuah opini untuk mengembalikan varian Skutik Yamaha Indonesia ke roh semula, mengembalikan Skutik Yamaha indonesia memegang DNA utama mereka dan menjadikan Jargon Utama . . . TMCblog mempersempit tulisan ke Skutik Yamaha Indoensia, kenapa , karena Varian Sportnnya menurut tmcblog sudah berjalan pada tracknnya yakni performance . . . Yamaha membuat R25 begitu powerfull, bahkan bisa melebihi Ninja 250  . . .  begitulah seharusnnya DNA yamaha Indonesia.

tapi inikan Skutik, mosok skutik suruh kenceng kencengan? . . . bukan itu maksutnnya, penempelan Jargon performance bukan artinnya ini motor ini dibuat khusus  sruntulan nggak karuan . . . Namun, segala Project image Yamaha diarahkan tetap ke DNA performance . . . mau itu Blue core, mau itu rev station, YMjet FI atau apapun arah nya tetap performance . . . lho apa artinnya irit nggak perlu? . . . Jadikan Irit bukan subjeck utama, jadikan IRIT sebagai jargon Bonus. dan biarkan Bonus ini keluar dari testimoni konsumen nanti. Yamaha Indonesia bisa berkaca kepada varian Skutik Yang dirilis Oleh Yamaha Global . . . TMAX

Tmax_plRatu_1

Siapapun yang pernah menaiki TMAX akan mengatakan bahwa , walau tetep bisa dipakai pelan pelan , ini bukan skutik yang paling pas buat jalan jalan santai di sore hari, sekaligus window shopping . . . ini adalah Skuter Sport . . . bro bisa cek deh, penggerak roda belakangnya aja sudah Pakai V-Belt . . . beda sama skutik kebanyakan yang menggunakan CVT belt secara langsung, Tarikan TMAX itu aduhai banget, sengada lawan . . . kenceng josss. Disinilah Yamaha Global meletakkan Foundation pada TMAX . .. Foundation yang berakar pada DNA yamaha Yakni . . . Performance.

Kalo menurut tmcblog, kedepan . . .  Semua Skutik yamaha Indonesia  di segmen Entry level dan Mid-end akan menggunakan basis mesin 125 cc air forced Cooler Blue Core ini , baik itu Mio series, Soul, Fino, Filano, Dan X ride . . . tinggal tunggu saja waktunya yang pas dan tentunnya berjenjang . . . nah dengan kelebihan kubikasi yang 125  cc ini, Yamaha Indonesia seperti sudah punya peluru kuat untuk mengembalikan DNA performance .  . 125 cc githu lo, bakalan mudah untuk bisa superior secara performance bila dibandingkan dengan mesin 110 cc . . .

Satu lagi, coba cek deh Honda  . . . kayaknnya tmcblog gak pernah lihat AHM mengguanakan tagline kencang, cepat , performance sebagai jargon utama skutik mereka . . . Honda lebih mengutamakan jargon Irit ( udah dari dulu dan melekat kuat) plus sesuatu yang mudah dan enjoyable untuk dikendarai ( user friendly) oleh karena itu kedepan  AHM sepertinnya akan lebih fokus ke fitur yang lebih memanjakan kemudahan dan kenyamanan berkendara seperti salah satunnya ACG starter ( ISS). So gimana yamaha ?   . . . ini hanya opini pibadi tmcblog, silahkan share opini pribadi mu mas bro . . . Silahkan dikunyah kunyah, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

 

129 COMMENTS

  1. Yamaha blocor motor efisien, bertenaga, handal & (tetep) geal-geol, dan langsung rontok dihajar beat acg plus iss… hahahahahaha…

    Guest
  2. klo mengicar irit , knp ga mengefisienkan 110cc nya. pasti lebih joss.
    tapi bagi ane , irit engga nya motor ada di tangan kanan kita masing”. hahaha

    Guest
  3. mantap analisanya wak…kl buat harian yg penting bersahabat buat pengendara (hemat,awet).bersahabat pula dikendarai (nyaman).

    Guest
  4. saya yakin semua teknologi mengarah ke efisien, kenapa pasar skutik semakin berkembang dan pasar cub semakin kecil? betul sekali, mereka mencari sisi fungsionalitas dan kenyamanan!! harus nya yamaha fokus disini, orang akan susah melupakan impresi nyaman ketimbang kencang, okelah suspensi keras, setidaknya riding style, dibuat nyaman, dan pede ketika duduk di sadle motor ini.. kencang itu bisa disiratkan dengan decal 125 gede, tapi percayalah nyaman itu susah dilupakan

    Guest
  5. artikelnya kok kaya yg ga natural ya wak? hmmm ada udang dibalik bakwan kah?
    IMHO kalo ngomongin motor matic sekarang mah bukan soal cc besar wak. yg masyarakat butuhin dari motor matic sekarang lebih kepada inovasi fitur dan teknologi yg berguna dah terasa langsung ke konsumen, meskipun fiturnya/teknologinya kecil/sepele tapi kalo konsumen paham fungsinya tetep besar dampaknya. ambil contoh deh teknologi forget piston sama teknologi acg starter. banyak orang yg ga paham forget piston. yg lebih ngena ke masyarakat yg mana? masyarakat ga begitu paham fungsi forget piston itu buat apa dan biar kenapa karena yg masyarakat tau piston ya cuma gitu2. komen ini berdasarkan pertanyaan yg saya tanya ke tetangga2 sebelah mengenai kedua teknologi tersebut. kalo ditanya soal irit, emang cap matic yamaha sampe sekarang masih dicap boros di lingkungan rumah saya meskipun motor matic sekarang udah sama iritnya. konsumen matic ga butuj kencang, tapi fitur dan teknologi yg lebih ngena ke konsumen. bahkan ketika saya tanyakan soal ESP sama ACG starter malah orang lebih paham ACG starter. intinya mau dinamain apa itu mesin bluecore kek, ESP kek, orang yg beli kaga peduli. jadi percuma menggembor2kan itu.

    Guest
    • emang saya tadi makan bakwan buatan istri saya, tapi ini natural dari otak saya sendiri berdasarkan apa yg saya pikirkan . . . pada dasarnya memang benar, agak sulit untuk bisa mencerna dan busukan untuk sesuatu yang dalam seperti forged piston dll . . . lebih mudah mengunyah2 sesuatu yang bersifat ‘dipermukaan’

      Administrator
  6. Imho ya, naik honda itu lebih nyaman, padahal belajar pake yamaha….
    Moga aja mio biru ini sukses, gak sreg juga honda menguasai pasar..

    Guest
  7. Menurut saya udah hampir pas Om. Target utamanya irit di cc yang berbeda dengan Beat. Target performa harus 11-12 dengan Beat tapi konsumsi bahan bakar kalau bisa lebih irit. Blunder kalau dia kalah secara performa dengan Beat. Tetapi catatan kedua yaitu Yamaha harus meracik mesin ini lebih irit lagi dari Beat. Kalau Mio M3 lebih irit dari Beat maka bakal hancur image Beat karena kalah irit dengan mesin 125cc. Kalau dua hal itu ga terpenuhi nih produk bakal gagal lagi ketika penetrasi pasar.

    Guest
  8. YIMM kok ngawur ya?
    di mata masyarakat awam, Irit sama bertenaga itu dua hal yg bertentangan…yg bertenaga itu identik boros..

    lagipula, siapa yg butuh power gila2an di segmen matic??

    Guest
    • Ga sah ky gitu deh bro, kita seneng2 aja kok jd konsumen. Biar banyak pilihannya,g semua org punya pikiran yg sama bro. Lha klo g bicara performance knp AHM bikin V125,malah sekaramg v150?
      Klo nih produk dg kubikasi 125 cc, performance lbh ok dari Beat dan konsumsi BBM lebih irit atau sama dg beat..maka beberapa orang akan memilih tarikan enak tp ttp irit. Toh ada bbrp org yg mmg peduli performance drpd starter yg alus, ada bbrp org yg g peduli ama yg namanya ISS. Apakah varian ISS lebih Superior drpd yg non ISS? Brp banyak org yg selalu mengaktifkan ISS,meski matiknya dibekali ISS? Klo semua org berpikirnya “hanya” kenyamanan buat matik, knp PCX yg super nyaman malah kalah dari beat?? Klo mnrt saya vario lebih nyaman dari Beat, tp knp ttp laku beat? Karena dg uang 500rb bisa bawa pulang motor baru..
      Bukan mslh teknologi atau fitur.. PCX DP 500rb, bakalan laris juga kok

      Guest
  9. Ngapain beli matic 125cc kalo akselerasi kalah ama 110cc, boros borosin bbm dan pajak aja. Harga emang murah tapi spek minimalis, masih betah naik gerobak??

    Guest
  10. Opini saya : bila mio 125 diluncurkan head to head dengan beat butuh pengorbanan besar dari saudara nya sendiri, otomatis stock mio J, soul GT, bahkan xeon akan semakin menumpuk di gudang dealer. Disini akan menjadi pertimbangan sendiri para FBY “ngapain beli mio J, soul GT, xeon ada yg baru”

    Guest
  11. Mau jargon performa, pengalaman mio gt letoy karena ngejar irit. Nah sekarang ngejar irit pakai mesin 125, apa mungkin, konsumen mana yang percaya. Dengar nama Yamaha saja langsung ingat borosnya, apalagi 125 cc. Celakanya muncul saat kenaikan BBM. Beraaaaaattttttttt

    Guest
  12. Saya berpendapat ya wak, untuk saat ini, ap yg ymh usung dengan konsep blue core dengan kubikasi 125cc sangat riskan, artinya jika berhasil menanamkan mindset irit nya, disaat kondisi lg gonjang ganjing bbm naik, maka akan dengan mudah mengusung konsep perfomance. Nota bene calon konsumen roda 2 adalh mid low. Cc gede adalh identik dengan boros. Dari internal aj rasanya sudah berat wak, karena yg dilawan adalh mindset. Tp bgimanapun msh ad celah, asal bahasa marketing ymh gk blunder lagi

    Guest
  13. ngapain beli metic klo buat tarikan, metic ya “nyaman”
    bapak pake supra
    kakak pake mio
    sy pake kawasaki
    bokin pake beat
    yg paling nyaman ya beat
    mau beda 10cc kalo gak nyaman y mending pilih beat

    Guest
  14. Segmen skutik kan mayoritas bwt rakyat kecil, mana sempet nyobain TMAX tau motornya kyak apa jg mgkin kagak ngeh..
    Lagian apes jg pas bbm naik, konsumen jg mesti mikir kalo matic 110cc pasti lbih irit dr 125cc…urusan performa 110cc jg gak jelek2 amat, kalo mau kenceng buat apa beli skutik kalo ada sport yg makin terjangkau
    Skrg tu matic yamaha cuma minim fitur, mau forget poston, blu cor, apalah gak kerasa efek realnya buat konsumen.. bandingin aja ama acg starter, iss, cbs, lebih nyata & terbukti menarik drpd fitur hanya urusan performa. Tujuan org beli matic jg buat jalan harian/urban, klo mau kenceng ngapain beli matic kalo skrg sport makin terjangkau
    Imho.. :mrgreen:

    Guest
    • sebenarnnya itu hanya contoh flagship . . . contoh lainnya adalah misalnnya Smax dengan kubikasi yang lebih kecil .. atau Nouvo elegence 135? imho

      Administrator
      • Yang dijadiin sampel 2-2nya mahluk langka buat biker biasa juga Wak 😀 . Klo menurut ane, kalau memang mau ngangkat jargon performa kurang tepat di stempel ke brand Mio. Apalagi dulu marketing gimmickny pas awal2 launching imagenya mio tu cw banget, ngga ada urusannya ke performa. Malah udah blunder dari sejak Soul yg pertama imho. Nah, sdgkn mnurut ane lagi ni, mio ud bisa dibilang flagship skutik Yamaha di region indo. Kl mau bawa jargon sport matic sebenrnya ya Nuvo. Malah wlpn ngga komersil, Xeon lebih cocok mengemban slogan sport drpd mio. Klo ngga mau mboyong Nuvo elegance ya plg ngga nama lain, yg jelas jgn mio. analisa ngawur 😀

        Guest
      • Genre Skutik :
        matic entry level = irit, nyaman, design catchy / generik, price positioning low-mid.
        matic sport = kencang (musuh irit), desain lebih ekstrim / fansnya lebih spesifik, price positioning end mid-high

        dari kubikasi bluecore 125 nanti sikut2an sm xeon, soul gt, blm lagi mio j, j-teen apa mau disuntik mati? terus posisi brand mio blucore jelasnya dmn?
        kl dari positioning aja udah ngga jelas, gmn penjualannya ?
        material marketingnya bisa saling menganyulir nih

        Guest
      • Genre Skutik :
        matic entry level = irit, nyaman, cc kecil, design catchy / generik, price positioning low-mid.
        matic sport = kencang (musuh irit), cc besar, desain lebih ekstrim / fansnya lebih spesifik, price positioning end mid-high

        dari kubikasi bluecore 125 nanti sikut2an sm xeon, soul gt, blm lagi mio j, j-teen apa mau disuntik mati? terus posisi brand mio blucore jelasnya dmn?
        kl dari positioning aja udah ngga jelas, gmn penjualannya ?
        material marketingnya bisa saling menganyulir nih

        Guest
  15. skutik honda dah paling pas..
    keren nya dapet, nyaman, irit, fitur nya jg bnyk n sngat brguna..

    khusus untuk fitur.. ini kelemahan skutik yamaha d banding skutik honda..

    skutik mah kg perlu kenceng..
    mau kenceng, jngn pk skutik lah..

    Guest
  16. Kalo kata saya sih paling gak matic Yamaha harus punya ACG starter dan speedo digital seperti Vario…. soalnya macam GT125 yang sekelas Vario pun belum ada 😐

    Guest
  17. Yups,,josss ulasannya,,,1hal yg memmbuat beat laris manis bukan cuma di disainnya,,model bagus,,,tapi selain itu adalah tarikan reponsif,,mudah gampang ngibrit,yah emangsih kalo di forum skutik memang untk cewek,,,kenyataan di lapangan,,,???cowok pun banyak yg make,,,na sbagai cowok pasti milih yg ngacir2 to,,??bukan cuma nyaman,,,,,,nah jika si mio125 keluar nanti tinggal liat,jika tarkan rponsifnya masih kalah ama mbeat nya ngefbeha,,,alamat dah,,,belum bisa ngalahin,,,,….biker iti sukanya= 1,keren,2,kencang,3,irit,,,,.mengingat jalanan yg kian hari semakin padat,,top speed belakangan dah,,,masuk no4,….

    Guest
  18. Sependapat dengan Kang Haji, saya setuju YIMM harus menempatkan tagline yang benar untuk membangun image skutik barunya, kembali ke DNA Yamaha rasanya tepat kang, semoga didengar YIMM nih artikelnya Kang Haji, kenapa kang Haji ngga kerja di R&D pabrikan aja sih? hehe… 😀

    Guest
  19. IMHO masalah utama bukan di kentjang ato irit, kalo model yamaha sih udah sip cuman ya itu Velg, CVT ama shock yang keras yang bikin illfeel. dikira orang endonesia imut semua kali ya velg aja mungil gitu.

    Guest
  20. setuju sama wak haji..
    ane mulai pake yamaha semenjak ada MX, karna menurut ane dibandingkan CS1 waktu itu performance MX lebih unggul (kecuali FU, Ane kurang suka 3s nya suzuki), lalu nyoba maticnya xeon.
    disitu ane rasakan image nya yamaha emg powerfull, dan emg cocok sama produk2nya..
    sedikit saran, kenapa gk bikin jg varian SE nya dgn spek part yg lebih bagus. contoh kaya sport mah, pake ban battlax buat varian SE nya.
    kenapa ga yamaha aplikasi kan jg ke matic, biar DNA performance nya lebih dapet lg. soalnya pabrikan lain blm kepikiran tuh..
    mio SE pake bt39, mantep kan??

    Guest
  21. skutik honda nyaman?
    klo menurut ane ga berlaku untuk skutik honda yang baru,
    beat fi dek pijakan kaki ketinggian, lutut jadi nekuk banget, lama2 capek, berasa kayak nongkrong d kamar mandi,
    vario 125 jok.nya keras bangett

    beda dengan skutik honda jaman dulu, (beat karbu, vario110 karbu)
    menurut ane nyaman memang

    Guest
  22. Ngapain beli matic 110cc harga harga sama dengan 125cc.

    Atau

    Ngapain beli matic 125 cc velg ngegeyol,ban thai look, mesin cepet ganti sparepart.*

    *Pengalaman

    Guest
  23. jargon’a terkesan mengatakan lebih baik pilih yg bertenaga lebih besar tp irit dgn harga yg sm dgn 110cc. hehe senyum nyiyir, yg pengen liat cc n kenceng itu sapa sih?! mau kenceng+irit kek klu nga nyaman dikendarai ya yg beli pada males, lagian mana ada kenceng itu irit. kenceng itu y identik dgn boros.hehe

    Guest
  24. Mestinya TETAP jadi YAMAHA; baik secara desain maupun image performa. Tapi sayang, secara desain “ruh” Yamaha yang khas dengan garis desain yang dinamis hilang. Kesan copy paste desain kompetitor begitu terasa. Padahal YIMM bisa ambil basis desain matic Aerox yang sangat sporty itu (minimal tebeng depannya). Untuk perform di Mio M3 itu kayaknya “dikorbanin” untuk ngejar irit 60 kmpl. Secara power Bluecore 125 (Grand Filano 125) masih kalah sama Beat 110cc. YIMM… YIMM.. perang bubat kok ngandelin 2 senjata tumpul (desain dan perform). Hasilnya gak bakalan signifikan … Percaya deh !!! (Masih ingat dulu, saat kuprediksi Mio-J bakalan amburadul penjualannya???)

    Guest
  25. Masukan yg positif sekali buat yamaha…..Harusnya wak haji ada di posisi yg di tinggalkan p eko dulu………….wkwkwkw……P;

    Guest
  26. Semoga laku lah,karena saat musim hujan paling enak naik metik,timing nya cuma terbentur 125cc hadir pada saat kenaikan bbm tp klo bisa se irit beat mungkin penjualan nya akan berbeda

    Guest
  27. ane naksir nih matik bau yamaha gantiin kharisma geledek ane..cuma satu doang dai tampilan yg udah ane liat..bannya ga di revisi ukurannya tapi banyak cara lah..tunggu review bulu korr 125 nya yamaha..bosen liat meik honda..kitu2 wae tangkringannana..btw wa haji taufik ulasannya sangat2 menarik serasa mampir ke warung bro genesis hehehehe

    Guest
  28. wak haji…artikelmu semakin lama semakin bermutu lho.Lebih tidak memihak satu brand melulu,kadang para petinggi AHM,YMI,KMI,SI,pada begidik kalo baca..
    Usul aja wak,sekarang kan lagi jargon jargon matik mulai ramai dipasaran,ada gak petinggi petinggi itu yang melirik untuk reborn-in motor motor dulu yng melegenda,contohnya kaya super cub yang wak haji pernah ulas,trus suzuki dengan TS-nya…itu lebih hore lho pangsa pasarnya yah.margin lebih jelas,dan konsumen akan semakin puas ?masa cuma kawasaki yang reborn-in BINTER MERSY diganti mesin injeksi,yang harganya selangit bingit itu..ya gak kebeli ama selera pasar yang menuntut motor murah,edan,dan bertenaga.
    Ayo dong wak,jangan matic mulu…gosokin tuh wah biar reborn-in lagi motor motor tua dengan mesin baru,lebih simpel,murah,gila,hemat,dan ceria…

    Hidup wak haji!!!!

    Guest
  29. wak kalo ketemu pimpinan yimm tolong saya kirim keplakan yang keras ya.
    soalnya ban maticnya gk pernah digubris sama sekali ituh lo, coba wawancara tentang bannya apakah masih bertahan 10 tahun lagi ato ada wacana ganti model dan merek

    Guest
  30. Penguna BeAt sering bilang kelebihan motornya dibanding yg lain=Ramping,Ringan,Lincah(akselerasi dari berhenti dan pengendalian sela selip),Nyaman Suspensinya(mungkin karena Ban lebih tebal)kalau irit jarang2 disebutkan,kalau kencang(TopSpeed tambah ndak pernah dengar)

    Guest
    • Betullll…soal irit saya rasa 11 12.imbanglah,,di trek lurus,,imbang,,,,cuma di kemacetan unggul beat,,,salnya sya pernah nyoba ama temen…pas hari rya kurban,jalanan sepi,,,nah lagi2 yg di keluhkan temenku yg punya mio gt yaitu pelek dan bannya ug kurang gedhe,,nah soal kwalitas luar mio gt memang super sekali,,ayo yimm ban dan pelekmu di revisi…pingin payu po ora,,,akselerasi jangn kalah ama beat..kalo kalah apa artinya 125cc??,,

      Guest
  31. imej Yamaha itu boros.. tapi ane heran, karna mnurut ane skrg Yamaha juga sudah termasuk sangat irit, bila diperhitungkan dengan performanya yg mantap..

    Yamaha njmx saya gigi 5 gaspol mentok, jogja-magelang 40menit saja, tapi ttp masih termasuk irit, 45km/L dengan pertamax.. kalo buat harian santai, bisa tembus 50km/L..
    sudah berkali2 saya test keiritannya..

    ane lebih setuju kalo masalah keiritan itu tergantung pemakainya, kalo biasa narik gasnya diurut dan perhatikan rpm mesin, meskipun sampai topspeed, ttp aja akan lebih irit daripada betot2 gas alay..

    jadi, menurut saya, masalah keiritan hanya untuk mempermainkan imej konsumen..
    real value dari yamaha adalah power, performance, speed..
    real value dari honda adalah kenyamanan berkendara, fitur yg berguna utk sehari2..
    keiritannya, dua2nya sama aja (sesuai dengan real valuenya masing2)..

    yang suka ngebut, gak usah jelek2in honda yg lemooot..
    yang suka nyantai, gak usah jelek2in yamaha yg sedikiiit saja lbh boros..

    Guest
  32. Kabar burunk pemirsa, kini yamaha punya mesin Blue Core….

    “Blue Core…. Belum di Gas Udah Tekorr……”

    Ngoahahaha………
    😀 😀 😀 😀

    Guest
  33. Ah orang lbh milih merek sebelah krn lebih nyaman,handal,bandel.beda dg miong dan kawan2 shock keras,loyo,geyal geyol,bentar bentar bawa tikus,kenalpot bonus meriam.payah

    Guest
  34. ujung-ujungnya adalah customer experience. kalau nanti ada yang beli terus merasa tarikan gak seresponsif be*t pasti akan ada informasi mulut ke mulut yang bilang enakan pake merk sebelah.
    m*o j dulu jargonnya kencang dan irit tapi tetep aja pas dicoba responsive-an be*t yg kemudian informasi itu sampai juga ke telinga ku dan sekarang di post di sini.
    sama velg nya deh jangan yg kecil2 gitu. masak sih harus keluar duit lagi untuk ganti velg yg lebih lebar.
    bagasi juga yg muat helm. gw juga gak mau keluar duit lagi buat beli box siomay.
    so far yg masuk kriteria gw (based on first look only) dari matic yamaha adalah grand filano. pas ngeliat di imos kemarin langsung deh ngeliatin terus. cuma sayang ada mbak2 spg yang haus foto nangkring terus di motor nya jadi gw gak bisa liat bagasi nya.

    Guest
  35. kembali kekarakter pabrikan masing2… perlu memperkuat jati diri.. di usia nya yg sekarang yamaha indonesia harus nya udah dewasa… bukan malah jd pengekor tetangga.. gt ya mksdny? 😀

    Guest
  36. setuju dengan wak haji. setiap produk sudah dan harus mempunyai brand image-nya masing2. dengan begitu, konsumen akan mengenal produk tersebut, dan secara otomatis segemen pasar terbentuk dengan sendirinya. tidak mudah untuk merubah suatu brand image, karena proses terbentuknya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. brand image mampu melebihi fitur2 yang ada, terutama untuk fitur yang membutuhkan pemahaman mendalam.

    Guest
  37. kl aku sebagai konsumen se lbih baik 110 cc tp rasanya enak dikendarai dan kencangnya sm dg 125cc drpd motor 125cc tdk kencang dan kurang nyaman

    Guest
  38. tinggal gmana DNA mesin baru ini, apakah paling kencang?? atau paling irit?? atau malah kayak NEX yg d ajak kencang ayo aja, d ajak irit boleh. kalau ttp g jelas kayak YMJETFI kemarin sih ya sama aja, imagenya g bakal kuat. Beat saja yg bukan paling irit pun ttp terlihat irit karena nama Honda.

    Guest
  39. metic tetep penak honda….mio GT tarikan dibawah 60km/jam berat mesinnya kayak nahan( sing ngomong istriku )…kalau spacy enak banget ngisi terus dari tarikan awal….sing ngomong istriku menah..)…kesimpulane istriku yang ngga mudeng babarblas masalah mesin wae tau bedanya naik mio GT ama spacy…

    Guest
  40. starteginya bagus koq untuk MIO blue core ini, mereka orang CPR pasti sudah tau kelemahan market dari produk sebelumnya untuk mengalahakan Beat, jadi saya rasa startegi kali ini adalah penyempurnaan dari startegi2 sebelumnya yang belum ada hasil,

    jika masih kalah juga yah mau gimana lagi masukan saja semua vitur terbaik di matic dan kasih harga yang mepet, soal DNA performa yamaha pasti akan terus ada di semua produknya, percaya deh 🙂

    Guest
  41. Genre Skutik :
    matic entry level = irit, nyaman, design catchy / generik, price positioning low-mid.
    matic sport = kencang (musuh irit), desain lebih ekstrim / fansnya lebih spesifik, price positioning end mid-high

    dari kubikasi bluecore 125 nanti sikut2an sm xeon, soul gt, blm lagi mio j, j-teen apa mau disuntik mati? terus posisi brand mio blucore jelasnya dmn?
    kl dari positioning aja udah ngga jelas, gmn penjualannya ?
    material marketingnya bisa saling menganyulir nih

    Guest
    • bertepatan dgn honda lg ngeracik beat acg yg seolah2 minim fitur, tapi menurut ane pengembangan spt ini lebih efisien. Bisa dilihat nanti, Beat acg akan lebih unggul dr mio blue core ini.
      ane sih simpel aja, kembalikan mio ke segmen skutik entry, blow up lagi Nuvo untuk jargon sportynya.

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.