460x110a-okt14

460x131REVSYOURBIKE

Bro sekalian, baru baru ini RSA merilis penyataan sikapnnya terhadap Isu pembatasan kendaraan bermotor di Jakarta. Ada beberapa point yang menarik yang disampaikan oleh RSA yang sejalan dengan apa yang dipikirkan oleh tmcblog saat ini yakni bahwasannya Kebijakan pembatasan Sepeda motor  di beberapa ruas jalan lebih kepada sebuah kebijakan yang berorientasi hilir dari pada hulu . . . IMHO, sedangkan akar masalah dari keruwetan jalan dijakarta memang disinyalir kuat memang berasal dari hulu . . . salah satunya yakni masalah belum maksimalnya ketersediaan angkutan umum massal yang  aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau secara akses dan finansial, serta ramah lingkungan.

440x100 (7)-nop

banner-mbtech-tmcblog

Ibarat kata, sebenarnnya kalo angkutan umum sudah tersedia sesuai kriteria di atas, logikanya, banyak orang disinyalir akan secara natural pindah ke moda transportasi massal . ..  . .. sebagai contoh sat ini tmcblog kalo mau pergi ke pulau jakarta .. .  dari tmcblog news room Buitenzorg nan indah dan damai langsung naik feeder busway APTB nyambung di Halte Transjakarta di daerah UKI . . . dari UKI sudah tersedia busway yang boleh dibilang sudah sambung menyambung hampir ke seluruh tujuan di jakarta yang tmcblog mau kunjungi  . . . so . . . enakan duduk manis di bus yang nyaman ber-ac dibanding kepala ruwet naik Toyota yaris Manual di kemacetan pagi yang sudah dimulai semenjak KM 8 jagorawi  hehehe  . . . atau riding lebih dari 40 km sekali jalan naik motor dari buitenzorg  . ..  bolak balik bisa 100 km sob . .  kalo 100 km lancar gak masalah, 100 km plus macet dan segala hal 😀

lho piye nanti industri otomotif bakalan layu dong? hehehe  tmcblog sampai sekarang selalu berpedoman bahwa rezeki itu sudah ada yang ngatur . . . tinggal gimana kita berusaha dan berdoa saja . . . so berikut adalah rekomendari dari RSA tentang pembatasan kendaraan bermotor roda dua . .  . cekidot sob ( kalo disebut ada beberapa pasal di skip aja, soale tmcblog juga kagak mudeng soal pasal pasal kayak begitu 😀 )

Empat usulan RSA Indonesia seperti yang dikirimkan ke news room tmcblog :

  • Sosialisasikan alasan-alasan pembatasan sepeda motor kepada masyarakat luas melalui media massa dan media sosial. Materi sosialisasi mencakup seberapa besar tingkat kecelakaan di kawasan yang akan diterapkan pembatasan. Selain itu, sejauhmana tingkat kemacetan yang ditimbulkan oleh sepeda motor di kawasan yang dimaksud.
  • Sampaikan ke publik hasil uji coba. Sejauhmana dampaknya terhadap masalah kecelakaan dan kemacetan di kawasan yang diujicoba.
  • Penuhi kaidah-kaidah yang diamanatkan oleh UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) maupun aturan turunannya seperti Peraturan Pemerintah (PP) No 32/2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, Serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas, serta Perda No 5/2014 tentang Transportasi.
  • Sesegera mungkin wujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, aman, selamat, tepat waktu, terjangkau secara akses dan finansial, serta ramah lingkungan. Angkutan umum yang sesuai standar pelayanan minimum (SPM) yang sepadan.

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

88 COMMENTS

  1. Sosialisasi yg mungkin susah krna kendaraan motor sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Bahkan beberapa anak kecil pelajar SD pun pilih naik motor, ibu2 ke pasar juga… hehe. Mungkin juga bs disebut klo motor ud jadi “kebutuhan pokok” masyarakat terutama perkotaan..

    Guest
  2. Larangan motor melintas di Bundaran HI dan Merdeka Barat cukup diskriminatif dan prematur. Kenapa?
    1.)Kalo alasannya bisa mengurangi kecelakaan, bagaimana dengan ruas jalan lain? pasti tetap ada yang kebut2an. Hanya memindahkan daerah kacelakaankah?
    2.)Kenapa hanya pemotor? Bagaimana mobil? Pernah liat jalan macet total? Adakah motor di tol bikin macet? Tebang pilih? Hukum tajam kebawah?
    3.)Kalau akses motor dibatasi bagaimana hitung2an pajak tahunan dan 5 tahunan di stnk? Apakah ada pengurangan jumlah bayar?
    4.)Malaysia transportasi massalnya jauh lebig bagus dibanding indonesia, tapi motornyapun boleh masuk jalan tol. Di Indonesia??

    Guest
      • jangan buruk sangka thd pejabat indonesia
        Pejabat indonesia cm sedikit yg kotor, hampir semuanya bersih, bs anda liat kl ada masalah selalu cuci tangan.
        Ngoahoahoa

        Guest
      • Liatlah Thailand, stiap jalan pasti ada 3, bawah tengah & atas, kl mau jarak tengah pasti naik jalur layang tengah, kalo jauh baru layang atas, deket ya jalan bawah, lah jakarta mentok2 cuma 2, itu juga dari uki ampe plumpang doang, masak jakarta kalah ma bangkok, padahal tol pertama di asia tenggara

        Guest
    • Car free day jgn hanya dihari minggu aja coba hari senin atau jumat. Saya lebih setuju jalan protokol tanpa kendaraan pribadi.

      Guest
  3. bagi saya…sebenarnya naek angkot itu lebih enak..cuma kadang waktu tempuh lebih lama dari kendaraan pribadi.terus masalah keamanan dan kenyamanan masih kalah sama kendaraan pribadi…saya setuju sama bro di atas…mungkin pembatasan umur kendaraan bermotor bisa di batasi…karena jumlah kelahiran kendaraan baru lebih pesat dari pada kematian motor.jadi populasinya di kendalikan..

    Guest
  4. Kalo dibatasi umurnya,ya kasian yg ekonomi pas-pasan bro.emang gampang cari duit 10 jt dlm 5 thn. Emang udah ruwet klo bicarain mslh ginian.harusnya 30 thn yg lalu udah ada transportasi masal yg bisa diandalkan.bkn sekarang baru mau bikin. Beginilah indonesia bro.bersyukur aja bisa hidup.

    Guest
  5. ketersediaan transportasi publik yang aman, nyaman, aman, selamat, tepat waktu, terjangkau secara akses dan finansial, serta ramah lingkungan, PUNYA EFEK DOMINO panjang bro…. misal sudah terwujud, andaikan Bogor-Jakarta bisa ditempuh dalam 30 menit dgn kenyamanan AC dan kursi empuk, pasti gak akan ada yg mau bawa kendaraan pribadi menembus kemacetan berjam-jam….
    jadi gak perlu membatasi umur kendaraan, karena dengan sendirinya populasi kendaraan pribadi yg beredar di jalanan akan tereliminasi….
    siapa sih yg mau buang-buang bensin buat macet-macetan kalo bisa lebih cepat, murah, aman dan nyaman dgn public transport???
    itu lah yg terjadi di negara maju….

    Guest
    • setuju bro …, orang nyari yang paling nyaman bepergian.
      kenapa mobil dan motor menjamur…, soalnya kendaraan umum sudah mahal, lama nga nyaman lagi.

      Guest
  6. Kalo menurut saya pak haji, benarin dulu tranportasi umumnya dulu, buat bagus dan nyaman dulu dan kalo bisa disubsidi biar murah ongkosnya. Baru bicara pembatasan kendaraan pribadi. Angkutan umum msh amburadul gitu, ngomongin pembatasan spd motor. Orang kok pingin mikirnya jalan pintas saja…

    Guest
  7. Transportasi yg nyaman baru kereta api commuter line, selainnya masih jauh, untuk busway masih berdesakan, apalagui angkot bau bensin. Ini testimono sy.

    Guest
    • commuter line nyaman? aduh bro……coba jalan dr serpong ke tanah abang di saat jam berangkat kerja atau jam pulang kantor…..sabtu/minggu….ampun…..mau bernafas aja susah…..jauh dari nyaman…..murah sih iya….sebaiknya pt kai mulai adakan pembatasan jumlah penumpang dan diperbanyak lagi jmlh keretanya demi manaikkan tingkat kenyamanan planggan

      Guest
      • Mengurangi penumpang ooh biar sampeyan bisa duduk lega ya…lah terus yang biayai PT.KAI operasional sopo? Sampeyan?

        Guest
    • semua temen ane yang naek comuter line bekasi bogor tangerang gak pernah ada yg bilang ‘Nyaman’ didalam kereta pas sampe kantor

      Guest
  8. nah itu dia,
    kalo infrastruktur dan transportasi masal udah bener baru boleh bicara pembatasan sepeda motor, kalo belum ya sama aja bodong jangan harap banyak yg dukung…

    Guest
  9. Kalo mau dilarang, mestinya ada jam tertentu, terutama jam pulang pergi ngantor, macam 3in1 lah. Atau disuruh bayar, model2 ERP gitulah. Tapi yg penting transportasi umum diperbaiki, termasuk bebas copet, waktu kedatangan, jumlah kendaraan, dsb.

    Guest
  10. Masalahnya gak semua orang rumahnya depan halte busway atau stasiun,kaya saya,(mungkin banyak yang lain) harus 2x naik angkot hanya untuk kehalte buswaynya,belum buswaynya,bisa 40an ribu pulang pergi,gimana gak pilih motor? #siap2 dikatain siapa suruh rumahnya dipinggiran,wkwkwk

    Guest
    • makanya om, bikin rumah yg bs dibawa kemana2, jd kl sampeyan dekat halte, rumahnya kan jd dekat halte.
      Ngoahoahoa (marwoto mode on)

      Guest
    • iya om bener kadang buat sampe halte busway atau stasiun harus 2x angkot, jadinya mikir malah mahalan naek angkutan umum udah gitu belum tentu nyaman yaudah pada pilih mobil atau motor pribadi

      Guest
  11. Betul sekali pak topik

    Khusus jakarta

    1.Umur kendaraan roda dua maksimal 5 tahun

    2.Umur kendaraan roda 4 maksimal 8 tahun

    3,Jalur 3 in 1 untuk kendaraan roda 4 akan meluas ϑ¡ berbagai jalan protokol

    4.ВВМ premium dihapuskan (pertamax ke atas)

    5.Diberlakukan aturan-aturan ketat terhadap kelengkapan piranti sepeda motor dan pengguna sepeda motor

    6.Θ¡ berlakukan aturan-aturan ketat terhadap angkutan umum swasta

    7.Θ¡ percepat pembangunan transportasi masal yang layak

    8.Θ¡ percepat pembangunan infrastruktur jalan

    9.Penertiban ϑ¡ sepanjang area jalan ϑ¡ jakarta

    Itu sedikit yg ane kutib pak….

    Ngoahahahahaha

    Guest
  12. gk bakal bisa dibatasi wak industri otomotif indonesia karena pengaruhnya sangat “kuat”
    liat kasus dulu tentang LCGC yang sekarang malah didukung penuh pemerintah sementara pemerintah mengelak “kelas menengah kebawah juga harus menikmati mobil juga”
    padahal negara maju adalah negara dimana orang miskin dan kaya naik kendaraan umum

    Guest
    • yah…begitula pemerintah, cm peduli yg bayar, rakyat selalu jd korban.
      Liat aja apa semua kriteria utk disebut LCGC dah terpenuhi?
      Kl low cost nya mungkin dah terpenuhi, tp kriteria green carnya apa dah terpenuhi, lawong cm pengurangan kapasitas mesin biar lbh irit bbm.

      Guest
  13. Jkt emg kasus deh, pemerintah kebijakannya ngga mau nyengol yg atas. Yg bawah ditekan melulu. Sbnrnya motor itulah penggerak ekonomi,dikala transport masalnya amburadul. Ckck

    Guest
  14. asal angkutan umum memadai dan murah meriah…sekarang masalahnya naik angkot sampai 15.000 sekali jalan belum busnya 10.000..blum nyampe uki naik trans jakarta. ya tetep orang cilik mumet sirahe…

    Guest
  15. TIDAK SETUJU!!!

    MACET BUKAN KARENA MOTOR….

    MACET KARENA JALAN SEDIKIT JUMLAHNYA….

    NAIK MOTOR BISA MENGHEMAT BIAYA… APALAGI KALO MOTORNYA HONDA….

    HONDA IRIT

    HONDA AWET

    HONDA BANDEL

    HONDA MAKIN PANAS MAKIN KENCANG

    HONDA ADALAH KENYAMANAN.

    Guest
  16. Poin terahir di taruh di posisi pertama. Baru poin yang lain mengikuti. Jangan kasih pembatasan dulu trus kasih transportasi publik di kemudian hari yg ga jelas sampai kapan terlaksananya.. sy setuju dgn wak haji. Orang akan secara natural pindah ke transportasi publik kalo sudah aman nyaman tepat waktu efisien..

    Guest
  17. karena semua orang yang bekerja kan gk melulu naik angkot atau bis cuman sekali doank, pasti ada yang naik angkutan umum minimal 3 atau 4x. jgn salahin mereka dirumah pinggiran amad, tp emank udah rejeki mereka ya tempatnya gk cman sekali doank naik angkutan umum bro. mending karena premium naik, bisa tuh bis, angkotan umum lainnya di subsidi biar tarif nya bsa bener2 murah banget lah, jadi itu bsa jd langkah awal nya pemerintah, baru selanjutnya ditingkatin dari sisi kenyamanan dan lainnya deh..dijamin kl langkah awal yang barusan w bilang bisa tercapai, orang2 jga bakalan pada naik angkutan umum.. just my opinion..mudah2an aspirasi kita smua di blok akang bisa diliat orang2 pemerintahan biar pada melek, jgn asal langsung bikin peraturan aja..makasih wak haji

    Guest
  18. ..Ane setuju bgt di poin plg bawah.. transportasi umum yg layak & nyaman urgent hrs d realisasikan.. sbnrny faktor bkn di kendaraan roda 2 saja jika mw membuat peraturan pembatasan umur kndraan.. liat aja kndraan umum roda 4 bkn hanya umurnya tp sdh ga layak jln msh broperasi (jd inget sebutan kota seribu angkot :mrgreen: ).. ga usah muluk2 tertibkan parkir liar, maksimal kan kualitas jalan (berlubang, trotoar tak beraturan, dll), penertiban rambu2 (sprti : angk umum brhenti d tmpt yg d tetapkan), dll. klo hal sprt ini diperhatikan plg tdk bs mengurangi kmcetan.

    Guest
  19. motor kasih jalur 1-1,5 m udah cukup…
    klo mau fair lihat aja siapa yg ngabisin jalan..
    angkutan umum jadi gak beroprasi maksimal karena qouta kendaraan roda 4 pribadi semakin banyak…

    😀

    belum lagi kinerja polantas masih jauh dari kata memuaskan, seolah kesemerawutan lalulintas cuma jadi ajang nyari keuntungan semata…

    😀

    priiiit…. 50.000

    Guest
  20. Pembatasan umur motor hanya akan menjadikan kita semakin konsumtif….tidak akan mengena pada akar permasalahannya….variabel yg utama adalah waktu, orang akan bersedia membayar mahal kalau bisa tepat waktu, baru masalah aman kemudian aman…..dari situ IMHO pemasalahan harus di urai…

    Guest
  21. Orang kalo sudah biasa pakai mobil atau lagi setir mobil lalu liat pengendara motor bermanuver di kemacetan biasanya komentar, “wah motor ki jan njengkelke tenan”. Apa pada ga mikir yaa..dia dulunya juga naik motor, mungkin anaknya atau keluarganya ditempat lain juga lagi naik motor..kadang dia sendiri juga naik motor
    memang begitulah kalau lagi naik motor
    Jalan untuk bersama, hormatilah sesama pemakai jalan raya

    Guest
  22. klo mau extreme sekalian saja berlakukan larangan untuk semua kendaraan pribadi dilarang beroperasi dihari kerja…

    😀

    pemerintah tinggal sediain sarana transportasi publik yg layak, nyaman, terjangkau dan ramah lingkungan…

    😀

    dijamin pemerintah bisa menghemat pasokan bbm dan say goodbye macet…

    berani gak tuh jongos-jongos rakyat di dpr & mpr bikin peraturan itu?!?

    Guest
  23. Gua setuju aj kalo motor dibatasi asalkan dijalan tersebut disediakan parkir 2000 per sekali masuk dan angkutan umum gratis. Untuk mobil disiapkan ERP dgn harga yang tinggi untuk melewati jalan tersebut. Harga ERP yang tinggi buat sekali masuk kena 100ribu. Jangan tanggung” toh mereka bisa menggunakan mbl berarti sudah mampu untuk biaya. Infokan saja gua jg pemakai mobil tergantung kebutuhan. Tetapi lebih banyak menggunakan motor. Disini alasan melarang adalah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Yang gua nggak setuju dengan alasan tersebut adalah di jalan yang dilarang tersebut mala lebih banyak mobil yang bikin macet dan kecelakaan. Kalau alasan tepat sih tidak masalah.

    Guest
  24. sebentar lg sepeda jga di larang dngn alasan rawan kecelakaan.. -_- mobil jalan terusss.. y
    jakarta hnya pnya orang berduit banyak

    Guest
  25. poin 1 & 2 soal kemacetan & kecelakaan
    sangat tdk relevan utk dijadikan alasan, bs diliat dipintu tol pulau jakarta yg notabene bebas roda 2 tetap aja macet.
    Soal kecelakaan, itu salah satunya dah menyinggung masalah takdir. Memang kl kecelakaan motor, ridernya yg paling sering kena, tp kl kecelakaan mobil, pengemudi & penumpang bs selamat, tp pengguna jalan lain disekitar jalan kadang yg jd korban & jumlahnya biasanya lbh banyak dibanding korban kecelakaan motor.
    Ai sependapat dg poin 3 & 4.
    Jk fasilitas transportasi masal dah tersedia, dg fasilitas minim, asal aman, dan tepat waktu, kemungkinan besar pemotor & pemobil akan beralih ke transportasi masal tsb, apalg ditambah fasilitas biar nyaman.

    Guest
  26. wiss joss bngt pemerintah sekarang.. motor di larang,bbm naik.. angkutan umum amburadul.. udh gitu skarang tarif angkot naik smua gara2 bbm naik.. wis jiaann di sinyalir orang kaya aja yg boleh tinggal di jakarta

    Guest
  27. banyak copet bang….. pakaiannya rapi rapi seperti pegawai kantoran…. makanya banyak lebih aman naik motor hehehehe…

    Guest
  28. Kerjaan saya pak haji nih..managemen dan rekayasa lalu lintas, sebenarnya setiap daerah punnya PTM (Pola Transportasi Makro) cnth DKI Jakarta sudah punya rencana transportasi yang terintegrasi angkutan massal basis jalan dan rel, tapi semua masih rencana dan sudah terlambat, sebenarnya pembatasan lalu lintas dan angkutan umum harus jalan beriringan, selain itu perlu kerjasama yang benar-benar sesama pemerintah daerah lain di sekitar jakarta.

    Saya sudah merasakan nyamannya naik commuter line dan Saya sekarang sudah melakukan park n ride, ternyata naik angkutan umum menyenangkan asal memiliki syarat standar keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, dan biaya yang terjangkau.

    Guest
  29. paling gampang mengurangi penggunaan mobil dan motor itu GAMPANG asal pejabatnypaling gampang mengurangi penggunaan mobil dan motor itu GAMPANG asal pejabatnypaling gampang mengurangi penggunaan mobil dan motor itu GAMPANG asal pejabatnypaling gampang mengurangi penggunaan mobil dan motor itu GAMPANG asal pejabatnya berani.

    ¤ BABAT/TUTUP PARKIR LIAR
    ¤ BUAT GEDUNG PARKIR
    ¤ BAYAR PARKIR DIGITAL
    ¤ BERLAKUKAN PARKIR PROGRESIF dan TARIF PARKIR MOTOR IDR. 25.000/jam dan MOBIL IDR 75.000/jam
    ¤ BERLAKUKAN TILANG PARKIR ELEKTRONIK

    saya yakin dg tarif parkir MAHAL dan berlaku PROGRESIF secara otomatis DJAKARTA ak

    Guest
  30. paling gampang mengurangi penggunaan mobil dan motor itu GAMPANG asal pejabatnya berani.

    ¤ BABAT/TUTUP PARKIR LIAR
    ¤ BUAT GEDUNG PARKIR
    ¤ BAYAR PARKIR DIGITAL
    ¤ BERLAKUKAN PARKIR PROGRESIF dan TARIF PARKIR MOTOR IDR. 25.000/jam dan MOBIL IDR 75.000/jam
    ¤ BERLAKUKAN TILANG PARKIR ELEKTRONIK

    saya yakin dg tarif parkir MAHAL dan berlaku PROGRESIF secara otomatis DJAKARTA akan bebas macet dg sendirinya tanpa membatasi motor tdk boleh lwt jalan protokol :mrgreen:

    Guest
  31. Asal nggak dibatasi beli atau dimahalkan harga kendaraannya. NGGAK FAIR sama yang belum punya atau yang sekarang belum mampu.

    Kenapa nggak jalannya yang ditingkat?

    Masa ya mengatasi kemacetan kok dilarang pakai kendaraan sendiri. Apa yang kendaraan umum bisa sama murah and sama cepat? Bukannya angkutan umum sekarang ini terancam kolaps karena kenaikan BBM? Para petinggi hasil didikan luar negeri sepertinya tidak ada tepo sliro, tidak ada kasihannya. Sudah tidak berbudaya Indonesia lagi. Anjuran macam begini sudah saya perkirakan waktu bahas bbm

    http://kupasmotor.wordpress.com/2014/11/25/gila-bank-indonesia-bilang-kalau-naikkan-bbm-untuk-memaksa-masyarakat-untuk-tidak-memakai-bbm/

    Guest
  32. terus terang mas, sekilas saya pikir RSA itu setuju dengan pembatasan sepeda motor. Baru ngeh setelah baca website mereka kalau mereka termasuk yang tidak setuju.

    Sik, mas setuju tidak pembatasan sepeda motor? Dari artikel ini saya belum jelas benar?

    Guest
  33. Percuma pembatasan di jalan.. psti ttp macet sana sini di ruas2 jalan yg lain… yang jelas kalau mau ga macet tinggal pabrikan hentikan penjualan motor bebek dan matik sama pajak buat kendaraan roda 4 dinaikkan… jd jualan motornya 600cc ke atas aja…

    Guest
  34. point ini:
    Sesegera mungkin wujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, aman, selamat, tepat waktu, terjangkau secara akses dan finansial, serta ramah lingkungan. Angkutan umum yang sesuai standar pelayanan minimum (SPM) yang sepadan.

    setuju banget,, ini yg selalu saya teriakan,, tapi gatau ke sapa,, ya sapa aja yg mo denger,, maklum bukan blogger atw orang penting,,
    ya transportasi massal yg baik..
    pasti nya orang jg mo pindah,,
    sekarang kereta aja kemaren rel nya patah,,
    orang mo pulang sampe telat parah..
    pagi2 nya katanya ada 2 copet ketemu di manggarai,,
    blm penjahat se*ks yg suka curi2 kesempatan,,
    kalo semua itu bisa di minimalisir (ga mungkin 0 c),,
    pastinya gt di batasin semua kendaraan pribadi roda 4 ma roda 2,,
    orang2 ga akan pusing,, apalagi semua kendaraan uda terpadu jadi satu.. teroganisir,, jgn ky nunggu busway bisa sampe setengah jam.. ya semua itu diperbaiki,, baru batesin dah motor ma mobil,,
    enak naek kendaraan umum lah kalo nyaman aman tepat waktu murah dsb..

    Guest
  35. Siapa bilang Angkutan umum sepi konsumen, naik TJ aja ngantri bejubel, naik kereta podo wae, tidak nyaman dan lama sampai tujuan.
    itulah kenapa banyak yg pakai kendaraan pribadi.
    tp yg gw heran tuh yg bawa mobil di weekdays,
    engga kapok2 ya bermacet-macet,
    mana isinya cuma 1-2 orang.
    perbaikan Transportasi umum harga mati masbro.
    dan jangan lupa berantas preman dan copet !

    Guest
  36. sebenarnya yang ditunggu dari dulu itu angkutan umum yang aman, tepat waktu dan nyaman, dan juga pemda DKI harus membangun fasilitas parkir dengan biaya terjangkau dan manusiawi di ujung-ujung tempat dilarangnya kendaraan roda dua melintas

    Guest
  37. oia, satu lagi, Populasi manusia di kota besar overload, krn duit dan bisnis kebanyakan mengalir ke kota besar.
    sudah sangat mendesak, Pemerintah memakmurkan pedesaan, agar masyarakat ngga perlu kekota untuk cari rezeki.

    Guest
  38. sebenernya kita nggak bisa membatasi apa yang sudah ada, ini sama aja dengan “tutup lubang dan gali lubang” ..,disini dulu macet skrn nggak, disana dulu lancar skr macet !, sama aja toh ?

    selama transportasi masal nggak lebih baik dari pribadi saya rasa segala usaha untuk mengurai kemacetan itu omong kosong …

    3 in 1 apa kabar ? gak ngaruh juga kan ? joki everwhere ….
    Genal ganjil ? ga jelas ..
    ERP ? ini sama aja bohong, pas kenaikan gaji / ngelamar kerja ..pasti udah dimasukin nih biaya ..akhirnya bisa bayar juga …

    #IMHO

    Guest
  39. wah kalo main pembatasan usia motor dan mobil gitu ya sakenake wudele dewe (seenak pusarnya sendiri), sebelum membatasi usia motor dan mobil harusnya yg dibatasin dulu usia mobil, kereta atau pesawat angkutan umumnya dulu biar nyaman, keamanan ditingkatkan dan coveragenya diperluas, nanti juga otomatis orang-orang pada ninggalin kendaraan pribadi milih angkutan umum…

    Guest
  40. Kalau mau jangan cuma motor aja, mobil juga… Berani gak?

    Kalau berani, saya baru mau parkir motor dan beralih ke kendaraan umum…

    Guest
  41. Sangat setuju harusnya di slrh indonesia aja, lebih baik motor dbwh harga 20-25jt pajaknya ditinggin, trus kredit dipersulit biar ga pda seenaknya, msa anak sd dibeliin motor baru pke uang muka 1jt trus kalo kelecakaan apa ga sayang sma nyawa anaknya ? Di daerah ane buanyak bayi2 yg otaknya masih labil keliaran pake motor yg kadang ugal2an

    Guest
  42. Perbaikan angkutan umum dulu broo..
    Kalo sudah bagus, cepat, aman, nyaman dan terjangkau,.. secara otomatis tanpa larangan pun pengguna motor akan pindah ke angkutan umum..

    Guest
  43. pada dasarnya pembatasan kendaraan pribadi patut didukung bang haji, yang ane ga habis pikir adalah regulasi pemerintah yang malah mendukung produsen otomotif u/ terus menelurkan produk baru, salah satu yang ane kecam adalah LCGC. gimana bisa dibilang green car kalo BBM masih pake bahan bakar fosil, bukan energi terbarukan

    poin kedua tentu dengan fasilitas umum yang menunjang (dalam hal jumlah dan keamanan), bisa dilihat negara singa sebagai contoh. sejauh mata memandang, fasilitas kendaraan umum mudah ditemui. turun dari MRT mau lanjut naik bis bisa, yang lebih sip jadwal kedatangan bis 95% bisa dipastikan tepat waktu dan ketersediaannya mencukupi

    kalo dua poin itu dipenuhi, ane percaya orang pada berebutan naik kendaraan umum

    Guest
  44. Nah, kalo udah ada solusi yg kaya begini, saya setuju. Jangan cuma membatasi, trus diakomodir hanya dengan bus tingkat yg unitnya msh sedikit. Blm trayeknya jauh, blm macetnya, blm rebutannya. Solusi ultimatum pemda pada khususnya dan pemerintahan negara pada umumnya dari dulu ya cuma satu. Transportasi Massal yg Aman, Terjangkau, Nyaman, dan Mengakomodir Kebutuhan Masyarakat. Soalnya sebelum pelarangan ini direalisasi, transjakarta dan bus bus kota lainnya udh penuh tuh. Gimana kalo pengendara motor dipaksa naik bus jg? Makin mengular.

    Guest
  45. Satu lagi deh, wak, numpang opini. infonya kan 17 desember nnt masih tahap uji coba ya. Mungkin pemda bisa canangkan beberapa fase uji coba. Pertama, pelarangan motor di jalur yg disebutkan. Fase kedua, mungkin sudi lah pemda sediain pembatas jalan antara motor dan mobil. Buat contoh, di sudirman, jalur lambat, ada 2 lajur kiri dan kanan. Gimana kalo 1/4 dr luas jalur lambat itu dikhususkan motor? Kasih marka dengan tali yg melintang sepanjang jalur pelarangan. Dan jgn lupa petugas yg mengatur serta memantau. Macam di negara mana itu, ada jalur khusus motor. Nah yg ketiga, ini sih kalo pemda emang bener baru uji coba mengurai kemacetan. Larang mobil, satu hari aja di jalur protokol. Pengecualian buat pejabat deh sama patroli polisi, karena kan tugasnya yg ga bisa di kompromi. Nah setelah tiga fase itu, dan setelah pengujian di lapangan, serta pengumpulan data-data akurat dari uji coba dalam 3 fase, ambil kesimpulan deh yg mana yg paling ampuh buat ngobatin kemacetan. Walaupun, saya lebih setuju dengan pengadaan mass transport daripada pelarangan-pelarangan kaya nanti. 17 desember 2014, bikers, get ready. Cari jalan lain. Hahaha.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.