460x110-des

460x131REVSYOURBIKE

pneumatic

Bro sekalian, Sejatinnya sistem Buka tutup Valve ( klep)  pada gelaran MotoGP udah semakin mendekati gaya gaya model sistem Valve di Mobil Balap, terlebih dikarenakan kebutuhan akan reving mesin yang kian meninggi, sehingga treshold ( batas) kekuatan penggunaan per ( spring) pada sistem valve sudah di lewati. Sehingga di MotoGP hampir kita melihat bahwa mayoritas motor motor yang tercepat disana sudah menggunakan Springless Valve actuator ( aktuator /sistem penggerak klepnya sudah nggak pake per lagi) baik itu menggunakan sistem Desmodromic yang di lakukan oleh Ducati maupun sistem Pneumatic Valve yang dilakukan oleh Mayoritas Team Jepang.

440x100 (2)

banner-mbtech-tmcblog

Kenapa sistem Klep yang menggunakan per ada batasannya? yap karena material dari pernya itu sendiri dan karena banyak jalannnya yakni dari Camshaft, lalu ada rocker arm lalu ke spring valve lalu ke Valve . . . nah dengan Pneumatic Valve, distribusi timing itu diperpendek sistemnnya hanya dengan satu alat sehingga kita bisa menentukan seperti apa profile pembakaran yang diperlukan dengan lebih teliti lagi. Lihat deh gambaran perbedaan kedua sistem ( pneumatic dan spring valve) di atas . . . di sebelah kiri adalah sistem pneumatic Valve kanan adalah spring valve. Bro bisa melihat betapa rumitnnya sistem konvensional spring dibanding sistem pneumatic

pneumatic2

Dan terbukti pula dengan pneumatic valve, rider MotoGP dapat melakukan reving Motor lebih tinggi dibanding mesin dengan spring Valve . . . ingetkan bagaimana tahun lalu Nicky hayden mengeluh soal RCV1000R yang menurutnya nggak jauh beda dengan lari motor skuter? . ..  yap RCV1000R masin belum menggunakan Pnuematic valve. Pneumatic valve biasannya menggunakan sebuah tabung fluida dengan tekanan sekitar 100 bar, namun gas yang disalurkan ke bagian pneumatic Valve di atur oleh regulator dan hanya berkisar sekitar 10 bar saja

Nah TMCBlog pun memperoleh sebuah Video Ekslusif dari sobat Jurnalis asal Spanyol, Manuel Pecino ( solomoto) yang isinnya adalah bagaimana tim Aprilia Gresini menyeting isi gas fluida dari sistem Pneumatic Valve ( cekidot video di atas sob ) . Bila di sistem spring, untuk menyeting valve digunakan macem macem cara teknis termasuk menukar per tergantung karakter timing pembakaran yang diinginkan, maka di sistem pneumatic valve bisa digunakan sistem komputer, paling banter menyeting isi tekanan gas fluida dari sistem Pneumatic . ..  cesss cess gitu bunyinnya . . . lebih mudah dan lebih joss performanya . . . semoga Berguna

Taufik of Buitenzorg

MVAI-Banner-1

 

58 COMMENTS

    • bisa, tapi modif headnnya, karena semua camshaft, rollerrocker arm nggak kepake, plus klepnnya juga kudu bikin lagi . .. bisa bisa lebih besar biaya bikin sistem pneumatic sama harga mio m3 baru 😀

  1. Lalu itu gambar pptongan mesin motor apa wak? Mesin dohc yang dimodif pneumatic?
    kemudian sisi kanan masih tersisa sistem dohc nya, apa memang pale rocker arm seperti dohc cbr250r?

    • itu gambar nemu di yutub yang saya pikir bisa menjelaskan perbedaan sistem keduannya . . . yap intake pakai pneumatic, exhaus masih pake per konvensional

  2. Selain durability bertambah,motor juga gak kehilangan tenaga ya wak,serta efisien bahan bakar ..klo gak ada sistem ini mah disinyalir motogp selalu ngowos ngebul ……

    • saya belum dapet bongkaran mesin M1 atau RCV . . . nanti deh kalo ketemu kita kunyah lagih . . . saya juga makin penasaran 😀

  3. Kalo gak pake cam kayaknya tdk loh…mesin camless baru di uji sama truk MAN….sepengetahuan ku pleumatic fungsinya hanya untuk mengembalikan klep ..untuk menekannya tetap pake cam..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.