460x110_ok-9jan15

Bro Sekalian, Menarik Membaca kembali tulisan lama Pak Edo Rusyanto yang mencoba membandingkan pembiayaan sepeda motor Syariah dan Konvensional dan dari beberapa contoh yang pak edo sodorkan memang secara total Yang konsumen bayarkan pada pembiayaan Syariah ( Pak edo pakai contoh lembaga Assalam) terhitung lebih rendah dibandingkan dengan pembiayaan Konvensional. Bahkan untuk tenor cicilan 3 tahun, secara total Pembiayaan Syariah bisa lebih hemat 3-4 juta an rupiah

440-x-100-beat-esp-long

banner-mbtech-tmcblog

syariah-kredit-motor_apr-12

Lha Koq Bisa lebih rendah ? . . . kalau dibaca baca komentar . . . ada komentar dari seorang pengunjung blog yang memiliki basis pengetahuan Syariah karena beliau bekerja di sebuah perusahaan finansial Syariah yakni Pak bro Trio Kusuma @trayokusuma . Komentar beliau TMCBlog angkat sebagai bahan diskusi mengenai pertanyaan perbedaan total biaya di atas. Tentu sebelum mengangkat dan mengcopy-[aste tmcblog sudah meminta izin dulu kepada yang punya komentar Pak Trio Kusuma . . . Begini  penjelasannya sob . . .


 

IMHO, murah atau mahalnya produk pembiayaan syariah bukanlah yg menjadi acuan pembeda syariah dan konvensional. Perbedaannya cuma di akad, biasanya baik bpr/leasing/bank syariah menggunakan akad murabahah untuk pembiayaan kendaraan.

coba tanya aja ke marketingnya, cara hitung marginnya di akad murabahah tersebut pake persen juga koq sama kaya bunga konvensional! Tapi hati-hati karena disini biasanya org terjebak dan bilang, “ah sama aja syariah dengan konvensional, cuma beda istilah bunga dan margin, buktinya pake sekian persen2 juga angsurannya”. Karena Persentase cuma alat hitung! bukan syariah/konvensional.

Kenapa margin pembiayaan motor alsalam ( contoh-lembaga Finansial Syariah-RED )  lebih murah? mungkin biaya dana mereka lebih murah. Biaya dana itu adalah biaya yg dikeluarkan alsalam untnk dana yang disalurkan ke pembiayaan motor tadi.

Misalnya ane contohin, kalo alsalam 100% sumber dananya dari tabungan masyarakat yang bagi hasilnya 5%, ditambah biaya gaji karyawan dan operasional mereka 5%, maka kalau dia jual margin 15% sudah untung 5%.

Tapi coba kalau sumber dana alsalam 100% dari deposito yang bagi hasil per bulan ke nasabah bisa 10%, gak mungkin dia bisa jual 15%, karena dia harus bayar operasional dan gaji 5%, tipis untungnya!.

Lantas kenapa leasing konvensional mahal? ingat leasing itu tidak mengumpulkan dana masyarakat, artinya sumber dana mereka dari mana?? dari kredit ke bank, misalnya adira dengan danamon, apa iya danamon ngereditin adira gak ngambil untung tapi terima risiko macet?? jadi danamon pasti ambil selisih bunga penyaluran kredit ke adira antara biaya dananya sendiri, dan adira menyalurkan pembiayaan ke masyarakat mengambil selisih lagi agar dapat untung. Artinya konsumen kena dua kali.

Simpelnya begitu, tapi yang tahu detil dapur lengkapnya ya cuman alsalam dan leasing masing2. Jadi bukan berarti syariah itu pasti murah dan konvensional pasti mahal. Sistem syariah menggunakan akad yg disesuaikan dengan ajaran islam sehingga terjamin kehalalanya ( buat Yang muslim -RED) , itu yang menjadi perbedaanya dengan konvensional


 

MVAI-Banner-1

Nah, Penjelasan yang cukup membuka wawasan . . . namun muncul problematika di ranah penjualan yang kadang deler tidak membuka pintu terhadap pilihan tempat pembiayaan mana yang diinginkan oleh Konsumen. Atau dengan kata lain, Konsumen harus menggunakan lembaga pembiayaan yang ditunjuk oleh Dealer . . . Nah sebenarnnya, memilih Tempat pembiayaan itu termasuk hak konsumen nggak sih dalam undang undang RI No 8 tahun 1999 perlindungan konsumen? Monggo didiskusikan sob . . .

Taufik of BuitenZorg

79 COMMENTS

      • Kalo semua persyaratan ente dah lengkap n sesuai rule syariah,ngapain harus berbelit2

        Lancar kok

        Ngoahahahahahaahahaa

        Guest
  1. wah yang tau mana nih…cmn kalo KPR rumah mang lebih murah syariah…beda tipis tapi lumayan….angkatan awal biasanya lebih mahal..( misalnya kredit bulan pertama 9.8 jt)…nah kredit tersebut sampai 15 tahun akan tetep bertahan…..tapi kalau konvensional misalnya awalnya 6.8…dia ngikutin suku bunga…( kalo tiba2 naek 3- 5% )…njeblug lah kita…..selisihnya lumayan

    diatas cuman perumpamaan aja yah….ilustrasi, masalahnya ane gak kerja di bidang begitu…cmn baru mempelajari aja….

    CMIWWW

    Guest
  2. Biar mahal sedikit mending kredit sama lembaga leasing yang bonafit dan sudah punya nama! Biar murah tapi dari beberapa lemaga keuangan berbasis syariah sering menggadaikan BPKB motor yang sedang dikredit! Atau kalau mau murah + aman bisa pake Kredit dari bank ABC. Lumayan juga tuh selisihnya..

    Guest
  3. ^^ kayanya semua deh masbro…..ane pernah tuch ngelunasin 6 bulan…bkpb nya gak bisa langsung diambil…nunggu 2 bulan…asem gak….

    enak sih kaya ente bilang kaya misalnya ada promo bli2..ala eladaza…tuch kan misalnya matic tersebut….bsa kredit 12 kali tanpa bunga tanpa DP….lumayan cmn kali motornya mehong yah siap2 kredit bengkak….

    Guest
  4. kalau ditempatku ada namanya ArMot (arisan motor) dan mending itu wak haji daripada kredit lewat leasing,pembyaran yg laen.perbulan byar tetap cuma wktu pelelangannya aja kita hrus bersaing dan tergantung mtor yg di inginkan.

    Guest
  5. Kalo liat list itu bunga masih dibawah 2% perbulan, coba kalo sekarang rata2 tembus 2,5-3% walaupun sekarang ada leasing yg bunganya 0,8% tapi itu kayaknya disuport bank yg mendanainya
    Untuk syariah banyak banget persyaratannya, dan itupun ada beberapa leasing ada yg tidak bisa pelunasan dipercepat seperti konvensional
    Sebenarnya konsumen berhak memilih leasing, tapi kadang ada pihak dealer ada perjanjian dengan leasing tertentu yg mengharuskan nasabah yg mau ambil kredit harus lewat leasing a atau b atau biasanya disebut one pricelist
    Tapi misal kita ada rekanan marketing leasing lebih enak lagi, bisa pilih leasing dengan angsuran yg termurah…perjanjian diatas bisa gugur (bisa tapi ga semua), dealer juga butuh jualan motor
    Pinjam uang lewat bank lalu beli cash lebih murah tapi ribet, atau ikut arisan motor juga murah tapi lebih beresiko
    Bijak-bijaklah pilih leasing yg sudah terkenal, angsuran boleh murah tapi harus ditunjang oleh pelayanan yg baik
    Dan jangan lupa jangan sampai terlambat membayar

    Guest
  6. Alsalam emang beda, untuk pembayaran pun sistemnya bisa nyicil tiap hari atau gak langsung sesuai nominal utang hingga batas wakti, jadi klo cicilan 500 ribu dalam waktu satu bulan kita bisa deh nabung 20 ribu sehari…kalo karena setorannya emamg dalam bentuk tabungan, jikalau nabung kita berlebih itu akan disimpan disaldo buat bulan berikutnya, jadi klo lagi ada uang lebih kita bs tabung, karena biasanya kalo uang disimpen didompet atau lemari rumah mata jelalatan dikit kita gunakan buat yang nggak pokok…klo kovensional ya kitanya nyimpen sendiri dirumah.
    .buat yang wiraswasta cocok deh Alsalam…recommended…

    Guest
  7. lah kan kita transaksi langsung sama leasingnya (syariah) wak bukan sama dealer, ngapain repot2 ke dealer..

    menurut pengalaman temen ane sih kita tinggal minta tipe ini itu, deal harga, kemungkinan ada survei rumah atau tempat kerja, leasing ngurusin di dealer, motor udah nongkrong di rumah.. CMIIW

    Guest
  8. sama aja..kalo di alsalam kelihatan murah 2-3jt itu karna patokan total dp dan angsuran dari leasing konvensional blm dipotong DISKON yg juga bisa sampai 2-3jt..dulu pernah kerja di leasing yg menerapkan hitungan konvensional dan syariah..jadi ane tau persiss..intinya SAMA AJA..SYARIAH cuma kedok aja..

    Guest
    • bro…. ane mao tanya, berhubungan badan setelah menikah dan sebelum menikah apa bedanya?
      apakah bisa nikah itu disebut hanya kedok? trus ngapain repot2 bikin resepsi, di umumkan kemana2 kalao,hanya kedok?
      memang bank syariah itu belum sempurnya terbebas dari riba, karena 95% transaksional di negara kita masih berbasis riba, yg syariah itu ibaratkan hanya setetes dari luasnya lautan konvensional. for muslim, menurut saya masih lebih baik kita menggunakan yg berbasis syariah karena itu lebih mendekati kepada kebenaran, dari pada riba yg udah jelas diharamkan.
      ane kasih ilustrasi aja, klo menggunakan pembiayaan syariah itu, ada 3 pihak, 1. pihak bank sbg pemilik dana dan penjual, 2. nasabah sebagai pembeli, 3, delaer sebagai supplier. jadi nanti pihak 1 dan 2 sama2 menuju pihak 3 utk membeli kendaraan, dan ingat kendaraan itu tidak langsung menjadi milik,nasabah, melainkan itu adlh milik bank kemudian bank menjual kpd nasabah dgn cara mencicil dgn keuntungan yg telah diketahui dan disepakati scr bersama2… semoga tercerahkan

      Guest
  9. kalo masalah dealer tidak membuka kesempatan kita memilih leasing yg kita tentukan itu karna semua dealer punya MoU..gak mungkin sebuah dealer mengizinkan sebuah leasing yg tidak punya MoU tiba2 bekerja sama dengan dealer tersebut..kalo alsalam setahu ane dia gak punya MoU sama dealer..tapi alsalam beli CASH ke dealer..Contoh..dealer Y lebih condong ke leasing Adir*..itu karna dealer tersebut punya MoU dengan Adir*..kalo dealer tersebut memenuhi target dari leasing adir*..biasanya ada insentif dari leasing tersebut..dan insentif ini gak main2 jumlahnya..makanya jangan heran kalo banyak sales yg ngerayu konsumennya supaya beli melalui leasing daripada beli.cash..

    Guest
  10. Yup bener sekali…dulu saya jg pernah ambil yaris make syariah

    Lebih halal dan lebih murah

    Bagi fbh kambing kismin contoh tuh…..

    Ngoahahahahahahahahaha

    Guest
    • Ngoahahaha….beli yaris pake nyicil….katanya fby Kaya2
      Jossss…Fbh beli jazz cash semua coy..makanya pabriknya tumbuh subur and cpet gede
      Ngoahahahahaha

      Guest
  11. Kalo sama ama bro telo, saya ngumpulin duit dulu Wak Haji. Kalo duitnya udah ngumpul baru beli motor secara cash.

    Guest
  12. Tahun 2013 kmrin ngredit rumahh di bank BeTeN dan yg ku stujui sama developer tuh tenornya 15 tahun trus stelah akad kredit di bank BeTeN di acc 20 tahun trus aku ngeyel minta 15 tahun biar cpt lunas tpi tetep nggk boleh sama BeTeN yg acc 20 tahun
    Trus ku tanya alasan mreka acc aku 20 tahun sedangkn orang lain yg bwa anak istri wkt akad kredit di bank BeTeN di acc 10 tahun dan 15 tahun
    Trus ptugas banknya ngmong gini ‘kan sampean masih muda berumur 23 tahun dan belum nikah jadi dibuat santai aja biar nggak jadi beban pikiran’
    Trus aku mau ngeyel lgi tp nggk dibolehin sma developer,,,ktanya udah biarin aja mas nanti drpda nggk di acc bank sampean susah nyari rumahh lagi
    Jd ya udah trpaksa ku trima nasib ngredit rumahh 20tahun (⌣́_⌣̀)

    Guest
    • Banknya punya perhitungan om, menurut mereka gaji saat ini hanya mampu untuk bayar angsuran 20 th, untuk mereka suami istri bisa join income angsuran bisa lebih besar jadi jk waktu bisa lebih pendek

      Guest
  13. saya dulu pernah mau ambil gt dengan pembiayaam syariah di bank m****i syariah… emnga kalo di hitung lebih kecil jumlah angsurn maupun dihitung total setelah 3 tahun misalnya. namun syaratnya ribet dan ga slese 1 hari kalo hanya untuk menyelesaikan syart2nya saja.

    akhirnya pake dah leasing konvensional. sehari bisa slese langsung dapat motornya. intinya apa? intinya pembiayaan syariah harus merubah biriokrasi sehingga semudah leasing konvensionla jika itu di terpkan, dijamin leasing konvensional pada gulung tikar…… ga percaya????

    http: //www.goozir.com/2015/01/asus-zenfone-dua-positif-masuk-indonesia.html

    Guest
  14. Saran saya wak, dua-duanya dijauhi. Baik yang Syariah maupun kovensional. Yang konvensional jelas Riba. Yang Syariah beberapa ulama mengatakan juga mengandung unsur Riba. Jika benar leasing Syariah menggunakan akad jual beli, maka rukun jual beli harus dipenuhi. Ingat, suatu amalan yang tidak dipenuhi salah satu rukun saja, maka tidak sah amalan itu. Rukun jual beli ada empat, yaitu ada 1. penjual 2. pembeli 3. alat tukar 4. ijab qabul.
    Jika kita transaksi pakai leasing, syarat rukun ke-3 tidak terpenuhi. Karena kita tidak ada uang. Jual-beli barang dan uang tidak dipertukarkan tangan ke tangan, tidak berbentuk jual beli lagi. Tapi hutang-piutang. Di Islam, hutang-piutang tidak boleh ada kelebihan pengembalian. Karena kelebihannya adalah Riba. Wallahu a’lam bish-shawabi

    Guest
  15. Tapi mohon maaf, yang saya sampaikan hanya berdasar yang saya tahu.
    Saya ini juga masih nyicil dalam bentuk tabungan mau beli facelift salah satu motor yang launch di Mei 2015 (info dari Wak Haji). Alon-alon waton kelakon.

    Guest
  16. mungkin lbh menguntungkan konvesional buat dealer dan salesy.
    Makanya . .konsumen hrus mengikuti kebijakan dealer utk membayar cicilan ke leasening yg tlh ditujuky/bekerjasama.
    Kalo konsumen diberi bnyk keleluasaan maka dealer dan selesy untungy kecil.

    Guest
  17. kl ai, drpd liwat kridit, mending nabung dulu, kl dah cukup br buat beli.
    Soale skr batas riba vs halal keliatannya semakin tipis.
    Dg dalih ini itu sesuatu yg riba dikaburkan menjadi halal.
    Maka dr itu ai lbh hati2 mending tak pake dua2nya drpd terperosok.

    Guest
  18. Yg paling aman jika kita belum punya budget utk membeli motor/mobil tak usalah dipaksakan (kredit). Mending Nabung dulu baru deh beli kontan

    Guest
    • namanya juga kpngen punya ,
      btw pendanaan syariah itu salah satu alternatif,
      buat muslim atau non muslim. asal deal, kontrak nya yg di awal diperhatikan
      intinya ya perhatiin akad di awal deh , pak, bu.
      orang beli motor pake SHM tanah di jadikan jaminan ataupun statusnya di gadai dgn angka tertentu, kemudian diangsur saja dibanding dgn kredit konvensional yg ujug2 blm apa2 uda ngitung sgini pokok sgini bunga ya jelas banget kok bedanya,
      beda di itungan akhir, cicilan bulanan dll dst
      dan yg penting yg syariah dgn akad yg jelas itu bisa lebih membuat perasaan tenteram,
      take it or leave it,

      Guest
  19. * wak opik, alhamdulillah ana cukup puas dengan menggunakan fasilitas kredit dengan pembiayaan syariah tersebut di atas….

    Do’ain wak opik…. Next, nunggu matik 150 brojol semua…

    Guest
  20. Sama saja kok. Coba jangan tanya hanya ke pihak syariah, tapi tanya ke yang kredit biasa. Ujung2nya tetap secara riil berpatokan pada bunga. Selisih juga paling dikit, dan belum tentu salah satu sistem pasti lebih murah. Tidak lebih dari kedok menurutku. Namanya hutang ya hutang saja. Namanya keuntungan dari hutang ya bunga.

    Tapi kalau motor untuk dipakai sendiri, bukan bisnis, mending nabung saja, dijamin paling murah. Kalau belum sanggup baru, ya bekas. Belilah sesuai kemampuan.

    Guest
  21. Yang jadi masalah dalam sistem kredit adalah adanya denda jika terjadi keterlambatan pembayaran dari tanggal jatuh tempo, denda tersebut bagai duri dalam daging karena mengandung RIBA’ yang diharomkan dalam islam. Sayangnya di sistem yang mengaku syari’ah juga menerapkan denda keterlambatan dengan dalih lain buat mendisiplinkan, jika terlambat bayar angsuran lewat jatuh tempo,konsumen tetap membayar denda lebih tapi dalihnya untuk disalurkan ke fakir miskin…. ini perlu dikritisi serius apakah termasuk riba’ / bukan … tanya ke ulama di Arab saudi (lajnah ad-daimah) … enngak cuma ustadz2 disini saja, tapi seharusnya para syaikh di negeri asal hukum islam su’udiyah harus dimintai fatwa mereka juga, syar’i apa tidak itu denda keterlambatan utk dalih infaq ke fakir miskin??? (lha logikanya mreka terlambat bayar itu belum tentu mereka nakal/malas bayr…. tapi ane yakin karena mereka lagi bayak keperluan dan income lagi menurun di bulan itu, jadi sulit membayar tepat waktu)

    Guest
    • Barangkali kutipan ayat berikut bisa jadi jawaban.
      “ Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia
      berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu
      mengetahui. ” (QS. Al Baqarah: 280)

      Guest
  22. IMHO seharusnya leasing baik yg berlabel syariah maupun konvensional menghapuskan sistem denda harian jika terjadi keterlambatan pembayaran lewat jatuh tempo, karena kondisi ini bagai menghukum konsumen yang sebelumnya diperlakukan bagaikan mitra…, bagi konsumen yg terlambat bayar bukan karena nakal/malas bayar, tentu mereka berada dalam kondisi keulitan/menurun finansial pada bulan itu, mereka sedang kesulitan malah dihajar denda, yang meskipun ringan.. namun denda itu dirasakan bagaikan pukulan jab-jab dalam dunia tinju… ringan tapi mengganggu kenyamanan petinju lawan. SOLUSINYA GIMANA DONG???…. IMHO beri mereka waktu, beri mereka kepercayaan pada bulan sulit itu untuk mengumpulkan uang sampai full senilai pokok angsurannya. Atau daripada didenda jika mereka belum membayar saat jatuh tempo, mendingan minta saja si konsumen membayar berapa dulu gitu… misalnya pokok angsurannya 600 ribu, saat jatuh tempo belum terkumpul uang segitu… yo wis… you ada berapa dulu, hari ini jatuh tempo, 150? 200? woke setorkan saja dulu, besok ente tidak didenda… ada lagi kapan? … lusa? … 4 hari lagi?.. seminggu lagi? … piro? 150?…200?… yo wis nanti setor saja lagi yo? ente tidak didenda…., begitu seterusnya sampai lunas dalam maksimal 14 hari dari jatuh tempo… jangan main denda-dendaan yg terkesan satu pihak – alias arogan.., ane yakin konsumen yg berniat baik utk membayar tepat waktu namun pada bulan itu sedang kesulitan membayar… mrk akan berterima kasih diberi waktu 14 hari mencicil angsurannya seberapa dulu, s.d full pokok nagurannya pada bulan itu… ane yakin konsumen yg beritikad baik akan berterima kasih, dan akan lebih berupaya lebih giat bulan2 selanjutnya utk mengumpukan uang jangan sampai telat, karena malu hati dengan pihak leasing yg sudah begitu baik memberi waktu 14 hari tidak langsung menghajar / memvonis konsumen dgn denda , baru lewat 1 hari saja dari tgl jatuh tempo 🙁

    Guest
  23. kl mw kredit lebih mudah & murah gi bwa aj sertifikat tanah bwt ngutang d BRI, bunga 1,2%, lgian kl telat 1bln g kena denda kyak d dealer atw bank yg d tunjuk,,

    Guest
  24. wah infonya sangat bermanfaat..
    terima kasih

    nitip jemuran

    kredit bunga ringan denpasar 1%
    http: //www.3835group.com/2015/01/kredit-bunga-1-denpasar-bali.html

    Guest
  25. Wak haji ane klo kredit yg masih dibawah 15 jt ga peduli pake konvensional / syariah yg penting ane dapet angsuran diangka 300-400K dengan konsekuensi DP digedein n tenor dilama2in (anggap beli rokok)

    Nah klo beli yg diatas angka 30 jt ane langsung pinjem emas/perhiasan bini ane bawa ke bank syariah digadai deh setahun . Walhasil ninja fi ane udah lunas om n perhiasan bini udah balik lg

    Nb: cocok buat “pembiayaan” nikah lg

    Guest
  26. aku yo bar kredit neng alsalam depok, alkhmdulillah wes lunas. emang bner bda 3 jtan sma leaseng biasa. cuma emang agak banyak syaratya.

    Guest
    • iya om ane juga sama tapi cabang ciputat, haarga total kredit lebih murah jauh dari leasing konv dan lebih selektif dalam pengajuan.

      Guest
  27. Ud ane tebak jangan2 ni BPRS nya Al Salaam hehe.. Ane juga tahun 2011 kemaren kredit motor Vixion di Al Salaam Cinere Wak.. Emg persyaratannya lebih detail (agak lebih ribet dari konvensional). Tapi walaupun administrasinya lebih kompleks, bayar cicilannya emang jatohnya lebih murah banget dari konvensional. Denda kalaupun telat bayar cuma rp 1000/hari. Tapi ga tau sekarang masih sama ga kebijakannya. Tapi buat ane itu nilai plus di pembiayaan syariah. Maaf ane bukan promosi cuma berbagi pengalaman aja. hehe..

    Guest
  28. Rugi kalo ngutang buat beli motor
    Mending ngutang buat beli tanah atau rumah

    Pengalaman pribadi soalnya.
    Tapi bagaimanapun ngutang tetep aja dosa, karena kita masuk dalam lingkaran setan (riba)

    Guest
  29. Wah terima kasih sharingnya. sangat membantu. mungkin kalau mau beli sepeda motor lebih baik ke bank syariah dulu, biar banknya yang beli dan dealer tidak bisa memaksakan pilihan.

    Guest
  30. Suatu saat Dajjal akan menguasai manusia
    Karena ditangan kanannya dia menggenggam Surga padahal sebetulnya adalah Neraka.
    Begitu juga ditangan kirinya dia menggenggam Neraka padahal sebetulnya adalah surga
    Semoga kita tidak masuk dalam golongannya.

    Guest
  31. masih jarang nih di deket rumah
    bagi hasilnya….
    http: //pertamax7.com/2015/01/13/modifikasi-yamaha-new-vixion-ala-kawasaki-z250-oleh-mas-joko-ini-nggak-sampai-rp-10-jutaan/

    Guest
  32. Yang bisa lebih murah menurut aku ya kita kredit ke Bank aja, misal BRI terus beli motornya secara kontan. Pasti jatuhnya akan lebih murah, dan resiko dikejar2 oleh tukang tagih ketika telat mbayar tidak seperti di Leasing…. (pengalaman pribadi).

    Guest
  33. iya kang haji, konsumen harusnya mendapatkan jaminan dan terlindungi karna sdh ada UU Perlindungan konsumen.
    dimari mlh blm ada tuch pake pembiayaan syariah
    nitip bacaan ya kang Haji
    https: //bikerkampung86.wordpress.com/2015/01/13/diskriminasi-tiket-kereta-api-kah-ini/

    Guest
  34. kalo ane nabung dlu min 1/4 ato 1/2 dari harga motornya..hbs thu bru kurangannya pinjem/kredit..jdi belinya bsa kontan n ngutangnya g bnyk2!he

    Guest
  35. setau saya dalam sistim syar’i tu gak boleh ada dua harga pada satu barang. saya jg mikir klo lembaga keuangan yg katany syariah tu bener2 halal. malah pernah ketemu ama bpr syariah yg mlah bag hasil/ bunga lebih mahal dari konvensional. ya sebaiknya dihindari aja.

    Guest
  36. pernah mau kredit motor melalui pembiayaan syariah, tapi saya batalkan, dan beralih ke pembiayaan konvensional. marketing yang saya temui (kebetulan tidak ketemu marketing laing), sangat tidak ramah…bahkan tidak menjawab salam yang saya ucapkan. mungkin dia berpikir karena sudah menjadi yang paling murah…

    Guest
  37. Leasing syariah dgn konvensional sbnrnya sama aja tapi org syariah pande pake alasan bagi hasil/ murabahah dan akad jual beli, bhsa sederhananya “motor lo gue beliin pake hrga gue” mio di pasar hrga 14 jt tapi dibeliin olh LS seharga 21 jt disinilah penyimpangan mrka mnjual brg diluar hrga pasar dan hkmnya berdoza

    Guest
  38. syariah sama konven itu hasilnya sama, tmcblog screenshootnya krg adil, konven itu ada potongan DP. coba bandingin. paling beda 5rebuaan perbulan lbh murah assalam, tp proses ribet !!
    dan ane sbgai Muslim malu ada embel2 syariah dlm pembiayaan, krn itu semua sama2 riba. riba itu luas, tafsirnya tidak semudah dgn akad dan bunga diganti margin, trus jd halal. OH, NO BROTHER. 🙂

    Guest
  39. bro…. ane mao tanya, berhubungan badan setelah menikah dan sebelum menikah apa bedanya?
    apakah bisa nikah itu disebut hanya kedok? trus ngapain repot2 bikin resepsi, di umumkan kemana2 kalao,hanya kedok?
    memang bank syariah itu belum sempurnya terbebas dari riba, karena 95% transaksional di negara kita masih berbasis riba, yg syariah itu ibaratkan hanya setetes dari luasnya lautan konvensional. for muslim, menurut saya masih lebih baik kita menggunakan yg berbasis syariah karena itu lebih mendekati kepada kebenaran, dari pada riba yg udah jelas diharamkan.
    ane kasih ilustrasi aja, klo menggunakan pembiayaan syariah itu, ada 3 pihak, 1. pihak bank sbg pemilik dana dan penjual, 2. nasabah sebagai pembeli, 3, delaer sebagai supplier. jadi nanti pihak 1 dan 2 sama2 menuju pihak 3 utk membeli kendaraan, dan ingat kendaraan itu tidak langsung menjadi milik,nasabah, melainkan itu adlh milik bank kemudian bank menjual kpd nasabah dgn cara mencicil dgn keuntungan yg telah diketahui dan disepakati scr bersama2… semoga tercerahkan

    Guest
  40. dunia saat ini semua sdh penuh dgn riba. mknya kalo bisa nabung dulu beli cash, hindari riba biar hati tenang. yg sdh terlanjur ya sdh kelarin dl tapi kedepannya kl ga bs cash ya pake yg syariah. ancaman bagi pelaku riba ngeri lho bro ( lihat Al Baqarah:275-276, Al Baqarah:278-279, Ali Imran:130-131) . biarin mereka yg tdk suka dgn syariah nmnya keyakinan dan keimanan membawa ketentraman, insyaAlloh.

    Guest
  41. Sing cocok di kredit iku cuma properti. Kredit kendaraan wes larang, mbulet, di dol rego ne makjleb. Nek durung kuat tuku anyar mbok yo tuku bekas sek nek ancen kanggo niat nyambut gawe. Ojo kmlinthi. Urip pas2an tp kendaraan wah. Sesuk di tarik leasing minggat..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.